NovelToon NovelToon
Kamu Bukan Yg Pertama

Kamu Bukan Yg Pertama

Status: tamat
Genre:Badboy / Nikahmuda / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:157.9k
Nilai: 5
Nama Author: en green

Pernikahan yang tak pernah kuharapkan tapi harus kulakukan sebagai bentuk baktiku pada kedua orang tua ku.

Aku tak pernah berfikir akan menikah di depan jenazah.

Di masjid itu jenazah mami terbujur diselimuti kain dan siap diberangkatkan setelah sebelumnya di mandikan, di kafani dan disolati.

Di depan jenazah mami, abah Fani dan Pak Basofi duduk bersila saling berhadapan dan siap melaksanakan ijab qobul.

"Sah...."

Air mataku jatuh lagi, resmi sudah aku menjadi seorang istri dari Basofi sudirman. Pria yang dijodohkan denganku yang juga merupakan atasanku.
-******-----****-***---***

Cerita ini sebagiannya adalah cerita nyata yang terjadi di keluarga jauh ku dan khusus untuk pembaca yang sudah menikah saja ya!

So... kalau yang ada yang terdampar dan sampai membaca tulisan ini aku ucapkan banyak terimakasih semoga ada yang bisa dipetik dan di ambil pelajarannya. Kalau ada yang mau like apalagi komen makasih banget.....

Thx all
😘😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon en green, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

rumah duka

Di dalam mobil dua orang yang duduk di jok belakang saling diam tanpa mengucap kata. Mereka sedang berselancar ke dunianya masing-masing.

Sofiyah melihat jalanan di kaca jendela tanpa mau membuka percakapan meskipun dia ingin sekali meminta ponselnya yang kini berada di pangkuan Basofi.

Sedangkan Basofi sendiri juga melakukan hal yang sama. Matanya seolah-olah sedang melihat jalanan lewat kaca jendela tapi pikirannya sedang berada di masa beberapa bulan yang lalu.

Ia ingat malam itu saat mengantar Sofiyah pulang kerja, pria yang sudah di panggilnya papi itu mengantarkannya sampai di depan mobilnya.

" Titip Sofiyah ya ko", kata pria yang bermata sipit itu padanya sambil menepuk pundaknya. Ia menjawab basa basi dan tak pernah punya prasangka apa-apa.

Setelah itu setiap Basofi kesana dengan berbagai alasan yang dia buat dia tak pernah bertemu lagi dengan calon mertua laki-lakinya. Entah beliau sedang ke kebun atau sedang berada di masjid tapi ia tak pernah melihatnya lagi setelah itu.

Ia menghela nafasnya kemudian melihat gadis yang duduk di dekatnya. Tangannya meraba-raba sesuatu yang ada di atas pangkuannya dan dia baru sadar jika sejak tadi tas milik Sofiyah masih ada padanya.

"Ay....!!". Sofiyah kini tertidur karena rasa lelah yang menderanya. Semalaman ia tak bisa tidur dengan nyenyak karena air matanya terus berjatuhan ketika mengingat ulah Basofi yang menciumnya dengan paksa.

"Aya....!". Basofi mencondongkan badannya karena tak mendapatkan respon dari gadis yang dipanggilnya.

Ia pun menaruh tas milik Sofiyah dipangkuan gadis itu pelan-pelan karena melihatnya memejamkan mata.

Tapi Sofiyah terjengat kaget dan langsung terbangun karena merasakan ada sesuatu yang menyentuh tangannya.

Ia melihat tas nya kini sudah berada di pangkuannya.

"Kau tidak apa-apa?". Tanya Babas dengan suara lembut yang tidak seperti biasanya. Bahkan Mikail yang sedang duduk di belakang kemudi juga menyadari jika bos nya yang aneh itu bicara dengan nada yang lembut tapi juga serius.

Sofiyah hanya menggelengkan kepala sambil membuka tas dan mengambil hapenya. Ia terlihat kecewa mendapati ponselnya mati karena kehabisan baterai.

Ia menghela nafasnya. Dan lelaki yang sejak tadi memperhatikannya berinisiatif meminjamkan hape untuk calon menantu kesayangan mamanya.

"Pakai ini..!", ujar Basofi dan lagi-lagi Sofiyah hanya menggelengkan kepalanya.

"Ambilkan power bank Mek!" Kata Basofi penuh perhatian.

Mikail yang sedang menyetir mengikuti petunjuk google maps dari ponselnya mencoba mengambil power bank dengan sebelah tangannya.

Basofi mengambilnya dari tangan Mikail dan memberikannya pada Sofiyah.

Gadis yang matanya masih sembab itu menerimanya sambil mengucapkan terima kasih dengan hanya menggerakkan bibirnya saja tanpa mengeluarkan suara. Ia segera menghubungkan kabel power bank dengan ponselnya.

Beberapa saat dia menunggu agar ponselnya terisi sedikit dan segera menyalakannya.

Sofiyah mengerutkan keningnya karena melihat panggilan dari papinya hingga 10 kali. Belum pernah sang papi melakukan hal seperti itu sebelumnya. Ia pun mencoba menghubungi nomer papinya dengan rasa penasaran dan mencoba menerka-nerka.

Bunyi tut tut itu sudah lama tapi tak diangkat juga. Kemudian ia mencoba lagi dan kali ketiga barulah ia bisa mendengar suara maminya yang terdengar serak seperti habis menangis.

"Mi... mami... kenapa?", tanyanya sudah mulai panik dan hatinya mulai resah takut jika sesuatu terjadi pada maminya.

"Cepat pulang nik... ditunggu sama papi!"

"Mi.... mami kenapa? Bilang dulu mi....!". Ia semakin berharap tidak ada sesuatu yang menimpa keluarganya.

Basofi mengambil hape Sofiyah yang masih berada di telinganya.

"Kami sudah di jalan mi...", kata Basofi kemudian.

"Titip Fia ya ko.....!"

Deg, entah kenapa hati Basofi merasa cemas mendengar kata yang sama dari dua orang yang sangat menyayangi Sofiyah.

"Iya mi... mami tenang saja.

Mami yang sabar ya mi!" Kata Basofi mencoba menenangkan calon mertuanya yang terdengar seperti menahan tangis. Ia juga mencoba meyakinkan dirinya agar bisa menepati kata-katanya sendiri.

Setelah saling mengucap salam, telpon pun ditutup dari seberang dan Basofi mengembalikan ponsel Sofiyah kembali.

"A-ada ada apa ko?", tanyanya terbata-bata. Matanya yang resah melihat Basofi dengan penuh tanda tanya.

"Kamu lapar? Kita makan siang dulu!". Basofi berniat baik pada calon istrinya agar ketika tahu kenyataan nanti setidaknya perutnya sudah terisi sehingga ia punya sisa tenaga meski harus bersedih lagi.

Sofiyah yang mendengarnya tentu saja menjadi kesal. Ia merasa sesuatu yang besar sedang terjadi dan pria itu menanggapinya dengan begitu santai.

Matanya melotot tajam pada Basofi dan pria yang ditatapnya menjadi salah tingkah. Ia menelan salivanya kemudian mencoba mencari kata agar bisa menyampaikan berita duka pada gadis di dekatnya.

"Aya.....".

"Ada apa ko?! Jangan bikin Fia bertanya-tanya?". Sofiyah menekan kata-katanya agar Basofi segera mengungkapkan rahasia yang diketahuinya.

"Papi....".

"Papi kenapa ko? Jangan berbelit-belit seperti itu!!!" Sofiyah nampak emosi dengan sikap Basofi yang terkesan mengulur waktu.

Basofi tidak melanjutkan kata-katanya karena mereka sudah sampai di depan gerbang pesantren. Ada bendera putih dengan tanda hijau yang menandakan bahwa disitu ada orang yang meninggal dan orang-orang yang lewat diharapkan berbela sungkawa.

Orang-orang banyak sudah berkumpul disekitar pesantren dan kediaman Sofiyah sekeluarga. Keranda dan payung untuk orang yang meninggal pun sudah berada di depan rumah kecil yang terletak di pojok area pesantren.

Sofiyah menoleh kearah jendela mobil dan melihat semuanya. Seakan tak percaya, ia kemudian menoleh ke arah Basofi untuk memastikan semuanya. Ia tak mau sesuatu yang terlintas dalam pikirannya itu nyata adanya.

"Papi kenapa ko ? Papi kenapa?!!". Ia berteriak sambil menangis berharap tak terjadi apa-apa pada papinya.

Basofi yang diam saja justru menegaskan jika apa yang dipikirkannya memang benar-benar terjadi.

"Ko...papi baik-baik saja kan?". Ia mulai menggoyang-nggoyangkan lengan Basofi untuk meminta jawaban.

"Sabar Ay........ Papi sudah dipanggil Tuhan...". Basofi menatap wajah Sofiyah dengan cemas.

"Kau bohong kau bohong!!!!!! Itu tidak benar itu tidak benar...!!!! Katakan kalau itu tidak benar!!!!" Sofiyah berteriak sambil memukul lengan dan pundak Basofi.

"Kau jahat kau jahat!!!! Kau orang yang paling jahat yang pernah aku kenal!!!" Teriakan Sofiyah membuat orang-orang yang berada di sekitar situ menoleh ke arah mobil nya Basofi.

Basofi hanya diam saja menerima pukulan bertubi-tubi dari sang gadis berharap semoga ia segera bisa tenang dan mengikuti prosesi acara pemakaman sampai selesai.

Pukulan Sofiyah semakin pelan dan beberapa detik kemudian badannya luruh jatuh ke dalam pelukan Basofi. Lelaki itu langsung sigap memeluk gadis kecilnya.

"Buka pintunya Mek!", teriaknya.

Mikail buru-buru membuka pintu mobil di sebelah Sofiyah dan pandangan para pelayatpun segera mengarah pada mereka.

Digendongnya Sofiyah yang pingsan dalam pelukannya. Menerobos para pelayat yang pandangannya mengikuti gerak langkah nya. Merekapun saling berbisik mencoba menerka itu siapa dan apa yang sebenarnya sedang terjadi.

Meski begitu mereka memberikan jalan dengan minggir teratur sehingga Basofi bisa dengan leluasa masuk ke dalam rumah duka.

Ibu-ibu yang sedang merangkai bunga di teras rumah panik melihat seorang lelaki berpakaian rapi yang belum mereka kenal menggendong Sofiyah putri pak Basuki dan sepertinya sudah mengenal tempat itu dengan baik. Kasak-kusuk pun makin ramai terdengar membuat suasana sedikit tidak kondusif.

"Kenapa Fiah ko?", Sang mami yang melihat putrinya di gendong calon menantunya ikut cemas. Rasa sedihnya kini bercampur dengan rasa panik karena putri kesayangannya kini sedang pingsan.

"Bawa ke kamarnya Fiah saja ko!". Wanita yang melahirkan Sofiyah itu berdiri dari duduknya dengan tertatih-tatih dan mamanya Basofi yang sudah hadir di situ ikut membantunya berdiri .

1
N Wage
sama2 memendam rasa...sama2 ego...sama2 sakit hati...hadddeeeeeh
N Wage
apa nama buku yg bisa kita baca utk mengenal2 sejarah wali songo ini thor?
N Wage: t kasih thor.
ya yg pernah saya dengar jg lebih banyak membicarakan karomah2 beliau2.
total 2 replies
N Wage
maaf ya thor,ceritamu bagus kok.
aku jg gak ngerti,kadang aku nemu novel yg ngelike sampai ribuan eh setelah ku baca biasa saja dan kadang halunya kebangetan.
Tp ada novel bagus,penulisannya bagus,tp terlalu realistis malah àpembacanya sepi.
hidup di dunia nyata itu berat makanya kita menghalu.
mungkin dlm dunia real kita2 ini
N Wage
kaca 1 arah namanya itu...bukan 2 arah.kalau 2 arah bisa saling melihat.
N Wage
sukaaaaaas
N Wage
ALLAH...kalau pembacaan mmg ada sebahagian kita melafaskan ALLOH.Tp kalau penulisan lebih afdol 'ALLAH'.maaf kalau salah.
Sativa Kyu
👍👍
Ahmad Abid
sampai bab ini ... kurasa critanya bagus kok...g ngebosenin . /Good/
en green: thx for your apreciate
total 1 replies
Endang
ceritanya bagus koq... jangan putus asa dulu... msh banyak yg setia utk membacanya
en green: makasiiih...../Heart/
total 1 replies
Ety Chandra
bagus ceritanya
en green: thx /Heart/
total 1 replies
gaby
Maaf kaka othor, abis baca awal bab sampe bab 4, aq loncat dulu ke endingnya, soalnya takut kecewa. Tp aq sependapat sm km ka, aq suka gedek baca novel yg tokoh utama cassanova tp dpt gadis virgin. Karena ada dalilnya, wanita baik2 utk lelaki baik2 pula, bgitu pula sebaliknya. Dan lbh gedek lg baca novel yg pemeran utamanya pelakor, merupakan hinaan bagi pembaca yg statusnya istri sah. Makasih atas crita yg sangat bagus & kayanya ga ada typo dlm penulisannya. Aq pamit dulu ka, mau lanjut mulai dr bab 4 lagi, karena endingnya memuaskan, aq jd semangat marathon. Maaf baru baca, karena baru nemu novel kaka othor😁😁
en green: Its ok. Terimakasih sudah mau baca dan meninggalkan jejak digital disini. salam kenal ya
total 1 replies
gaby
Awal yg bagus jalan critanya. Btw seumur2 baru ini aq baca novel dah 3bab tp ga tau nama tokoh utamanya.Si tokoh wanita cm crita versi dia tanpa.menyebutkan namanya siapa.
en green: sabar ya, othornya masih amatiran. Aku akan belajar lagi semangat....
total 1 replies
Bara Athallah
nah kn sofi tu FWB jg dulu tbknp dia g sadar ttg durinya dulu n sekarang malah ngatain Bas. dan g bs terima Bas krn masa lalu Bas
Satriawanty Meitridwi Irwansyah
wah bakal ketemu sama aa babas lg.🥰🥰
Shifa Burhan
ini yang paling susah dalam novel
pemeran utama wanita mengaku salah, menyesal, sujud minta maaf, dan berjuang dapat kesempatan

kesalahan sofiyah dia pada basofi udah sangat banyak
* dia memandang hina basofi tapi diri sendiri lebih hina (munafik)
* udah punya calon suami tapi berhubungan dengan pria lain, bahkan jalan dan sampi pergi ke hotel
* tidak jujur dia wanita bekas
* merasa paling baik tapi dirinya juga penzina
* berkali dia menyakiti basofi dan buat basofi menjatuhkan air mata

tapi tidak adalah kata maaf dan perjuangan dari sofiyah

ini yang susah dari novel karya wanita mereka akan mengentengkan semua kesalahan pemeran utama wanita da akan menganggap serius kesalahan pemeran utama pria
en green: ampuuun , maapkan diriku yang khilaf dan penuh dosa ini. Btw tahu nggak anaknya Sofiyah sama Babas namanya siapa? Laksamana Burhan kayak nama kamu
total 1 replies
en green
keren
nata
aba Fanani mirip kepala sekolah aq dlu,beliau jga punya bisnis percetakan,,, mungkin kebetulan ya Thor 🥰🥰💜😘
en green: eh kamu sekolah dimana?
total 1 replies
Bagja
kalau kenyataannya ga sesuai dalil itu itu gmn ya kak othor? apakah tuhan/allah itu tdk adil? ga sesuai dgn yg diucapkannya?
Bagja: gt ya kak. mungkin wanita lbh mudah menerima drp ld pria. tp sepertinya krg adil aja ya. krn ttp aja kondisinya berbeda baik laki2 apalagi wanita yg sudah tersentuh itu
total 2 replies
Bagja
bener bgt kak. nyesek bgt rasanya baca/liat yg begituan. enak bgt hidupnya, bisa bebas sblm nikah. eh pas udah nikah dapet terjaga. berasa ga adil gitu apalagi ada cerita laki2 yg jaga bgt dirinya eh malah dapet yg bekas pakai entah brp yg pakai juga. makasih buat jd penyeimbah di ketidakadilan yg terjadi ini ya kak othor...
Bagja
WO atau IO ka?
Bagja: iya ka. bahkan EO kadang juga ngatur acara keseluruhan wedding, dan utk acara utama wedding diatur sama WO. CMIIW
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!