NovelToon NovelToon
Jogja Pada Suatu Masa

Jogja Pada Suatu Masa

Status: tamat
Genre:Petualangan / Cinta Seiring Waktu / Persahabatan / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Tamat
Popularitas:22.1k
Nilai: 5
Nama Author: A.T. Setiawan

Jogja jadi pilihan Seti setelah kelulusan SMAnya bersama Joe, dan Asri. Hening memilih Jakarta. Lalu Bening dan Joko menikah. Sementara Seto masih dengan pelayarannya. Terlintas persinggungan cerita-cerita hidup yang melintas dan membekas di benak Seti. Seperti roda pedati. Waktu terus berputar, dan Seti masih dengan kedekatan Joe, Asri, dan Hening. Bersama mereka cerita itu terus mengalir...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon A.T. Setiawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Sebuah Lorong Waktu

Tak perlu ada rasa penyesalan tentang masa lalu yang tak berkesudahan jika jiwa itu hidup.

Menyusur lorong-lorong waktu tentang kesalahan hidup yang terekam jelas dalam kenangan, lalu memahami kesalahan itu saat sekarang, dan berupaya tak mengulang pada masa yang akan datang adalah tumbuh kembangnya jiwa hidup.

Entah sesuatu yang rumit-kah jiwa itu, sehingga tak lepas dari catatan kesalahan masa lalunya. Atau dia begitu sempurna sehingga tak ada beban kesalahan di masa lalunya, tak ada yang bisa memastikannya.

Banyak yang bersandar kepada langit untuk menjawab ketidaktahuan itu.

Dan Seto tak peduli ....

Masa lalu, kini, dan esok saling berkait menyusun kepingan mozaik tumbuh kembang jiwa dalam peziarahan mesin waktu masing-masing.

Berubah menjadi dewasa dengan belajar dari kesalahan masa lalu, atau tetap diam membeku dalam belenggu kesalahan yang sama di masa datang.

Seperti mesin waktu, ... isi salah satu surat Seti yang mengabarkan kesulitan Joko dan Bening membawa Seto ke masa kini.

Seto sekarang bukan Seto di masa lalu yang peragu ....

Menjadikan sesuatu yang bisa berguna bagi kedua sosok yang pernah singgah di suatu masa, atau membiarkan sesuatu itu dalam kebekuan masa lalunya.

Memutuskan untuk pulang menengok Joko setelah jawaban Bening yang tak keberatan dengan kehendaknya, Seto menyusur ulang lorong waktunya dengan jiwa yang semakin hidup.

Kali ini dirinya berusaha menjadi berguna ...

...***...

"Kamu yakin Bening baik-baik saja jika aku menengok Joko besok ?" Seto memulai percakapan setelah makan malam yang menyenangkan di warung mbah Jum.

"Sepanjang mas yakin kedatangan mas membuat mas Joko terhibur dan bersemangat sembuh, aku yakin mbak Ning pasti akan ikut senang," jawab Seti.

"Hening dan Asri sendiri yang mengatakannya kepadaku saat aku menelepon mereka," tegasnya lagi.

Melirik wajah adiknya, Seto semakin larut dalam lorong waktunya.

Tentang kesulitan Joko dan Bening seperti yang diceritakan Seti dalam suratnya sebenarnya dirinya ingin tahu lebih jauh.

Tak mau sekedar menduga, Seto ingin berbicara secara langsung dengan Bening.

Berharap Bening tak sungkan menceritakan semua kepadanya, terutama masalah kesulitan keuangan.

"Bengkel Joko bagaimana Set ?" Mencoba meraba apa yang sekiranya dapat dilakukannya nanti setelah bertemu Joko dan Bening, Seto menanyakan usaha teman lama kursusnya itu kepada adiknya.

"Aku kurang begitu tahu mas. Hanya kata Asri, banyak kerjaan yang tersendat sejak mas Joko sakit." Seti mengaduk gelas kopi yang sedang dibuatnya.

"Mereka tidak pernah menyinggung barangkali ada tagihan bengkel yang tertunda ?" Seto teringat saat terakhir bertemu Joko yang berniat mengajukan kredit ke bank untuk peremajaan alat kerja di bengkelnya.

"Wah aku tidak paham masalah itu mas. Hanya dari cerita Asri dan Hening, saat ini mereka berusaha untuk tidak merepotkan mas Joko dan mbak Ning tentang uang saku bulanan mereka."

Seti meletakkan gelas kopi ke dekat Seto.

"Ngopi dulu mas," sambungnya lagi sambil mengambil sebatang rokok milik Seto.

"Rokokmu berapa bungkus sekarang ?" Seto memperhatikan tingkah adiknya.

Tertarik melihat adiknya itu sudah banyak merokok setelah kedatangannya di kost Samirono.

"Ah mas Seto ... ini saja agak banyak karena ada mas. Aku bisa merokok dan berhenti kapan saja. Tidak harus selalu merokok tiap hari." Agak sungkan dengan teguran Seto, Seti sedikit tergagap. "Kalau mas keberatan aku matikan," lanjutnya sambil menjulurkan rokok yang dipegangnya ke arah asbak.

"Hush ... ngrokok aja, mas gak nglarang kok selama kamu mampu membeli dari uangmu .... Hehehe." Seto tertawa kecil melihat kecanggungan Seti.

Seti balas menatap kakaknya, ikut tertawa kecil dan meneruskan hisapan rokoknya.

"Nanti ke lapak Malioboro mas, barangkali ada sesuatu yang terlupa untuk oleh-oleh sebelum ke Purwokerto besok, kita beli sambil jalan."

"Kelihatannya sih gak ada yang terlupa." Seto meneguk kopi hangat yang disajikan Seti. "Semakin laku dagangan lapak kalian ?" Seto mengalihkan percakapan ke lapak Malioboro. Penasaran dengan cerita Seti tentang lapak itu membuat dirinya memutuskan singgah dulu di Jogja menengok sekaligus membesarkan semangat adik kesayangannya.

"Paling tidak aku sekarang sudah tidak sering-sering minta uang lagi ke Bapak, Ibu, dan merepotkan mas Seto lagi."

Ada nada girang sekaligis bangga dari Seti menanggapi pertanyaan Seto tentang lapak Malioboro.

Kamar kost Samirono semakin hangat dengan kelanjutan obrolan pelepas rindu kakak beradik itu.

Sayangnya libur semester ini membuat Seti belum sempat mengenalkan teman kost-nya. Dibyo liburan di kampungnya .... Muji juga pulang kampung menunggu wisuda-nya yang tinggal beberapa bulan lagi.

"Yuk mas kita berangkat."

Setelah menghabiskan rokok dan kopi masing-masing, Seti mengajak kakaknya jalan ke lapak Malioboro.

Tak sabar mengenalkan Seto kepada Joe dan Doni sahabatnya, dan tentu saja kesibukan lapak di sekitar lalu lalang pengunjungnya.

...***...

Tak seperti biasa, udara malam sedikit dingin saat si Denok menuju arah Malioboro dari Samirono.

Seti yang ada di depan memacu si Denok hati-hati. Jaket tebalnya melindungi dadanya dari angin malam yang menerpa.

Seto yang membonceng memperhatikan kanan kiri jalan yang dilaluinya. Hati kecilnya membenarkan pilihan adiknya yang memilih kuliah di Jogja selepas SMA-nya.

Kota yang menurut dirinya tenang untuk belajar dan tepat untuk mencari wawasan kedewasaan laki-laki.

Setengah jam melintasi jalanan Jogja yang ramai di malam dingin yang cerah, sampailah si Denok ke tujuannya.

Berhenti di sudut Malioboro, si Denok membiarkan dua laki-laki tegap itu ke arah lapak-lapak yang ada di seberang jalan.

Langkah keduanya terlihat ringan, ingin secepatnya sampai ke salah satu lapak yang dituju.

"Ini lapak kami mas, ... duduk dulu." Seti menyiapkan dingklik ke arah Seto, lalu beringsut membungkus dua tas kulit besar yang disodorkan laki-laki muda berambut sebahu yang tadi menyapa kedatangannya.

"Doni ...." Laki-laki berambut panjang itu mendekat ke arah Seto, menyalaminya sambil menyebut namanya, "Teman Seti dari Purwokerto," lanjutnya lagi, lalu duduk menyebelahi Seto.

"Seto, kakak Seti," jawab Seto menjawab salam Doni.

"Itu Joe teman SMA Seti dulu mas." Doni menunjuk ke sosok laki-laki lain yang terlihat sedang merayu pembeli di sebelah Seti.

Seto mengangguk mengikuti arah tangan Doni.

Sepertinya merasa puas melihat sendiri kesibukan adiknya, dan tentu saja belajar menghargai waktu dan uang.

Betapa cerita Seti ternyata lebih dari apa yang digambarkan dalam surat-suratnya tentang Jogja membuat kesan pertama dengan pergaulan Seti di Jogja sangat memuaskan hatinya.

Membiarkan sejenak lapak Malioboro dengan geliat malamnya, Seto membiarkan Seti, Joe dan Doni dengan kesibukannya.

Tak mau merecoki mereka, dia mengeluarkan rokok dari saku jaketnya, Pandangannya mulai berkeliling memperhatikan sudut sudut lapak yang lain.

Lalu menyadari bahwa dagangan lapak Seti, Joe, dan Doni terlihat berbeda dari lapak-lapak yang lain.

"Ini Joe mas, teman SMA dulu bareng Hening," suara Seti yang mengenalkan Joe ke arahnya membuyarkan perhatian Seto.

"Seto." Membalas uluran tangan Joe, Seto menjawab pendek.

"Mau kopi atau minuman dingin mas ?" Doni yang menyusul ke sudut belakang lapak menawarkan minum ke arah Seto.

"Air putih dingin saja dik ... Barusan ngopi di kost Seti," jawab Seto.

Doni beranjak meninggalkan lapak membeli air dingin yang diminta Seto.

"Datang kapan mas ?" Joe berbasa-basi menegur Seto.

"Tadi sore.... Besok lanjut lagi balik ke Purwokerto."

"Naik bis atau kereta besok ?" yanya Joe lagi.

"Entahlah, lihat situasi."

Lalu lapak Malioboro mulai dengan perbincangan laki-laki dalam persinggahan lorong waktu Seto setelah Doni kembali membawa pesananannya dan satu bungkus besar gorengan.

Kali ini semuanya dengan nada yang penuh harapan ....

Ada cerita tentang Bening dan Joko yang mengalir dari mulut Seto .... Romantisme Seti dan Asri, ... pendekatan Doni dan Yuni ikut menjadi bahan cerita dari mulut Joe, ... yang seperti biasa dengan candaannya...

...***...

1
Dhatu Lukita
🌹🌹🫰🫰
Dhatu Lukita
🌹
Dhatu Lukita
gara2 kulino dilarani aku wis ra percoyo karo sing jenenge 'tresno'🤭
Wawan: Ahahaha .... what is the name
total 1 replies
Nawadipta
baru tau🙃
Nawadipta
mitos efektif melindungi pohon 🤣 manusia generasi baru memang gak ada takut-takutnya... 😂
Dhatu Lukita
🌹🫰🫰🫰🫣
Dhatu Lukita
di pikiranku malah tergambar "mengonsumsi kecubung" bukan jamur😄,
koyoe podo halusinasi ne 😄
Wawan: Yups ... bedanya kecubung gak dijual... tinggal petik karena gak perlu diolah 🤭✍️
total 1 replies
Nawadipta
makin kecil porsi makin mewah loh 😂 ta kira karena banyak kucing liar buat di elus. pecinta kucing kecewa 😽
Wawan: Lets go angkringan... miyong rice 🤣🤭
total 1 replies
Nawadipta
mitos populer nih, cukup di bantu tongkat (buta kan) bisa tuh. kalau gak indra arah hilang sama gampang jatoh, bukan di ganggu makhluk halus ya 🤣🤣
Wawan: Setan kok... bener loh 🤭🤣
total 1 replies
Nawadipta
rindu nilai rupiah dulu 🤣
Wawan: Pokoknya wesel sebulan empatpuluh ribu tuh dah kayak sultan 🤭
total 1 replies
Dhatu Lukita
🌹buatmu
Dhatu Lukita
nihh 🌹🫰
SANG
Lanjut ya dek💪👍
Dhatu Lukita
mawar untukmu biar semangat💪💪💪
Dhatu Lukita
juga mengingatkanku 2010 lalu🤭. haiisshhhh
Wawan: Apa tuh ... 🤭🤭🤭
total 1 replies
SANG
Lanjut dek👍💪
SANG
Keren deh💪👍
SANG
Semangat👍💪
SANG
Di rumah👍💪
SANG: Oke bro💪👍
total 2 replies
SANG
Kanjut👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!