NovelToon NovelToon
Satu Tahta, Dua Wanita

Satu Tahta, Dua Wanita

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Percintaan Konglomerat / Angst / Suami Tak Berguna / Tamat
Popularitas:120.8k
Nilai: 5
Nama Author: meli meilia

~NOVEL ke 10~
Siapa yang ingin dimadu?
jelas tak ada satu wanita pun yang mau.
Tapi mengapa Hinata memilih untuk tetap bertahan dalam pernikahan yang hanya menciptakan duka lara saja bagi nya?
Jawaban nya hanya satu.
Karena ia ingin membalas rasa sakit yang ia rasakan akibat pengkhianatan yang dilakukan oleh Mike kepada nya.
Terutama pada Tatiana, madu, sekaligus juga sahabat nya yang sungguh tak tahu malu itu!
Inilah kisah pembalasan dendam seorang istri yang diam-diam telah dimadu dengan sahabat nya sendiri.
Bagaimana kelanjutan kisah nya? kita simak sama-sama ya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meli meilia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dinner

'Ya Tuhan.. jangan bilang kalau aku mulai menyukai.. James?!' gumam Hinata dalam hati.

'Tidak! Tidak! Ini tak bisa dibiarkan!' batin wanita itu kembali rusuh dan genting sendiri.

"Hinata? Kamu masih di sana?" Suara James lagi-lagi terdengar melalui lubang speaker ponsel yang kini masih dipegang oleh Hinata.

Wanita itu terkejut dan malah menekan tombol merah pada ponsel nya secara tak sengaja. Jadilah akhirnya sambungan telepon itu pun terputus secara tiba-tiba.

Hinata lalu menelototi ponsel nya dengan perasaan panik.

"Apa yang ku lakukan?! Dia pasti mengira kalau aku tak sopan?! Bagaimana ini? Ah.. tapi mungkin lebih baik ku non aktifkan saja deh ponsel ku!" Hinata bergumam sendiri.

Dengan panik dan terburu-buru, ia pun menekan tombol on/off di samping body ponsel nya. Sehingga tak lama kemudian ponsel nya pun sungguhan mati.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Tiba-tiba wanita itu menepuk kepala nya sendiri dengan ponsel yang ia pegang.

Jdug!

"Aduh..!! Dasar bodoh..apa yang kamu lakukan sih, Nat! Kenapa juga kamu malah matiin ponsel mu?! Gimana kalau ada panggilan penting lain yang masuk?!" Hinata merutuki dirinya sendiri.

Dengan kesal, ia melempar ponsel nya sendiri ke ujung sofa. Setelah nya ia beranjak bangun dari sofa yang sudah satu jam-an ini ia duduki. Untuk selanjutnya berjalan bolak-balik dengan batin yang kacau sekali.

Sebuah gumaman tak henti-henti nya ia racaukan dengan suara pelan.

"Matiin.. hidupin.. matiin.. hidupin.. matiin.. hidupin aja kali ya? Eh, jangan deh, jangan! Tunggu sebentar lagi! Aku bisa buat alasan klau ponsel ku tadi mati lowbat kan? Jadi dia gak bakal ngira kalau sebenarnya aku yang udah mutusin panggilan tadi secara tiba-tiba?" Gumam Hinata terus berlanjut.

"Ya.. ya.. sebaiknya mungkin memang begitu. Mm.. aku akan tunggu setengah jam lagi deh, baru hidupin ponsel nya!" Putus Hinata pada akhirnya.

Wanita itu lalu kembali duduk dan menatap ponsel nya dari jauh. Ia duduk di ujung terjauh dari tempat ponsel nya berada saat ini. Hinata khawatir, bila ia memegang ponsel nya saat ini, ia akan tergoda untuk segera menghidupkan ponsel nya pada detik itu juga.

Satu detik.

Dua detik.

Tiga detik.

Deg. Deg. Deg.

Ba dump. Ba dump.

Jantung Hinata berdentum semakin kencang saat menunggu waktu berlalu melewati nya. Di saat satu menit berlalu sudah, wanita itu lagi-lagi bergumam.

"Mm.. setengah jam rasanya terlalu lama. Mungkin lima belas menit saja ya.." gumam nya lagi.

Tik. Tik. Tik.

Setengah menit kemudian, lagi-lagi wanita itu bergumam.

"Argh! Lima belas menit juga terlalu lama! Sepuluh.. tidak! Lima menit saja deh, baru ponsel nya ku hidupkan lagi!" Putusan Hinata lagi-lagi berubah.

Dan akhirnya, setelah melewati dua setengah menit yang terasa bagai dua setengah abad lamanya, Hinata bergegas meraih ponsel nya dan segera menekan tombol on/off ponsel nya kembali.

Di saat ponsel nya sudah kembali hidup, panggilan telepon dari James kembali muncul di layar ponsel nya.

Deg. Deg. Badump. Ba dump.

Jantung Hinata bagai melompat ke angkasa. Debaran nya bahkan bisa didengar oleh telinga nya sendiri.

"Ya ampun! Nervous banget sih? Tenang, Nat! Kamu harus tenang! Jawab ke James, kalau kamu gak bisa nerima perasaan nya. Karena bagaimana pun juga, ada Mike yang harus kamu kasih pelajaran dulu!" Gumam Hinata menasihati dirinya sendiri.

Dengan tangan yang sedikit bergetar, Hinata lalu menekan tombol hijau di layar ponsel nya. Setelah itu, ia sekatkan ponsel nya ke telinga, untuk kemudian ia menyapa seseorang di seberang sana.

"Ha..halo, James? Maaf! Tadi ponsel ku low..lowbat!" Dusta itu terucap dengan tak lancar.

Hening..

Masih merasa gugup, Hinata segera melanjutkan perkataan nya kembali.

"Dan maaf juga, James! Aku gak bisa nerima perasaan mu! Maksud ku, saat ini aku masih menjadi istri dari Mike kan? Jadi.."

Nyess..

Batin Hinata sedikit nyeri saat ia harus mengatakan kalimat berikut nya ini.

"Jadi.. maaf. Sebaik nya kamu melupakan perasaan mu itu saja.." tutur Hinata dengan terburu-buru.

Hening..

Terlalu hening malah. Sampai-sampai membuat Hinata langsung melihat layar ponsel nya. Khawatir kalau-kalau ponsel nya..

"Aaarrggghhh!!! Siall!!! Lowbat beneran!!" Teriak nya begitu kesal.

***

Setelah menyadari kalau ponsel nya sungguhan lowbat, Hinata bergegas men charging ponsel nya yang mati total.

Setelah memelototi ponsel nya beberapa lama, Hinata lalu teringat kalau Mike akan mengajak nya dinner malam ini. Alhasil ia pun memutuskan untuk segera membersihkan dan merias diri.

Setelah maghrib, Hinata sudah tampil anggun dengan dress off shoulder sepanjang betis berwarna gold. Entah kenapa tangan nya tergerak untuk mengenakan gaun yang paling ia favoritkan itu. Meski sebenarnya ia tak begitu bersemangat untuk melewati malam bersama Mike, nanti.

Hinata melihat pantulan diri nya di cermin.

'Cantik!' ia pun memuji dirinya sendiri.

Gaya rambut nya malam ini sengaja ia buat kepang menyamping ke atas bahu kanan. Sebuah jepitan bunga anggrek tersemat indah di atas rambut nya.

Tin..Tin..

Terdengar suara klakson mobil Mike di deoan rumah. Hinata pun bergegas keluar dan menghampiri suami nya itu. Di depan pintu rumah, ia berpamitan kepada Tatum, asisten rumah tangga nya.

"Tum, saya keluar dulu ya sama Tuan. Tolong jaga rumah baik-baik," pesan Hinata.

"Baik, Nyonya!" Sahut Tatum sambil sedikit membungkukkan punggung. Ia melepas kepergian sang Nyonya dengan pandangan kagum bercampur iba. Dalam hati sang ART, ia bergumam,

'Kasihan sekali Nyonya Hinata. Nasib nya sungguh apes karena harus menikah dengan laki-laki reng sek seperti Tuan Mike..' gumam Tatum tanpa suara.

***

Brak. Hinata menutup pntu mobil usai ia berada di dalam nya.

"Maaf lama. Tadi aku nyari dompet gold ku dulu. Tadi tersembunyi di bagian belakang lemari, ternyata," Hinata beralasan.

"Iya gak apa-apa," sahut Mike yang kemudian langsung saja menarik bahu Hinata untuk memberinya ciu man dalam.

Hinata sempat hendak menolak ciu man itu. Namun ia tahu, jika usaha nya itu nanti malah akan mengundang curiga sang suami. Jadi, ia membiarkan saja Mike mereguk ciu man dari bibir merah nya.

"Terima kasih ya, Sayang.. berkat kamu, Mi-Star bisa bersentuhan dengan Union Grup! Aku tak akan melupakan jasa mu ini, Nat!" Tutur Mike kemudian, setelah ia melepas pagu tan bibir nya di bibir Hinata.

"Mm.. ya.. jangan dipikirkan, Mike. Itu.. sudah sewajar nya untuk ku lakukan kan sebagai seorang istri?" Komentar Hinata seraya mencoba melepaskan pegangan tangan Mike di bahu nya. Ia berpura-pura hendak merapihkan make up nya yang mungkin sedikit berantakan usai disergap oleh Mike sesaat tadi.

"Kamu cantik sekali malam ini.. aku jadi ingin memakan mu saja jadinya," Mike tiba-tiba mengirimkan pujian pada sang istri.

Tangan Hinata sedikit bergetar oleh rasa gentar. Ia mengetahui keberadaan has rat di balik kalimat Mike tadi. Dengan usaha keras agar terlihat normal, wanita itu pun berujar.

"Jangan bercanda, Mike! Perut ku sudah kelaparan banget nih! Kamu mau aku jatuh pingsan apa di dalam mobil??" Komentar Hinata dibuat bernada kesal.

"Hahaha.. oke. Baiklah, Sayang.. kita segera meluncur ke restoran deh ya, sekarang! Kita isi dulu perut mu yang kecil itu. Setelah itu, barulah aku akan memakan mu nanti. Setuju?" Tanya Mike dengan tatapan dipenuhi has rat.

Hinata lagi-lagi merasa gentar. Namun ia mencoba tetap bersikap wajar di depan suami nya itu.

"Oke.. asal perut kenyang, ku pikir hati ku juga akan cukup senang untuk bermain-main nanti!" Jawab Hinata dengan kalimat asal.

Detik berikut nya, mobil volvo metalik itu pun segera melaju dan membelah jalanan. Meninggalkan jejak tak terlihat di kegelapan malam.

***

1
Ira
Cerai itu pengadilan agama.. Klau mau nikah KUA
abdul adul
Luar biasa
Sulati Cus
sahabat rasa kucing garong keknya
Sumini Harrni
emang Deril jodohnya hinata
Sri Wahyuni
rencana s nat bnyk ragu y
Sri Wahyuni
ya teledor ya goblog
Sri Wahyuni
s nat trlaku lemot jd cwe bsa y menghindar az ngumpet trus dasr goblog dri awal
Sri Wahyuni
kurang seru reaksi s nat hnya bgtu az hrus blng az dah tau bhwa klian dah nikah ini mlah trlalu bnyk drama s nat
Sri Wahyuni
s hinata trkalu goblog
Nadrah Nandar
na ini baru cocokhinata dan Deril dari pada James sudah duda 1 anakjames laki laki ga punya pendirian cinta sama Hinata mau juga di jodohkan sama nida ga bisa memperjuangkan cinta
amalia gati subagio
otw jendes alay jablay munafikun murahan, obsesi merry sue sindrom, he
Betmawira Betmawira
cepat bgt tamat nya tHor,,teima kasi karyanya,,❤❤❤🌹🌹🌹🌹
Senajudifa
mak...hbs kh mel
Tipa Ghorky
makasih juga atas karya nya kak Mel , semoga ada bonchap nya nata sama deril
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending Kk Mel
Ternyata Benaran ama Deril Hinata
Tp Bagus lah Kk Mel
Deril sll ada buat Hinata
Anis ternyata ama Rey
Ry Benci Pakpol Mampir
Cinta Diva
q tunggu bonchap nya kak
Tipa Ghorky
akhir nya nata mendapatkan cinta dan kebahagiaan , makasih Thor cerita nya bagus semoga ada bonchap nya yg manis2 Deril ma nata
FLA
Jani, singakatan ayah ibunya James dan Nida
nah sama Deril aja Nat
Senajudifa
aku dukung km nat
Betmawira Betmawira
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!