NovelToon NovelToon
Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Cinta Dan Kontrak Pernikahan

Status: tamat
Genre:Aliansi Pernikahan / Nikah Kontrak / Anak Yatim Piatu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:387k
Nilai: 4.8
Nama Author: Diah Fiana

Malam tanpa sengaja mempertemukan Bianca Titania dengan sosok laki laki angkuh, Argantara Narendra.

Meskipun tidak saling mengenal, keadaan membuat mereka menyepakati kontrak pernikahan yang mereka buat sendiri.

Mereka akan bersepakat untuk bercerai setelah 2 tahun pernikahan mereka, karena mereka memiliki seseorang yang mereka cintai masing masing.

Namun, 2 tahun tinggal bersama bukankah tidak mungkin jika benih benih cinta mulai tumbuh?
Lalu bagaimana dengan seseorang yang mereka cintai sebelumnya?
Apakah Bianca dan Arga akan tetap memilih berpisah sesuai dengan kontrak pernikahan mereka dan kembali pada seseorang yang mereka cintai?
Atau cinta yang baru tumbuh membuat mereka mempertahankan pernikahan mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Fiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Salah Paham

Bianca yang begitu terkejut dengan kedatangan Arga hanya bisa mengikuti langkah Arga yang berjalan keluar dari ruangan itu.

Di depan ruangan itu Arga melepaskan tangan Bianca dengan kasar.

"Apa yang kau lakukan di tempat ini Bianca? apa ini yang selama ini kau lakukan saat aku tidak ada di rumah?" tanya Arga dengan raut wajah penuh emosi.

"Tidak, aku hanya sedang merayakan ulang tahun Lola disini," jawab Bianca berusaha menjelaskan apa yang sebenarnya ia lakukan di tempat itu.

"Merayakan ulang tahun? di tempat seperti ini? apa harus dengan cara ini kau merayakan ulang tahunnya? apa dengan cara seperti ini kau menghabiskan uang yang aku berikan padamu?" tanya Arga yang masih berapi-api.

"Aku hanya mengikuti apa yang Lola inginkan, lagi pula aku tidak menggunakan uang......"

"Berhenti beralasan Bianca, kau benar-benar membuatku sangat marah, kita pulang sekarang juga!" ucap Arga memotong ucapan Bianca lalu kembali menarik tangan Bianca dan membawanya masuk ke dalam mobil.

Argapun segera mengendarai mobilnya meninggalkan tempat itu dengan raut wajah yang penuh emosi.

Arga mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh agar ia bisa cepat sampai di rumahnya.

Sesampainya di rumah, Biancapun segera keluar dari mobil Arga lalu membawa langkahnya masuk ke dalam kamarnya, namun belum sempat Bianca menutup pintu kamarnya Arga menahan pintu kamar Bianca dan segera masuk ke dalam kamar Bianca lalu menutup pintunya dengan kencang.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Bianca pada Arga yang sudah berada di dalam kamarnya saat itu.

"Kau sendiri apa yang kau lakukan di tempat itu? merayakan ulang tahun bersama Lola? aku bahkan sama sekali tidak melihat Lola disana!"

"Aku sungguh bersama Lola disana, jika kau tidak percaya kau bisa menghubunginya!" ucap Bianca berusaha meyakinkan Arga.

"Dia adalah temanmu tentu saja dia akan bersandiwara untukmu, jangan pikir aku bodoh Bianca!"

"Aku sudah berusaha menghubungimu sebelum aku pergi, tapi kau sama sekali tidak menerima panggilanku, aku juga sudah mengirim pesan padamu sebelum aku pergi," ucap Bianca berusaha membela diri.

"Lalu sekarang apa maumu? aku sudah mengatakan yang sebenarnya dan kau tidak mempercayaiku!" lanjut Bianca yang tak kalah emosi karena Arga yang sedari tadi membentaknya.

"Kau adalah istriku Bianca dan kau pasti tahu siapa aku, seharusnya kau tidak melakukan hal bodoh seperti itu hanya untuk memenuhi keegoisanmu sendiri!" ucap Arga dengan nada suara yang semakin meninggi.

"Egois? atas dasar apa kau menyebutku egois? jika aku egois lalu bagaimana denganmu? kau yang tiba-tiba datang dan memintaku untuk menikah denganmu tapi aku bahkan sama sekali tidak boleh tahu apapun tentangmu!"

"Kau yang mengendalikan pernikahan kita dan kau juga yang mengendalikanku lalu kenapa kau bisa mengatakan jika aku egois sedangkan yang mengendalikan semua ini adalah kau sendiri," lanjut Bianca yang sudah sangat kesal dengan sikap Arga.

"Aku menikahimu bukan hanya karena keinginanku sendiri Bianca, apa kau lupa dengan perjanjian kita?" tanya Arga.

"Aku sudah memberimu uang yang kau inginkan dan dengan uang itu aku berhak untuk memutuskan apapun tentangmu, pernikahan ini bukan hanya karena keputusanku tapi juga karena keputusanmu yang sudah menerima uang yang sudah aku janjikan padamu," lanjut Arga.

"Kau memang sudah memberikan uang yang aku butuhkan, tapi bukan berarti kau berhak atas hidupku Arga, aku juga punya kehidupanku sendiri, aku juga punya hal lain yang aku inginkan, aku....."

"Uang 50 miliar itu adalah uang yang aku berikan padamu, uang yang aku berikan untuk membeli hak atas hidupmu, bukankah kau tahu itu?" ucap Arga sekaligus bertanya sebelum Bianca menyelesaikan ucapannya.

Biancapun hanya terdiam, mendengar apa yang Arga ucapkan membuat hatinya terasa sesak.

"Jadi dengan uang 50 miliar itu kau merasa jika kau sudah membeli hidupku?" tanya Bianca dengan nada suara yang mulai merendah.

"Tentu saja, dalam 2 tahun ini kau adalah milikku dan aku berhak memutuskan apapun tentangmu, kau tidak bisa membantahnya, kau tidak bisa mengakhiri kesepakatan kita atau kau harus membayar 100 miliar sesuai dengan perjanjian yang sudah kita sepakati," balas Arga dengan penuh ketegasan di setiap ucapannya.

"Jadi sekarang berhenti bermain-main Bianca, kau adalah milikku selama 2 tahun ke depan dan aku tidak akan mengizinkanmu melakukan apapun yang akan merusak nama baikku ataupun nama baik perusahaan dan keluargaku!" lanjut Arga dengan menatap tajam Bianca yang berdiri di hadapannya.

Bianca menghela nafasnya panjang lalu mengangkat wajahnya dan membalas tatapan tajam Arga padanya.

"Kau benar, memang tidak seharusnya aku melakukan hal yang bisa merusak nama baikmu perusahaan dan keluargamu," ucap Bianca.

"Dengan uang 50 miliar yang kau berikan padaku kau mungkin berhak atas seluruh hidupku dan sekarang aku benar-benar menyesal karena sudah menerima uang 50 miliar itu apalagi kesepakatan konyol yang sudah aku tanda tangani!" lanjut Bianca lalu membuka pintu kamarnya dan berjalan meninggalkan Arga begitu saja.

"Bianca berhenti!" ucap Arga dengan berteriak namun Bianca sama sekali tidak menghiraukannya.

Bianca mempercepat langkahnya untuk keluar dari rumah itu. Rasa kesal kini sudah memuncak dan membara di dadanya, ia merasa harga diri yang selama ini sudah dijaga olehnya tiba-tiba saja direnggut oleh Arga.

Satu hari setelah acara resepsi pernikahan mereka Arga memang sudah memberikan sejumlah uang yang cukup banyak pada Bianca.

Arga sengaja memberikan uang itu sebagai bentuk tanggung jawabnya pada Bianca yang merupakan istrinya, meskipun pada kenyataannya mereka tidak benar-benar menjalani pernikahan mereka dengan semestinya.

Namun tanpa Arga tahu Bianca sama sekali tidak memakai uang pemberian Arga. Karena segala sesuatu yang dibutuhkannya sudah ada di rumah itu, Bianca hanya perlu membeli beberapa barang pribadi yang ia beli dengan uang yang dia hasilkan dari website pribadinya.

Arga yang sudah dipenuhi oleh amarahpun tidak memberikan kesempatan pada Bianca untuk menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi malam itu.

Sedangkan Bianca yang sudah terlalu kecewa pada sikap Arga memilih untuk pergi, menghindari emosi Arga yang hanya bisa mengatakan kata-kata yang menyakiti hatinya.

"Pak, hentikan dia!" ucap Arga berteriak pada satpam yang berjaga di rumahnya.

Satpampun menghentikan Bianca yang saat itu akan berjalan melewati gerbang.

"Tolong jangan ikut campur Pak!" ucap Bianca pada satpam.

"Maaf non," ucap satpam yang segera menutup pintu gerbang dan menyimpan kuncinya.

"Kau tidak bisa pergi semaumu sendiri Bianca!" ucap Arga sambil mencengkeram tangan Bianca dengan kuat.

"Lepaskan tanganku!" ucap Bianca sambil menarik tangannya dengan kasar dari cengkeraman Arga.

"Aku tidak akan melepaskanmu, kau....."

TIIIIINNNN TIIIIINNNN TIIIIINNNN

Suara klakson yang terdengar di depan gerbang rumah membuat Arga menghentikan ucapannya.

"Sepertinya itu ibu dan bapak," ucap satpam yang melihat mobil milik orang tua Arga.

Arga seketika membawa pandangannya pada Bianca yang saat itu hanya terdiam dengan menatap tajam ke arahnya.

1
Siti Aminah
arga plin plan...sy paling tdk suka dn benci klo ad laki2 plin plan
Suharti Iyos Sasmita
bagusss
anggraeni agustin
buat Arga menyesal donngggg Sampek nangis2 biar kapok
Chintiya Mins
ngakak thor 🤣🤣🤣😂😂
Chintiya Mins
cakep thor ceritanya ✨✨👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻🥰🥰
Diah Fiana: terima kasih kak 🥰
total 1 replies
Ning Rudhatan
ditunggu karya yg baru ....
Diah Fiana: Terima kasih dukungannya kak 🥰
silakan mampir di novel baru, judulnya Cinta Tanpa Memori atau klik saja profilnya 🌹
total 1 replies
Chintiya Mins
ternyata karina cuman memanfaatkan arga doang?
Hhhhh😒😒😒
Ning Rudhatan
ayok lanjuttt .....tiap hari tak buka koq blm ada lanjutannya .
Chintiya Mins
gila!!! Daffa kayak psikopat aja,suruh matahin tulangnya😂😂😂🤣🤣🤣
Chintiya Mins
itu arga buta apa gimana sih? udah jelas 2 Bianca lebih baik daripada karina juga 😒😒
Chintiya Mins
pasti karina😒😒
Chintiya Mins
jangan sedih Bianca. lawan rasa takut san traumamu atas hari ulang tahun mu☺☺☺
Chintiya Mins
gimana ya reaksi nya Bianca saat tau kondisinya yang sedang mabuk😅😅😅
Chintiya Mins
bagus👍👍👍
Chintiya Mins
ngakak thor saat arga kesal🤣🤣🤣
Dewi Khanza
jangan bikin bayi bianka kenapa2 thor
Dewi Khanza
jangan buat arga lupa ingatan thor
Dewi Khanza
lanjut thor🥰
Ning Rudhatan
lanjutttt. ....
Dewi Khanza
lanjut thor jangan ada pelakor ya thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!