NovelToon NovelToon
Para Penakluk Bima Sakti

Para Penakluk Bima Sakti

Status: tamat
Genre:Komedi / Action / Cintamanis / Kehidupan Tentara / Tamat
Popularitas:97k
Nilai: 5
Nama Author: Mommy Sally

Warning! Untuk memahami jalan cerita ini sebaiknya kakak-kakak membaca cerita Gadis Tomboy Kesayangan Sang Baret Merah terlebih dahulu.

Dan mohon maaf karena novel sebelum nya adalah novel pertama author, jadi disana masih banyak kesalahan dalam penulisan dan lainnya.

Nakula dan Sadewa jatuh cinta kepada dua gadis kembar bernama Aurora dan Laluna sejak pertama kali mereka bertemu disebuah acara perhelatan ulang tahun mantan Jenderal besar Cakrawala Bima Sakti yang ke 50 tahun yang adalah kakek kedua gadis cantik itu.

Langit yang adalah kakak dari keduanya sekaligus sahabat dari Nakula dan Sadewa tidak suka jika ada pria lain yang mencoba mendekati kedua adik kembarnya termasuk kedua sahabat Nakula dan Sadewa.

Konflik terjadi saat situasi didalam negeri memanas tatkala tiga partai besar memperebutkan kursi kepemimpinan saat pemilu sedang berlangsung, dan Langit beserta kedua adik kembarnya harus memenuhi panggilan negara.

Apa saja yang terjadi dengan hubungan mereka?
Apalagi saat Langit mengetahui berita besar tentang kekasih hatinya Queen?

Yuk simak ceritanya 😉
Jangan lupa like, vote dan komen serta gift nya yah 😊

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy Sally, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gugurnya Sang Singa Asia

#indonesiaberkabung, #gugurnyasingaasia, telah mendominasi laman pencarian berita di platfrom pencarian terbesar dunia. Hari ini 1 oktober 2025 bertepatan dengan hari Kesaktian Pancasila sang pemimpin dengan julukan Singa Asia telah berpulang, menyusul kepergian belahan jiwanya yang telah lebih dulu meninggalkan beliau menuju keharibaanNya.

Jendral besar Cakrawala Bima Sakti telah berpulang diusianya yang ke 75 tahun karena penyakit jantung yang dideritanya semenjak kematian Siska sang istri tercinta, kesehatannya semakin menurun tepat di hari perayaan pernikahan mereka yang ke 50 tahun. Seminggu sebelum beliau dikabarkan meninggal dunia.

Ribuan pasukan TNI dari tiga angkatan inti memenuhi lapangan dimana sang Jendral menjalani proses upacara pemakamannya yang dipimpin langsung oleh Persiden Republik Indonesia, Bacharrudin Latief.

Beliau menyerahkan secara langsung penghargaan tertinggi untuk sang Singa Asia kepada anak sulungnya Jendral Galaxy Bima Sakti, juga mengucapkan bela sungkawa terdalamnya kepada pihak keluarga serta kepada seluruh rakyat Indonesia.

“Engkau adalah salah satu insan kebanggaan negeri, Kecintaan mu terhadap Ibu Pertiwi sama besarnya dengan kecintaan Ibu Pertiwi terhadapmu. Kami tidak akan pernah melupakan jasa-jasa besar mu wahai Cakrawala Bima Sakti…” Bacharrudin Latief tidak bisa menahan air matanya, begitupun dengan semua orang yang hadir memenuhi Gelora Bung Karno pagi ini.

Tepat pada pukul 9.00 pagi waktu Indonesia barat, pasukan pengangkut peti jenazah membawa jasad yang telah terbujur kaku tersebut keluar dari lapangan menuju mobil ambulance yang akan membawa jasad tersebut ke tempat pemakaman keluarga di Cijantung.

Enam bulan kemudian.

“Langit, bagaimana perkembangan situasi di Bandung?” Galaxy menghubungi sang anak melalui jalur rahasia.

Tiga bulan semenjak meninggalnya sang ayah situasi negara mengalami masa reformasi pemerintahan, dimana tiga partai besar memperebutkan kursi kepemimpinan saat Pemilu berlangsung.

“Bandung aman dan terkendali pak!” Jawab Langit, meski saat ini dirinya tengah berkomunikasi dengan sang ayah, tetapi protokol harus tetap dipatuhi disaat jam kerja tengah berlangsung.

“Satu jam dari sekarang, kembali ke Mako pusat” Titah Galaxy yang langsung disanggupi oleh Langit.

Langit meraih ponselnya untuk menghubungi permata hatinya Queen, gadis yang sudah sangat dirindukannya ini pasti tengah menunggu kabar darinya.

“Hallo sayang...” Ucap Langit ketika layar ponselnya menampilkan wajah cantik gadis itu.

“Hallo bang…, loh abang udah mau pergi?” Queen melihat Langit yang sedang berjalan keluar dari ruangannya.

“Iya sayang, papi meminta abang untuk kembali…” Jawab Langit tanpa melihat ke arah Queen.

“Yeeeesss!!!” Ucap Queen kegirangan. Pasalnya sudah tiga bulan ini Langit berada dikirim ke Bandung untuk memantau situasi yang terjadi disana, dan selama itu pula Queen hanya bisa berkomunikasi dengan kekasihnya itu melalui panggilan video. Itupun jika pemuda tampan itu tidak sedang berada di lapangan.

“Seneng banget kayaknya” Ucap Langit, lalu terlihat membalas penghormatan dari seseorang.

“Iya lah…” Queen terkekeh malu.

“Oke sayang, abang harus naik sekarang…Sampai bertemu nanti malam”

Langit mengakhiri panggilan teleponnya, lalu bergegas menuju helikopter yang sudah menunggunya.

“Yaaahh…dia pasti ke kantor dulu” Keluh Queen lalu menjatuhkan kembali tubuhnya di ranjang.

Kerusuhan yang terjadi di Ibukota membuat dirinya terpenjara di rumahnya sendiri, karena Antoni sang ayah meminta dirinya dan ibunya Gielang untuk tetap berada di dalam rumah.

Satu-satunya alasan sang ayah mengijinkan putrinya untuk keluar dari rumah adalah jika si kembar Nakula dan Sadewa menjemputnya, kedua ilmuwan gila itu selalu mengajak Queen untuk menghabiskan akhir pekan bersama.

“Kalian ini sudah seperti tiga orang anak ayam yang ditinggal induknya” Ucap Antoni pada satu hari dimana keduanya menjemput putri kesayangannya.

Pasalnya si kembar Aurora dan Laluna saat ini tengah sibuk membantu pihak keamanan terkait untuk mengamankan situasi yang tengah terjadi di ibukota, terkadang keduanya bahkan tidak bisa dihubungi sama sekali jika keadaan semakin memanas.

“Dulu ketika kakek Cakra masih hidup, setiap pemilu kita baik-baik aja deh” Keluh Queen saat dalam perjalanan menuju kediaman Nakula dan Sadewa.

“Kebetulan aja kali Queen, mungkin kali ini situasinya berbeda karena presiden kita memang udah tiga periode ini memimpin negara” Jawab Nakula, pria jangkung ini memutar kemudinya saat memasuki pintu gerbang rumahnya.

“Yaaa…Mungkin yang lainnya pengen dapet giliran” Sambung Sadewa sambil terkekeh.

“Kita lanjutkan simulasi kita?” Sadewa langsung menuntun Queen dan Nakula menuju tempat favoritnya, dimana lagi jika bukan di laboratorium yang terletak di halaman belakang rumahnya.

Tak lama berselang ponsel milik Queen bergetar, Langit memberitahunya bahwa dia akan pulang terlambat dan kemungkinan besar malam ini mereka tidak bisa bertemu karena dirinya baru saja mendapatkan perintah tugas.

Queen menghela nafasnya sejenak, karena ternyata sang mama pun memberitahu bahwa malam ini papanya tidak akan pulang. Bersamaan dengan itu ponsel Nakula dan Sadewa pun bergetar, mereka menerima oesan yang hampir sama dengan Queen.

“Jika situasi tidak berubah dalam waktu sebulan ke depan, maka konflik di negara kita ini akan semakin memburuk” Ucap Nakula, lalu memainkan jemarinya di atas keyboard.

“Ini lokasi mereka sekarang?” Tanya Queen,  saat melihat lima titik hijau pada layar besar di hadapannya.

“Ya, dan mereka semakin mendekati wilayah konflik” Jawan Nakula, pria jangkung itu menunjuk pada tiga titik di lokasi yang berbeda.

“Apa kita akan tinggal diam aja kayak gini?” Queen menatap Nakula dan Sadewa secara bergantian.

“Engga lah nona manis, kita hanya sedang menunggu palu Thor di ketuk” Kekeh Sadewa.

“Dasar gila…” Kekeh Queen, lalu berjalan menjauhi keduanya, dan memasuki sebuah ruangan kecil mirip dengan kabin pesawat tempur.

“Lo tuh yah gila Queen, disaat para gadis lebih menyukai mobil imut buat di kendarain, lo lebih milih ngendarain pesawat tempur!” Balas Nakula, kali ini melalui alat komunikasi didalam kabin.

“Moga aja si Langit gak nembak kepala kita nanti pas tau” Kekeh Sadewa, pria jangkung tampan ini menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.

“Well…Gue bukan cewek kebanyakan kan? Lagipula cewek-cewek kalian lebih parah lagi kan? Selain tank baja mainan mereka apa lagi coba…” Queen tertawa dan mulai mengaktifkan pesawatnya.

“Bazoka!” Jawab Nakula dan Sadewa bersamaan.

“Haaatciu!!” Tiba-tiba Aurora dan Laluna bersin di tempat yang berbeda.

“Ada yang ngomongin gue nih kayaknya” Gumam Aurora sambil mengusap hidungnya dengan tissue.

Sementara di tempat lain Langit merasa sedikit tidak nyaman dengan hatinya, ingatannya tertuju kepada Queen. Apa yang sedang dilakukan gadis itu pikirnya. Langit lalu merogoh ponselnya dan memeriksa keberadaan gadisnya itu, sebuah senyuman langsung mengembang diwajahnya tatkala dia melihat lokasi Queen di layar ponselnya.

“ Selamat tidur sayang…” Gumam Langit.

Bukan Nakula dan Sadewa namanya jika tidak bisa mengakali posisi Queen saat ini, tujuan kedua pria kembar itu bukan lain hanya ingin melindungi perasaan Langit. Mereka tidak bisa membayangkan jika sahabatnya itu tahu saat ini  Queen sedang melakukan apa, bisa-bisa mereka di coret dari daftar calon adik ipar!

.

.

.

To be continue

Hai kakak-kakak sesuai janji othor untuk melanjutkan kembali cerita ini, hari ini othor start lagi yah ceritanya.

Mohon dukungannya

Happy Reading

1
Nana Niez
serius sdh end????????
Danny Muliawati
LG seru demo kok udahin yah gmn ini ending nya
Danny Muliawati
waduh gawat ada yg ngikutin ci kembar
Danny Muliawati
keren loh mom
Danny Muliawati
lucu banget kembar Nakula d sadewa
Umiie'ne Naza
akh endingnya segitu doang
Musliha yunos
besr👍
Nelfiawati Jambak
josua kah orang yg di curiagai fatir
Mommy Sally: hayoo... hayoo... tebak siapaaa... 😁😁😁
total 1 replies
mama_im
sejauh ini ceritanya menarik thor, cuma kadang ada di beberapa part yang harus aq baca ulang agar bisa ngarti, ceritanya lumayan berat untuk otakku yang cetek ini 🤭🤭🤭 ini militernya kerasa banget beda sama cerita axy, but itu yg membuat beda, berasa ada di tahun 80.n maybe. 😁😁
semangat terus thor 💪💪💪
Mommy Sally: terimakasih kakak... 🥰😍😘
total 1 replies
Nelfiawati Jambak
semakin menegang kan kak author
aku jdi penasaran end nya
Mommy Sally: gimana yaaa... hehehehhe...

betewe thanks ya kak udah ngikutin cerita ini...
total 1 replies
Nelfiawati Jambak
wuuiiiih sadis anak buah nya si langit 😱😱😱
Nelfiawati Jambak: sama2 Kak author tetap semangat ngehalu yaaa
total 2 replies
Nelfiawati Jambak
parang nih si twin
bikin babang langit esmosi
Mommy Sally: esmosi jiwa wkwkwkwk
total 1 replies
Nurmala Dewi
keren,,
Mommy Sally: Makasih kak 🥰
total 1 replies
Anna Mutia Feranita
karena terlalu lama vakum, jadi deh kudu mulai dr awal lagi ceritanya biar ngerti n mudeng lagi jalan ceritanya....
Terlepas dari itu, makasih kaka udah nglanjutin lagi novel ini, ditunggu segera gak pakai lama up up novel ini, nuhun.... 🙏🥰🥰🥰
Mommy Sally: Masama cinta ❤😘
total 1 replies
Nelfiawati Jambak
cemungud kak author
mama_im
semangat thor,, d tunggu lanjutannya 💪💪💪
mama_im
kemana lanjutannya thor?? padahal seru.
Nivita Puri
kok ndak ada sambungannya
Afifah Fauziyah Hanum Sahar
lanjutan nya blum ada ya tor...seru nie...
aini anderson
up dong thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!