NovelToon NovelToon
Berbagi Cinta : Antara Kita

Berbagi Cinta : Antara Kita

Status: tamat
Genre:Poligami / Duda / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: warnyi

Kebahagiaan rumah tangganya selama ini ternyata hanyalah sebuah kepalsuan...

Ayu harus menerima kenyataan pahit, saat sang suami yang sangat di cintainya mengakui telah menikahi sahabatnya sendiri.

Di saat bersamaan tanpa Ayu sadari ada seseorang yang selalu memperhatikannya dan menjadi pelindung untuknya.

Mampukah Ayu menerima semua keputusan suaminya untuk berbagi cinta ?

Atau Ayu lebih memilih untuk menyerah dari rumah tangga yang sudah tak seperti yang ia inginkan...?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon warnyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab.29 Ulang tahun Bian

...Happy Reading...

...❤...

Hari terus berganti tanpa kita sadari, mungkin karena terlalu senang berada di dunia yang fana ini, hingga tak menyadari bahwa setiap detik nya waktu kita terus berkurang.

Saat ini Ayu sedang berada di butik, ia sedang mempersiapkan diri untuk menghadiri undangan pesta ulang tahun dari Bian beberapa hari lalu.

" Ris, Mba berangkat sekarang, tolong jaga Butik ya, kalau nanti ada pelanggan yang mau bertemu dengan Mba, undur aja sampai besok, atau suruh mereka hubungi Mba nanti malam " Ayu memberi arahan pada asisten sekaligus orang kepercayaannya itu.

" Baik Mba, Mba hati-hati di jalan " ucap Riska sambil mengiringi Ayu berjalan ke pintu keluar.

Semua pegawai butik sudah tau tentang perceraian Ayu dan Radit, mereka sangat marah dan tidak pernah menyangka kalau pernikahan Ayu yang terlihat baik-baik saja, ternyata kondisinya berada di ujung tanduk.

Mereka juga sangat prihatin dengan nasib Ayu yang harus di hianati oleh suami dan sahabatnya sekaligus.

Namun semua pegawai Ayu pun semakin kagum pada sikap bos nya yang begitu tegar menghadapi segala cobaan hidupnya.

.

Tiga puluh lima menit kemudian, Ayu sudah berada di depan gerbang yang terlihat kokoh dan tinggi.

" Mau mencari siapa Mba ?" seorang satpam mengetuk pintu mobil Ayu.

" Benar ini rumahnya dokter Ansel ?" tanya Ayu.

" Benar, ini salah satu tamu undangan kah ?"

" Iya Pak, ini undangan dari Bian " Ayu memberikan undangan yang beberapa hari lalu ia terima.

" Oh, silahkan masuk " Satpam itu langsung membukakan pintu gerbang, agar mobil Ayu bisa masuk.

" Ayu, kamu juga baru sampai ?" Bu Nawang tiba-tiba menyapa nya dari arah belakang.

" Eh, Iya Bu, ibu juga baru sampai ?"

" Iya, tadi ada keperluan sebentar, jadi kesini belakangan "

Mereka berdua mengobrol sambil berjalan bersama ke dalam rumah.

Sampai di halaman belakang, ternyata di sana sudah banyak orang dwasa juga anak-anak.

" Ayu, akhirnya kamu datang juga, dari tadi Bian sudah nanyain kamu terus "

Elena -Ibu dari Bian, langsung menghampiri Ayu dan Bu Nawang.

" Sekarang, kemana anak itu ?" oceh Elena sambil melihat kesana kemari, mencari keberadaan anaknya.

" Sudah, gak papa Mba, mungkin Bian sedang bermain sama temannya " cegah Ayu, saat Elena akan pergi mencari Bian.

" Ya udah, kita gabung sama ibu-ibu yang lain aja yuk " ajak Elena membawa Ayu kepada sekumpulan ibu-ibu yang sedang duduk di sisi taman sambil memperhatikan anak-anak mereka yang sedang bermain.

" Ansel sama Ezra kemana El ? Kok ibu gak liat ?" tanya Bu Nawang.

" Mereka lagi jemput Oma dan Opa nya Bian sekalian sama Melati " jawab Elena.

Ibu Nawang hanya mengangguk kan kepalanya.

Sekitar tiga puluh menit kemudian Ansel dan Ezra datang dengan sepasang paruh baya dan satu orang remaja.

" Nah, itu dia mereka udah dateng "

Ayu yang saat itu sedang bermain dengan Naura dan Bian mematung, melihat pemandangan di hadapan nya.

" Oma, Opa...!" teriak Bian, berlari menghampiri sepasang paruh baya di samping Ansel.

" Cucu Opa " sambut hangat lelaki paruh baya itu sambil berjongkok untuk menyongsong kedatangan Bian.

" Ayo Ayu, aku kenalin sama mertua dan adik iparku "

Ayu menoleh kepada Elena yang sudah berdiri di sampingnya.

" I...iya " gagap Ayu.

" Pah, Mah, kenalin ini Ayu, temen Elena " ucap Elena memperkenalkan Ayu pada kedua mertuanya.

" Assalamualaikum Ibu, Bapak, kita bertemu lagi " ucap Ayu dengan senyum ramah. Walau rasa sakit itu kembali menghujam jantungnya.

" Eh iya, kamu yang pernah memberikan meja pada kami ya ?"

" Saat itu kita belum berkenalan ya, Ibu Arumi dan ini suami Ibu Lery " ucap Wanita paruh baya itu.

" Iya Bu, Saya Ayu " Ayu tersenyum, mengulurkan tangannya mencium tangan kedua paruh baya itu. Sedikit bergetar saat bersentuhan dengan tangan yang terlihat masih saja kokoh.

Kilasan masa kecilnya kembali berputar di kepalanya. Ayu memejamkan mata, berusaha menghilangkan ingatannya itu.

Semua gerak-gerik Ayu terlihat jelas oleh dua orang lelaki dewasa di dekatnya itu, sedangkan Melati hanya memandang Ayu dengan tatapan sinis.

" Ini Melati anak bungsu ibu, adiknya Ansel " Bu Arumi memperkenalkan remaja di sampingnya.

Ayu mengangguk senyumnya sangat terlihat di paksakan, " Ayu.." ucapnya mengulurkan tangan ke hadapan Melati.

" Melati..!" sinis nya tanpa menyambut uluran tangan Ayu.

Ayu bertahan di tempat itu sampai acara ulang tahun selesai.

Dalam benaknya ia terus bertanya.

" Apa Pak Ansel itu Kak Arsyl? Tapi kalau memang benar kenapa namanya di ubah? Apa dia juga sudah melupakanku? Kalau bukan, kemana Kak Arsyl saat ini?" bermacam pertanyaan kini menumpuk dalam pikirannya.

Sesekali ia tampak mencuri pandang pada Lery dan Ansel dengan tatapan penuh kerinduan. Meskipun masih tersirat luka di dalam mata indah itu.

Setelah acara selesai, Ayu langsung meminta ijin untuk pulang. Dia sudah tak sanggup untuk menahan rasa sakit di dalam hatinya, melihat kebahagiaan keluarga itu, keluarga yang telah merenggut kebahagiaannya dan sang Ibu.

Entah mengapa hatinya terasa panas seperti terbakar bara api.

Ayu iri, Ayu iri karena tak dapat merasakan kebahagiaan itu.

Dia sangat merindukan kebahagiaan itu, kebahagian sebuah keluarga.

Kebahagiaan yang telah lama hilang dari hidupnya...

Kebahagiaan yang menorehkan luka di dalam hatinya...

Kebahagiaan yang mungkin sudah tak di percaya oleh dirinya...

Kebahagiaan yang terlihat dekat namun terasa jauh untuknya...

Ayu bahkan tak mampu untuk berharap...

Ayu terlalu takut untuk ber-angan...

Kebahagiaan semu yang terlalu sulit untuk di raih...

Bulir bening itu tak dapat lagi Ayu tahan, Ayu terisak di sela mengendarai mobil, hingga tak terasa kecepatan itu semakin meningkat.

Sesekali Ayu menekan kelakson untuk memperingati pengendara lainnya yang menghalangi jalannya.

Air mata itu terus mengalir di pipinya.

Entah kemana arah tujuan Ayu saat ini, yang pasti dia hanya ingin menenangkan hati dan pikirannya.

Rasa itu kembali. Rasa tak di inginkan dan putus asa kini mulai muncul lagi.

Setelah lama pergi, semenjak bertahun-tahun lalu.

Empat puluh lima menit kemudian, mobil Ayu sudah sampai di sebuah bangunan dengan Pagar tembok yang menjulang tinggi.

Sebuah mobil mewah yang sejak tadi mengikuti Ayu tampak berhenti di sebrang jalan.

Kedua alis lelaki di dalam mobil itu bertaut.

" Tempat apa ini ?" gumam nya kepada diri sendiri.

" Cari tau tempat yang aku kirimkan " ucapnya pada sambungan telpon di ponsel pintar nya.

Sementara itu, Ayu berjalan cepat memasuki sebuah rumah sederhana.

" Ayu, sudah lama kamu gak main ke sini Nak?" seorang wanita tua yang masih terlihat segar itu, menyambut kedatangan Ayu.

Ayu langsung menghambur ke dalam pelukan wanita itu.

" Hiks...hiks... " Ayu terisak, wajahnya ia benamkan dalam ceruk leher wanita itu.

" Kenapa sayang ?" wanita itu merenggangkan pelukannya, menagkup wajah Ayu dengan kedua tangannya.

Wajah sembab dengan hidung semerah tomat dan mata yang menyiratkan luka begitu dalam.

Sang wanita paruh baya itu tau bahwa anak angkat nya itu sedang tidak baik-baik saja.

Dia kembali memeluk Ayu erat, membiarkan tubuh rapuh itu menangis di dalam pelukan nya.

Tak pernah ia melihat Ayu se-hancur ini selain ketika kepergian sang Ibu, beberapa tahun lalu.

Diam...

Dia hanya diam, mendengarkan setiap isak tangis yang terasa menyayat hati.

" Apa yang sudah kamu alami Nak ? kenapa kamu bisa seperti ini ?" batin wanita tua itu penuh tanya.

Lima belas menit berselang, tubuh Ayu lemas dan ambruk di dalam pelukan wanita itu.

Ayu tak sadarkan diri, dia terlalu lelah menahan sakitnya seorang diri...

...🌿...

...🌿...

...Bersambung...

Sambil nungguin cerita Ayu, boleh baca novel novel karya taman aku yang berjudul Berbagi cinta : maaf aku tak sempurna milik Kak Lusiana Anwar.

Jangan lupa tinggalkan jejak ya, like, komen, vote dan hadiah nya ya...

Terima kasih kakak-kakak baik hati..🙏😊🥰

1
Dandelion
ayu...ayu bikin gemes aja...ngapain suami medusa spt itu di pertahanin ..
Dandelion
laki2 medusa si radit 😠
Diana
yang mengalami siapa, yang balas dendam siapa!!!
gak masuk akal tuh sikap Alana yang licik dan picik!!
Diana
ada gak ya di dunia nyata tipe suami seperti Ezra ini?????
Diana
kalau keenan tidak bersikap tegas dengan Alana maka siap-siap akan kehancuran rumahtangganya!
Diana
hargai perasaan istrimu keenan!
Diana
hahahaha.....
mala sudah menerima karma atas perbuatannya!!.!
ckckck!!!
Diana
dari, sari, kamu itu orangtua yang tidak punya perasaan, giliran suami mendua, dia sakit hati, ketika anaknya disuruh mendua perasaaanya tumpul!!
Diana
ternyata karma sedang menghampiri keluarga Radit yang egois dan licik!!
Diana
maling teriak maling!!!
ckckck, kasihan deh Lo mala!
tinggal terima karma selanjutnya karena tidak bertobat.
Diana
nikmati saja kehidupanmu Radit!!
itu adalah pilihanmu sendiri!!
sutiasih kasih
biarin aja suamimu smakin ingkar janji ayu....
buknkah akn semakin mudah km melepasknnya....
yakinlah tak akn bahagia radit hidup dgn wanita brhati busuk sprti mala...
Dewi Yuliani
Luar biasa
Dewi Yuliani
Lumayan
Hotma Gajah
katanya jago bela diri kok gampang banget di gampar keluarin jurus kodok nendang langitnya dong/Facepalm/
Hotma Gajah
punya usaha ngapain kwatir..
mewek kata orang kayak ceeita ikan selam😀
Hotma Gajah
ayu kayak pengemis
Hotma Gajah
jgn bertele telelah sat set buang klo emang wanita kuat dan tangguh
Hotma Gajah
satu lagi wanita bodob yg gampang di tindes ama mertua😏
Asti Sugiyo
Makanya jadi perempuan tuch hrs punya prinsip...mau2nya diperlakukan begitu...😏😏😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!