Namaku Auryn, seorang mahasiswa yang berkuliah di salah satu kampus swasta di ibu kota. Aku merupakan mahasiswa yang bermasalah dan sangat tertutup pada orang lain kecuali dengan teman-temanku yang sama bermasalahnya denganku.
Orang lain menilaiku sebagai gadis yang berkepribadian dingin dan tidak memperdulikan sekitarku, aku mengakui semua itu.
Perlahan sifatku mulai berubah sejak mengenal Dosen yang bergelar Doktor muda di kampusku. Aku tertarik padanya dan melakukan hal yang tidak biasa kulakukan untuk bisa akrab dengannya.
Sifatnya yang berbeda dari kebanyakan orang membuatku penasaran padanya, karena dia aku berusaha ingin menjadi lebih baik lagi.
Aku berharap dialah takdirku.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hasriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jangan Pernah Menyentuhku!
Kuberanikan diriku untuk masuk kedalam rumah, begitu sampai didepan pintu kemudian aku menekan bel hingga tak lama kemudian seorang pelayan keluar dan begitu terkejut melihatku
"Nona Auryn, nona sudah pulang. Mari masuk nona" pelayan itu menyambutku dengan begitu bersemangat, aku tidak mengenalnya mungkin ia diberitahu oleh kak Aisyah tentang kedatanganku
Aku dan kak Rafqi segera masuk kedalam, kuperhatikan seisi rumah ini yang sama sekali tidak berubah setelah aku pergi selama empat tahun. Aku kemudian mengajak kak Rafqi untuk naik ke lantai dua dikamar grandma, ketika sampai dilantai dua sejenak perhatianku teralihkan oleh kamarku yang sudah sangat lama kutinggalkan. "Auryn's Room" begitulah tulisan yang ada didepan pintu kamarku.
Kulanjutkan langkahku menuju ke kamar grandma bersama dengan kak Rafqi yang masih setia menemaniku. Aku menarik nafas panjang sebelum membuka pintu kamar grandma, begitu pintu terbuka semua perhatian tertuju padaku. Mama, Papa, kak Aisyah dan seorang dokter berkumpul di sana menemani grandma yang sedang terkulai lemas dengan beberapa alat yang tertempel di badannya serta alat pendeteksi jantung yang memperlihatkan kondisi grandma sekarang.
"Kau pulang sayang?" kak Aisyah langsung medekatiku dan memelukku dengan erat aku membalas pelukan kak Aisyah, Mama dan Papa masih terpaku ditempatnya melihatku
"Selamat datang kembali sayang, kemarilah" Mama menyusul kak Aisyah ingin memelukku, dengan segera aku menghindarinya begitu bayangan Mama yang ingin melemparku dari atas jembatan muncul kembali. Aku menghindari mama dan berjalan ke tempat tidur grandma
"Grandma, Auryn pulang" bisikku ditelinga grandma, perlahan mata grandma terbuka dan langsung tersenyum begitu melihatku
"Auryn sayang, grandma sangat merindukanmu. Kau kemana saja selama ini?" suara grandma terdengar sangat lemah
"Auryn tidak pergi jauh grandma, sebentar lagi Auryn akan lulus kuliah. Grandma harus menunggu hingga saat itu" air mataku keluar begitu mengatakan hal itu
"Grandma akan tersenyum melihatmu saat itu terjadi sayang" grandma membelai lembut wajahku, ku pegang tangan grandma yang sudah sangat kurus dan keriput termakan usia
"Auryn, grandma ingin istirahat. grandma ingin tidur, grandma sangat senang sekarang karena sudah melihatmu disini" Aku menganggukan kepalaku sembari tersenyum
"Tidurlah grandma, istirahatlah. Auryn akan menjaga grandma disini" aku mencium kening grandma, menyalurkan semua rasa rinduku disana
Grandma menutup matanya dan segera tertidur, tidak lama kemudian Papa memanggilku yang masih duduk ditepi tempat tidur sembari memperhatikan wajah lelah grandma
"Auryn, ikutlah dengan Papa sebentar!" perintah Papa yang tidak langsung kuturuti
"Auryn, ayo" kak Aisyahpun turut mengajakku ikut bersama Papa
"Aku langsung pulang saja kak, lagipula aku datang bersama kak Rafqi. Aku tidak enak jika mengabaikannya disini"
"Pergilah bicara dengan keluargamu, aku bisa menunggu disini atau dimobil" ucapan kak Rafqi yang begitu tiba-tiba membuatku tidak bisa berkutik, padahal aku menggunakannya sebagai alasan agar aku bisa segera pergi dari sini.
"Ikutlah dengan kami, mungkin Auryn bisa merasa tenang jika kau ada didekatnya" Kata mama tersenyum ke arahku yang langsung membuatku memalingkan pandanganku
"Jika kalian mengizinkan, saya akan ikut" kata kak Rafqi kemudian
Kami semua keluar dari kamar grandma setelah Papa menitipkan grandma pada dokter. Kami berkumpul diruang keluarga, Papa duduk sendiri di kursi tunggal, sedangkan Mama dan kak Aisyah duduk bersama di kursi lainnya dan aku duduk dengan kak Rafqi dikursi yang berhadapan dengan kak Aisyah dan Mama.
"Kata dokter waktu Grandma sudah tidak lama lagi, keputusannya berada ditanganmu. Kau ingin memakamkan Mama disini atau membawanya ke kampung halamannya di Inggris?" kata Papa pada Mama memulai percakapan, ucapannya begitu datar dan dingin
"Aku ingin membawanya ke Inggris tapi Auryn harus ikut serta denganku!" aku terkejut mendengar keputusan Mama
"Kenapa aku harus ikut dengan Mama?, aku tidak mau" tolakku dengan tegas
"Kau tidak mau melihat grandma mu untuk yang terkahir kali?" Tanya Mama berusaha menahan emosinya
"Grandma masih ada bersama kita dan kalian sudah memutuskan hal yang belum pasti akan terjadi?" aku menaikkan suaraku
"Dokter sudah memvonis umur grandma tidak akan lama lagi Auryn" ucap kak Aisyah berusaha menenangkan ku
"Itu hanya prediksi dari manusia kak, belum tentu terjadi. Mengikuti katanya sama saja menyerah dan mendukung grandma segera berpulang!"
"Auryn tenanglah dulu, kau baru saja datang dan langsung membuat keributan. Selama ini kami yang merawat grandma, kami yang tau kondisinya"
Aku tercengang mendengar kata-kata yang keluar dari mulut Papa, emosiku segera meluap. Lagipula aku merasa aneh dengan keadaan rumah yang begitu tenang saat ini, tidak seperti dulu sewaktu aku masih tinggal disini, setiap saat selalu ada pertengkaran dan tidak jarang mereka saling menghancurkan isi rumah ini
"Kenapa kau mengatakan hal seperti itu pada Auryn, ini semua salahmu sampai dia bisa pergi dari rumah ini" ucap Mama memberikan pembelaan padaku
Hal itu langsung menimbulkan adu mulut antara Mama dan Papa. Ku lihat kak Aisyah mulai panik menengkan mereka, aku masih terdiam mengamatinya. Ku lirik kak Rafqi yang ada disampingku dan sedang menyaksikan itu dengan mata yang berkaca-kaca.
"Tidak usah bersikap manis didepanku, ini semua terjadi karena kalian" teriakku pada Mama dan Papa yang membuat seisi ruangan itu langsung terdiam, terkejut dengan teriakanku
"Apa yang berubah kak, kau bilang semuanya sudah berubah. Tidak ada yang berubah sama sekali dari keluarga ini. Untuk apa kalian memanggilku jika kalian tidak menginginkanku disini, aku tau aku tidak pernah ada untuk grandma tapi dia tetap grandma ku!, kenapa kalian sangat tenang aku berada disini. Kenapa hanya adu mulut saja yang kalian lakukan, bantinglah barang sesuka kalian. Berteriaklah sesuka kalian seperti dulu!" suaraku semakin keras seiring dengan air mataku yang keluar membasahi wajahku. Kak Rafqi hanya diam melihatku sementara Mama langsung berdiri mendekatiku
"Tenanglah dulu sayang, kau jangan emosi seperti ini" Ucap mama berusaha ingin memelukku tapi dengan segera ku tepis kasar tangannya
"Jangan pernah menyentuhku!, semuanya terjadi karena dirimu"
Aku segera beranjak pergi darisana dan diikuti oleh kak Rafqi, begitu tiba di halaman rumah ia segera membukakan pintu mobil untukku, aku lalu masuk kesana dan menangis sejadinya disana. Kak Rafqi turut masuk kedalam mobil dan memberikan tissu untukku membiarkanku menangis hingga merasa tenang. Aku menyeka air mataku yang masih keluar dengan jarang disana
"Apa sudah lebih baik?" tanya kak Rafqi
"Bisakah kita pergi sekarang kak?, aku sudah tidak tahan berada disini" pintaku dengan suara yang serak
Kak Rafqi kemudian menyalakan mesin mobilnya dan melajukan mobilnya meninggalkan rumahku dan membawaku pergi darisana.
"Kak Aisyah berbohong padaku, dia mengatakan semuanya sudah berubah tapi tidak ada perubahan satupun yang terlihat disana. Maafkan Auryn grandma, Auryn tidak bisa menemani grandma saat ini"
dsaat pad KUMpul psti ada laras
novelnya👍👍