Sebagaimana Tata Surya berada dalam lintasan rotasinya, demikianlah hidup seseorang berada dalam lintasan garis kehidupannya.
Diantara banyaknya garis kehidupan, yang paling sering menjadi perbincangan dan menarik untuk dikisahkan adalah :
*Garis Kehidupan Percintaan*
Karena di garis ini, ada banyak unsur dalam diri seseorang yang bisa mempengaruhi hidupnya dan hidup orang lain.
Sebagaimana garis kehidupan percintaan gadis bernama Kandara Suwendra, seorang Programmer dari Indonesia dengan Darel Kei, seorang member boyband yang terkenal dari Korea Selatan.
Mungkin menurut perspektif kita, Darel dan Kandara berada dalam lintasan garis kehidupan yang berbeda.
Tetapi bukankah ;
"Kehidupan ini, ada yang mengaturnya?"
*Ini karya pertamaku. Mohon dukungannya, ya.🙏🏻❤
*Selamat Membaca.*
🙏🏻Semoga terhibur dan tetap semangat.😊❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Bersabar
...~•Happy Reading•~...
Manager restaurant sangat senang ketika Mikha mengatakan, Darel Kei akan bernyanyi. Mikha memintanya untuk diumumkan dengan beberapa syarat, saat Darel bernyanyi tidak boleh direkam.
Saat diumumkan bahwa Darel Kei akan bernyanyi, para pengunjung sangat senang dan bertepuk tangan riang. Mereka dengan senang hati, tidak merekam seperti yang diminta.
Bagi mereka, ini merupakan bonus makan siang. Mereka bisa menyaksikan live music Darel secara gratis. Terutama diantara mereka ada fans Melo dan telah melihat wawancara Darel di TV AA.
Setelah dipersilahkan oleh Manager restaurant, Darel segera maju mendekati piano, membungkukkan badan memberi hormat lalu duduk di belakang piano. Dia merasa sangat berbeda ketika sudah duduk dibelakang piano. Perasaannya seakan tercurah di tempat itu.
Sebelum memainkan piano, Darel menyapa kedua orang tuanya yang dia yakin sedang melihatnya dari ruang privat. Dia juga menyapa pengunjung yang hadir di Relkha Restaurant.
"Selamat siang dan selamat makan siang semua tamu Relkha Restaurant. Hari ini, saya akan menyanyikan sebuah lagu untuk kedua orang tua kami yang sudah meluangkan waktu untuk makan siang bersama kami." Ucap Darel sebelum memainkan piano. Dia menyadari, waktu yang sangat terbatas yang dia sediakan bagi orang tuanya setelah dia berkarier di dunia musik.
"Karena kesibukan kami masing-masing, hal yang begini mudah dan sederhana menjadi sangat sulit untuk kami lakukan sebagai keluarga. Jadi bagi keluarga yang masih bisa menikmati makan bersama, bersyukurlah...!" Ucapan Darel membuat Mikha terharu.
Mikha mengingat ketika mereka masih kecil, dia dan Darel setiap hari bisa berkumpul dan makan bersama, terutama makan malam. Mereka makan sambil menceritakan apa yang dilakukan hari itu.
Kalau Pak Darpha tugas ke luar negeri, Bu Richel akan tinggal di rumah bersama mereka. Setelah mereka mulai bekerja, Bu Richel tidak tinggal di rumah lagi, tetapi ikut Pak Darpha ke luar negeri. Kadang bisa berbulan-bulan. Sehingga seperti yang dikatakan Darel. Hal yang sederhana, tetapi sangat sulit mereka lakukan.
"Semoga lagu ini bisa menghibur dan menyenangkan hati kedua orang tua kami. Dan juga, semoga bisa menghibur bagi yang mendengar." Ucapan Darel disambut tepuk tangan meria.
Darel langsung memainkan instrumentalia satu lagunya dengan piano. Ketika melihat wajah-wajah yang senang dan ceria mendengar permainan pianonya, Darel menyanyikan sebuah lagu lama ciptaannya dan telah diaransemen ulang untuk dinyanyikan lagi.
Darel telah mengaransemen ulang beberapa lagu lama yang diciptakan untuk Melo. Sehingga dia bisa menyanyikan sendiri dengan suara merdunya.
Setelah Darel bernyanyi dan kembali ke ruangan privat, kedua orang tuanya langsung berdiri dan menyambutnya dengan pelukan sayang. Begitupun dengan Mikha, dia menyambut Darel dengan pelukan hangat dan bangga.
Para pengunjung restaurant juga memberikan applause dan mengucapkan terima kasih ketika Darel turun dan berjalan melewati meja mereka. Mereka takjub melihat Darel dan tidak menyangka akan bertemu dan mendengar suara Darel secara langsung.
Darel merasa senang melihat kedua orang tuanya tersenyum bahagia. Dia menyadari, orang tuanya tidak membutuhkan pemberian berupa materi agar bisa bahagia. Karena mereka sudah memiliki materi lebih dari cukup.
"Mommy, mau jalan-jalan Mall ini? Mari Mikha antar, berkeliling. Biar Darel dan Daddy di sini." Ucap Mikha, ketika melihat senyuman di wajah Bu Richel dan dia ingin menyenangkannya juga.
"Nanti saja Mikha, kalau Daddy ada di kantor, baru Mommy hubungi Mikha untuk lihat-lihat. Mommy lagi senang bisa bersama kalian." Ucap Bu Richel.
"Ok, Mom. Kalau mau ke sini, Mommy kasih tahu saja, nanti Mikha tunggu Mommy di sini." Bu Richel mengangguk mengiyakan.
Setelah makan siang, Darel dan Mikha mengantar kedua orang tuanya kembali ke kantor. Sekalian Darel memgambil mobilnya di tempat parkir Jion Comp. Kemudian Darel mengantar Mikha ke hotel. Di dalam mobil, mereka membicarakan perkembangan bisnis yang sedang digeluti.
"Darel, nanti aku akan berikan video yang aku rekam tadi untuk tim yang kelola channel, ya. Agar mereka bisa upload di channelmu." Mikha memberikan ide. Darel mengangguk mengiyakan.
"Tapi kirim ke aku saja. Aku mau ke studio, nanti sekalian aku lihat dan bicarakan dengan mereka." Darel ingin melihat video terlebih dahulu sebelum diperlihatkan kepada tim yang kelola channelnya.
Mikha mengangguk mengerti dan dia teringat kejadian di restaurant. "Ooh iya, Darel. Sampai kapan kita menyembunyikan Hotel dan Mall dari Mommy dan Deddy? Tadi Mommy membuatku terkejut saat tanya tentang Mall" Ucap Mikha mengingat pertanyaan Mommynya.
"Pasti ada waktu yang tepat untuk kita beritahukan mereka. Sabar dan tunggu momen yang tepat." Jawab Darel, sambil memikirkan ucapan Mikha. Dia belum tahu waktu yang tepat untuk berbicara dengan kedua orang tuanya.
"Ok, bagaimana baik menurutmu, aku akan ikut keputusanmu." Ucap Mikha. Dia yakin, Darel tahu waktu yang baik dan tepat untuk dibicarakan dengan kedua orang tua mereka.
Setelah mengantar Mikha ke hotel, Darel menuju studio untuk bertemu dengan asistennya. Ada banyak pekerjaan yang sedang menunggu untuk dibicarakan. Sekalian juga melihat hasil rekaman Mikha saat dirinya bernyanyi.
Dia ingin video tersebut diupload di channel youtubenya. Oleh sebab itu, setelah tiba di studio Darel mengajak tim ke lantai dua untuk memperlihatkan dan membahas videonya.
Darel sangat senang melihat hasil rekaman Mikha, ketika keluarganya sedang makan siang. Orang tuanya tidak terlihat dengan jelas. Dia meminta tim menyimpan beberapa bagian rekaman yang nanti dipakai sendiri.
Sedangkan rekaman saat dia sedang bernyanyi, dia mengijinkan mereka untuk mengupload setelah lakukan editan. Setelah itu, Darel masuk ke ruang musik untuk menulis lagu yang tertunda beberapa kali. Dia ingin segera selesai dan merekam.
Sejenak, hatinya tergerak untuk membuka channel youtubenya. Dia ingin melihat dan membaca komentar yang ada di kolom komentar. 'Mungkin saja ada nama atau wajah Dara di sana.' Pikirnya dan berharap.
Hatinya masih berharap, bisa menemukan Dara. Tetapi sejauh mata mencari, dia tidak melihatnya. 'Dara, aku tahu kau melihat semua ini. Muncullah, atau hubungi aku.' Pintanya dalam hati.
Kadang Darel berusaha menyibukan diri, dengan berbagai kegiatan agar bisa melupakan keresahan hatinya. Tetapi disaat-saat sendiri seperti ini, Dara selalu hadir dan mengacak hatinya.
'Aku harus lebih sabar dan harus belajar sabar. Ini baru tiga bulan lebih, tetapi terasa sudah sangat lama. Waktu seakan berjalan sangat lambat.' Batin Darel lagi.
Ketika mencari, yang dia temukan; banyak orang menerima karyanya. Ada yang memberikan banyak ❤, dan juga banyak yang menyemangatinya. Ada juga yang berkata negatif. Seperti ada banyak yang suka, dan ada yang tidak suka. Hal itu diterima sebagai kontrol, agar tidak berada pada jalur kesombongan yang mencelakakannya.
Darel kembali melihat channel youtubenya. Karena mereka sudah mengupload video saat dia bernyanyi tadi siang untuk menghibur orang tuanya.
Timnya telah melakukan sedikit editan seperti yang diminta dan hasilnya benar-benar bagus. Teamnya sangat kreatif dan sangat memuaskan hati Darel. 'Semoga video ini juga bisa menghiburmu.' Darel membatin mengingat Dara.
...°-° Kesabaran harus dilatih, karena kesabaran itu tidak instan °-°...
...~***~...
...~●○♡○●~...