NovelToon NovelToon
KEMALA

KEMALA

Status: tamat
Genre:Romantis / Misteri / Nikahmuda / Cintamanis / Romansa-Percintaan bebas / Pernikahan kedua / Tamat
Popularitas:87.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Realrf

Kemala seorang wanita belia, yang sudah menjanda dua kali, semua suaminya meninggal secara misterius.

Takdir mempertemukan dia dengan seorang pria dikala hatinya masih merasakan sakit dan trauma terhadap pernikahan. Serta bayang bayang dari masa lalu yang masih terus mengejarnya.

Akankah cinta pria itu dapat menyembuhkan lukanya atau Kemala akan menjada untuk ketiga kalinya?.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Realrf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melamar

Tiga orang tamu bertandang ke rumah, di jam seperti ini bukanlah hal yang lazim. Apalagi mereka berdandan dengan begitu rapi dengan beberapa bawang bawaan yang khas dengan seserahan sebagai hantaran lamaran.

"Jeng Lia, silahkan di minum tehnya," ucap Ratih memecah keheningan.

"Emh ... iya Jeng." Lia mengangguk kecil sambil tersenyum.

"Kalau boleh saya tahu apa tujuan kalian datang bertamu selarut ini?" Bisma bertanya kepada tiga orang yang duduk di hadapannya.

Hendra dan Lia saling melihat sejenak. Hendra mengambil nafas sebelum mulai bicara, pria paruh baya itu merasa gugup. Ia seperti mengulang sejarah saat melamar Lia. Berbeda dengan anaknya yang justru terlihat santai, seperti di pantai.

"Begini Tuan Bisma, kami bertiga datang untuk melamar Irna, putri Anda, untuk anak kami Damar." Ucap Hendra berusaha untuk menjelaskan maksudnya dengan setenang mungkin.

Bisma mengerutkan keningnya. Ia merasa heran dengan ucapan yang di lontarkan koleganya. Bisma tahu Hendra salah satu pemilik perusahaan yang cukup berkembang pesat saat ini. Menikahkan Irna dengan anak laki-laki Hendra bisa jadi keberuntungan untuk Bisma.

Ratih melihat Bisma yang tidak bereaksi mendengar ucapan Hendra merasa khawatir.

"Pa," panggil Ratih dengan mengenggam erat tangan suaminya.

Sentuhan tangan Ratih membuyarkan lamunan Bisma. Ia menoleh menatap sang istri dengan tersenyum. Ratih semakin was was dengan kelakuan Bisma yang terlihat tak biasa.

"O begitu rupanya, tapi putri kami Irna sedang tidak ada di rumah." jawab Bisma dengan ramah.

Damar yang sejak tadi bersikap santai, merasa heran dengan Papa Irna yang langsung berubah ramah saat Mamanya mengatakan akan melamar Irna.

"Tenang saja Irna ada di rumah kami sekarang, dia ingin pernikahannya di lakukan di sana," tutur Lia. lagi lagi Ratih di buat terkejut oleh ucapan Lia.

'Berani beraninya anak itu ngungsi di rumah Lia, apa Lia tahu kenapa anak itu kabur dari rumah?. Dasar anak tidak tahu di untung, bisa hancur image-ku kalau sampai Lia menceritakannya pada Ibu ibu arisan,' gumam Ratih dalam hati.

"Jadi Irna di rumah kalian ya. Kenapa Kalian tidak nyuruhnya untuk pulang?" Wajah Bisma terlihat sendu, bayangan saat menampar pipi Irna terlintas di benaknya.

"Dia, dia sedang tidak enak badan tadi. jadi saya menyuruh dia untuk istirahat," ujar Hendra.

"Apa, Irna sakit!" pekik Bisma, dengan raut wajahnya yang cemas.

"Tidak..tidak, maksudku Irna hanya kecapekan saja," Lia meralat ucapan seketika.

"Baiklah aku setuju dengan lamaran mu," ucap Bisma membuat semua orang terkejut.

Hendra yang sempat terkejut pun segera menguasai dirinya. Ia tersenyum seraya mengangguk sambil menatap istrinya yang juga melihat kepadanya. Sementara Damar masih mengerutkan keningnya.

"Lalu kapan rencananya pernikahan mereka akan di laksanakan?" tanya Ratih.

"Besok sore akad akan di laksanakan di rumah kami," jawab Lia dengan mantap.

"Apa ingin semua tidak terlalu terburu buru? aku tahu Damar dan Irna dekat, tapi aku tidak pernah tahu kalau mereka-

"Baiklah lebih cepat lebih baik," Bisma memotong ucapan istrinya, Ratih melempar tatapan tidak suka pada suaminya.

Lebih cepat kita jadi besan lebih cepat juga aku bisa merasakan keuntungannya," gumam Bisma dalam hati.

"Baiklah kalau begitu ini sudah sangat larut, sebaiknya kalian pulang, besok kalian akan sangat sibuk mengurus acara pernikahan anak anak kita bukan?"

Ketiganya menatap heran pada dua orang di hadapan mereka, mereka terlihat begitu tenang walaupun awalnya sempat terkejut. Mereka bahkan tidak menanyakan alasan rencana Damar dan Irna menikah kilat.

"Apa kalian tidak ingin turut membantu menyiapkannya? bukankah ini pernikahan pertama yang di keluarga ini?" tanya Lia penuh selidik. Ia merasa ada yang janggal dengan sikap kedua orang tua Irna yang seakan acuh dengan rencana pernikahan putri mereka.

"Ah.. Jeng Lia ini, tentu saja saya akan ke sana untuk ikut mempersiapkannya, Irna kan anak saya jeng. Maksud suami saya, agar kita semua bisa istirahat dan punya tenaga untuk mengurus semuanya besok, iya kan Pa?" Ratih menyenggol lengan suaminya, Bisma pun mengangguk mengiyakan ucapan Ratih.

Akhirnya Hendra sekeluarga pun pamit undur diri. Setelah mengantarkan Hendra dan keluarganya, Ratih dan suaminya kembali duduk di ruang tamu.

"Papa kenapa kasih izin mereka nikah, Irna masih muda lho Pa?" Ratih akhirnya menanyakan hal yang sedari tadi menganggu pikirannya.

"Mama kan tau, Perusahaan Hendra itu sedang naik daun, meskipun belum sebesar punya Galuh, tapi mereka cukup berkembang pesat," ujar Bisma menjelaskan. Ia menyedot pangkal rokoknya, lalu menghembuskan asap putih dengan perlahan.

"Terus apa hubungannya?"

"Mama ini, Kalau Irna nikah sama si Damar otomatis Papa akan lebih mudah menjalin kerjasama dengan perusahaan calon besan kita itu, kita akan punya akses khusus." Ratih mendengarkan penjelasan suaminya dengan mengangguk anggukan kepalanya.

"iya ya, Mama kok ga kepikiran ya."

"Mama sih kebanyakan arisan, jadi pikirannya kocokan terus," sindir Bisma seraya bangkit dari duduknya.lalu berjalan menjauh.

"Ngomong apa sih Papa ini dasar, tapi bener kata si Papa kalau mereka menikah aku juga bisa pamerin kalau aku jadi besan jeng Lia," ucap Ratih dengan sumringah.

Sementara di dalam mobil, Damar yang biasanya cerewet kini diam seribu bahasa.

Sejak di rumah Irna tadi Damar sudah senyap tak bersuara.

"Kamu kenapa Dam, kok diem aja sariawan?" tanya Mama Lia dengan senyum mengejek.

"Issh.. Mama nih, Damar aneh aja Ma sama orang tua Irna," jawab Damar sambil terus fokus dengan kemudinya.

"Aneh gimana?"

"Ga tau aneh aja," ujar Damar sambil mengedikkan bahunya.

"Kamu nih, di tanya kok ga jelas gitu jawabannya," ketus Lia.

"Udah Ma, biarin aja. Paling juga Damar lagi grogi mau nikah. Mama sini donk deket Papa, Papa dingin nih," ujar Hendra sambil menarik pinggang istrinya merapat.

Lia tersenyum dengan tersipu malu, kemudian menyandarkan kepalanya di dada bidang suaminya.

"Cih.. dah tua inget umur, anak nih dah gede," sindir Damar dengan lantang.

Tapi ke dua sejoli lapuk itu tak mengindahkan ucapan anaknya yang jadi sopir dadakan. Mereka malah melanjutkan adegan romansa di kursi belakang.

"Liat aja kalau gua udah nikah, emmhh... balas dendam gua," gumam Damar gemes.

1
Nolyathi Puding
lanjut
Lina Ina
thor cerita nya sudah habis ke
Realrf
Heh kok bisa nyantol di sini/Hey/
A-yen94 (Ig: a_yen94)
Kasihan Kemala 😞
A-yen94 (Ig: a_yen94)
Aku juga capek 🤧
Isna Maria Prianti
apa ya kira kira 😏
Sahidah Sari
lah gmn sih km damar td km diem aja saat di ajak nikah sama Irna trs skr km merasa kecewa
Sahidah Sari
knp damar ,ga mau km nikah sama Irna
Sahidah Sari
mau. nikah sama siapa Irna coba
Sahidah Sari
waduh bisa2 nya pak Bisma nampar Irna , harus kalian itu sadar ,,bnr ga di kata kan sama Irna itu
Sahidah Sari
mngkn ini yg Irna ga suka mama nya selalu membanding2kan dia sama isna,,
Sahidah Sari
knp Irna berkata seperti itu ys
Sahidah Sari
haha damar rugi banyak nih 🤣🤣
Sahidah Sari
ya Allah mama Shinta segitu ingin nya dia melihat Kemala dan Galuh segera nikah
Sahidah Sari
lah Irna dan damar malah main taruhan mereka berdua
Sahidah Sari
gedek banget aq liat Tantri ,,ganjen banget jd cewek,, dah tau Galuh cuek aja masih aja nyesel
Sahidah Sari
mau km ga pake baju sekali pun mana tergoda Galuh sama km tp klu itu Kemala mngkn dah panas dingin Galuh 🤣
Sahidah Sari
sok datar gitu ngomong nya padahal dalam hati deg degan tuh Galuh 🤣🤭
Sahidah Sari
nah loh Kemala bisa salah paham nih sama kalian berdua 😂🤭
Sahidah Sari
🤣🤣🤣 astaghfirullah Galuh sampai mimpi cium mala ternyata yg dia cium damar 😂🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!