NovelToon NovelToon
Cinta Itu Nyata

Cinta Itu Nyata

Status: tamat
Genre:Romansa / Cinta Seiring Waktu / Nikah Kontrak / Selingkuh / Tamat
Popularitas:75.6k
Nilai: 5
Nama Author: novi niajohan

Putera Mahesa, pria berusia 36 tahun ini tidak pernah percaya dengan apa yang namanya cinta.

Seperti orang yang sedang terkena alergi, jika ada orang yang mengucap atau membahas kata-kata cinta, pria itu seperti terserang gatal-gatal atau bersin-bersin saat itu juga.

Suatu hari, sang ayah memikirkan masa depan anaknya yang sudah hampir menginjak kepala 4, serta memikirkan nasib perusahaannya agar terus memiliki penerus.

Akan tetapi sang ayah tiba-tiba jatuh sakit ketika Putera menolak mentah-mentah permintaannya untuk menikah.

"Aku tidak ingin menikah dan aku juga tidak percaya dengan cinta!" sentak Putera, ketika sang ayah meminta dirinya untuk segera menikah.

Mengapa Putera menolak untuk menikah dan apa alasan pria itu membenci kata-kata cinta?

Apakah Putera akan menemukan pasangan hidup dan siapakah wanita yang berhasil membuat pria itu menyadari jika cinta itu nyata?

Nantikan terus disetiap episodenya dalam Novel berkisah "CINTA ITU NYATA"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novi niajohan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Mau tidak mau.

Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Putera dan Lovely telah tiba di bandara tempat tujuan, mereka pun di jemput oleh salah satu orang kepercayaan Tuan Dira yang kebetulan tinggal di daerah sana untuk memandu perjalanan, selama keduanya menikmati bulan madu di sekitaran Bali.

Putera segera mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan terpaku kepada seorang pria paruh baya yang tengah mengangkat sebuah papan tulis putih bertuliskan nama dirinya.

"Lovely, sepertinya itu orang kepercayaan Papa yang akan memandu jalan kita disini nantinya." Tunjuk Putera mengarahkan.

"Mana! Ah benar, sepertinya iya. Mari kita hampiri saja," balas Lovely.

Putera mengangguk dan mereka pun menghampiri orang tersebut.

"Paman, apakah kau orang yang ditunjuk oleh Tuan Dira Mahesa untuk menemani anak dan menantunya yang sedang berlibur disini?" tanya Putera.

"Benar sekali Nak, kalian pasti kedua orang itu ya. Kenalkan, nama Paman adalah I Gede, panggil saja Paman Gede," sapa sopan santun Paman Gede menyambut Putera dan juga Lovely yang baru saja tiba.

Begitu pula dengan Lovely dan juga Putera, keduanya memberi salam dan hormat mereka kepada sang pemandu jalan.

"Baik Paman Gede, saya Putera dan ini istri saya Lovely." Putera memperkenalkan diri lalu berjabat tangan.

"Iya Paman sudah tahu, sekarang mari ikut Paman. Kita akan ke hotel dulu untuk check in kalian disana," balas Paman Gede.

Putera dan Lovely menurut, kemudian berangkat dari bandara menuju tempat peristirahatan mereka nantinya. Menggunakan mobil mewah yang ternyata telah disiapkan oleh tuan Dira untuk keperluan Putera dan Lovely selama di Bali sebelumnya.

"Papa sepertinya sudah merencanakan ini dengan matang, kalau begini bagaimana aku bisa menghindarinya. Apa lagi rencana dia setelah ini," gumam Putera menerka kejutan apa lagi yang akan dia terima dari papanya sendiri.

...***...

Hotel.

Setibanya mereka di tempat peristirahatan, keduanya pun masuk ke dalam kamar hotel mewah yang sudah di pesan oleh Tuan Dira sebelumnya.

Kamar tersebut memiliki ranjang big size untuk dua orang, fasilitas lengkap serba mewah serta pemandangan alam pantai nan indah, yang bisa di nikmati langsung dari balik kamar hotel tersebut.

Namun ada satu yang membuat mereka panik bersamaan, saat membongkar isi koper yang telah di siapkan oleh bi Ami dan juga tuan Dira.

Lovely dan Putera terbelalak bersamaan, saat melihat beberapa pakaian pantai yang begitu minim sekali untuk mereka berdua.

"I-ini bukankah ini b-bikini?" tanya Lovely sembari membeberkan pakaiannya di depan Putera.

Pria itu pun menelan ludahnya susah payah dan mengangguk. "B-benar," jawabnya yakin. Lalu dia menyambar koper untuk melihat ada benda aneh apa lagi yang diisi oleh tuan Dira untuk mereka berdua.

"Siall!" umpat Putera.

Kecurigaan pria itu ternyata benar, karena semua barang yang telah disiapkan oleh papanya sungguh murni bersifat menggoda sekali untuk dirinya.

Seperti yang sedang dia pegang sekarang ini, yaitu satu set pakaian dinas berwarna pink untuk istrinya, yang begitu menggoda iman sekali.

Otak pria itu mulai menjalar kemana-mana, lalu terlintas rasa keingintahuan dirinya begitu saja. Bagaimana jika Lovely mengenakan baju seperti ini saat tidur nanti.

"Gawat," gumam Lovely ketika melihat wajah Putera berubah mesum dan menjajarkan pakaian itu di depan tubuhnya.

Lovely menyambar lingering dari tangan Putera. "Aku tidak ingin memakai pakaian ini!"

"Siapa juga yang ingin melihatmu memakai ini!" jawab Putera ketus. "Coba lihat apa lagi yang ada di dalam koper itu?" tanyanya.

Lovely kembali tercengang, saat menatap sebuah celana boxer pendek polos ketat untuk suaminya dan hanya ada kaos oblong tipis beberapa potong saja.

"Koper sebesar ini, hanya diisi oleh pakaian minim bahan semua. Sudah begitu hanya ada beberapa stel saja, Putera pokoknya aku ingin beli baju baru yang tertutup!" pinta Lovely.

"Sudah pasti!" tegas Putera.

Putera menyambar ponselnya, lalu memesan baju dari butik sekitaran sana melalui situs pembelian online.

Akan tetapi saat ingin melakukan pembayaran, kartu kredit maupun kartu debit miliknya telah di blokir sementara oleh seseorang.

"Argh! Papa, pulang nanti aku memarahimu habis-habisan!" geram Putera sembari meremas ponselnya.

"Ada apa? Kenapa wajahmu cemberut seperti itu?" Lovely bertanya-tanya.

Putera bertalak pinggang, lalu meraup wajahnya kasar. Ia pun meninju udara di sekitar sambil mengumpat kasar karena merasa kesal dengan situasi terjebak seperti ini.

"Kita tidak ada pilihan selain memakai pakaian yang sudah di siapkan oleh Papa sebelumnya," balas Putera.

Lovely menggeleng. "Tidak, tidak! Aku tidak mau, beli saja pakai uang tunai kalau tidak bisa beli online. Kau kan orang kaya, uang mu juga banyak. Kita bisa membelinya di toko yang ada di sekitaran sini," balasnya memberi saran.

"Aku tidak ada uang tunai, karena terburu-buru pergi, aku jadi lupa mengambil uang di ATM. Dan sekarang mengambil uang pun rasanya percuma, karena ada yang memblokir ATM ku ini."

"Apa!" pekik Lovely. Ia langsung terduduk lemas di tepi ranjang, lalu melihat baju seksii itu sekali lagi. "Aku tidak mau pakai ini," rengeknya.

Putera berdecak. "Ck! Sudahlah jangan merengek, pakai saja yang ada!" tegasnya.

"Tapi sekssi sekali, bagaimana aku bisa leluasa memakai ini jika ada pria di dekatku," balas Lovely.

"Pria di dekatmu itu adalah suamimu sendiri, jadi tidak usah malu-malu. Lagipula asal kau tahu saja, aku tidak tertarik denganmu, walau kau tidak pakai baju sekalipun," jelas Putera penuh dengan omong kosong.

Padahal dia hampir saja mimisan saat melihat lekuk tubuh istrinya di malam pertama waktu lalu.

"Aku tidak percaya dengan pria, walaupun kau bilang tidak akan tergoda dengan diriku ini atau wanita manapun juga. Tapi nyatanya seorang pria tetaplah pria, sudah pasti di dalam pikirannya ada saja aksi nakalnya," balas Lovely.

Putera berdecih. "Terserah kau saja, aku ingin keluar menikmati pantai. Kau mau ikut tidak? Jika tidak mau, disini saja meratapi nasibmu itu," ketusnya.

Lovely menatap tajam suaminya sendiri. "Ke pantai, pakai bikini seperti ini? Oh tidak, lebih baik aku disini saja."

"Terserah kau saja," balas Putera, kemudian keluar dari kamar untuk menikmati pantai pasir putih di sekitaran hotel itu sendirian.

...***...

Pantai.

Deru ombak disepanjang bibir pantai, melengkapi keindahan pantai pasir putih di tempat wisata tersebut.

Seorang pria begitu gagahnya di tengah pantai, menantang tak gentar kepada gulungan ombak yang semakin mendekat ke arah dirinya.

Putera mengenakan kacamata hitam, memakai celana pantai pendek dan hanya berbalut kaos oblong tanpa lengan.

Sedang menunggu datangnya ombak tinggi agar menyapu dirinya hingga ke bibir pantai kembali, dengan di temani papan seluncur besarnya, ia melenggak lenggok di atas papan tersebut.

Menaklukan ombak ganas demi membangkitkan bakatnya yang selama ini terpendam cukup lama.

Lovely tercengang sekaligus takjub melihat kehebatan suaminya itu dan tanpa sadar dia bertepuk tangan walau hanya sekilas saja.

"Bagaimana dengan penampilanku tadi?" tanya Putera begitu sombong.

"Biasa saja, semua orang bisa melakukannya," balas Lovely mengelak.

"Kalau begitu kau cobalah," ucap Putera sambil menyodorkan papan seluncurnya kepada Lovely.

"Aku tidak bisa," tolak Lovely.

"Kau bilang semua orang bisa melakukannya, jadi berikan buktinya kepadaku," sindir Putera.

Lovely mendengus kesal. "Aku bukan peselancar, bagaimana bisa aku melakukan hal itu."

"Mau ku ajari?" tanya Putera memberi penawaran.

Lovely menggeleng. "Tidak mau, aku tidak bisa," balasnya menolak.

Selain bukan tidak bisa saja melakukan hal tersebut, alasan lainnya ialah dia tidak ingin melepaskan cardigannya itu karena malu memakai bikini dan ia tidak ingin Putera sampai melihat dirinya memakai dalamann minim tersebut.

"Kenapa? Tenang saja, aku akan memegangimu. Ini seru, kau pasti menyukainya." Putera menarik tangan Lovely agar mendekat ke tengah pantai.

"Tidak mau, aku tidak bisa!" jeritnya.

Putera memaksa dan mau tidak mau, Lovelypun akhirnya hanya bisa pasrah mengikuti kemauan suaminya sendiri.

"Hei, lepas cardiganmu. Mana ada berselancar memakai cardigan seperti ini," pinta Putera.

Lovely menggeleng, namun lagi-lagi mau tidak mau diapun akhirnya melepas cardigannya itu karena paksaan suaminya.

Putera tersedak nafasnya sendiri, rasanya ingin sekali mimisan di tempat itu juga. Saat lekuk tubuh istrinya itu kembali terlihat oleh mata kepalanya lagi.

"Jangan melihatiku terus!" Lovely menyingkirkan wajah Putera agar tidak terus menatapnya.

"Siapa yang melihatimu, aku sedang melihat papan seluncurku saja," balas Putera beralibi. "Cepatlah! Ombak itu bagus sekali untuk pemula seperti dirimu," titahnya.

Pria itu segera mengalihkan pandangan dari tubuh istrinya yang hanya memakai bikini pantai.

Dia berusaha mengajari Lovely bagaimana caranya berselancar yang baik di ombak kecil, sesekali menelan ludahnya susah payah, jika tubuhnya secara tidak langsung bersentuhan dengan sang istri saat ombak menerjang mereka berdua.

Jika murid yang sulit sekali berkonsentrasi dalam belajar, ini malah sebaliknya. Yang memimbinglah yang kehilangan fokus dalam mengajar.

.

.

Bersambung.

1
Alif
klo msh ragu y tinggal nyewa detektif untuk cr tau dong, orang kaya dn pinter satu ini dikit lambat mikir, ini kerjaan othor psti biar kt emosi
Surya Hermawan
Luar biasa
neng ade
tamat nya nanti aja thor .. ingin lihat keseruan disaat mama Diana hamil dan sampai melahirkan .. membuat opa Mahesa semakin bahagia
Noviyanti: hihi, pengennya begitu. cuma karna karya ini sepi jadinya buat yg baru. terima kasih ya sudah baca karya ini sampai tamat 🙏🙏🙏
total 1 replies
neng ade
semoga Putra mau memaafkan mama nya
neng ade
setelah. Feby berhasil menyadarkan Alex semoga Lovely pun akan berhasil juga menyadarkan Putra.. hingga dendam di hati mereka masing2 hilang dan mereka akan akur serta rukun dan damai
neng ade
Feby km harus bisa membuat Alex cinta mati dan bertekuk lutut pada mu agar dia tak mengganggu Lovely
neng ade
semoga benar apa yg di ucapkan nyonya Rosa bahwa dia akan melindungi cucu dan menantu nya dari ambisi seseorang yaitu Alex
neng ade
selamat datang baby Marcell Putra Mahesa...
neng ade
jahat banget tuh si Alex .. semoga aja karma nya cepat datang
neng ade
sukses bobol gawang .. semoga cepat hadir buah cinta mereka ..
😍😍
neng ade
semoga Lovely dan Putra bisa saling menerima dan saling mencintai
neng ade
ternyata Putra blm tau. klo Alex ada dlm masalah ini..
neng ade
mereka ga tau klo si Alex itu yg membebaskan Leo karena dia bos nya dan punya rencana merebut Lovely
neng ade
sekarang ada konflik baru jadi bikin semangat baca nya .. karena ada intrik dlm keluarga yg ternyata Alex adik tiri nya Putra yg punya dendam.. jadi seru nih
neng ade
Putra alergi dngn kata cinta ..
Lovely alergi dngn kata sayang ..
😂😂
neng ade
bodo amatlah terserah penulis aja
😁
neng ade
dua dua nya sama2 egois dan keras kepala .. semoga aja masih ada yg bisa menyatukan mereka .. bu Diana harus turun tangan menasehati putri nya
neng ade
jika di minta baik2 tapi tak di kasih ya si paksa aja lah !
neng ade
ah .. jadi. rumit .. !
neng ade
lucu juga ya Putra dan Lily. awal nya kaya tom & jerry lama2 kedua nya pasti pada bucin 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!