Area 21+ harap bijak dalam membaca.
Arieska Widya Kusuma (27 tahun), sangat Mencintai sahabat semasa kecilnya bernama Dimas Anggara (27 tahun). Sikap Dimas yang dulu perhatian membuat Arieska sangat mencintai Dimas. Namun sayang Dimas tidak mencintainya karena Arieska adalah gadis yang gendut mempunyai berat badan 75 KG dengan tinggi badan hanya 150 CM dan wajah yang di penuhi dengan jerawat. permasalahan lainnya juga Dimas adalah seorang Gay dan menjalin hubungan dengan sahabatnya bernama Elang Mahendra. Karena trauma di masa lalunya membuat Dimas sangat membenci yang namanya wanita.
Dimas terlahir dari rahim wanita. Namun, wanita yang melahirkannya jugalah yang menorehkan sebuah luka Dan menjadi anak broken home, membuat Arieska sangat mengawasi Dimas. Arieska takut Dimas akan berbuat nekad. Arieska rela melakukan apapun asal Dimas tidak terluka.
Sanggupkah Arieska bertahan bersama Dimas dan membuat pria itu berubah?
Atau malah pergi karena merasa semuanya sia-sia?
***
Jelita Anggraini (22th) menyimpan rasa untuk kakak angkatnya yaitu Rasyad Putra Pratama (29th) yang terkenal dingin seperti es di kutub utara keturunan Nathan. Kehidupan keluarga yang sangat pelik, tidak di anggap adik oleh Dimas dan tidak dipedulikan oleh mama dan papanya membuat Jelita mempunyai kehidupan baru bersama keluarga Rasyad yang sangat memperhatikannya. Tetapi Jelita harus menelan pil pahit saat Rasyad akan menikah dengan pujaan hatinya, mencoba ikhlas Jelita pergi dari kehidupan keluarga angkatnya hingga dirinya dipertemukan kembali dengan Rasyad saat pernikahan mendadak mereka. Tetapi saat itu sikap Rasyad yang sudah menjadi suaminya berubah 180°. Rasyad tak pernah menganggapnya ada dan tak pernah menganggap dirinya seorang istri, pernikahan mereka terjadi karena anak Rasyad yang masih kecil membutuhkan sosok seorang ibu.
"Pernikahan ini atas keinginan ayah dan bunda. Jadi, jangan berharap lebih padaku!" ucap Rasyad dengan tajam.
Ikuti kisah mereka!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafitri wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29~ (Tidak Menemukan Keberadaannya)
...Gimana dengan part ini? Jangan lupa like, vote, dan komentar yang banyak ya....
...Happy reading...
****
Jam sudah menunjukkan 3 dini hari tetapi Rasyad masih mencari keberadaan Jelita. Rasyad sudah sangat lelah dan sangat mengantuk sekali tetapi tekadnya untuk mencari dan membawa Jelita pulang sangat besar membuat Rasyad masih bertahan sampai sekarang bahkan ia mencari keberadaan Jelita seperti orang gila terus melajukan mobilnya sepanjang jalan sambil melihat ke kanan dan kiri siapa tahu Jelita berjalan seorang diri.
Ketakutan Rasyad semakin menjadi karena Jelita sama sekali tidak ditemukan. Rasyad menghentikan mobilnya di pinggir jalan, rasa lelah membuatnya tak sanggup lagi menyetir. Lebih baik Rasyad beristirahat sebentar dan setelah itu ia akan mencari keberadaan Jelita. Nomor Jelita tidak aktif sampai sekarang, terakhir kali ponsel itu aktif pagi tadi saat ia mendapatkan pesan Jelita dan lokasi gadis itu tidak ditemukan, terakhir kali Rasyad melihat lokasi Jelita berada di Bank.
Rasyad menjatuhkan kepalanya di stir mobil, saat ini ia benar-benar frustasi. Rasa bersalah menggerogoti hatinya saat ini, bahkan dengan kejamnya ia menyuruh Jelita untuk menjauhinya hanya karena gadis itu mencintainya, sungguh Rasyad adalah kakak yang sangat buruk untuk Jelita padahal ia tahu hidup Jelita tak seberuntung dirinya.
"Pasti kamu akan pulang bersama dengan Kakak, Jelita!" ucap Rasyad dengan lirih.
Bagaimana ia mengatakan kepada Gladis jika ia belum bisa menemukan Jelita? Pasti Gladis akan terpukul dan sangat bersedih. Rasyad menjambak rambutnya dengan kuat, harus kemana lagi ia mencari keberadaan Jelita? Sedang Dimas saja mengatakan jika Jelita tidak ada di rumahnya.
"Tuhan, jaga Jelita dengan baik. Aku sayang dia!" ucap Rasyad dengan lirih.
"PULANG JELITA!" teriak Rasyad dengan keras.
*****
Pagi harinya. Jelita bangun dengan mata bengkak karena terus menerus menangis mengingat Gladis, Nathan, Rasyad, Rasyid, dan Erina. Baru sehari ia pergi, ia sudah sangat merindukan keluarga yang memberikan kasih sayang yang utuh untuknya. Jelita melamun saat mengingat kebersamaanya dengan Rasyad maupun yang lainnya, setelah itu ia terkekeh pelan meratapi nasib hidupnya yang terluntang-lantung sejak kecil, lalu setelah itu ia menangis kembali mengingat kebahagiaan hanya singgah sementara di hidupnya.
Jelita masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Ternyata semalaman menangis membuat tubuhnya sangat lemas, tak mungkin ia pergi ke kampus, itu sama saja ia akan bertemu dengan Rasyad karena pria itu adalah dosennya sendiri. Jelita akan mengambil cuti atau pindah universitas lain nantinya. Atau akan tetap bertahan di univeraitas yang sama tetapi menghindar dari Rasyad. Entahlah memikirkan itu semua membuat Jelita sangat pusing.
Setelah selesai mandi dan berganti pakaian Jelita keluar dari kamarnya menuju dapur membuat sarapan untuknya dan Dimas. Pembantu di rumah ini memang ada tetapi tugas bibi tersebut bukan untuk memasak melainkan membersihkan rumah ini karena Dimas tak pernah makan di rumah kecuali Jelita yang memaksanya untuk makan di rumah saat dirinya ada di rumah ini.
Jelita dikejutkan dengan keberadaan Dave di rumah ini. Smirk yang ditunjukkan Dave kepadanya membuat Jelita merinding takut. Ia mendekat perlahan di meja makan yang sudah tersedia makanan sangat banyak. Siapa yang memasak makanan sebanyak ini? Tidak mungkin kakaknya? Apa pembantu di rumah ini yang memasak? Pertanyaan-pertanyaan banyak bermunculan di kepala Jelita saat ini.
"Selamat kembali di rumah ini, Jelita!" ucap Dave dengan senyum yang mengerikan membuat Jelita semakin takut dan tertekan, ia ingin memeluk kakaknya tetapi Dimas terlihat abai dengannya.
"S-siapa yang memasak makanan sebanyak ini?" tanya Jelita dengan terbata.
"Tentu saja gue yang beli untuk menyambut kedatangan adik dari sahabat gue. Bagaimana lo suka?" tanya Dave dengan senyum miringnya yang masih bertahan di bibirnya.
"Gak perlu ada penyambutan seperti ini!" sentak Jelita tak suka.
"Cukup! Jelita duduk dan makan dengan tenang kalau lo masih mau tinggal di rumah ini!" ucap Dimas dengan tajam.
"I-iya, Kak!" jawab Jelita menurut. Ia tidak bisa protes kepada Dimas karena tak mau Dimas marah kepadanya dan mengusir dirinya.
Dave menatap Jelita dengan penuh n*fsu. "Hahaha....ternyata kakak dan adik sangat bodoh. Jelita lo ternyata memudahkan rencana gue untuk mendapatkan lo dan menghancurkan kalian berdua dengan sangat mudah. Dengan lo berada di rumah ini, gue mempunyai kesempatan untuk membuat lo jadi milik gue. Ya walaupun rencana gue terdengar sangat licik untuk perempuan baik seperti lo," gumam Dave di dalam hati merasa senang dengan tinggalnya Jelita di rumah Dimas.
*****
Gladis sudah menunggu kepulangan Rasyad dengan tak sabaran bahkan wanita paruh baya itu sama sekali tidak tertidur yang membuat Nathan khawatir kesehatan sang istri yang bisa menurun karena kekurangan tidur.
"Rasyad kok lama banget ya, Mas?" tanya Gladis dengan cemas.
Rasyid dan Erina saling menatap satu sama lain. Mereka juga merasa sedih dengan kepergiaan Jelita karena selama ini keduanya sudah menganggap Jelita sebagai adik kandungnya sendiri.
Nathan memeluk Gladis dengan erat. "Sabar, Sayang. Rasyad pasti pulang membawa Jelita kembali ke rumah ini!" ucap Nathan menenangkan sang istri yang terlihat sangat cemas bahkan Gladis tidak mau sarapan sebelum Rasyad pulang ke rumah ini bersama dengan Jelita.
"Iya, tapi kapan, Mas? Rasyad bahkan tidak pulang semalaman," ucap Gladis dengan lirih.
Saat Nathan hendak berbicara. Suara mobil Rasyad terdengar. Gladis dengan cepat berlari untuk membukakan pintu dan menyambut kepulangan Jelita. Tetapi senyuman Gladis memudar kala Rasyad berjalan seorang diri tanpa Jelita.
"Jelita mana, Syad? Kamu tidak bersama dengan Jelita? Kamu belum bertemu dengan Jelita?" tanya Gladis dengan bertubi-tubi.
"M-maaf, Bun. Aku belum berhasil menemukan Jelita," gumam Rasyad dengan lirih.
"APA?"
Brukkk...
"BUNDA!"
kan yg buat cerita 😁
sukses
semangat
mksh