Kisah gadis polos bernama Kania dengan seorang laki-laki yang Kania anggap sebagai monster karena memiliki banyak memar di wajah.
Jangan lupa add Facebook Author ya : Helly IV
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defina Rahmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Antar Makanan
****
Pagi telah tiba.
Terlihat Kania sudah bangun dari tidurnya. Namun, kala itu Kania dibuat heran karena tidak menemukan sosok Daniel di tempat tidur.
"Kak Daniel ke mana ya?"
Kania kemudian turun dari kasur, lalu mencari Daniel di kamar mandi. Dan setelah Kania cek, hasilnya nihil. Daniel tidak ada di sana.
"Kak! Kak Daniel!" Kania mulai memanggil nama Daniel seraya berjalan kembali menuju tempat tidur.
"Kak..." Ucapan Kania seketika terhenti saat netranya melihat sesuatu di atas meja.
Karena penasaran, Kania pun bergegas mendekati meja, lalu mengamati sesuatu tersebut dari jarak dekat.
"Ini ... Ha! Lucu banget!" kagum Kania dengan mata berbinar-binar.
Ya, saat itu Kania melihat nampan berisi sepiring nasi goreng yang dihias sangat romantis dengan menyisipkan setangkai bunga mawar serta sepucuk surat di dekat piring.
Tanpa babibu, Kania pun duduk di atas sofa. Lalu ia mengambil sepucuk surat untuk dibaca terlebih dahulu.
Isi surat :
Selamat pagi Istriku yang cantik. ❤
Kamu sudah bangun hm?
Maaf ya aku ga bangunin kamu. Soalnya aku ada urusan penting mendadak di perusahaan, makannya tadi aku berangkat lebih pagi.
Tapi sebagai gantinya, aku masakin kamu nasi goreng spesial. Jangan lupa dicoba ya Sayang. 😘
Kalau suka, pulang nanti harus cium aku ya. 😜 WAJIB! 😅
Pokoknya kamu harus nurut oke. 😉
Love you istriku. 😘
Semoga cepet berisi ya. 😋
Cinta penuh ❤
Dari Daniel, Suami kamu. 😍
Sepanjang membaca, bibir Kania tak henti-hentinya mengulas senyuman lebar. Ia benar-benar terharu dengan isi surat manis yang dibuat oleh sang Suami.
"Aaa so sweet," gumam Kania sembari menggigit ibu jarinya.
Sekilas Kania pun mengecup surat tersebut. Setelah itu, Kania mengambil sepiring nasi goreng untuk ia makan.
"Ehh kayaknya gak seru deh kalo cuma makan doang. Fotoin ah!" ucap Kania, kemudian beranjak mengambil handphone-nya di atas nakas. Setelah itu, Kania kembali duduk di sofa.
Cekrek!
Kania mulai memotret dirinya dan juga meja yang terdapat kejutan dari Daniel menggunakan kamera belakang.
Tak cukup sekali, Kania pun memotret berulang-ulang kali sambil menggonta-ganti gaya. Ada yang manyun, cengengesan, senyum biasa, senyum lebar, senyum smirk, hingga wajah imut.
Dan setelah gambar di ambil, Kania memutuskan untuk mengirimkannya kepada Daniel lewat whatsapp.
- WHATSAPP ON -
YOU.
~ [Send a picture to Suami ❤] Aaa, kejutannya lucu banget Kak 😍 makasih ya. 😚
Ceklis 2 √√
- WHATSAPP OFF -
"Hmm, apa mungkin Kak Daniel sibuk ya?" pikir Kania.
"Ya udah deh, makan dulu aja," ucap Kania, lalu ia mulai menyantap nasi goreng buatan Daniel dengan lahap.
Tring!
Kania mendengar nada whatsapp-nya bersuara.
Tanpa babibu, Kania pun mengecek handphone-nya, lalu meng-klik ke forum whatsapp.
- WHATSAPP ON -
SUAMI ❤.
~ Sama-sama Sayang. Baru bangun tidur ya? 😁
YOU.
~ Iya hihi. Kenapa? Wajah Kania keliatan kucel ya? 😶
SUAMI ❤.
~ Engga kok Sayang. Malahan makin cantik 😘
YOU.
~ Aaa Kakak bisa aja, Kania kan jadi malu 🙈
SUAMI ❤.
~ Kenapa malu? Santai aja Sayang. Bukan lagi minta jatah kok 😜
YOU.
~ Ihh Kakak, udah ah Kania mau review masakan Kakak dulu
SUAMI ❤.
~ Kamu udah coba Sayang?
YOU.
~ Udah Kak
SUAMI ❤.
~ Gimana? Enak ga?
YOU.
~ ENAK BANGETTTT 😋😋😋 Kania suka Kak 😍
SUAMI ❤.
~ Asikkk, jadi dong pulang nanti cium 😁
YOU.
~ Iya Kak Daniel. Pulang nanti Kania bakal langsung cium Kakak 😚 Ditunggu aja pokoknya hihi
SUAMI ❤.
~ Duh jadi ga sabar pengen cepet pulang 😜
YOU.
~ Hihihi, Kania doain semoga cepet selesai ya Kak kerjaannya 🤗
SUAMI ❤.
~ Aamiin ... tunggu aku ya Sayang 😘
YOU.
~ Oke Kak ❤
- WHATSAPP OFF -
Setelah selesai chattingan dengan Daniel, Kania langsung menyantap kembali masakan sang Suami hingga habis tak tersisa.
Usai makan, Kania memutuskan untuk keluar kamar dan menyapa orang-orang yang berada di lantai bawah.
"Pagi Mommy! Pagi Bella!" sapa Kania ketika melihat Mrs Saras dan Bella tengah makan bersama di ruang makan.
"Eh Kakak ipar. Pagi juga Kak!" balas Bella dengan tersenyum riang.
"Pagi juga Kania. Sini duduk, kita makan bersama!" ajak Mrs Saras.
Tanpa pikir panjang, Kania berjalan mendekati meja makan. Setelah itu, ia duduk di samping Bella.
"Sebenarnya Kania udah makan Mom," ucap Kania terus terang.
"Loh kapan?" tanya Mrs Saras dengan mengernyitkan dahinya.
"Barusan," jawab Kania seraya cengengesan.
Mendengar hal itu, Bella langsung mengulum bibirnya menahan tawa. "Ehem. Masa Mommy ga tau sih, pagi-pagi banget Kak Daniel udah bikin nasi goreng buat Kak Kania," ujar Bella.
"Hah, beneran Kania?" tanya Mrs Saras, yang langsung direspon anggukan kepala dari Kania.
"Hmm pantesan aja, tadi pas Mommy mau masak, dapur keliatan berantakan. Ternyata itu ulah suami kamu," ucap Mrs Saras sambil bersedekap dada.
"Hihi." Kania hanya merespon dengan cengengesan.
"Gimana Kak? Nasi gorengnya enak gak?" tanya Bella.
"Enak banget Bell. Bikin candu," jawab Kania tersenyum malu.
"Bentar, candu apa dulu nih Kak? Nasi gorengnya atau Kak Daniel nya?" tanya Bella dengan tersenyum jahil.
"Dua-duanya sih Bell. Tapi yang lebih bikin candunya itu ya Kak Daniel nya," gumam Kania seraya menunduk malu.
"Cieee," goda Bella sambil menoel-noel pipi Kania yang memerah.
"Bella, udah Sayang. Dari kemarin kamu godain Kania terus, nanti pawangnya marah loh," gurau Mrs Saras.
"Eh iya juga sih Mom, bisa-bisa nanti Bella diomelin lagi sama Kak Daniel 7 hari 7 malam. Kan ngeri," ucap Bella, yang langsung dibalas tawa kecil dari Kania dan Mrs Saras.
"Oya Bell, sebelum ke kampus, kamu mampir ke perusahaan Kakak kamu dulu ya. Tolong kasih ini ke dia!" seru Mrs Saras seraya menyodorkan box bekal makanan pada Bella.
"Oke Mom," tandas Bella.
"Ini buat Kak Daniel?" tanya Kania sambil menunjuk pada box.
Bella menjawab dengan anggukan.
"Ya udah, kalo gitu biar Kania yang kasih ini langsung ke Kak Daniel," ucap Kania seraya mengambil box bekal makanan di atas meja.
"Boleh aja Sayang. Tapi kamu harus mandi dulu ya biar seger!" peringat Mrs Saras.
"Nanti aja Mommy. Sekarang Kania mau ke perusahaannya Kak Daniel dulu," putus Kania.
"Kakak serius mau ke perusahaan pakek baju tidur?" Bella mulai menatap Kania dengan tatapan tanda tanya.
"Serius Bell! Yaudah kalo gitu Kania pergi dulu ya. Bye Mommy! Bye Bella!" pamit Kania dengan antusias.
Kania kemudian berlari kecil menuju luar Mansion sambil membawa box bekal makanan.
"Loh Kak ... Kakak ... Kak Kania!" teriak Bella.
Namun, Kania tidak menggubris teriakannya.
"Duhh, gimana dong Mom, tadi tuh Bella mau ngasih tau Kak Kania kalo di sudut bibirnya itu ada bekas ileran," ucap Bella terus terang.
"Ya mau gimana lagi. Kania nya aja udah pergi. Paling nanti Daniel yang urusi," timpal Mrs Saras seraya mengunyah makanan dengan tenang.
"Yaudah deh, semoga aja Kak Kania ga di anggap aneh-aneh sama karyawannya Kak Daniel," pasrah Bella.
*
*
*
Di luar Mansion.
"Om, anterin Kania ke perusahaannya Kak Daniel dong!" pinta Kania pada salah satu bodyguard Daniel yang saat itu tengah berjaga di pintu luar.
"Hah? Sekarang Nyonya?" tanya Bodyguard.
"Ya sekarang dong Om, masa tahun depan," kesal Kania.
"Nyonya gak siap-siap dulu?" tanya Bodyguard sambil menatap kembali penampilan Kania dari ujung kepala sampai ujung kaki dengan cukup detail.
"Gak Om, kelamaan."
"Ohh gitu ya Nyonya."
"Iya Om. Ayo anterin!" pinta Kania di akhiri dengan menarik paksa lengan Bodyguard agar mau mengeluarkan mobil dari bagasi.
"Yasudah, saya anterin Nyonya. Tapi tangan saya tolong dilepas dulu, saya ga enak sama Tuan."
Menyadari hal itu, Kania langsung melepas cekalannya dari tangan Bodyguard. "Oopss, Maaf Om! Ga sengaja, hihihi!" ujar Kania seraya cekikikan.
Bersambung
ini kania emang gak tau apa apa atau gimana kk. ko lugu ya kebangetan
lo ketemu sama orang jahat gimana coba....