NovelToon NovelToon
Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Ranjang Panas Tuan Muda "Kakak Ipar Ku, Candu Ku"

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Perjodohan / Romansa Modern / Tamat
Popularitas:2.6M
Nilai: 4.8
Nama Author: Jessica_226

Dara adalah gadis cantik berusia 22 tahun. Dia harus terjebak dalam situasi yang sangat rumit di mana dia harus menghadapi dua pria yang sama-sama mencintainya. Yang satu sebagai tunangannya, sedangkan yang satu adalah adik dari tunangannya.

Dara selalu dihadapkan dalam sebuah situasi yang sulit dan rumit karena sang calon adik ipar begitu pemaksa dan suka mengambil keuntungan darinya. Namun siapa yang menduga jika akhirnya Dara malah terjebak dalam perasaan tak wajar itu.

Akankah dara bisa lepas dari jerat cinta calon adik iparnya, atau dia tetap menikahi calon tunangannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jessica_226, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ya, Aku Menginginkanmu!!

Suara gelak tawa yang berasal dari ruang tamu membuat istirahat Kai sedikit terusik. Pria itu bangkit dari berbaringnya dan berjalan keluar. Dua siluet pria yang sangat tidak asing baginya terlihat berbincang dengan ibu dan kakak sepupunya.

Kai pun memutuskan untuk menghampiri mereka berempat dan menyapa. "Ayah mertua, Kakak ipar, kapan kalian datang?" Tegur Kai bertanya.

Senyum di bibir Devan pudar seketika begitu pula dengan senyum di bibir Brian Jung. Melihat muka Kai membuat pria berlensa coklat itu ingin sekali menonjok wajahnya, tapi hal itu tentu saja tidak Devan lakukan.

"Kami baru saja tiba pagi ini." Jawab tuan Jung sedikit datar.

Melihat sikap Devan dan Tuan Jung yang sangat dingin padanya membuat Kai memicingkan mata. Pasalnya ini pertama kalinya mereka bersikap sedingin dan sedatar itu padanya.

"Kenapa kalian tidak memberitahuku jika mau datang, aku kan bisa menjemput kalian di bandara." Ucapnya.

"Bukankah kau sangat sibuk dengan para wanitamu itu, jadi mana ada waktu untuk menjemput kami!!" Sinis Devan menyahuti.

Deg..

Keterkejutan terlihat jelas di raut muka Kai yang kemudian tersamarkan oleh senyum di bibirnya. "Kakak ipar, apa yang kau bicarakan? Wanita apa memangnya?" Tanya Kai berpura-pura tidak mengerti

"Dibandingkan diriku, aku rasa kau lebih tau, Kai!!" Jawab Devan dingin.

"AAAHHH!! KEN, PELAN-PELAN!!"

Sontak semua mata tertuju pada sebuah pintu kamar berpelitur elegan yang berada di lantai dua. Itu adalah suara Dara.

Kai terlihat panik mendengar suara teriakan Dara terlebih-lebih dia menyebut nama Ken. Sementara yang lain tampak biasa saja, karena mungkin mereka sedang membuka jalan menuju Roma.

"Dara!!" Seru Kai dan hendak menghampiri Dara, namun di cegah oleh Devan. "Yakk!! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau menahanku, lepaskan!! Tunangan ku sedang dalam masalah, mungkin saja bajingan itu berbuat yang tidak-tidak padanya!!" Teriak Kai penuh emosi.

"Sebaiknya jangan ganggu mereka mulai sekarang. Dara dan Ken sudah bahagia, dan teriakan Dara adalah hal yang wajar. Kau tidak perlu mencemaskan apapun lagi tentangnya." Tutur Devan.

Kai mencengkram pakaian Devan dan menatapnya tajam. "Apa maksudmu bicara seperti itu?! Kenapa aku tidak boleh mengganggu Dara lagi, apalagi ikut campur urusan dia dan Ken? Memangnya siapa bajingan itu? Aku tunangannya, aku calon suaminya!!" Ujar Kai menegaskan.

"Kau baru calon kan? Sedangkan Ken adalah suaminya, dia lebih berhak atas Dara dari pada dirimu!!" Devan menyeringai.

"Apa maksudmu?"

"Aku rasa kau tidak tuli sehingga tidak bisa mendengar apa yang aku katakan. Atau kurang jelas? Baiklah, akan aku perjelas lagi. Ken dan Dara sudah menikah, dan mereka sudah sah menjadi suami-istri. Sebaiknya kau menyerah, atau kau akan sakit hati!!"

Kai menggeleng. "Tidak, ini tidak mungkin. Aku adalah orang yang bertunangan dengan Dara. Tapi kenapa malah bajingan itu yang menikah dengannya?!" Bentak Kai penuh emosi.

"Karena sejak awal yang seharusnya bertunangan dengan Dara itu Ken, bukan kamu!!"

"Jangan mempermalukan Mama di depan Paman Brian, Kai. Jika saja Kai tidak berulah dan membuat kami kecewa, pasti pertunangan kalian akan tetap dilanjutkan!!" Tegas Nyonya Lu.

"Kalian semua keterlaluan!! Lihat dan tunggu saja, aku pastikan mereka tidak akan pernah bahagia. Aku akan menghancurkan pernikahan mereka bagaimana pun caranya. Karena seharusnya yang bersama Dara itu aku, bukan Ken!!"

Brakkk..

Kai membanting pintu dengan keras. Dan membuat semua orang di ruang tamu sampai terlonjak kaget. Sebagai seorang kakak, tentu saja Devan tidak akan membiarkan orang lain menghancurkan kebahagiaan adiknya.

Dan dia tidak akan segan-segan menyingkirkan siapa pun yang berani membuat Dara terluka, bahkan itu Kai sekalipun.

-

Tubuh Dara memberikan respon yang luar biasa terhadap segala macam sentuhan bibir Ken pada sekitar wajah dan daun telinganya.

Reaksi dari tubuhnya mengirimkan getaran menuju pita suara sehingga beberapa kali Dara meloloskan erangan dan des*han.

Dara kembali mengerang ketika lidah Ken mengajak lidahnya menari, seperti sebuah tarian sensual nan panas yang di iringi oleh lagu erotis yang memikat. Sebelah tangannya yang berada di pinggang Dara menariknya lebih dekat untuk menempel pada dada tel*nj*ngnya.

"Ini masih siang Ken, apa bisa di katakan malam pertama?" Tanya Dara sesaat setelah Ken melepaskan tautan bibirnya.

"Siang ataupun malam tak ada bedanya bagiku, untuk itu persiapkan dirimu, Sayang. Setelah ini aku akan membuatmu menyerahkan namaku sepanjang kita melakukannya." Tutur Ken lalu meng*lum cuping telinga Dara.

"Aaahh... hentikan Ken, uhhh.. geli!!"

"Kenapa, Sayang? Bukankah ini terasa sangat nikmat dan luar biasa? Aku pikir kau menikmatinya." Ken menyeringai.

Kemudian Ken menarik diri sesaat untuk menatap Dara, mata berlensa abu-abunya memancarkan gairah seperti api yang berkobar di tengah kegelapan malam.

Dan dengan cepatnya api itu menyambar Dara sehingga kupu-kupu dalam perutnya semakin lincah menari-nari mengirimkan gelenyar panas keseluruh sel-sel dalam tubuhnya ketika sekali lagi Ken menciumnya dengan lebih bergairah.

Saat Dara mencoba menghisap lidah Ken dalam mulutnya, tangannya meremas pinggulnya kuat beriringan dengan lolosnya erangan liar dari dalam tenggorokannya. Oh, Tuhan aku sangat menyukai erangannya yang sexy!!" Jerit Dara membatin.

Ken kembali mengakhiri tautan bibirnya. Sekali lagi dia menatap Dara. "Kenapa kau terlihat tegang, hm? Apa kau takut? Tenanglah, Sayang. Aku akan melakukannya dengan perlahan dan lembut agar kau tidak kesakitan." Ujar Ken menyakinkan.

Dara meringis ngilu. "Apa sesakit itu?" Tanya gadis itu memastikan.

Sejujurnya Dara memang merasa takut setengah mati. Dia pernah mendengar dari salah satu temannya, jika orang yang baru pertama kali melakukannya itu akan terasa sangat sakit.

Ken menggeleng. "Tidak jika aku melakukannya dengan lembut. Percayalah padaku,"

"Aku selalu mempercayaimu."

Ken menggerakan jemarinya untuk melepas pengait yang ada diantara bukit kembar Dara. Tatapan matanya semakin liar, ketika kedua bukit kembar itu telah terlepas dari pelindungnya. 

"Matanya semakin liar! Oh Tuhan, kenapa ini terasa begitu luar biasa?"

"Indah." Ken berbisik di atas salah satu puncak melon Dara, napasnya yang hangat menyapa gundukan dua itu dan itu membuat biji qnggurnya mengeras hingga nyaris terasa nyeri.

"Oh Tuhan, Ken... " Dara kembali mend*sah dan melengkungkan punggung ketika salah satu biji anggurnya telah berada di dalam mulut seksi sialannya.

Dara meremas tengkuk Ken dan menariknya lebih dekat untuk menghisapnya lebih, lidahnya bergerak-gerak membentuk pola melingkar di sekitar biji itu, sedangkan sebelah tangannya meremas dan memilin bijinya yang lain.

"Dara, kau memang sangat luar biasa. Aku sangat beruntung bisa memilikimu seutuhnya."

"Ken, jangan terus menatapnya seperti itu. Milikku sangat kecil dan kurang menantang!!" Dara menutup kedua melon-nya dengan kedua tangannya.

Ken menurunkan tangan itu dan menatapnya dengan lembut. "Siapa bilang jika milikmu sangat kecil? Lihatlah, bahkan mereka sangat pas untuk di genggam." Tutur Ken.

Mulutnya kembali pada mulut Dara, Ken mencumbunya seperti tadi. Tak ingin dianggurkan, sebelah tangannya menelusuri tubuh setengah pol*s Dara.

Membelainya mulai dari pipi, tulang sel*ngka, bukit kembar, berlama-lama dibagian perutnya yang sudah menegang, hingga akhirnya Dara sedikit terkejut dan saat tangan Ken menyelusup ke dalam CD-nyq yang dia tahu sudah mulai basah sejak pertama kali Ken mencumbunya.

Dara kembali mengerang untuk kesekian kalinya ketika mulutnya terlepas dari bibir ranum tipisnya dan jarinya menemukan organ **** itu.

"Lihatlah, Sayang, kau begitu basah dan panas di bawah sini. Dan kuyakin kau akan sangat siap beberapa saat lagi. " ujar Ken. Pemuda itu menggeram dalam kalimatnya. Itu terdengar liar dan Dara sangat menyukainya.

Wajah Ken yang hanya berjarak beberapa centi dari wajahnya membuat Dara merasakan nafas hangat beraroma mint yang memabukkan itu.

Dara mencoba mendongkakan kepalanya kebelakang ketika Ken menyelipkan jarinya di Miss-nya yang telah basah, menggeseknya perlahan, memainkan cl*tnya dan membuat gadis itu mengeluarkan cairan lebih dan lebih yang semakin menambah sensasi tersendiri di organ itu.

Sekali lagi, Ken kembali mencumbu Dara lebih keras ketika permainan jemarinya semakin cepat dibawah sana, hingga akhirnya gadis itu mengerang liar di dalam mulutnya. dan ini adalah Org*sme pertamanya dengan seseorang.

Dan ketika Ken melepaskan cumbuannya, kedua mata Hazel nya terasa berkabut oleh sensasi yang baru saja ia rasakan beberapa detik yang lalu. Sensasi yang belum pernah sekalipun Dara rasakan sepanjang hidupnya.

Sensasi yang selama ini hanya dia peroleh dari permainan solo yang Dara ciptakan sendiri dengan perpaduan imajinasi liarnya.

Tapi dia berani bersumpah demi apapun, jika kenikmatan yang dia peroleh dari permainkan Ken amat sangat jauh berbeda dari kenikmatan yang pernah dia ciptakan sendiri. Ken kembali menatapnya lembut dan tersenyum.

"Aku butuh merasakanmu sekarang." Bisik Ken dan kembali membenamkan bibirnya pada bibir ranum itu. "Katakan, Sayang. Katakan jika kau menginginkanku juga." Pintanya.

"Ya, aku menginginkanmu!!"

-

Bersambung.

1
Rotua Intan Hutagalung
Luar biasa
Triestya Mayliena
lama2 ini cerita kok jadi sadis yah...bingun...mau nerusin baca, apa istrhat dulu yah hehehe
Triestya Mayliena
thoooor...org2 di crt ini kok kejam2 yah...ini crt percintaan apa pembantaian siiih/Smug/
Triestya Mayliena
knp selena gak di ambil dean,gmn sih thour...membuat aq bingung dgn jln crtnya.
Triestya Mayliena
knp si anna msh di rmh mm.jia sih....buang aja org gila itu,toh sdh ketahuan kejhtan nya.
Triestya Mayliena
krn ada udang di balik bakwan,kai mau menikah dgn dara/Joyful/
Triestya Mayliena
waduuuh...knp ken lngsng pergi aja sih....
Qaisaa Nazarudin
Akhirnya nya End .Bagus thor aku suka Alur novel mu,Singkat padat dan jelas,tidak bertele-tele,Bab juga gak panjang sampai ratusan,Yg hanya bikin para riders jenuh dan berhenti tengah jalan membanca nya kalo babnya sampai ratusan..Semangat berkarya ya thor,Semoga sukses dan sehat selalu..🤲🤲🤲⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺☕☕☕☕☕☕☕🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Qaisaa Nazarudin
Doorr..Kan gampang gak oerlu banyak bacot..👏👏👏👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
Aduuhh Ken tolong mama kamu jangan biarkan dia keluar rumah lagi,Bahaya tuh...
Qaisaa Nazarudin
🤣🤣🤣🤣🤣 Makanya jangan kepo mom..😂😂
Qaisaa Nazarudin
mampos kau Anna,Tapi kenapa Ken melakukan di kamar? Apa gak ada ruangan khusus utk penyiksaan??
Qaisaa Nazarudin
Duh nelom lagi kelar tentang Anna dan Kai yg mengusik hidup Dara dan Ken.. Sekarang tambah lagi BAPAKNYA KAI udah keluar penjara..,🤦🤦🤦🤦😠😠😠
Qaisaa Nazarudin
Hanna??🤔🤔🤔😇😇😇
Qaisaa Nazarudin
Kenapa aku jadi menghawatir Mom Jia,Aku takut Anna akan nekat dan berbuat sesuatu ke Mom Jia,Kalo Dara mah gak ada seujung kuku nya Anna..Anna gak bisa berkutik kalo sama Dara..
Qaisaa Nazarudin
MEMATUT diri thor,Bukan MEMAGUT diri..😂😂🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwkk malu gak tuh,Niat nya ingin memalukan Ken, Hujung2 dia yg gak di anggap...,😏😏😏
Qaisaa Nazarudin
Nah kebetulan sekali,Ini namaya suratan takdir,dengan cara begini tuhan mempertemukan anak sama bapaknya,Habis kau anna..
Qaisaa Nazarudin
Jangan bilang kalo Selena itu anaknya Dean secara tak sengaja..
Qaisaa Nazarudin
Waaahhh Verdas Mom Jia,Dengan cara begitu dia bisa mengusir mak lampir dari sana,Kalo di usir secara paksa pasti dia gak mau.Nah dgn cara begini dia pasti gak sanggup lama2 di sini..🤣🤣🤣👏👏👏👏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!