NovelToon NovelToon
GARA [Perjuangan Cinta]

GARA [Perjuangan Cinta]

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Cinta Terlarang / Percintaan Konglomerat / Teen Angst
Popularitas:12.3k
Nilai: 5
Nama Author: linsi putri

Bercerita tentang hubungan percintaan antara Galih dan Asmara. Sebuah kisah cinta yang dipenuhi dengan berbagai lika-liku kehidupan.

Senang, sedih, air mata serta trauma yang begitu kelam. Keduanya saling jatuh cinta secara instan, namun seiring berjalannya waktu kejadian tak diinginkan pun terjadi.

Hingga mereka dihadapkan pada suatu pilihan, BERTAHAN atau BERAKHIR.

Akankah Asmara dan Galih dapat mempertahankan hubungannya sampai akhir?

Atau Mala berakhir dengan tragis?

yuk baca dan simak kisahnya sampai akhir ya😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon linsi putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebab Dan Akibat

...☘️HAPPY READING☘️...

...-------------...

"Keterlaluan!"

Semua orang langsung terdiam ketika suara itu menyentak gendang telinga mereka. Tak hanya kaget, Anggita merasa baru kali ini ia sangat tersudut. Harga dirinya sangat terinjak dengan kejadian ini, terlebih lagi saat melihat wajah gadis yang sudah berani mengacak-acak penampilannya. Bahkan pipinya pun terasa perih akibat cakaran yang ia terima dari gadis jadi-jadian itu.

"Klo bukan lo yang mulai, gue gak mungkin ngelakuin kaya gini!" balas Riri dengan nafas yang terengah. "Dasar nenek sihir!" lanjutnya.

"Jangan kurang ajar kamu ya!" sentak Anggita tak mau kalah. Sejujurnya ia kaget karena baru kali ini ada orang yang berani melawan bahkan menyerangnya sampai seperti ini.

"Apa lo!? lo kira gue takut gitu sama nenek peot kaya lo!" Sungut Riri. Matanya melotot dengan telunjuk yang sudah mengarah pada wanita paruh baya yang ada dihadapannya.

Suara langkah tergesah diujung lorong membuat semua orang yang ada disana langsung melihat kearah suara. Beberapa orang pria muncul dari sana dengan raut wajah panik.

"Ada apa ini? apa yang terjadi?" tanya Bram, ayah Galih. Ia mendekat bersama Alex dan beberapa bodyguard nya. Menatap dua wanita beda generasi itu dengan tatapan tak suka karena sudah berani membuat keributan tepat didepan pintu ruang ICU, tempat putranya dirawat.

"Om ten__,"

"Diam kamu! aku tak bicara denganmu," ketus Bram pada Alex yang ingin mendinginkan suasana. Seketika Alex pun menutup mulutnya menggunakan tangan, pemuda itu tak lagi berani mengangkat suara. Kemudian berpindah posisi dari yang tadinya berdiri disamping Ayah Galih menjadi disamping Jasmin.

"Dia udah berani nampar Tante Jasmin Om,"

Bram nampak terkejut setelah mendengar penuturan keponakan perempuannya, begitu juga dengan Alex. Lelaki yang sudah tak mudah lagi itu menatap iba pada istrinya yang terduduk dikursi tunggu.

"Katakan pada anakmu untuk menjauhi anak saya, dengan suka atau pun tak suka." Terang Anggita tak ingin membuang-buang waktu lagi.

"Apa maksudmu? tak bisa kah kita bicarakan ini baik-baik. Galih dan Asmara bahkan belum sadar dari komanya," ucap Ayah Galih memberi solusi. Karena ia tahu kebahagiaan Galih hanya ada pada Asmara dan ia tak mau mengambil keputusan secara sepihak tanpa persetujuan dari putranya.

Anggita melenggang menjauh tanpa merespon ucapan Ayah Galih. Lagi pula kedatangannya memang untuk menyampaikan bukan berunding dengan keluarga dari kekasih putrinya itu.

...***...

Jam terus berputar hari terus berganti dan tak terasa tujuh hari pun berlalu. Gadis cantik dengan pakaian khas pasien itu masih terpejam diatas ranjang rumah sakit.

"Semoga Asmara cepat pulih," Maya mengusap bahu Anggita, berusaha menyalurkan kekuatan untuk sahabat sekaligus majikannya itu.

Anggita hanya mengangguk, dia mengecup tangan Asmara yang sedari tadi ada dalam genggamannya.

"Maafin Mama Ara..," ucap Anggita dengan penuh penyesalan. "Ini Mama sayang, ayo bangun. Mau sampai kapan kamu tidur disini? Ini kan yang kamu mau, kamu mau dipeluk mama?" Anggita langsung memeluk tubuh Asmara, lagi-lagi dia terisak. Entah sudah berapa banyak air mata yang wanita itu keluarkan untuk menangisi putrinya yang malang.

Hanya penyesalan lah yang tersisa. Pada akhirnya semua akan merasakan kehilangan saat orang itu sudah tak berdaya atau tak lagi membuka mata.

"Mama janji, Mama akan sayang Ara, Mama akan manjain Ara setiap hari, Mama gak akan ninggalin Ara lagi." ucap Anggita sambil mencium kening putri semata wayangnya. "

Lama Anggita menangis sampai akhirnya dia merasakan ada yang bergerak. Wanita paruh baya itu seperti melihat keajaiban saat kedua matanya menyorot kemanik mata biru milik putrinya.

"Ara..," lirihnya dengan pandangan yang terus menatap lurus kelopak mata Asmara.

Manik mata indah milik Asmara perlahan terbuka, bersamaan dengan jemari tangannya yang bergerak sangat hati-hati. Namun ketika itu juga pening menyerang kepalanya, rasanya dunia seperti berputar. Membuat Asmara kembali menutup matanya.

"Ara sayang, ini Mama nak."

"Mama.. sayang..," batin Asmara, bersamaan dengan bulir bening yang meleleh dari sudut matanya. Bukan karena rasa sakit yang Asmara rasakan, namun rasa bahagia karena Mamanya ada disini. Berada didekatnya, bahkan Asmara dapat menghirup harum aroma vanila yang berasal dari parfum yang biasa Anggita gunakan saat wanita itu memeluknya. Sebuah keinginan yang selama belasan tahun Asmara impikan akhirnya terkabul, walau harus merasakan sakit dulu seperti sekarang.

Manik mata Asmara kembali terbuka. Asmara kini dapat melihat jelas wajah kedua wanita paruh baya disebelahnya. Saat itu juga Asmara baru sadar dimana ia berada.

"Kamu udah sadar, sayang?" suara lembut Maya lebih dulu menyapa, sementara suara tangis Anggita semakin mengalihkan pandangan gadis itu.

Asmara menatap Anggita dengan tatapan rindu, membuatnya tak bisa menahan laju air matanya. Ia masih tak percaya bahwa didepannya ini adalah Mamanya, seseorang yang selalu ia rindukan kasih sayangnya.

"Mama..," batin Ara. Gadis itu memasang ekspresi bingung. Kenapa suaranya tak bisa keluar? Bahkan bibirnya pun terasa tak bisa digerakkan.

Maya tersenyum walau tak selebar biasanya, sementara Anggita semakin terisak kala melihat putrinya yang seakan ingin berbicara namun tak bisa.

"Ada apa ini, Ma?" batin Asmara bertanya-tanya. Posisinya yang terbaring diatas ranjang, memudahkan Asmara untuk menatap wajah Maya. Walau tubuhnya terasa kaku namun bola matanya masih bisa bergerak meski tak segencar biasanya.

Maya hanya menggeleng seolah ia tahu dengan kebingungan yang gadis itu rasakan. Namun respon itu mala semakin membuat Asmara curiga. Asmara merasa ada sesuatu yang telah terjadi dengan dirinya.

Ditengah kebingungan gadis itu, tiba-tiba beberapa orang dokter masuk bersama dengan para perawat. Membuat Anggita dan Maya pun undur diri dari ruangan, membiarkan para dokter mengerjakan tugasnya.

"Apa yang harus aku katakan pada Ara, Maya?" Anggita terisak dipelukan Maya saat keduanya sudah berada diluar ruangan. Wanita itu merasa hancur saat mengingat ekspresi kebingungan dari putrinya.

Maya satu-satunya orang yang paling mengerti Anggita, membuat wanita itu tak segan-segan untuk menunjukkan betapa hancurnya ia saat ini.

"Tenangkan dirimu Ta, semuanya pasti akan baik-baik saja."

Sekeras apapun usaha Maya untuk menenangkan Anggita, pada akhirnya semua hanyalah sia-sia. Karena hakikatnya seorang ibu takkan pernah bisa tak khawatir saat anaknya sedang dalam kondisi tak baik, terlebih lagi jika kondisinya seperti Asmara yang kehilangan suaranya.

Dokter menjelaskan jika Asmara mengalami speech impairment atau trauma kepala yang dapat menyebabkan berbagai efek samping akibat benturan pada korban kecelakaan salah satunya adalah tidak dapat berbicara. Bukan hanya itu, Dokter juga menjelaskan jika tenggorokan Asmara rusak akibat adanya serpihan kaca yang sempat masuk kedalam tenggorokannya dan merusak beberapa sel yang ada didalamnya terutama pita suara gadis itu.

Seperti pepatah sudah jatuh tertimpa tangga pula. Kecelakaan yang dialami Galih dan Asmara bukan hanya melukai namun juga merenggut sesuatu dari dalam dirinya.

Entah apa yang akan terjadi jika Asmara mengetahui kondisinya saat ini.

Jika keadaan Asmara saja seperti itu, lalu bagaimana keadaan Galih?

1
վմղíα | HV💕
salam kenal Thor mampir juga kecerita ku 👃
Authophille09
lagi kak, kok udh jarang update skrg? padahal kita nungguin motifnya terus
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka, kok jarang bngt up nya, kangen ni🥺
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
makin seru, lanjut kka
NR
iya kak, Alhamdulillah 😊
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
lanjut kka,, 🌹 untukmu biar makin semangat
NR: makasih kak😘
total 1 replies
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
syukurlah asmara sudah siuman
gegechan (ig:@aboutgege_)
bener emang, semua orang punya porsi untuk mendapatkan suatu hal di dunia ini...
semangat terus kak, salam dari ARCTURUS, jangan lupa mampir ya
Lily Flow
tidak ada anak yg ingin terlahir tanpa ayah ataupun ibu
Lily Flow
thor emang ada perut bagian belakang?
kenapa di kasih keterangan perut bagian depan, kan perut emang cuma di depan😃
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
kasian 🐕🐩 dibawa dlm masalah ini☺️🤭

semoga asmara dan galih cepet pulih, ntar sama siapa lagi aku nitip pop ice😁🤭

🌹 untuk author,, semangat sllu kka🤗🤗
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
cepet lanjutt kka, aku kasih dua tangkai 🌹 biar cepet Up yg banyak🤗
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
ini terlalu menyedihkan 😭😭 semoga mereka berdua selamat
A̳̿y̳̿y̳̿a̳̿ C̳̿a̳̿h̳̿y̳̿a̳̿
ajjaakk aku, ni pengen banget ke pasar malem naik bianglala, tapi disini ada pasar malem becek tempatnya, hujan terus, kan ngga lucu klo aku jatuh😱🤭
Aira Lim
kenapa ada bawang disini😭
Aira Lim
biang keladi mah, kamu kali galih🤭
nona er
jadi pengen bikin kentang bola keju mozzarella huaaaa
Nuna_Endah
galih konyol sekali wkwkkw. kaki smpe terpijak pengunjung lain. wkwkkw Awaa pulang nggak dpt imbalan dari asmara..
Nuna_Endah
apa ini kok sensor wkwkw
NR: apa ya, kayanya nen*n🤭😁
total 1 replies
NR
Tau tuh si Galih, persis kaya gada tempat lain aja🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!