Dimas Darmawan, seorang dokter muda yang terpaksa menikahi mantan istri sahabatnya bernama Winda Alicia.
Bayu, sahabat Dimas yang merupakan mantan suami Winda. Bayu merencanakan pernikahan Dimas dan Winda agar dia bisa rujuk kembali dengan Winda setelah jatuh talak 3.
Hanya enam bulan pernikahan dan mereka harus bercerai.
Apa yang membuat Bayu begitu gigih berusaha ingin rujuk dengan Winda?
Dapatkah Dimas menjaga istri titipan talak 3 sahabatnya?
Ataukah cinta akan tumbuh diantara mereka setelah menikah dan menjadi dilema bagi Dimas?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eni pua, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Bertemu Bayu
Dua tahun rupanya sudah berlalu. Bagi sebagian orang, waktu dua tahun bukan waktu yang lama. Tetapi bagi Dimas, dua tahun bagaikan sepuluh tahun.
Hari-hari yang dia lalui tanpa Winda adalah hal terburuk dalam hidupnya. Lebih buruk dari saat dia berpisah dengan Maya. Dulu dia merasa Maya yang bersalah dan dia ingin melupakannya. Tetapi kali ini dialah yang merasa bersalah hingga membuat Winda pergi. Sulit baginya untuk menghapus kenangan juga cinta yang ada.
Tok tok tok.
"Masuk."
Suara ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Ternyata Maya datang untuk mengajaknya makan malam bersama Megan, putranya.
"Mas Dimas. Sudah lama kita tidak makan malam bersama. Bagaimana kalau malam ini kita makan malam bersama?" tanya Maya penuh harap.
"Aku tidak bisa, Maya. Malam ini aku akan ada operasi. Lain kali saja," jawab Dimas datar.
Maya kecewa, karena Dimas selalu saja menggunakan Pekerjaannya sebagai tameng untuk menolaknya.
Dimas tersenyum dalam hati karena berhasil menolak keinginan Maya untuk yang kesekian kali. Malam ini dia ingin makan malam sendiri di restoran tempat dia dulu bersama Winda. Dia ingin mengenang masa itu dan mengulanginya lagi meskipun tanpa Winda.
Sepulang kerja, dia langsung menuju restoran yang memberinya banyak kenangan tentang Winda. Kegagalannya untuk kedua kali dalam memberikan tanda cintanya. Meski begitu, tempat ini adalah tempat favorit mereka.
Di meja yang sama dan suasana yang memang sudah banyak berubah setelah dua tahun lamanya. Dimas memesan makanan kesukaan Winda yang nanti akan menemaninya makan seperti biasanya.
"Tuan, mau pesan apa? Apa seperti yang biasanya?" tanya pelayan.
"Iya, seperti biasanya. Tapi kali ini tambahkan es krim sebagai makanan penutupnya," jawab Dimas.
"Baik tuan, silakan ditunggu. Pesanan akan segera datang," kata pelayan itu.
Dimas memang sering makan disini, dimeja yang sama sehingga semua pelayan disini sudah mengenalnya dengan baik sebagai pelanggan tetap.
Tak lama kemudian, pesanan datang. Dimas memandangi semua makanan yang ada diatas mejanya. Tak terasa sebutir air jatuh dari sudut matanya.
Winda.
Ucapnya lirih dan hanya dia yang sanggup mendengarnya.
"Dimas..."
Suara yang sangat dia kenal. Dan suara itu sanggup membangkitkan emosinya seketika itu juga. Matanya merah menatap wajah yang tersenyum mengejeknya.
"Bayu..."
Dimas mencoba membalas senyum Bayu dengan senyum penuh amarah. Tetapi Dimas sadar. Ketika dia marah pada Bayu, itu akan menunjukan bahwa dia tidak percaya dengan Winda.
Dimas menghela nafas panjang dan mempersilakan Bayu duduk.
"Mari, sahabat lama. Kita akhirnya bertemu kembali," kata Dimas basa basi.
"Sahabat, sahabat..." kata Bayu sambil tertawa penuh ejekan.
"Bagaimana keadaan kamu? Katanya kamu pergi untuk berobat. Berobat apa?" tanya Dimas.
"Rupanya kepergianku membuatmu penasaran bukan? Bagaimana keadaan kamu juga. Kamu pasti sangat sedih setelah ditinggalkan Winda begitu lama. Apakah kamu memutuskan untuk bercerai?" tanya Bayu penuh rasa senang melihat Dimas menderita.
"Itu bukan urusan kamu?!" jawab Dimas kesal.
"Tentu saja urusanku. Karena setelah kalian bercerai, Winda akan menjadi milikku seutuhnya," jawab Bayu.
"Setelah sekian lama, kamu masih belum menyerah, Bayu."
"Kamu juga. Setelah ditinggal Winda kamu masih saja menunggunya."
"Kita berbeda. Winda adalah istriku dan kamu siapanya? Hanya mantan," ucap Dimas sambil tersenyum mengejek.
"Apa kau tidak ingin tahu kabar Winda sekarang? Dia sangat bahagia hidup bersamaku di luar negeri. Karena kami saling mencintai. Dia tidak pernah sedikitpun ingat padamu," ucap Bayu bangga.
"Apa kamu bilang? Dia bersamamu? Tidak mungkin, kamu pembohong besar Bayu!" teriak Dimas hingga menarik perhatian sekitar.
"Jangan membohongi hatimu sendiri Dimas. Sebenarnya dalam hatimu, kamu juga berpikir begitu bukan?" kata Bayu sambil tertawa.
"Kalau selama ini dia bersamamu, kenapa kamu tidak membawanya?"
"Hahaha...Untuk apa? Supaya kamu bertemu dia? Tidak, aku tidak akan membiarkan Kalian bertemu lagi."
Saat mereka mulai bersitegang, datanglah serombongan model yang membuat suasana restoran menjadi ramai. Beberapa meminta tandatangan dan foto bersama. Lebih mengejutkan lagi, diantara mereka terlihat sesosok wanita yang sangat cantik dan elegan.
Dimas dan Bayu terperangah bahkan mereka saling mencubit untuk meyakinkan mereka jika mereka tidak sedang bermimpi.
"Winda..."
Hanya kata itu yang terucap dari mulut kedua pria yang sama-sama merindukan Winda.
Bersambung...
Sebab rugi punya ayah dia lemot dan lambat dalam bertindak
Semoga cepat mati
Jdi cerita pun tamat
Geram aku
Makanya ada msalah di bicarakan sama suami
Jngan sok2 simpan sendiri
Kembali lah Kau sama bayu tu
Dasar perempuan bego
nti ketemu sdh pd dewasa gt ya thor...sotoy akutuh 🤣🤣