Di dunia sihir dimana status seseorang ditentukan dari jumlah mana mereka, tedapat 1 orang bernama Ryuuji yang sama sekali tidak memiliki mana.
Ryuuji sering kali mendapat perlakuan buruk dari orang-orang, dia sering dihina, dipukuli, bahkan ia di buang oleh keluarganya sendiri.
Namun hal itu berubah ketika Ryuuji mendapatkan sebuah anugerah dari Dewa yaitu Sistem Tangan Dewa.
Dimana Tangan dewa adalah tangan yang sama dengan milik Dewa, sehingga Ryuji memiliki kekuatan yang setara dengan dewa pada tangannya.
[Kemampuan yang dimiliki oleh tangan dewa: penciptaan, peniruan, penghancuran, pelepasan, penyembuh, pemodif, pengendali, pengatur, pemanggil, pembentuk, penyerapan, dan lain-lainnya]
Dengan kekuatan dewa yang dimilikinya, apa yang akan dilakukan Ryuuji?
Perhatian : Cerita ini berfokus pada progress MC yang mengambil konsep from Zero to Overpower, jadi alurnya akan terbilang lambat, bagi yang kurang suka petualang silahkan Skip.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aziz, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pengumuman
Maaf selalu semua pembaca setia yang sudah mengikuti cerita ini sampai saat ini. Tapi dengan berat hati saya ucapkan, bahwa saya dengan jujur akan menghentikan alur cerita ini sampai bab 25
Alasannya adalah, karena alurnya tidak sesuai dengan ekspektasi saya. Dan mungkin beberapa dari kalian juga bosan dan kurang minat untuk mengikuti cerita selanjutnya, walau mungkin ada beberapa orang yang meminta update untuk melanjutkannya.
Saya sekali lagi meminta maaf, sebenarnya saya juga masih menyadari kekurangan saya. Bukannya saya menyerah. Namun saya memikirkan konteks penulisan yang lebih bagus kedepannya.
Contohnya saja, seperti novel baru yang akan saya buat. Alur ceritanya tidak sama seperti ini, dan mungkin ini akan melebihi alur dan kualitas novel saat ini.
Namanya adalah System Player. Dan saya harap para pembaca akan terus mensupport perkembangan saya kedepannya.
Saya sekali lagi meminta maaf, jika ada kesalahan atau mungkin kekecewaan saya memohon maaf sebesar-besarnya.