"Kamu tahu, terkadang waktu yang singkat memiliki kenangan yang hebat."
Gadis cantik dengan bulu mata lentik itu tersenyum kecut tanpa menatap lawan bicaranya. Ia sudah lelah menggantungkan harapan pada pria yang selalu mengumbar kata sayang, namun sikap dan usahanya tak menunjukkan hal demikian.
"Maafkan aku, kutahu ini sakit bagimu. Tapi ini juga sulit untukku," lirih Joe sungguh-sungguh.
Bagaimana bisa pria itu menahan seseorang, ketika ia masih mengharapkan cinta dari yang lainnya. Dia tak ingin melepas salah satunya. Dan Shena tau itu. Tapi bodohnya, Shena tak kuasa untuk mundur sebab rasa cintanya sudah terlanjur dalam.
"Bersamamu aku sakit, tapi jika tidak denganmu aku hancur."
Ini kisah Shena Morghia yang jatuh cinta pada sahabatnya sendiri, Joe Mafarulls. Seorang pria dewasa dengan kisah hidupnya yang rumit. Trauma akibat ditinggalkan kekasihnya di masa lalu, membuat Joe kesusahan membuka diri pada orang baru.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnnaYoung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 - Impian
"Waah, di sana rame banget. Ada apa sih?" Zoe dan Franda berjalan menembus kerumunan yang ada di sebuh jalan besar pinggir jalan.
Banyak sekali pasangan suami isteri beserta anaknya berkumpul, para remaja, tentunya juga pasangan kekasih terlihat menikmati pertunjukan malam itu.
"Ini kayaknya komunitas tari gitu deh," gumam Franda. Gadis itu berjinjit untuk melihat apa yang sedang orang-orang lihat juga.
"Banyak kamera, pada dibuat konten gitu juga kali ya. Energik banget lagi narinya. Ini tuh semacam dance in public kayak di negara Korea gitu gak sih?" tanya Zoe meminta tanggapan.
Franda mengangguk. Tanpa melihat ekspresi wajah Zoe yang seketika memucat, entah apa yang terjadi pada laki-laki itu. Ia tiba-tiba saja tertegun memikirkan ucapannya sendiri.
Korea?
Itu seolah jadi kata kunci yang dapat mengantarkan benaknya mengingat nama seseorang. Seseorang yang beberapa minggu ini menguasai pikirannya, membuat suasana hatinya berantakan, dan tidurnya tak ada kata nyenyak.
Shena ... apa kamu baik-baik aja di sana?
Hati Zoe mencelos, ia teringat malam terakhir saat ia menemui Shena. Semua kata yang ia lontarkan dan raut wajah gadis itu yang penuh luka saat menatapnya. seperti kaset kusut yang terus berputar, kepala Zoe penuh dengan nama Shena, Shena dan Shena.
Sadarlah, Zoe. Shena akan baik-baik saja, dia wanita yang kuat dan pintar. Kamu tidak perlu terus-menerus mencemaskannya. Semua akan baik-baik saja dan dia pasti akan kembali.
Ini sudah malam, apa wanita keras kepala itu sudah tidur? Sudah makan? Apa yang sedang dilakukannya saat ini? Aku ingin tahu.
"Kak, balon LED-nya, Kak."
Pedagang yang membawa beberapa balon yang menyala itu tak sengaja menyenggol bahu Zoe, meski tidak begitu kencang tetapi cukup menyadarkan Zoe dari lamunannya.
"Ehh, maaf, Mas." Pedagang itu membungkuk sopan, merasa tidak enak karena kurang memperhatikan jalannya.
"Santai aja, Bang," ucap Zoe tersenyum samar.
"Bagus banget," bisik Franda yang ternyata masih bisa didengar oleh Zoe. Matanya terus melihat pada benda menyala di hadapannya, rupanya gadis itu sangat tertarik.
"Beli dua, Bang," kata Zoe. Kemudian mengambil dompet dari saku belakang celananya.
Pedagang itu tersenyum senang, ia memberikan dua buah balon transparan yang terdapat lampu warna-warni kepada Zoe.
"Berapaan, Bang?" tanya Zoe.
"Lima puluh ribu aja, Mas."
Zoe memberikan uang seratus ribuan kepada pedagang tersebut. "Kembaliannya ambil aja ya, Bang," ujar Zoe.
Wajah pedagang itu di antara terkejut dan bahagia, ia mengucapkan terima kasih pada Zoe berkali-kali. Kemudian melihat ke arah Franda yang tengah tersenyum ke arah Zoe.
"Semoga Mas dan isterinya diberikan kesehatan dan jodoh yang panjang. Sekali lagi terima kasih banyak," kata pedagang itu lalu berpamitan meninggalkan kedua pembelinya.
Franda dan Zoe ternganga mendengar hal itu. Apakah mereka terlihat seperti sepasang suami-isteri?
Zoe dan Franda mendadak canggung. Zoe yang biasanya bisa mengendalikan suasana dengan baik kini hanya terdiam bingung memikirkan apa yang perlu ia katakan untuk memecah kecanggungan di antara mereka.
"Ini ... buat kamu satu," kata Zoe seketika teringat bahwa ia membelikan dua balon LED itu untuk Franda.
"Buat aku?"
"Bagus, 'kan? Nyala-nyala gitu, lucu," ucap Zoe sedikit kikuk.
"Iya, bagus banget," lirih Franda. Ia mengambil satu balon dari tangan Zoe seraya tersenyum senang.
"Aku suka itu," celetuk Zoe.
"Aku gak nyangka laki-laki modelan kamu suka benda lucu kayak gini."
"Bukan balonnya."
"Apa dong?" tanya Franda berkerut bingung.
"Senyum kamu," jawab Zoe pelan. Ia menatap wajah cantik gadis itu dengan intens. "Kamu cantik banget kalau lagi senyum."
"Kira-kira udah berapa ribu perempuan yang patah hati karena pujian palsu kamu itu?"
Zoe terkekeh kecil. "Aku lupa, kalau kamu satu banding seribu yang nggak mempan sama rayuan aku."
Malam itu, Zoe merasa suasana hatinya jauh lebih baik berkat Franda. Ia berjanji akan mengingat dan menyimpan semua ini sebagai kenangan. Kenangan bahwa dirinya bisa berkencan dengan Franda untuk pertama kalinya.
...*...
...*...
Shena berdiri di atas balkon kamarnya, ia menghirup udara segar dalam-dalam. Masih mengharapkan bahwa perasaannya agar segera membaik, karena angin malam selalu membuatnya merasa sepi namun juga ia anggap sebagai teman satu-satunya di saat sendiri menikmati kepedihan.
"Padahal semuanya udah jelas, tapi aku berharap kamu di sana masih memikirkan aku sekali aja. Baik-baik kamu di sana." Bisik Shena menengadah menatap langit yang masih dipenuhi bintang. Ini masih pukul lima pagi, dan Shena sangat menyukai menyaksikan perubahan malam menjemput siang.
Sejak awal cerita antara dirinya dan juga Zoe dimulai, ia menunjukkan sisi bodoh yang tidak orang lain ketahui dan pahami. Cinta yang sudah mendekati tidak waras ini perlahan-lahan membuat harga dirinya terkikis sedikit demi sedikit.
Entah sampai kapan ia harus terus seperti ini, mungkin hingga hidup Zoe terlihat lebih teratur dan yang tidak pernah terjadi dalam hidup pria itu sebelumnya.
"Kalau kamu mengharapkan aku bisa bahagia dengan pria lain, aku berharap akulah bahagiamu. Wanitamu satu-satunya. Tapi itu dulu, aku ... aku pengen banget lupain semua impianku untuk menjalani masa depan sama kamu. Prita benar, aku terlalu fokus menempatkan duniaku cuma di kamu. Sedangkan sebetulnya aku punya mimpi besar yang berulang kali aku lewatkan cuma karena gak bisa jauh dari kamu, Zoe."
Shena terus berbicara sendiri, ia menyadari sudah melewatkan banyak kesempatan di dalam hidupnya, Prita berulang kali mengajaknya untu pergi ke Korea untuk melanjutkan pendidikanya di sana. Namun lagi-lagi saat itu Shena menolak, alasannya tak lain hanya karena ia tidak bisa pergi jauh dari pria itu.
Menjalani kehidupan yang monoton sebetulnya bukan rencana hidup yang Shena inginkan sejak kecil. Mimpinya sering berubah-ubah, suatu waktu ia ingin menjadi dokter, suatu waktu ia ingin menjadi desainer, dan di waktu lainnya ia ingin menjadi artis.
Namun ketika beranjak dewasa, ternyata yang ia inginkan hanya menjalani hidup yang ringan dan menenangkan. Sungguh, ia tidak memiliki banyak permintaan dalam hidupnya. Shena hanya ingin menikmati kehidupannya.
Saat ia menikmati kesendiriannya, ponsel yang berada di genggamannya sejak tadi menyala pertanda adanya panggilan masuk. Shena mengerutkan keningnya, tidak mengenali nomor baru yang tertera di layar ponsel.
Siapa?
Shena tak berniat mengangkatnya, ia tidak terbiasa menerima panggilan asing seperti itu. Ia harus mengetahui lebih dulu siapa pemilik nomor tersebut.
Seolah mengetahui sifat sang gadis. Pemilik nomor tersebut mengirimkan pesan tak lama setelah panggilannya berhenti dengan sendirinya akibat tidak adanya respons.
+628597123×××× : "Ini aku ... angkat sebentar, aku mau bicara sama kamu!"
saking dalamnya dia menoreh kan luka di hatimu /Grievance/
makanya jangan nyepelein wanita klo lagi cemburu 🤣🤣🤣🤣
keren nih cowok kere 🤣🤣🤣
weh orang mah bawa ke hotel ini di mobil 🤣🤣🤣🤣
kamu lupa klo shena yg skrg bukan Shena yg dlu lagi yg bisa kamu permainkan, ya wlopun perasaan kamu ke Shena skrg emg sungguhan.tapi buat Shena susah buat percaya lagi sama kamu zoe.dan kita liat sejauh mana perjuangan kamu buat dapetin lagi hati Shena.
hadeuh ko tamat sih teh 🙄
lanjut ke part 2 ya🙄🤔
kuy lah mrapat ke part 2 nya 🤣🏃🏃🏃
it's too late Zoe!!
eh bner teu sih bhsa inggris na🙄 sieun salahan ke gagal keren atuh 🤭🤣🤣🤣🤣
maklum sarapan na sampeu teh Anna lain roti lapis kotak"..🤣🤣🤣
Harry klo Shena ga maw sama kamu ,yuk maen sini yuk ke krawang aku ikhlas ry jadi tempat mu bersandar apalagi jdi tmen bobo kamu ry,ikhlas bgt aku 😳😳😳🤭🤭🤣🤣🤣🤣🏃🏃🏃
paksu ga baca novel ini kan 👀👀
🤣🤣🤣🏃🏃🏃