Naima dan Nayara adalah kaka beradik yatim piatu dua bulan yang lalu ayahnya yang meninggal akibat kecelakaan lalu lintas di susul ibunya pergi meninggalkan kedua putri cantiknya yang masik kecil harus berjuang sendiri dalam kehidupan getir di dunia ini.
Bi Ira yang merupakan adik kandung ayah Naima dan Nayara dengan tega menjual kedua keponakannya pada mucikari. Mereka yang tidak tahu sudah di jual oleh bibi Ira tanpa rasa curiga ikut dengan Mucikari.
Tanpa mereka sadari jika mereka sedang di giring masuk dalam penderitaan yang akan mencabik jiwa dan raga.
Naima adalah kakak dari Nayara. Naima berusia 14 tahun sedangkan Nayara berusia 7 tahun saat di jual oleh Ira.
Naima di paksa menjadi pelacur, demi melindungi Nayara ia rela mengorbankan dirinya.
Naima menyuruh Nayara untuk melarikan diri dari tempat jahanam itu.
Nayara berhasil pergi namun Ia tidak tahu harus kemana?
Hingga di pertemukan dengan seorang CEO tampan dan baik hati.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mencari Naima
Pukul 15.00 Nayara dan Abidzar ditemani teguh sampai di Kota S, saat ini mereka sedang menuju Club EXO untuk mencari Naima. Sejak dari tadi di pesawat Nayara merasa gelisah, rasa takut menyelimuti dirinya, ia terus berdzikir menenangkan hatinya.
" Tuan Muda ini tempatnya!"
Ucap Teguh menghentikan mobilnya di depan gerbang club EXO.
" Ini! Tapi mengapa seperti lama tidak di tempati." Abidzar memperhatikan gedung EXO yang nampak sepi dan tidak terawat.
" Saya turun dulu tuan , untuk mencari tahu."
Teguh turun dari mobil, Ia lalu di sambut oleh beberapa Pria bertubuh besar dan bertato , merupakan anak buah Teguh.
" Nayara , tunggulah di dalam! kau tidak perlu takut , Hendrik tidak akan bisa mencelakaimu."
Ucap Abidzar menenangkan Nayara sebelum Ia turun dari mobil.
Nayara menganggukan kepalanya tanda setuju, Ia tidak bisa menjawab Abi, Hatinya benar benar gelisah Ia takut Hendrik membawa Naima pergi jauh.
Dari dalam mobil , Nayara memperhatikan Abidzar yang menghampiri Teguh dan orang - orang suruhannya.
Terlihat orang itu menunduk hormat pada Abidzar. Nayara bisa melihat Abidzar mengobrol serius dengan orang - orang suruhan Teguh, tanpa Ia sadari dirinya mulai mengagumi sosok Abidzar Malik.
Selesai berbicara Abidzar lalu kembali ke mobil, Ia membuka pintu mobil. untuk mengajak Nayara turun.
" Nayara_ayo! kita masuk ke dalam. Ada seseorang yang ingin menemuimu!" Abidzar membukakan pintu mobil membawa Nayara keluar mobil.
" Siapa ? Apa itu kakak ?" Binar bahagia terpancar di wajah Nayara.
Abidzar tidak menjawab, hanya tersenyum ragu. Nayara bergegas turun Ia segera berlari masuk ke dalam Club EXO , sejenak Ia berhenti Ia melihat Abi di sampingnya dan beberapa anak buahnya mengikuti di belakang, Ia tidak perlu takut lagi karena Abidzar bersamanya.
" Kak Ima _ kakak! "
Nayara naik ke lantai Atas mencari-cari kakaknya. Abidzar membiarkan Nayara mencari kakaknya.
Nayara berlari -lari mencari Naima ke setiap sudut ruangan. EXO yang dulu ramai sekarang begitu sepi dan tidak terurus.
" Nayara _!"
terdengar suara perempuan memanggil Nayara.
Langkah Nayara terhenti ketika telinganya menangkao suara lembut Yang Ia kenali, hatinya begitu bahagia, ia segera membalikan tubuhnya untuk menyapa orang yang di rindukannya.
" Kakak_ Kak Ima?"
Nayara pikir yang memanggil adalah Naima, ternyata yang berdiri di hadapannya adalah Sherly.
Naima segera berlari dan memeluk Sherly dengan erat. Mereka saling melepas rindu.
Menangis saling memeluk, Sherly bersyukur jika Nayara baik-baik saja dan bisa kembali pulang ke Indonesia.
Abidzar menyuruh Teguh untuk mencari Informasi mengenai Hendrik, dan Club EXO, Ia mendapatkan informasi jika Hendrik mengalami kerugian besar dalam bisnisnya sehingga mempengaruhi club EXO, ada seseorang yang melaporkan jika Hendrik melakukan pencucian Uang dan menjual obat-obatan terlarang.
Tapi Hendrik yang licik, Ia berhasil pergi ke luar negri, kesalahannya Ia lemparkan pada Rama.
Teguh berhasil menemukan Sherly saat Ia sedang memeriksa Club EXO yang sudah di segel Bank.
Ia menceritakan mengenai Nayara yang di selamatkan oleh Tuannya. Itulah mengapa Sherly menemui Nayara di Club EXO, Ia sudah sangat merindukan Adiknya itu.
" Kak Sherly_ dimana kakak? bawa aku menemui kakak!"
Nayara memaksa Sherly untuk membawanya pada Naima, Namun Sherly hanya diam saja Ia tidak mengatakan sepatah katapun, hanya butiran bening saja yang jatuh membasahi pipi putihnya, seolah mewakilinya untuk mengatakan pada Nayara Jika dirinya tidak tahu dimana Naima berada sekarang.
" Maaf Naya_ kakak tidak tahu dimana Kak Imamu berada!"
Jawab Sherly melepas pelukan Nayara.
" Mengapa Kak Sherly tidak menjaganya? Kakak sudah berjanji padaku untuk menjaganya! mengapa Kak_ mengapa?" Nayara berteriak di depan wajah Sherly sambil memegang dan mengguncan-guncang bahu sherly. Sherly terdiam hanya tangisan yang terdengar.
Melihat Sherly yang terdiam, hanya isak tangis yang terdengar, Naya melepaskan cengkraman di bahu Sherly.
" Maaf kak!"
Nayara menyesal membentak Sherly seharusnya Ia tidak membentak Sherly. Ia menjatuhkan tubuhnha dilantai rasanya kakinya tak sanggup lagi berdiri.
" Ceritakan padaku apa yang terjadi pada kakak, saat aku pergi." Nayara menatap kosong pada jendela kamar Yang pernah Naima tempati jika sedang berada di EXO.
Sherly duduk di samping Nayara , Ia lalu menceritakan , Saat Naima di hukum karena berani melawannya, Naima di hukum cambuk oleh Hendrik tidak di beri makan dan minun.
Saat malam tiba, ketika Hendrik di bawa ke rumah sakit karena mengalami pendarahan di luka tusuknya , Membuat Sherly dan Rama berhasil membawa pergi Naima.
Awalnya mereka akan membawa Naima ke pelabuhan, namun anak buah Boy berhasil mengejar mereka.
Rama dan Sherly akhirnya membawa Naima ke Terminal Bus, Naima pergi dengan Bus.
Namun Sherly tidak tahu kemana Naima pergi saat itu anak buah Hendrik memeriksa terminal juga, sehingga Naima pergi terburu-buru.
Sampai saat ini Naima belum memberikan kabar Pada Sherly padahal Sherly meminta Naima untuk segera mengabarinya.
Sedangkan Hendrik , Ia pergi ke luar negri karena usaha kotornya sudah di ketahui oleh polisi.
Namun Hendrik yang licik, berhasil mengecoh polisi dengan melemparkan kesalahannya pada Rama.
Sedangkan dirinya berhasil pergi ke luar Negri dan membawa sisa Aset yang ia miliki.
Mendengar itu Nayara kembali menangis, ada rasa sakit di hatinya, ia menyesal seandainya Ia tidak pergi kakaknya tidak akan mendapatkan siksaan dari Hendrik.
" Kakak tidak tahu dimana kakakmu berada sekarang! Kakak yakin jika saat ini Kak ima pasti berada dengan aman! karena Hendrik tidak membawa Naima bersamanya."
Sherly mengusap lembut punggung Nayara, Ia sangat yakin jika Naima berhasil pergi dari Hendrik.
Mendengar hal itu Nayara merasa tenang, setidaknya Naima tidak di bawa oleh Hendrik.
" Jadi kakak tidak tahu dimana Kak Ima!"
" Maaf_ kakak sudah berusaha." Sherly menangkupkan tangannya pada Nayara.
" Tidak_ kak Sherly! Naya yang harus minta maaf, terima kasih banyak sudah membantu Nayara dan Kak Ima." Nayara memeluk Sherly kembali.
" Naya_ kakak pikir jika yang melaporkan Hendrik adalah Naima." Ucap Sherly sambil melepas pelukannya.
" Kak Ima, benarkah itu?" Nayara tidak percaya.
" Itu benar! kakakmu yang melaporkan Hendrik. terekam dari cctv jika kakakmu masuk ke kantor polisi."
Abidzar datang menunjukan rekaman cctv di ponselnya pada Nayara dan Sherly.
Sebelum kejadian Nayara menusuk Hendrik, Naima melaporkan kejahatan Hendrik pada polisi Ia meminta bantuan pada seseorang kenalannya.
Saat itu bukti belum kuat, sehingga polisi harus mencari bukti kuat terlebih dahulu untuk menangkap orang licik seperti Hendrik yang pandai mengelabui.
" Kakak_ "
Nayara senang bisa melihat kakaknya meski hanya bagian punggungnya.
Nayara menghapuas air matanya, Ia sangat yakin jika kakaknya baik-baik saja di luar sana.
Mendengar cerita Sherly yang mengatakan jika Hendrik melempar tuduhannya pada Rama. Nayara ingin menjenguk Rama di penjara.
Kasihan Rama harus mendekam di penjara atas kesalahan Hendrik, Ia tidak bisa membela diri karena semua bukti malah jadi mengarah padanya.
Saat ini mereka berada di ruang tunggu , tempat bertemu dengan para tahanan.
" Bang Rama! " Nayara berdiri saat Rama datang, Ia sudah menganggap Rama seperti Saudaranya sendiri.
" Nayara ! Kamu _bagaimana bisa ada di sini bukankah kau?" Rama terkejut melihat Nayara.
Sherly Menjelaskan pada Rama, mengapa Nayara bisa selamat dan ada di sini, Ia Juga memperkenalkan Abidzar Malik pada Rama.
" Terima kasih Tuan Abidzar sudah membantu Nayara." ucap tulus Rama.
Abidzar tersenyum dan menganggukan kepalanya.
" Abang yang sabar_ Harusnya Hendrik yang mendekam di sini bukan Abang."
Ucap Nayara menguatkan Rama.
" Tidak apa-apa Nayara, kau tidak usah khawatir abang baik-baik saja, abang juga minta maaf tidak bisa menjaga kakakmu." Rama menunduk malu.
" Tidak_ Bang Rama dan Kak sherly tidak perlu meminta maaf kalian adalah keluarga Naya, semoga kita bisa berkumpul kembali."
"Aamiin!" Ucap mereka bersama.
Waktu menjenguk sudah habis, Nayara dan Sherly keluar ruangan terlebih dahulu, Di dalam Abidzar masih bersama dengan Rama, Ia sedang mencari Informasi mengenai Hendrik.
" Tuan Abidzar , saya titip Nayara, Ia sudah kuanggap seperti adik sendiri, Dia anak yang baik tolong jaga dia." Ucap Rama memohon pada Abi.
" Anda tidak perlu khawatir, Insya Allah saya akan menjaganya. Untuk kasus ini saya akan mencoba untuk bisa mengeluarkan anda dari penjara. "
Abidzar mencari bukti kuat Hendrik , Ia ingin sekali menangkap penjahat itu dan menjebloskannya masuk dalam penjara. Abidzar sangat geram dengan yang namanya Hendrik ingin rasanya Ia membumi hanguskan orang itu.
" Terima kasih Tuan Abi." Jawab Rama bersyukur.
Abidzar dan Nayara berpamitan pada Sherly mereka akan segera kembali ke Jakarta.
Sebelum pergi Nayara meminta pada Abi, untuk berkunjung kerumahnya dulu bersama Naima.
Nayara masuk kedalam rumah kecil tempatnya tumbuh bersama kakaknya, terbayang kenangan saat bersama , Ia menghapus sudut matanya yang berair. Nayara lalu membuka lemari baju, Ia mengambil satu pakaian kakaknya di dalam lemari , menciumnya lalu memeluknya.
" Kakak dimana, Nayara sangat merindukan kakak? Kemana Naya harus mencari kakak." Isak tangis Nayara sambil memeluk baju Naima.
Di luar kamar Abidzar berdiri menatap haru pada gadis bermata indah yang ia selamatkan, Abidzar tidak menyangka jika hidup Nayara begitu banyak cobaan yang menderanya.
Abidzar salut pada Nayara dan Naima , mereka perempuan yang hebat berjuang bersama , saling melindungi, menguatkan dan menyayangi.
**
Di sebuah desa terpencil, Seorang wanita mengenakan jilbab biru, sedang menjual nasi uduk, Terlihat ia sibuk menjajakan jualannya.
Seorang anak kecil berlari kecil memanggil namanya.
" Kak Ima_"
Bersambung
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
yang banyak up nya