NovelToon NovelToon
KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN VERSI ANDRI

Status: tamat
Genre:Romansa / Tamat
Popularitas:85.8k
Nilai: 5
Nama Author: Andiyas

Jika kebanyakan orang tua tidak ingin anaknya pacaran. Berbeda dengan orang tuaku. Aku dituduh menyimpang lantaran terlihat tidak pernah berdekatan dengan perempuan. Bahkan Papa sampai menjodohkan aku.

Aku pun pergi meninggalkan rumah demi menghindari perjodohan itu.

Tapi kemanapun aku pergi, Papa selalu menemukanku. Hingga aku menemukan sebuah kos-kosan sempit dan memutuskan tinggal di sana.

Aku pun mulai menjalani warna-warni kehidupan di kosan itu. Dan di sana pula aku bertemu dengan perempuan itu.

Di sarankan untuk membaca KISAH DI KOS-KOSAN CAMPURAN yang versi Tisa terlebih dahulu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Andiyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bukan Sakit Jantung

[ Itu bukan sakit jantung! Melainkan kau sedang jatuh cinta! ]

"Apa?!" Aku tak percaya mendengar kesimpulan dari Romi.

[ Iya. Kau bilang kan jantungmu berdetak lebih cepat. Dan itu sering terjadi saat kau berada di dekat seseorang kan? Fix, berarti kau sedang jatuh cint-- ]

Klik

Aku mematikan sambungan telfon sebelum Romi melanjutkan ucapannya.

"Nggak mungkin. Aku, jatuh cinta?"

_________

Hari ini aku pulang lebih cepat dari kantor.

Setelah memarkirkan mobil di halaman rumah Ibu kos, aku berjalan kaki ke kosan.

Jarak rumah Ibu kos dan kosan hanya beda beberapa gang.

Saat akan sampai, aku mendengar suara ribut-ribut seperti orang bertengkar.

Dan benar saja. Ketika aku sampai di pagar kosan, aku melihat seorang wanita hendak menampar Tisa.

Hup!

Kutangkap tangan itu sebelum sampai di pipi Tisa.

"Ada apa ini?!" tanyaku ke wanita yang hendak menampar Tisa.

"Jangan ikut campur kamu! Ini bukan urusanmu!!" wanita itu menarik tangannya dari cekalanku.

"Kamu itu masih muda!! Cari laki-laki lain yang tidak beristri!!" serunya ke Tisa.

"Tante, saya sudah bilang kalau saya itu nggak ada hubungan apa-apa dengan suami Tante!" sanggah Tisa.

"Dasar pelakor!! Nggak tahu malu! Sudah ketahuan masih saja nggak ngaku!"

"Tunggu sebentar! Apa maksud Tante?! Tisa pelakor?!" tanyaku bingung.

"Iya!! Suamiku selingkuh dengannya!!" Tante itu menunjuk Om Hendra dan Tisa.

Sepertinya Tante ini istrinya Om Hendra. Tapi masa iya Tisa ada hubungan sama Om Hendra?

Aku menatap Tisa meminta penjelasan.

Dia menggeleng seraya berbisik. "Dia salah paham! Mana mungkin aku sama Om-om! Tolong bantu aku!"

Aku sedikit bernafas lega mendengar penjelasan Tisa.

Eh? Kenapa aku merasa lega?

Entahlah, yang jelas aku percaya dengan Tisa.

"Nggak mungkin Tante! Tante salah paham!" belaku.

"Kenapa kamu membelanya?! Aku melihat sendiri dia barusan boncengan dengan suamiku!!"

Tisa mengusap kasar wajahnya. "Sudah saya bilang, saya itu cuma nebeng, Tante!!"

"Diam kamu!" teriak Tante itu ke Tisa.

"Tante salah paham! Tisa nggak ada hubungan apa-apa dengan suami Tante!" Aku berusaha membela Tisa. Entah kenapa aku merasa tak terima Tisa dituduh pelakor.

"Dari mana kamu tahu kalau mereka nggak ada hubungan apa-apa?!!"

"Karena Tisa itu pacar saya!!"

Ah, sial! Kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulutku.

Aku melirik Tisa yang berdiri di sampingku. Terlihat Tisa terperangah mendengar ucapanku barusan.

"Apa yang kau katakan?!" bisiknya protes.

"Sudah, diamlah! Hanya ini cara yang keluar dari otakku untuk membantumu!!" Aku balas berbisik.

Sepertinya aku benar-benar sudah gila. Tiba-tiba saja aku menarik pinggang Tisa untuk lebih dekat denganku.

"Dia pacar saya!"

Lagi, sepertinya mulutku punya otak sendiri.

Tapi sudahlah, yang penting kesalahpahaman ini bisa terselesaikan dengan cepat jika aku mengaku jadi pacar Tisa.

Tangan Tisa berusaha melepas tanganku dari pinggangnya.

"Apa yang kamu lakukan Sa?! Jangan bergerak dan tetaplah di sampingku! Ikuti sandiwaraku, dengan begitu dia tidak akan menuduhmu sebagai pelakor!!" bisikku padanya agar ini cepat selesai.

"Jadi, dia pacar kamu?" Tante itu terlihat ragu.

"Ya, Tisa adalah pacar saya!!" jawabku mantap.

"Entah kenapa saya merasa ragu. Apa buktinya kalau kalian pacaran?!" sahut Tante itu.

"Bukti apa lagi? Bukankah Tante sudah melihat buktinya?! Kami berpelukan! Itu sudah merupakan bukti kalau kami pacaran!!" jawabku.

"Kalau cuma pelukan, semua orang juga bisa pelukan!! Kalau dia memang pacarmu, cium dia!!"

Gila! Mana mungkin aku nyium Tisa!

Aku melirik Tisa yang terlihat tegang.

"Kenapa kamu diam saja?!" ujar Tante Sarah.

Cup!

Kecupan singkatku mendarat di kening Tisa.

DEG!

Jantungku berasa ingin meledak. Mendadak berpacu cepat karena kecupan singkat itu.

Tisa terbelalak karena aku tiba-tiba mendaratkan kecupan di keningnya.

Ternyata Romi benar! Sejak kapan? Sejak kapan aku jatuh cinta dengan Tisa?!

"Gimana? Apa Tante masih belum percaya?!" tanyaku yang berusaha menguasai debaran jantung. Aku harap Tisa tak mendengarnya.

"Kalau cuma kening mah--"

Tante Sarah tidak melanjutkan perkataannya saat aku kembali mendekatkan wajahku ke Tisa. Pura-pura hendak mencium bibirnya. Tisa refleks menutup matanya.

Apa ini?! Ayo Tante! Cepat hentikan aku! Aku tidak mungkin beneran nyium bibir Tisa!

Bibirku semakin dekat, sedikit lagi sudah mendarat di bibir tipis Tisa.

"Stop!!!" teriak Tante itu.

Aku segera menjauh dari Tisa sebelum jantungku beneran meledak.

Sudah kuduga dia akan menghentikan ku.

"Oke, aku percaya!! Jangan main nyosor di depan orang lain dong!!" seru Tante itu lagi. "Maaf ya, udah nuduh kamu," ucapnya sambil menatap Tisa.

Tisa hanya menatap malas. Melihat rambut Tisa yang berantakan tidak diikat, sepertinya tadi sempat terjadi iklan sampo.

"Kamu juga kenapa nggak jelasin?!"

Aku melongo mendengar ucapannya. Bukankah tadi Tisa sudah berusaha menjelaskan?

"Mas." Tante itu beralih menatap Om Hendra yang sedari tadi berdiri bagai patung. "Kita pulang yuk! Aku sudah nggak marah sama kamu."

"Aku sudah terlanjur bayar kosnya untuk satu bulan. Kalau aku pulang sekarang, rugi dong nanti. Uangnya juga nggak bakal kembali!" jawab Om Hendra.

"Kalau gitu aku juga mau tinggal di sini deh! Boleh ya Mas?" Ia bergelayut manja di tangan Om Hendra.

"Ya sudah, kalau gitu aku mau izin sama Ibu kos dulu. Maaf ya, karena istri saya sudah menuduhmu sembarangan," ucap Om Hendra pada Tisa.

"Iya Om." Tisa mengangguk.

Kemudian Om Hendra pergi bersama istrinya masuk ke dalam kamar meninggalkan kami.

Aku meraba dadaku, jantungku masih saja karaoke di dalam sana.

Ternyata benar bukan sakit jantung. Tapi sejak kapan aku mulai menyukai Tisa?!

"Ehem!!" deheman Tisa menyadarkanku. "Tante Sarah udah nggak ada tuh! Tolong tangannya."

"Eh iya, maaf! Aku lupa!" segera aku melepaskan tanganku dari pinggang Tisa. "Habisnya, badan kamu pas di tangan sih!"

Tisa menatapku tajam.

"Ahaha! Cuma bercanda kok! Jangan marah!" ucapku dengan nyengir.

Tisa menghela nafas sebentar. "Makasih ya, sudah bantuin aku."

"Iya, sama-sama."

Tiba-tiba mulai gerimis. Tisa masuk ke dalam kamar.

Aku hanya menatap punggungnya yang menghilang di balik pintu.

_________

Ternyata seperti ini rasanya jatuh cinta. Seperti ada kupu-kupu yang menggelitik perutku.

Aku senyum-senyum sendiri di kursi dapur sambil menunggu air mendidih.

Ah, aku bahkan tadi mencium keningnya!

Kuraba bibiku sendiri. Tadi bibir ini yang menyentuh keningnya.

Tiba-tiba saja Tisa masuk ke dapur. Dia terlihat salah tingkah.

Lihat itu wajahnya yang salah tingkah. Lagi-lagi sudut bibirku membentuk lengkung senyuman.

"Mau masak mie juga?" tanyaku yang secepat kilat menyembunyikan senyum yang tadi terbit.

"Iya." Tisa menjawab tanpa melihatku.

Dia duduk setelah memasak air di kompor.

Kami duduk dalam diam dengan meja sebagai jarak.

Sepertinya Tisa merasa canggung karena tadi siang aku mencium keningnya. Sepertinya aku harus minta maaf.

"Soal yang tadi siang.." Tisa menoleh padaku ketika aku membuka suara.

"Aku minta maaf karena tiba-tiba nyium kening kamu," lanjutku.

"Iya, nggak papa. Makasih juga karena udah bantu aku."

"Kan tadi kamu udah bilang terimakasih," sahutku.

"Ya, nggak papa. Nggak ada salahnya kan terimakasih dua kali?!"

Kenapa dia jawabnya cuek banget sih? Kan suasananya jadi canggung lagi!

"Iya sih.. Mm, ehem!" Aku berdehem sebelum melanjutkan ucapanku. "Sebenarnya itu pertama kalinya aku nyium cewek. Walaupun cuma di kening!"

Tisa mendongak menatapku. "Sama! Itu juga pertama kalinya aku dicium sama cowok!!"

"Masa sih?! Berarti aku yang pertama dong?!" seruku yang tiba-tiba keceplosan dengan nada senang.

Tisa hanya mengangguk. Untung dia tak menyadari nada bicaraku yang terdengar begitu senang.

1
Kuma Bear
Luar biasa
Widodo Wilujeng
Setelah 2 minggu Tisa dirawat di rumah sakit, akhirnya diijinkan pulang oleh dokter.


satu bulan kemudian , acara resepsi pernikahan Andri dan Tisa pun digelar.. dan author pun datang ke undangan tsb menggandeng IBU KOS 😆😆😆😆
Widodo Wilujeng
Andri bego bgt sih.. kan dia udah booking cafe.. harusnya Tisa ditarik aja ke Kafe..
Ovira
nga dilanjutin sampai tisa dan Andri punya anak kak
Andiyas: nggak kak😁🙏 terimakasih sudah baca sampai tamat ya kak❤️❤️
total 1 replies
eL cHia
loh mendadak tamat kakk 😭
Andiyas: iya kak😁 makasih udah setia baca sampai akhir ya😍❤️ tak tamatin biar g muter-muter seperti para pembaca kak😁 makasih banyak udah setia baca ya kak😘❤️
total 1 replies
eL cHia
makasih totor sudah rajin update nya 😍😍
Andiyas: makasih juga udah setia baca ya kak❤️❤️😍
total 1 replies
Malihatul Hn
muter2 ceritanya
Andiyas: iya nih. yg nulis g becus. Mana nunggak berbulan-bulan lagi.
total 1 replies
eL cHia
masih setia disini 🥰
eL cHia
wahh andri ditungguin baru muncul nih
Andiyas: maaf Krn udah tidak bertanggung jawab sempat menelantarkan ya kak😟🙏🙏 terimakasih masih setia baca❤️❤️❤️
total 1 replies
Andi Sary Nova
semoga Tdk gegantung ky jemuran yg Tdk diangkat dihujani akhirx lumutan🤭🤪🤪🤪
Andi Sary Nova
kok nggk ada kelanjutanx lg jgn ngegantung dong ky jemuran yg terlupakan🤭🤪🤪🤪
Andiyas: 😁 maapken otor yg ecek-ecek ini. insyaallah nanti lanjut😁😁 makasih ya, usah mau mampir❤️❤️❤️
total 1 replies
Winarsih
lah kok gak lanjut
Salmah Hermansyah
lah, jadi berpisah dong Romi sama si Andri
Andiyas: Mak, aku NT-ku sedang tidak baik-baik saja 😭 ikon rekamanku bilang. gimana mau duber ini😭

makasih udah mampir ya Mak❤️
total 1 replies
Salmah Hermansyah
baru bab awal dah ngakak Ama kelakuannya si Romi yang bikin pada salah paham, ngakak baca pas dagunya dipegang. kebayang banget.astsga
Andiyas: makasih udah mampir Mak❤️❤️❤️😘😍 malu aku 🙈
total 1 replies
Salmah Hermansyah
cerita yang bikin ngakak, sedih baca ini ceria kembali. author nya keren banget. semangat Thor.
Malihatul Hn
muter 2ceritanya
Deddy Kurniadi
macet ceritanya
eL cHia
nakal bangettt ndri ndriii sumpah gemas
eL cHia
iseng banget andri sumpah
eL cHia
mulai seru mulai dari sini hihihi
Andiyas: terimakasih udah selalu mengikuti ya kak❤️❤️😚
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!