Natasya Callissa Atmadja seorang mahasiswi cantik semester enam berusia dua puluh tahun berpacaran dengan Richo Sbastian, mahasiswa tampan dan sangat populer tapi sayang Richo malah mengkhianatinya. Pengkhianatan yang dilakukan Richo membuat Callissa trauma untuk berpacaran dengan lelaki yang populer.
"Ca tampan banget sumpah, katanya dia itu cowok paling tampan dan populer di Universitas Tunas Bangsa" ucap Olivia sahabat Callissa.
"Ga perduli, udah jangan mau sama yang terkenal. Pacarnya dimana-dimana" ucap Callissa pergi.
Tapi tanpa diduga Callissa telah kembali jatuh hati pada sosok pria tampan dan juga populer yang tak lain adalah sahabat kakaknya sendiri. Akankah Callissa kembali menjalin asmara dengan sosok laki-laki yang selalu ingin dia hindari?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yes.im'emil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
UNEXPTDL BAB 29
"Pah, Mah, gimana ini?." tanya Reynan panik ketika melihat Callissa, Dava dan orang tuanya pergi.
"Udahlah, kasih dulu orang tua Callissa waktu, dia masih ga percaya dengan kejadian yang menimpa anaknya. Ayo, Mah sekarang kita pulang." ucap Pak Wijaya berlalu pergi.
"Tapi Pah, gimana kalau Reynan ga direstuin?." tanyanya khawatir.
"Ya kamu berjuanglah." ucap Pak Wijaya. Reynan hanya bisa mengacak-acak rambutnya karena frustasi.
"Ini memang ga mudah sayang, tapi jangan pernah menyerah. Berjuanglah kalau kamu memang cinta sama Callissa, demi anak kamu juga yang ada di dalam perutnya." ucap Bu Sarah sambil menepuk pundak anaknya.
**
"Ayo turun dek." ucap Dava ketika mobil miliknya sudah terparkir di garasi rumah.
"Tapi, Kak--." ucap Callissa tertahan. Sedari tadi dalam perjalanan, dia terus memberikan pertanyaan kepada Kakaknya, 'bagaimana Callissa harus bersikap dan menghadapi semua ini'. Callissa benar-benar merasa resah dan takut.
"Terus loe ga mau turun? Mau diam aja disini? Ca, hadapin Papah sama Mamah. Gue akan bantu loe jelasin semuanya, karena ini juga kelalaian gue sebagai Kakak yang ga bisa ngejaga loe." ucap Dava.
Dengan perasaan takut, Callissa berjalan di belakang Dava. Bahkan saking takut menghadapi kedua orang tuanya, Callissa sampai memegang ujung belakang baju Kakaknya.
Di ruang keluarga sudah terlihat Ayah dan Ibunya sedang duduk memandangnya, Callissa hanya bisa menunduk takut.
"Jelasin sama Papah, Callissa." ucap Pak Atmadja.
"Pah--." ucap Dava terpotong.
"Callissa, bukan kamu Dava." ucap Ayahnya sambil berdiri.
"Maaf Pah. Maafin Callissa, udah buat Papah sama Mamah kecewa." ucapnya menunduk dan menangis.
"Bukan hanya itu, kamu juga buat Papah malu. Kamu ini masih kuliah, Callissa. Kamu belum lulus, mau di taro dimana muka Papah sama Mamah kalau orang lain tau kamu hamil disaat belum lulus kuliah dan juga belum menikah."
"Kamu ini perempuan, gimana bisa kamu mau aja melakukan hal seperti itu sebelum menikah. Kamu ini putri satu-satunya keluarga Atmadja, bagaimana bisa kamu melakukan hal murahan seperti itu, Callissa?." sambung Pak Atmadja emosi.
"Dan kamu, Dava. Papah selalu bilang jaga adik kamu, jaga dan awasi dia. Kenapa hal ini sampai bisa terjadi? Kamu ini memang ga bisa dipercaya." ucap Pak Atmadja marah pada Dava.
"Ini bukan salah Kakak, ini salah Callissa yang ga bisa jaga diri sendiri." ucapnya membela Dava.
Pak Atmadja kini duduk kembali di sofa, memijat kepalanya yang terasa pusing seperti akan pecah. Sedangkan Bu Nia hanya bisa mengelus punggung suaminya memberikan ketenangan. Dia sama seperti suaminya, merasa kecewa dengan apa yang saat ini anaknya alami.
Tapi jauh di dalam hati Bu Nia, dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi pada putri semata wayang mereka. Andai dia selalu ada dirumah, tidak sibuk menjadi wanita karier dan tidak ikut suaminya bertugas, andai dia bisa mengawasi anak-anaknya setiap waktu mungkin kejadian ini tidak akan terjadi pada Callissa.
"Duduk kalian. Dan coba jelaskan Callissa apa yang terjadi sama kamu? Apa kamu melakukan 'itu' dengan Reynan karena saling cinta dan sadar?." ucap Bu Nia yang kini mulai mengeluarkan suara.
"Mah, aku berani sumpah ini semua jebakan. Mamah tau aku kan? Aku ga akan pernah mah ngelakuin hal seperti 'itu'. Aku selalu ingat apa pesan Mamah, jangan menjadi perempuan yang gampangan dan harus selalu menjaga kehormatan sendiri dan juga keluarga." ucap Callissa dengan air mata yang terus menetes.
"Pah, Mah tolong percaya sama Callissa. Dava udah menyelidiki ini semua, dan itu benar adanya. Reynan dijebak, sebenarnya perempuan yang harus tidur bersama Reynan bukan Callissa tapi perempuan lain. Tapi sayangnya, malah Callissa yang ada dihadapan Reynan saat itu." ucap Dava mencoba menjelaskan.
"Kalau Papah sama Mamah ga percaya, Dava punya bukti dimana ada seseorang yang menjebak Reynan dengan memasukkan sesuatu ke dalam minumannya." ucap Dava kemudian memberikan ponselnya.
Beruntung saja Dava memiliki rekaman CCTV kejadian malam prom night, karena dia memintanya kepada Reynan. Dan ada satu hal yang belum diketahui oleh Reynan dan Callissa, Dava telah memberikan pelajaran kepada Richo.
Flashback
Satu hari setelah Dava menghajar Reynan habis-habisan ketika mengetahui adiknya hamil, dia meminta bantuan pada Bima dan juga Nathan sahabatnya. Mereka datang ke basecamp Richo. Beruntung disana tidak terlalu ramai, mungkin hanya ada Richo dan beberapa orang temannya yang bisa dihitung dengan jari.
"Wihh, ada apa bro?." tanya teman Richo saat melihat lawan lapangan mereka datang.
"Dimana temen loe? Gue mau ketemu." tanya Dava dengan sedikit emosi.
"Ada apa nih? Jangan bikin ribut loe." ucap orang tersebut.
"Gue ga mau bikin ribut, cuman gue mau ngasih pelajaran aja sama temen loe. Tenang, ini urusan cuman gue sama dia, teman-teman gue bakalan tetap disini sama kalian." ucap Dava menyelonong pergi.
Bukan apa-apa, Dava mengajak Bima dan Nathan takut jika dia dikeroyok oleh teman-teman Richo. Dia takut jika nanti Richo memutar fakta, jika Dava mencari masalah duluan.
Dava berjalan masuk, hingga dia menemukan sebuah pintu yang dia yakini itu adalah tempat Richo berada. Dia buka pintu itu dan benar saja Richo tengah bermain game bersama satu orang temannya, lebih tepatnya wakil ketua tim basketnya.
"Ngapain loe kesini?." tanya Richo menghentikan aktivitasnya.
Tanpa berbicara, Dava saat itu langsung meninju pipi Richo, hingga dia tersungkur ke lantai. "Loe apa-apaan, Dav?." tanya wakil ketua itu.
"Diam loe ga usah ikut campur." jawab Dava emosi.
"Ini basecamp kita, jelas gue ikut campur. Udahlah, apa kalian ga cape terus-terusan berantem cuman masalah bola basket? Apa masalah cewek lagi?." tanya wakil ketua itu.
"Tanya aja sama ketua basket loe itu." ucap Dava kemudian menghajar kembali Richo.
Dava keluar dari ruangan itu setelah puas dengan apa yang barusan dia lakukan. Sementara wakil ketua basket itu hanya bisa menyaksikan pukulan Dava pada Richo, karena dia paham sepertinya itu masalah pribadi, lebih tepatnya masalah wanita. Sehingga dia tidak mau terlibat atau ikut campur.
Flashback Off
"Kurang ajar, siapa dia?." tanya Pak Atmadja setelah menyaksikan rekaman yang ditunjukkan Dava.
"Dia Richo, mantan pacarnya Callissa. Dia cemburu sama Reynan karena saat itu Reynan mengaku sebagai pacarnya Callissa, dan dari situ Richo berencana menjebak Reynan agar menjadi terlihat buruk di depan Callissa. Tapi sayangnya, yang melakukan itu bersama Reynan malah Callissa sendiri." ucap Dava menjelaskan.
"Yaampun Ca, kenapa bisa kamu berpacaran sama cowok br*engsek kaya gituh?." ucap Bu Nia kesal.
"Padahal Dava sudah memperingati dia, Mah. Tapi Callissa ternyata diam-diam pacaran sama Richo." kesal Dava yang mengingat betapa keras kepala adiknya itu.
"Maaf, Kak." ucap Callissa.
"Jadi berapa bulan usia kandungan kamu?." tanya Pak Atmadja ketus.
"Baru jalan empat minggu, Pah. Katanya." jawabnya pelan dengan tetap menunduk.
"Hubungi Reynan, suruh besok dia menghadap Papah." ucap Pak Atmadja ketus kemudian berlalu pergi ke kamarnya.
Kini diruangan itu hanya ada Dava, Callissa dan Ibu mereka. Tangis Callissa pun pecah saat Bu Nia memeluk tubuhnya, dia benar-benar merasa berdosa telah membuat orang tuanya kecewa, dia gagal menjadi seorang anak yang baik.
"Mamah, maafin Callissa, Mah." ucapnya dengan tersedu-sedu.
"Maafin Mamah juga sayang. Kamu ginih karena kita juga, karena Mamah sama Papah terlalu sibuk sama kerjaan." ucap Bu Nia mengelus punggung anaknya.
"Mah, apa yang akan Papah obrolin besok sama Kak Reynan? Mah, Callissa ga mau gugurin anak ini. Kak Reynan juga mau tanggung jawab ko, Mah. Kak Reynan, mau nikahin Callissa." ucap Callissa yang takut jika Ayahnya akan menyuruh dia menggugurkan anak dalam kandungannya.
"Ga sayang, Papah ga akan mungkin berpikiran seperti itu. Bagaimana pun dia tidak salah, kamu harus tetap melahirkannya." ucap Bu Nia mengelus punggung anaknya.
"Tapi kan Papah marah, Callissa belum lulus kuliah, Mah." ucapnya.
"Untuk itu masalah gampang, pokoknya kamu jangan banyak pikiran. Biarkan Mamah sama Papah cari jalan keluarnya. Sekarang kamu tidur ya, istirahat. Mamah mau samperin Papah." ucap Bu Nia
"Kamu juga Kak, bawa adik kamu masuk ke kamarnya." sambung Bu Nia.
*****
Haii, terimakasih atas jawaban kalian ya. Semoga selalu suka dan terus lanjutin baca ceritanya sampai akhir nanti.
Jangan lupa di komen, like, vote, dan kasih rate bintang lima ya.
Terimakasih💚💚💚
bagus thor😀😀😀
cemNgat thoorrrr😀😀