NovelToon NovelToon
Sepotong Hati

Sepotong Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Modern
Popularitas:191.9k
Nilai: 4.6
Nama Author: Yoemi

Sebuah kisah tentang senja, ketulusan, dan penghianatan. Kebohongan mampu tercipta di depan siapa saja, tapi hati adalah cermin kejujuran. Membohongi hati adalah usaha terkonyol yang membutuhkan ekstra tenaga dan perjuangan.

Viola, seorang gadis yang kehilangan ingatannya dan diselamatkan oleh seorang bernama Sean. Ketika seberkas ingatan mampu ia ingat, isinya adalah sebuah kenangan paling menyakitkan dalam hidupnya. Ia telah dikhianati oleh tunangan dan sahabatnya sendiri. Sebuah rasa sakit dan kecewa yang dalam, menyelinap dalam hati Viola, membuatnya ingin berjuang untuk menjadi sosok yang kuat. Sebuah hati yang terluka, yang berharap suatu saat menemukan ketulusan dan cinta.

"Sepotong hati diujung senja adalah hatiku yang menyimpan segala rasa. Rasa yang tak mampu kuungkap terkurung dalam bisu jiwa. Hanya isyarat yang terlaku oleh tubuh yang rapuh. Berharap kasihmu berlabuh memberi segenap kedamaian yang teduh."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yoemi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tunangan Sean

Dahulu ada yang berkata bahwa seekor domba yang bersama sekumpulan singa akan lebih ditakuti dari pada seekor singa yang berada bersama sekelompok domba. Saat ini, rasanya diriku telah berproses dari domba menjadi singa. Maksudku setidaknya anak singa yang sudah bisa mengeluarkan taring dan cakar. Beberpa hari mengikuti Kak Lucas aku mulai paham bagaimana melakukan inprovisasi dalam keadaan terdesak dan bertahan ketika mendapat serangan wanita-wanita yang mengejar Kak Lucas.

Sebenarnya aku heran, Kak Lucas begitu dingin pada wanita, tapi masih banyak yang menyukainya. Seandainya mereka tahu siapa Kak Lucas yang sebenarnya, mungkin mereka tidak akan punya nyali untuk mendekati Kak Lucas apalagi mencoba merayunya. Kak Ken, Kak Jordan, dan Kak Leon orang yang hangat sehingga sangat wajar jika banyak gadis yang mengejar-ngejar mereka. Apalagi Kak Simons, dia perayu ulung. Dengan mudah dia berganti wanita seperti berganti pakaian.

Tapi menurutku, bukan hanya Kak Lucas yang tidak tertarik pada wanita, Kak Leon dan yang lain juga sama. Meski banyak yang mencoba mendekati mereka dari berbagai kalangan, tapi Lilian bilang tak ada satu pun dari mereka yang tertarik membina hubungan. Tentunya Kak Simons tidak masuk hitungan. Sekali lagi, pacar Kak Simons sudah tak terhitung jumlahnya, Bahkan dia sering salah panggil nama wanita yang bersamanya.

Ah, sudahlah... Aku lebih baik tidak banyak ikut campur dalam urusan pribadi mereka. Aku sudah cukup memastikan bahwa diriku "aman" bersama mereka. Sekalipun dalam suatu kesempatan aku harus bermain peran menjadi kekasih mereka, tapi aku sudah yakin tidak akan terjadi apapun padaku. Rebeca juga telah mengajariku bagaimana cara merangkai kata-kata pedas untuk adu mulut dengan para rubah betina atau bertingkah sedikit manja agar mereka segera pergi.

Seandainya saat ini aku bertemu Jesy dan Alex, aku tidak akan menundukkan kepala dan bersimbah air mata. Aku pastikan mereka yang akan kupermalukan dan kubuat menangis. Tapi harus kuakui, bekerja pada Kak Lucas sangat melelahkan. Tidak ada banyak pembicaraan, yang adalah banyak pekerjaan yang harus cepat diselesaikan.Belum lagi berbagai tugas tambahan dari Tuan Byan yang juga harus kukerjakan. Heemm, tubuh dan otakku benar-benar membutuhkan santai di akhir pekan seperti saat ini.

Menikmati secangkir teh di taman belakang sambil melihat kupu-kupu pasti menyenangkan. Begitu pikirku dan segera menuntun langkahku keluar kamar, hendak pergi ke taman belakang.

Sebuah rencana mungkin indah, hanya saja kadang terhenti karena hal menarik dalam perjalanan. Seperti saat ini, langkahku terhenti ketika kulihat ruang lukisan Kak Sean terbuka. Bibi Sun dan beberapa orang terlihat sibuk di sana. Tanpa kusadari, langkah kakiku telah berpijak menuju ke dekat Bibi Sun.

"Pagi, Bibi Sun."

"Selamat pagi, Nona Viola."

"Lukisan-lukisan itu mau dibawa ke mana, Bi?"

"Tuan Sean menyuruh kami memilah berdasarkan kode yang telah diberikan Nona. Sebagian akan diantar untuk keperluan pameran, sebagian lagi harus kami kirim ke alamat pemesan, Nona."

Benar juga, pameran lukisan Kak Sean tinggal beberapa hari lagi. Sudah sejak kemarin aku juga tidak bertemu Kak Sean dan Kak Zi, sepertinya mereka sangat sibuk. Monologku dalam hati.

"Bibi Sun, apa Kak Sean dan Kak Zi memang belum pulang dari kemarin?"

"Benar, Nona. Kemarin Tuan Bryan menyampaikan bahwa nona dan tuan muda ada urusan di luar kota. Malam nanti baru akan kembali, Nona."

"Oh, begitu ya, Bi. Kalau begitu aku bantu kalian mengemas semua ini saja. Mana lagi yang perlu diambil, Bi?"

"Tidak perlu, Nona Viola. Anda duduk saja atau melihat-lihat, Nona. Ini sudah hampir selesai. Anda tidak perlu membantu kami."

"Heemm.. Baiklah kalau begitu, Bi. Aku kan melihat-lihat lukisan Kak Sean lagi." Aku tersenyum bahagia. Bibi Sun dan yang lain meneruskan pekerjaannya tanpa merasa terganggu karena kehadiranku.

Meski tempo hari aku sudah pernah melihat koleksi lukisan Kak Sean di sini, tapi tampaknya ada beberapa lukisan baru. Lukiasan-lukisan ini membuatku tertarik untuk berlama-lama memandanginya. Semua lukisan Kak Sean memang indah. Bakat yang ia miliki sungguh hebat. Andai aku juga bisa melukis... Sayangnya aku hanya pandai menggabar benang kusut, hehehe...

Eh, kenapa lukisan ini ditutup kain putih? Apa yang dilukis Kak Sean? Kenapa sepertinya disembunyikan ya?

Aku merasa penasaran. Tanpa sadar, aku menarik ujung kain penutupnya hingga terbuka dan dapat kulihat lukisan yang ada di sana. Seorang wanita cantik. Aku belum pernah melihat wanita ini. Apa ini Nona Cing? Tapi sepertinya bukan. Dalam file data yang diberikan Tuan Bryan ada foto Nona Cing bersama Tuan Rain. Aku masih ingat, wajahnya tidak seperti ini. Aku juga pernah melihat penampilan Nona Cing di televisi sangat berbeda dengan wanita di lukisan ini. Lalu siapa wanita ini?

Aku terperangah, Bibi Sun menepuk bahuku. "Nona, maaf, lukisan ini juga harus kami kemas."

"Oh, tentu, Bi. Maafkan aku. Aku telah lancang membuka kain penutup lukisan ini karena penasaran."

"Tidak apa-apa, Nona. Saya yang menutupnya tadi, bukan Tuan Muda Sean."

"Begitu, ya? Syukurlah. Aku takut Kak Sean akan marah padaku."

"Tidak, Nona. Ini bukan lukisan rahasia."

"Tapi kenapa Bibi menutupnya dengan kain?"

"Itu karena Tuan Muda berpesan agar membawakan kain putih saat mengirim lukisan ini, Nona. Jadi saya menutupkannya tadi agar tidak lupa. Sepertinya lukisan ini akan dijadikan sebagai kejutan nanti."

"Memang wanita dalam lukisan ini siapa, Bi?"

"Nona Viola belum tahu?" Aku hanya menggeleng menanggapi pertanyaan Bibi Sun. "Ini Nona Monic, tunangan Tuan Muda."

Dia tunangan Kak Sean? Kenapa tidak pernah ada yang memberitahuku jika Kak Sean sudah punya tunangan? Aku sudah lama berada di sini, Tuan Bryan bahkan memberiku data tentang suami Kak Zi, tentang Nona Cing, dan Tuan Rain. Tapi kenapa Tuan Bryan tidak memberiku data tentang tunangan Kak Sean atau setidaknya menyebutkan jika Kak Sean sudah memiliki tunangan. Entahlah, tiba-tiba dadaku tersa sesak dan hatiku terasa sakit. Aku kembali merasa menjadi domba yang lemah tanpa keberanian dan kekuatan.

"Nona, Anda baik-baik saja?" Bibi Sun menegurku, mungkin dia melihatku melamun.

"Iya, Bi. Aku baik-baik saja. Tunangan Kak Sean sangat cantik, mereka pasti terlihat sangat serasi nanti." Aku berusaha tersenyum.

"Dia seorang model, Nona. Kabarnya dia akan pulang sebelum pameran lukisan Tuan Muda digelar."

"Benarkah? Itu terdengar bagus, Bi." kataku menanggapi Bibi Sun sekenanya. Atau mungkin aku tidak tahu lagi harus berkata apa. "Bi, aku permisi dulu. Aku ingin melihat kupu-kupu di taman belakang."

"Silahkan, Nona."

Aku meninggalkan ruang lukisan Kak Sean, menuruni tangga dan menuju taman belakang. Entah kenapa kakiku terasa berat untuk melangkah. Aku sudah tidak begitu bersemangat untuk melihat kupu-kupu. Dalam memoriku terbayang lukisan wajah Monic, tunangan Kak Sean.

1
Bunda Safira
kapan hati violA hadir
triram ❤️
thorrr terusan viola,Sean,Lucas dong segerakann dulu...penasarannnnnnn niiiii,,
Savera
3 thn mana tahannnm
Bang Zay
hati viola kapan rilis
Eka PS
Ditunggu season selanjutnya ...
Oh iya, ada koreksi nih thor ...
Klo minum barengan aka toast, ngomongnya "cheers" yah ....
Good Luck for your next work!!!!

Ganbatte Kudasai (頑張ってください)
Jiā Yóu 加油
Hwaiting 화이팅
Keep up the good work!!!
Eka PS
Ikutan nyesek bareng Viola ...
Berdo'a saja
ayo Thor bangun lahhhhh
Berdo'a saja
Aku masih menunggu mu thorr
Berdo'a saja
thorrr kapan up mu🤔🤔🤔🤔🤔
Berdo'a saja
yoummmmm rinduuu
Berdo'a saja
Ayo up sayang jangan lama lama udah rindu nih
Berdo'a saja
emmnnn
Berdo'a saja
ada persaingan
Berdo'a saja
belum belum dah nangis duluan tuh si rie
Berdo'a saja
hemmmm siapa yg terpilih oleh hari
Berdo'a saja
Ah lama tidak nengokin youmi, jadi kangen apa kabar youmi👋
yoemi noor: hai kak ... Alhamdulillah Yoemi baik. kakak gimana? ini nulisnya masih tersendat-sendat, kak sekarang. ada kerjaan di RL ... 🙏 semoga secepatnya bisa rutin nulis lagi
total 1 replies
sri utami
keren kak
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget😍
sri utami
Baru baca thor, keren penulisannya rapi banget
yoemi noor: terima kasih kak
total 1 replies
yuni utami
menunggu cerita selanjutnya ttg sean, viola en lucas.
sehat sll thoorrr...

misssssssss....sooo muuuuccchhhhh
yoemi noor: siap kak Yuni ... doakan Yoemi bisa secepatnya aktif nulis lagi ya🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!