NovelToon NovelToon
Bukan Suami Impian

Bukan Suami Impian

Status: tamat
Genre:Perjodohan / Romantis / Tamat
Popularitas:199.7k
Nilai: 5
Nama Author: chustnoel chofa

Viona Karisma, adalah wanita yang berusia menuju 25 tahun, cantik, seksi dan karir yang cemerlang, tapi tidak dengan kisah percintaannya, beberapa kali menjalin hubungan dengan lawan jenis selalu berakhir dengan kegagalan.
Hingga akhirnya sang Mama me jadi resah, dan berniat menjodohkan putri semata wayangnya dengan Reno Bagaskara yang mempunyai sebuah bengkel cukup besar.
Apakah Viona akan mau menerima perjodohan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon chustnoel chofa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Istri yang gagal

🌸

🌸

Viona hanya membeku, Reno melewati tanpa mau menatap wajahnya yang sudah begitu cemas memikirkan suaminya. Wanita muda yang memakai piyama tidur itu menghela napas, yang terasa berat.

"Waalaikumsalam ... " Sahutnya lirih. Bergegas menutup pintu dan menguncinya, lalu menyusul sang suami, kali ini tidak apa kalo harus mengalah, dan meminta maaf, toh itu semua karena kecerobohannya.

"Mas, sudah makan apa belum?" Tanya Viona saat mendapati suami nya sedang membawa handuk, keluar dari kamar, pasti dia akan pergi mandi.

"Belum." Jawab Reno singkat, tanpa senyuman manis seperti biasa. Wajahnya begitu datar dan dingin.

"Mau aku masakin sesuatu?" Viona menatap suaminya dengan senyuman manis, dan membuat Reno mengerutkan dahi, memandangnya. Seoalah-olah menegaskan apa yang dia dengar tadi benar, sang istri manjanya menawarkan memasak makanan untuknya.

Reno tersenyum sinis, sebenarnya dia tak tega melihat wajah istrinya yang terlihat begitu tulus ingin menyenangkan dirinya, tapi rasa cemburu masih begitu mendominasi hatinya saat ini.

"Yakin bisa masak?" Tanya Reno, bertolak pinggang mengamati Viona, yang selalu begitu cantik dalam keadaan bagaimanapun, dan dengan busana apapun. Terlebih saat tidak memakai busana, kecantikannya terlihat begitu keluar.

Oh Shi*** ... apa yang aku pikirkan. Reno mengumpat dalam hati, saat pikiran kotor melintas dalam benaknya.

"Akan aku usahakan Mas." Wajah cantik itu berbinar bahagia. Membuat Reno tak tega untuk menolaknya.

"Terserah, pastikan bisa di makan manusia." Pesannya, sebelum melesat pergi ke kamar mandi.

Viona bergegas ke dapur, yang ada di sebelah kamar mandi, membuka lemari es yang berada di sudut dapur, lalu meraih dua butir telor, dan beberapa helai daun bawang. Berniat membuat telur dadar saja, masakan simpel yang mungkin bisa dia buat.

Setelah memecahkan dua telur pada mangkuk lalu mengiris daun bawang, setelah terlebih dulu mencucinya, dan memasukkan ke dalam mangkuk yang sudah berisi dua butir telur tadi. Tidak lupa memberi sedikit garam dan kaldu jamur, lalu mengocoknya.

Setelah memanaskan minyak di dalam wajan, Viona segera menuang telurnya ke dalam wajan.

Reno sudah selesai mandi, dan dia tersenyum tipis, saat melihat betapa serius sang istri yang sedang memasak telur itu. Hatinya menghangat, kalo saja dia tidak dalam mode ngambek, pasti akan dia peluk pinggang ramping sang istri, dan menempelinya semalaman.

"Sudah selesai mandi Mas? Apa tidak dingin, tadinya aku mau memasak air buat Mas mandi, tapi Mas keburu masuk kamar mandi." Entah sejak kapan, istrinya berubah jadi cerewet seperti itu.

"Hemm." Reno hanya mengguman, lalu mendudukkan bokongnya di atas kursi di ruang makan, yang menyatu dengan dapurnya.

Viona segera menghidangkan telur yang sudah dia angkat, dan di letakkan di atas piring. Kemudian mengambilkan nasi, dan menyerahkan kepada suaminya.

"Mas mau minum teh atau kopi?" Tanya Viona lagi, suaminya sudah mulai menyuapkan nasi dan telur ke dalam mulutnya.

"Air putih aja." Jawabnya dengan mulut penuh makanan.

"Baiklah." Dengan cekatan Viona menuang air putih ke dalam gelas, dan meletakkan di di depan Reno.

"Enak nggak Mas?" Tanya Viona, dia duduk di kursi yang ada di seberang Reno.

"Lumayan." Reno menjawab tanpa menoleh pada lawan bicaranya, memang cukup lumayan telur yang di masak oleh istrinya, setidaknya bisa di terima oleh lidahnya. Dia patut memberi apresiasi untuk kerja keras istrinya kali ini.

Walaupun hanya memasak telur, itu sudah cukup membuat Reno senang, karena sejak kecil, istrinya memang tidak pernah memegang alat-alat dapur.

"makasih, Mas." Wajah cantik itu bertambah menggemaskan saat tersenyum bahagia seperti itu, membuat Reno menggeram karena kesal.

"Biasa saja, hanya telur kan? anak TK juga bisa." kata-kata yang cukup pedas keluar dari bibir Reno tanpa terasa, membuat senyum Viona perlahan surut, dan berganti dengan mendung yang menggelayutinya.

Reno terdiam, dia merasa sudah sangat keterlaluan karena begitu tega berkata seperti itu kepada Viona, tapi mau bagaimana lagi, saat ini dia masih sangat cemburu dan kesal kepada Viona.

"Aku masuk dulu Mas, kalo sudah selesai makan, biarkan saja di meja, akan aku cuci besok pagi." Viona beranjak bangun, dengan rasa kecewa yang begitu dalam dia rasa.

Reno tertegun, menatap punggung sang istri yang perlahan menghilang dari balik pintu kamar. Perlahan pria itu meletakkan sendok dan menyandarkan punggungnya ke belakang.

Mengusap wajah dengan frustasi.

Menyesal karena sudah menyakiti hati istrinya, dan dia memang harus minta maaf. Segera menyelesaikan makan malamnya, lalu beranjak dan menyusul Viona masuk ke dalam kamar.

Reno menarik napas, saat melihat Viona sudah meringkuk, membelakangi pintu. Terlihat bahunya berguncang kecil, seperti sedang menangis. Reno tersentak, bergegas mendatangi sang istri dan duduk di berjongkok di depan Viona.

Sesuai tebakannya, istrinya sedang menangis, dan itu membuat Reno merasa bersalah.

"Maafkan aku."

Tangis Viona bertambah keras, dia membalik tubuh, memunggungi suaminya lagi, rasa kecewa karena hinaan sang suami sangat menggores harga dirinya. Bagaimana bisa, suami yang begitu sabar dan tulus, tega mengeluarkan kata-kata sinis seperti tadi.

"Aku yang salah Mas, aku yang harusnya minta maaf." Viona masih betah terisak."Maaf aku belum bisa jadi istri yang baik, maafkan aku kalo selalu membuat kamu kesal."

"Sa-sayang ... " Tenggorokan Reno tercekat, rasanya ada duri yang tersangkut di tengahnya.

"Kembalikan saja aku kepada arang tuaku, Mas. Aku nggak mau jadi beban hidupmu."

"Apa!" Mata Reno melotot, dia tersentak mendengar ucapan istrinya.

bersambung...

🌸

🌸

1
DenMasHerryGrp
viona bodoh..apapun alasan jangan bersentuhan bahkan pelukan sama beruk kondor mantan..itu salah besar...ngerti gak wanita oon...
Nanang Aja
kalau istri lagi pengen bawaanya ngambek
Nanang Aja
ke bayang nikmat nya😁
Nanang Aja
cie cie cie ada yg cem......... 😁
ione
Luar biasa
Shifa Burhan
tidak bisa kah kalian sebagai wanita buat cerita istrisakah ya salah, dia minta maaf dan berusaha meluluhkan hati suaminya tampa membuat drama2 pemutar balik fakta jadi seolah2 suami balik yang salah

simple istri salah ya salah tidak usah buat drama2 lagi,
Tati Rosyati
makin seru ceritanya... semangatt terus thor...
Santi Rizal
gitu dong masalah cepat selesai
Santi Rizal
janda gatel Amira
Santi Rizal
mama Mela keren memberikan nasihat yg baik buat Vio
Santi Rizal
gitu dong Vio... belajar jadi istri yang baik
Santi Rizal
akhirnya satu persatu terlaksana
Santi Rizal
Reno sabar banget... viona keterlaluan deh...masa lom melaksanakan kewajiban sebagai istri
Santi Rizal
gemesin banget Reno SM viona... udah nikah msh jaga jarak... keren
Santi Rizal
aku suka banget cerita nya
Isna mansur
ceritanya seru Thor..aku suka..semangat berkaryanya..
👍👍👍
Ronawati Bend
selamat baby ken, saking asik baca rupanya dah tamat aja. makasih tuk cerita yang bagus ini.
Ronawati Bend
akhirnya.... setelah lama menunggu ya mas reno.
Ronawati Bend
good
nisa
mksih kk ok critanya👌👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!