NovelToon NovelToon
PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

PENDAWA (Pesona Janda Anak Dua)

Status: tamat
Genre:Romantis / Janda / Tamat
Popularitas:712.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE & LOMPAT BAB. HARGAI PENULIS!


“Aku sudah putuskan. Aku ingin mengakhiri hubungan kita,” Tegas Danu, tunangan Zivanya sang janda yang beranak dua.

“Apa maksudmu, Bang?” tanya Zivanya, berharap semua yang ia dengar salah.

“Ku rasa, aku tidak perlu mengulang kata-kataku. Semua yang aku katakan sudah cukup jelas, aku ingin kita mengakhiri semuanya,” Lagi, Danu mengulang perkataannya.

“Tapi kenapa, Bang?” Air mata Zivanya luruh. Ia tidak dapat menahan tangisnya.


Zivanya, Janda muda yang memiliki dua anak, di putuskan begitu saja oleh tunangannya. Ternyata, alasan yang ada dibalik putusnya hubungan meraka sungguh menyakitkan. Membuat Zivanya berubah menjadi pribadi yang lain.


~Pesona Janda Anak Dua~
"Zivanya Anatasya"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

“Janda itu lagi! Masih berani dia balik lagi ke komplek ini?” Ibu yang paling julid itu menujuk Zivanya dengan tidak suka.

“Ehemmm!” Arya berdehem, menghentikan kegaduhan para ibu-ibu itu.

“Kalian dengar, janda yang sering kalian hina ini, adalah pemilik asli dari komplek anggrek!” jelas Arya.

Makin kasak kusuk lah warga yang ada di sana. Semua warga yang berkumpul adalah, warga yang memang menunggak pembayaran sewa. Sedangkan yang tidak menunggak tidak di pinta untuk berkumpul oleh Arya.

“Gak mungkin, kalau dia pemilik komplek ini! Kenapa dia mau tinggal di tempat ini!”

“Saya, memang pemilik komplek ini! Sayalah Zivanya Anastasya janda beranak dua yang selalu kalian sebut sebagai janda penggoda di komplek ini. Mukin, karena pada dasarnya, janda adalah wanita hina dan tidak baik, makanya kalian selalu memandang rendah dan benci terhadap saya,” kata Zivanya. Sejenak ia menjeda perkataannya. “Sebenarnya, saya tidak ingin membuka jati diri saya, tapi karena paksaan dari Arya, calon suami saya. Maka dari itu, saat ini saya hadir di hadapan kalian semua, sebagai Zivanya Anastasya pemilik komplek ini untuk meminta pelunasan tunggakan kalian! Bukan sebagai, Zivanya janda yang ingin selalu kalian hina.”

Setelah Zivanya selesai berbicara panjang lebar, Arya merengkuh tubuhnya. Dan Arya, memerintahkan Willy memperlihatkan berkas dan dokumen kepemilikan lahan komplek itu.

“Wil, perlihatkan pada mereka semua. Agar mereka percaya, dan tidak menghina tunanganku lagi!”

“Baik, Bang!” Willy berusaha mengubah panggilannya pada Arya dengan sebutan Abang seperti Mei.

Willy memperlihatkan berkas dan dokumen kepemilikan lahan komplek itu kepada seluruh warga yang hadir. Setelah melihat itu, ibu-ibu yang selalu menjahati Zivanya, menjadi gemetar ketakutan.

“Jika kalian sudah percaya, segera lunasi tunggakan kalian. Jika tidak, silahkan angkat kaki dari rumah masing-masing!” Arya segera menggandeng Zivanya berjalan memasuki mobil.

“Mbak Zivanya, tunggu!” cegah para ibu-ibu.

Arya dan Zivanya menghentikan langkah mereka.

“Ada apa?” tanya Zivanya dengan nada dingin.

“Tolong maafkan kami, tolong beri kamu waktu untuk melunasi tunggakan nya!” ujar seorang ibu-ibu.

“Sudah sampai di tahap ini. Maaf, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Semuanya sudah resmi menjadi urusan Arya, calon suami saya. Jadi, silahkan kalian selesaikan pada anak buah kami!”

“Ayo, Beng. Aku lapar,” kata Zivanya dengan manja pada Arya, setelah ia berkata tegas pada ibu-ibu yang menahannya.

Arya pun segera membawa Zivanya pergi dari komplek itu, tugas warga komplek di serahkan sepenuhnya pada Willy dan beberapa anak buah lainnya.

“Ternyata, Mbak Zivanya bukan orang dari kalangan biasa. Dia janda konglomerat,” guman Rendi. “Untung saja, selama ini, ibu gak banyak nyinggung Mbak Zivanya.” Sambungnya.

“Kenapa, Ren?” tanya ibu Rendi yang tiba-tiba berada di belakang Rendi. Di sudut keramaian tempat itu.

“Ehh, Ibu. Itu, Bu. Para ibu-ibu itu yang nunggak pembayaran tempat tinggal mereka, bakalan di usir!” Rendi menujuk para ibu-ibu yang sedang bingung bahkan ada yang sudah menangis itu.

“Ibu juga gak nyangka, kalo janda itu yang punya komplek ini!” ujar ibu Rendi.

“Untung aja, ibu gak ikutan para warga buat menggerebek Mbak Zivanya sore kemaren,” kata Rendi. “Kalo ikut, Rendi pastiin, Bang galak itu, gak akan ngelepasin kita.”

“Bang galak siapa?” tanya Ibu Rendi.

“Itu, tunangan Mbak Vanya, Rendu hampir di sembelih karena ketauan ngapelin Mbak Vanya. Upss!” Rendi sadar dan segera menutup mulutnya.

“Oo.. Kamu kecil-kecil suka ngapelin janda ya! Ayo pulang, masuk kamar terus belajar. Bentar lagi ujian!” ibu Rendi menarik telinga Rendi. Dan mengajak Rendi pulang.

“Auu.. Ampun, Bu. Lagian Cuma 4x Rendi main ke rumah Mbak Vanya!”

.

.

.

“Beng, kita ke warung pecel yuk,” kata Zivanya sambil menempelkan bahunya pada lengan Arya yang sedang menyetir.

“Pecel? Di mana? Enak gak?” tanya Arya.

“Hihihik.. Di pinggir jalan, rasanya pasti enak,” kata Zivanya.

“Tapi, aku gak pengen makan yang lain. Pengennya makan kamu,” ucap Arya sambil mencubit dagu Zivanya dengan tangan kanannya.

“Gak usah berjanda kenapa, Beng?”

“Bercanda sayang, bukan berjanda,” ucap Arya membenarkan perkataan Zivanya.

“Udah tauk!”

“Aku seriusan nih! Abis makan, kamu harus siap-siap. Sore ini juga, kita harus menikah,” kata Arya. Maka mendelik lah sepasang mata Zivanya.

BERSAMBUNG!

1
Dulkarim Muda
katanya makannya pilihan, ternyata seblak oke juga yah🙂
Safa Almira
bagus semua cerita nya
Ersa
Luar biasa
Mr.VANO
masih dlm menyima
Ibuk Kumaiyah
salam sehat sukses selalu semangat buat penulis untuk cerita aku sih yang penting heppy ending gak gantung dan menarik aku cuman bisa menikmati gak bisa buat jadi apa pun yang terjadi jangan putus harapan
Haloooww: Halo Kak! Mampir juga yuk ke novel My cool Duda 😍 mohon dukungannya 💗💗
total 1 replies
Soraya
permisi numpang duduk dl ya kak
Juragan Jengqol
banyak janda yang baik dan mampu menjaga marwah-nya. namun penggambaran tokoh zevanya kok menurut saya kurang baik ya...
Juragan Jengqol
kalo keluar pake baju yang lebih tertutup. kan jadi bikin heboh....
Juragan Jengqol
terharu sama mei, thor
Alya Yuni
Anknya msih kecil dah gtal mau nikah lki dsar prmpuan bodoh pantas orng blng jnda pegoda
Alya Yuni
Dah tau ngapain tangisi lki mcm si Danu
Mia
bego emg dengan sikaplu begitu lu bisa sembuh
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat thor😍
As Cempreng tikttok @adeas50
semangat kaakaaaaa...kopi untuk mu thor
najwa arsha
cucok Ka visualnya..semangat
Erik Herawati
laporin aja ke pihak berwajib, lagian punya kekuatan apa Danu, othor gimana sih, lagian baru tunangan tapi gayanya kaya yang udah nguasain zivanya
Erik Herawati
zivanya kaya buat apa mikirin cowok begitu gak kepel dong
Endang Werdiningsih
arya mulut'a jd lambe lemes lebih" dr emak" berdaster,,,😀
Endang Werdiningsih
biarlah danu menyesali semua perbuatan'a,,, bikin dia sadar,,, karena ga semua orang jahat akan berakhir jahat,,, kalo kinanti msh ga mau sadar berarti mau dimandiin pake air cabe biar otak'a jd fresh
Siti Sri Wahyuni
Mampir 😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!