ini tentang kisah seorang dokter yang sangat handal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sabrina chaiden ririi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
IBU SURI SAKIT KEMBALI
"Baik yang mulia.Hamba laksanakan keputusan yang mulia." Jawab tuan wei dengan sedikit tersenyum saat dia menunduk.
"Hari ini,Anda saya ceraikan nona ketiga Hong.Mahar serta barang barang anda akan saya kirim kekediaman hong Saat ini juga." tambah tuan hong .dan memberi tahu dalah satu pengawalnya intuk memberitahu petugas lainnya menyiapkan mahar yang dibawah nona ketiga hong saat menikah.
"Keputusan zen.Kita tunda dulu acaranya besok."
Titah kaisar Langsung berdiri melangkah keluar aula untuk menuju kediaman sang ibu suri .Tepatnya kediaman Peony
"Hormat yang mulia." Ucap penjaga serentak.
Setelah masuk dan melihat sang ibu.Membuat sang kaisar sangat terpukul dan sedih.Disaat sang ibu sudah sangat tua masih ada saja yang berbuat jahat kepada sang ibu sampai meracuni beliau saat dihari kelahirannya.
Dengan langkah gontai kaisar menghampiri ranjang tidur sang ibu suri dengan menekuk.lutunya dan mengelus wajah sang ibu.Jujur meskipun ibu suri bukan ibu kandungnya sendiri.Kasih sayang ibu suri kepada dia serta kakak perempuannya saat masih kecil begitu tulus .
KAISAR KECIL..
Saat kaisar baru berusia 8tahn dan sudah tahu siapa ibu kandungnya dan siapa saudara kandungnya .
Dan dengan deras tangis air mata mengiringi acara pemakaman permaisuri terdahulu yang tak lain ibu kandung kaisar.Semua tidak perduli dengan putra mahkota serta sang putri saat itu.Hanya selir agung yang berada disampingnya dengan adik ke sembilannya yang tak lain dan sekarang dipanggil paman kaisar atau sang bupati .Mereka bersaudara tapi berbeda ibu.
Dengan langkah gontai serta mata yang sembab selir agung mengusap kepala putra mahkota diatas pemakaman dan berucap kepada nisan sang permaisuri setelah semua bubar kembali kekediaman masing masing termasuk suami mereka sang kaisar saat itu.
Hanya putri pertama,putra mahkota ,selir agung dan pangeran ke sembilan saja yang berada disana.
"Aku akan menjaga kedua putri dan putra mu.kak" Ucap selir agung saat itu dan hanya mendapat respon penolakan dari kedua anak mendiang permaisuri terdahulu.
Semua usaha selir agung mendekati mereka berdua tak pernah lelah.Selalu membantu kesulitan mereka.Selalu memberi uang bulanan yang sangat cukup,selalu memberi perhatian dan saat putri pertama jatuh sakit.Selir agung selalu disana merawat dan menjaga sang kakaknya bersama adik kesembilannya.Hingga racun yang mengakar ditubuh putri pertama mengakar dan tak bisa disembuhkan karena tak ada penawarnya hingga kematian kembali menghampiri sang kakak. Membuat putra mahkota kembali terpukul dan melihat betapa lebih terpukulnya selir agung saat itu hingga selama satu bulan lebih selir agung kekurangan berat badan dan menjadi sakit karena merasa bersalah tak.bisa menjaga putri mahkota dari kekejaman dan kelicikan permaisuri saat itu.
Sejujurnya permaisuri saat itu penganti mendiang ibu putra mahkota.Ingin meracuni putra mahkota tapi malah salah sasaran terkena putri tertua.Motifnya kalau putra mahkota wafat.pangeran kedua akan menjadi penerus tata dan menjadi putra mahkota selanjutnya seperti yang dia sandang sekarang.
Putra mahkota menjadi yakin bahwa .kematian mendiang ibunya dan kakak perempuannya pasti tidak jauh dari kejahatan permaisuri saat itu.
Hingga diam diam.putra mahkota menugaskan seseorang kepercayaan kakek kaisar untuk mencari bukti peristiwa itu.
Tanpa membutuhkan waktu yang sangat lama.Hingga hanya memakan waktu tiga bulan .Dia sudah memiliki bukti kejahatan permaisuri penganti sang ibu.Dan tanpa dia duga sang ayah pula ikut diracuni membuat kaisar sekarang sakit sakitan dan semua pekerjaan sang kaisar tertunda .
Dengan dia sebagai pengganti sementara kaisar .Dengan tanpa memalingkan wajahnya.Dia menghukum permaisuri saat itu dengan hukuman pancung beserta semua keluarganya serta pangeran kedua yang tak lain bukan anak dari kaisar. Semua penghuni harem yang memiliki anak bukan dari kaisar menjadi sasaran hukum masal oleh sang putra mahkota.Hanya selir agung yang ternyata bersih dan sangat baik.Tanpa mereka sadari selir agung mengantikan minuman putra mahkota saat perjamuan waktu itu dan menjadi sering sakit sakitan karena saat perjamuan itu.Ada racun dingin yang perlahan menyiksa seseorang yang meminumnya.Entah ulah permaisuri atau selir lainnya.Yang pasti racun itu sudah mengakar sampai sekarang diusia ibu suri yang sangat tua.
Kembali dimasa ini.
Terdengar suara tergesa gesa memenuhi koridor lorong dimana kamar ibu suri berada.
Dengan langsung menyelonong masuk membuat kaisar langsung menoleh dan tersenyum kepada adiknya yang tak lain satu satunya saudara sesama anak kaisar ayah mereka.
Dengan masih menekuk kakinya kaisar berkata.
"Adik,Kamu kemari." Ucap kaisar dengan.senang langsung berdiri.
"Maafkan kakak kaisar.Saya lancang langsung masuk.Tanpa mengumumkan kedatanganku." Kata pangeran bupati dengan dingin.
Tapi ucapan adiknya tak akan pernah dimasukan dalam hati.Karena dari kecil.adiknya seperti itu.
"Apa kakak kaisar sudah mendapatkan dokter itu?" Tanya pangeran bupati dengan masih memandang sang ibu tanpa ekpresi sama sekali.
"Belum." Jawab kaisar dengan sedih.
Sebelum kaisar kembali berkata.Seorang prajurit memasuki ruangan itu dan memberi tahu seseorang ingin bertemu.
Dengan anggukan kaisar.Menandakan dia setuju mengizinkan seseorang kemari.
Setelah beberapa menit kemudia.Seorang yang memang tinggi seorang perempuan yang menyamar menjadi laki laki dan memakai topeng terlihat seperti pria kecil.
Setelah itu pemuda kecil iyu minta maaf terlebih dahulu dan memberitahu maksud kedatangannya.
"Maafkan hamba yang mulia kaisar ,serta yang mulia pangeran bupati.Hamba kemari hanya ingin mencoba memeriksa denyut nadi ibu suri.Siapa tahu hamba memiliki solusinya."Ucap pemuda cilik itu dan tanpa berniat menghalangi maupun melarang .Kedua pria tinggi dan tampan itu menyingkir.Meskipun pangeran bupati menutupi wajahnya dengan sebagian topeng hitam tapi tetap terlihat tampan menurut pria cilik itu . Yang baru pertama kali melihat pangeran bupati dan hanya satu satunya wanita yang berdiri didepan langsung pangeran bupati serta kaisar dengan jarak yang begitu dekat.
"Silahkan" Ucap kaisar mengizinkan.
Dengan dibawah tatapan kedua pria yang berkuasa di sana.Membuat pria cilik itu tanpa sadar menjadi sedikit grogi.tapi hanya sebentar dan kembali dengan normal.
Dengan lembut pria kecil itu meraih pergelangan tangan ibu suri yang tertidur dan mengecek nadinya.Lalu merasakan terua dan terus.
Dengan tersenyum bahagia.Karena racun ini menurutnya tak begitu bahaya karna dia sudah memiliki penawar dan karena racun sudah berada didalam tubuhnya hingga bertahun tahun membuat pria cilik itu akan melaku kan akupuntur dan meminta izin terlebih dahulu.
"Maaf ,yang mulia."
"Hamba,akan memberikan obat penawarnya.Tapi hamba ingin meminta izin terlebih dahulu.Untuk melakukan akupuntur terlebih dahulu.Karena racun ini sudah didalam tubuh ibu suri hingga bertahum tahun." Kata pria cilik itu panjang lebar.
"Lakukan" Kata pangeran bupati yang hanya memiliki satu kalimat saja.
"Maafkan ,adik zen ," Kata kaisar yang meminta maaf atas kelakuan adiknya itu.
"Baik.Mohon kerja samanya yang mulia.Hamba ingin ketenangan agar cepat selesai akupunturnya."
"hm"
"Dihh,ni orang kalau diduniaku dulu.Lebih cenderung orang dari antartika." Batin pemuda cilik itu.
thor mereka gak cocok jadi dewa
😠
Q gak like banget ☹️
ditunggu lanjutannya... tapi jangan lama²
kok baru up sih thor