Gadis bernama Shanum tidak pernah menyangka bahwa dia akan terlibat hubungan cinta terlarang (cinta se-jenis).
Setelah lepas dari cinta terlarangnya, dia dipertemukan dengan laki-laki yang malah merenggut mahkotanya secara paksa karena dendam.
Tapi Tuhan Maha Adil, pada akhirnya dia dipertemukan dengan laki-laki yang bisa menerima dia apa adanya, mencintai dengan tulus dan mendapatkan kebahagiannya hingga akhir hayatnya.
Hi reader, kalau sekiranya Novel ini kurang nyaman dibaca, silakan memilih bacaan yang sesuai umur dan tipe Novel yang disukai 🥰❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja Merona, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dia Siapa?
...Daun berguguran...
...Bunga bermekaran...
...Hujan turun bagai symphoni...
...Menghiasi jagat raya dengan warna-warna berbeda ...
...Ciptaan dari Sang Pencipta Yang Maha Indah....
...~~~...
"Permisi Dek, apa ada siswa kelas 3 yang bernama Shanum Melodia di sekolah ini?", tanya seorang wanita cantik dengan berpakaian formal kepada siswa yang baru saja keluar dari gerbang sekolah.
"Oh, ada. Kebetulan saya teman satu kelasnya".
"Kalau boleh tahu, Shanumnya sekarang mana ya Dek?" tanyanya dengan mata mencari-cari keberadaan Sang gadis.
"Kebetulan hari ini Shanum nggak masuk sekolah Kak", jawab salahsatu dari mereka.
"Oh, nggak masuk sekolah? Kira-kira kamu tahu rumahnya Shanum gak?".
Siswa yang ditanyai wanita ini saling melempar pandang dan menjawab dengan serentak,
"Maaf Kak, kami nggak tahu".
"Ah iya. Terimakasih ya Dek". Jawab si Wanita dengan menahan kecewa.
Sementara, di pinggir pos security Nora yang mendengar seseorang menyebutkan nama sahabatnya langsung bersembunyi dan memperhatikan gerak-gerak wanita yang menanyakan keberadaan Shanum. Tidak ada yang mencurigakan pikirnya.
"Tapi kira-kira dia siapa dan mau apa mencari Shanum ke sekolah?", bathin Nora.
...~~~...
"Duh, gue bosen rebahan terus nih", keluh Shanum yang harus beristirahat karena kakinya masih terasa linu.
"Ish, handphone mati ternyata. Pantesan dari tadi sepi banget yang nge-chat". Gumamnya, lalu Ia langsung menyalakan ponselnya.
7 pesan masuk,
"Hello, cewek *absu**rd* kamu kok jam segini belum sampai ke sekolah?".
"Woy Shanum, kemana kamu?".
"Et dah seriusan ini anak gak sekolah?".
"Num, Bu Artika nyariin kamu nih, kayanya mau ngasih kamu hadiah gara-gara bolos sekolah".
"Ini anak nggak ada kabar sama sekali, ponsel juga mati bikin orang snewen saja".
"Num, ini ada yang nyariin kamu ke sekolah tante-tante, aku gak tahu siapa".
"Balas langsung chat aku kalau ponsel kamu sudah aktif!".
Shanum membaca pesan sahabatnya dengan kedua alis terangkat lalu menepuk dahinya sendiri,
"Alamak, aku lupa nggak minta Ayah buat ngasih surat izin ke sekolah", gumamnya.
Lalu dia terfokus dengan chat selanjutnya, "Ada yang mencari aku, tante-tante? siapa?" . Gumamnya lagi
Sehari saja tidak masuk sekolah banyak hal yang terjadi, keluhnya. Ia pun langsung membalas pesan sahabatnya tanpa menunggu lama.
"Heh, cewek kutu buku, sorry chat Lu baru gue balas. Gue lupa kalau ponsel gue mati dari semalam".
"Kaki gue kekilir kemarin, makanya nggak sekolah. Gue lupa minta tolong bokap buat bikin surat izin".
"Ehh, itu ada nyariin gue, siapa? ciri-cirinya gimana?"
15 menit kemudian,
"Eh, ini bocah nongol juga akhirnya".
"Ah kamu Num, sudah kaya nenek jompo saja pakai lupa segala, padahal surat izin kan penting. Kamu nanti kalau masuk, disuruh menghadap Bu Artika tuh".
"Aku nggak tahu, Shanum. Pake nanya siapa lagi. Yang aku ingat tante tadi itu muka-muka bule gitu. Rambutnya panjang, ada tahi lalat di pinggir hidung. Cantik sih tapi muka-muka antagonis gitu".
Deg, jantung Shanum berdetak lebih cepat dan tubuhnya bergemetar seketika. Dia merasakan otot kakinya melemas. Keringat dingin menetes begitu saja dari pelipisnya.
Bayangan tentang wanita yang disebutkan Nora barusan, langsung tertuju pada seseorang yang paling tidak mau Shanum kenal apalagi dia temui.
"Kak, Clara", lirihnya dengan mata berkaca-kaca.
"Apakah takdir ku harus terjerat cinta terlarang ini, Tuhan?".
...***...
MESKI ALUR CERITA LAMBAT...TAPI NGGAK BIKIN BOSAN.