NovelToon NovelToon
MENCINTAI DENGAN TULUS

MENCINTAI DENGAN TULUS

Status: tamat
Genre:Tamat
Popularitas:93.2k
Nilai: 5
Nama Author: Tr_w

Ayuti Aleyda Ravindra , gadis muda korban buli sepanjang sekolah. Tidak cantik maupun pintar. Semuanya dibawah rata-rata , ia hanya memiliki senyum yang manis. Itupun kata orang karena menurutnya ia sangat jelek. Ayuti gadis baik hati dan penyayang. Tapi yang lebih parah dari Ayuti adalah ia sangat suka halu dan selalu menghayal sesuatu yang tidak akan mungkin terjadi padanya.

Berbeda dengan Yuda Kusuma Carson yang memiliki ketampanan yang di atas rata-rata. Di balik wajah tampannya , Yuda memiliki sifat keras kepala , egois , kasar dan tidak sopan. Bahkan orang tuanya saja tidak bisa mengatur putra semata wayang mereka mereka.

Bagaimana jika mereka bertemu?

Di sebuah taman kota.

''Uuuuu........Sakit sekali.'' Bagiamana tidak sakit , Keleng yang tadi itu juga sudah rusak hingga pasti sangat melukai Ayuti. Yuda sudah berfikir kalau yang kena itu adalah mata Ayuti.

''Mana yang sakit? Coba singkirkan tanganmu dulu!'' Bentak Yuda yang juga khawatir.

Penasaran dengan cerita mereka? Ayo baca terus kisahnya😊

IG; dewayutirtawardani

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tr_w, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab kedua puluh sembilan

Amarah? Itulah emosi , suatu rasa yang selalu berada di setiap manusia. Tanpa emosi manusia tidak akan berjalan sempurna. Tapi jika tidak bisa mengendalikan emosi maka akan ada yang tersakiti.

Ayuti perlahan membuka pintu kamar Yuda , Yuda sedang membaringkan diri dan memejamkan matanya mencoba mengendalikan amarahnya.

''Bee........'' Ucap lembut Ayuti , ia perlahan menghampiri Yuda.

''Bee......Maaf , karna angkat Panggilan tadi. Hmmmm.........Maaf ya bee .........'' Ayuti sudah duduk di sebelah Yuda. Yuda masih berbaring membelakangi Ayuti , ia tidak membuka matanya sama sekali dan masih diam.

''Bee.....Maaf.........Aku gak memikirkan perasaan kamu , maaf bee , jangan diemin aku gini bee........Aku gak bisa didiemin......Bee.......Kalau bee mau marah silakan , tapi jangan diem gini.'' Ayuti terus membujuk Yuda dengan memeluk Yuda tanpa ikut berbaring.

''Bee.........Hiks , maaf hiks..... '' Ayuti mulai menangis , dirinya memang tidak bisa kalau seseorang yang dia sayang tiba-tiba diam padanya.

Yuda membuka matanya perlahan , Ayuti masih setia memeluk Yuda dengan air mata yang sudah membasahi wajahnya.

''Bee......Maafin Ayuti , bee.......'' Ujar Ayuti masih menangis.

''Pulanglah , ini udah mau sore.'' Ujar Yuda , Ayuti menggeleng.

''Kalau bee masih marah , aku gak akan mau pulang. Walau nanti di marah ibu karna terlambat aku gak peduli.'' Ujar Ayuti , Yuda membuang nafas kasar.

Yuda sedikit mendorong Ayuti lalu dirinya tidur dengan terlentang , Ayuti kembali memeluk Yuda. Ayuti tau dirinya salah. Sekian detik hingga berganti menit , Ayuti masih nyaman memeluk Yuda.

''Pulanglah , ini sudah sore.'' Ayuti tidak mau bergerak sedikitpun.

''Gak mau bee.......Kamu belum maafin aku , maaf bee. Lain kali aku gak akan jawab tlp mantan. Aku akan tanya kamu dulu kalau mau jawab. Pliss.......Bee.......maaf , aku salah , maaf bee.'' Ayuti masih menitikkan air matanya.

Yuda tidak tega jika harus melihat gadisnya itu menangis , jika dia pulang nanti pasti di tanya kenapa sembab oleh orang tuanya.

''Bee.......'' Ucap Yuda , Ayuti bangun lalu menatap Yuda.

''Iya bee....Hiks.....'' Yuda duduk bersila di depan Ayuti.

''Jangan nangis , aku maafin kok. Jangan nangis lagi ya....'' Yuda mengusap air mata Ayuti dengan ibu jarinya.

''Bee.......'' Ayuti kembali memeluk Yuda. Yuda mengusap punggung Ayuti lembut.

''Udah , sekarang pulang ya. Eh tapi jangan dulu deh , kamu cuci muka dulu , biar nanti di rumah gak ditanya macem-macem.'' Ayuti mengangguk , Yuda mengantar Ayuti ke kamar mandi. Di ruang tengah Edwin dan Nyzan hanya melirik sekilas.

Di dalam kamar mandi , Ayuti mencuci muka sendiri. Yuda pergi entah kemana , setelah selesai mencuci muka saat akan keluar kamar mandi , hampir saja dirinya bertabrakan dengan Yuda yang masuk tanpa pakaian dan hanya menggunakan bokser.

''Lah , kenapa gak pakek baju bee...'' Tanya Ayuti yang menatap heran. Edwin dan Nyzan juga datang menghampiri mereka berdua di depan kamar mandi.

''Iya yud , mau ngapain lo? Wahhh........jangan aneh-aneh deh.'' Yuda menatap tajam pada Edwin.

''Pikiran Lo tuh yang aneh-aneh , udahlah Lo gak perlu tau.'' Yuda sedikit mendorong Ayuti agar kembali masuk kedalam kamar mandi lalu Yuda menutup pintu dengan keras.

''Hey , Yuda , jangan di apa-apain anak orang woy!!'' Teriak Nyzan dari luar kamar mandi.

''Gak seperti yang Lo bayangin!!'' Kesal Yuda dari dalam kamar mandi.

Di dalam kamar mandi Ayuti ikut deg-degan gak jelas karna pikirannya yang sudah berkecamuk. Yuda melihat jelas ketakutan Ayuti lalu menyentil dahi Ayuti.

''Pikirannya tolong di kondisikan bee......'' Ayuti langsung tersenyum.

''Maaf bee......Tapi aku gak tau kamu mau apa?''

''Bee.....Mandiin , minta dimandiin..'' Rengek Yuda dengan wajah memohon.

''Kamu kan bisa mandi sendiri bee.'' Yuda menggeleng.

''Mau dimandiin kamu bee.....Mau dimandiin....Ayo bee.....Ayo.....'' Yuda terus merengek seperti anak kecil , Ayuti hanya menggeleng pelan karna melihat tingkah pacarnya satu ini.

''Iya udah sini.'' Ujar Ayuti , Yuda mendekat ke arah gentong yang sudah berisi air. Ayuti menggunakan gayung yang ada untuk mengambil air lalu menyiramkannya pada tubuh Yuda. Ayuti sudah biasa jika memandikan adiknya jadi memandikan Yuda ia anggap seperti itu.

Cek.....cek.....cek.......

''Bee......basah kan!!!" Kesal Ayuti yang berteriak , karena Yuda menghentakkan kedua kakinya di air yang tergenang. Sedangkan yang di luar kamar mandi menjadi berfikir yang tidak-tidak.

Mendengar Ayuti yang kesal , Yuda hanya tersenyum tanpa dosa. Ayuti menghidupkan air didalam kamar mandi jadi di luar tidak bisa mendengar percakapan mereka. Ayuti menyabuni bagian atas Yuda dengan telaten , lalu kaki Yuda selain itu dia tidak menyentuh sama sekali. Yuda sendiri yang menyabuni yang lain dengan Ayuti yang berbalik.

Setelah selesai dengan sabun , tangan Yuda masuk kedalam gayung yang berisi air bersih.

"Bee!!! Tangannya jangan dimasukin!!!" Kesal Ayuti kembali , karna itu menurutnya sangat membuang air.

"Hehehe....." Yuda tersenyum bagaikan seorang anak kecil yang nakal dan sedang di mandikan ibunya. Ayuti hanya menghela nafas kasar. Lalu dengan cepat ia menyiram Yuda. Yuda bergerak kesana-kemari membuat Ayuti sulit memandikan bocah satu ini.

Selesai mandi , Ayuti dan Yuda keluar kamar mandi. Di depan kamar mandi masih ada dua bocah lagi yang penasaran.

"Gimana Yud , udah gol? Udah Lo masukin semuanya?'' Ujar Nyzan dengan wajah antusias.

Plakkkk......

Suara gamparan di kepala Nyzan dari Yuda.

''Sudah gue bilang jangan berfikir yang aneh-aneh , gue cuma minta Ayuti mandiin gue.'' Ujar Yuda yang semakin kesal , ia sudah melilit kan handuk di pinggangnya.

''Iya ih , kak Nyzan pikiran nya udah melayang jauh aja.'' Timpal Ayuti. Yuda mendahului mereka kekamar untung mengganti pakaian.

Tak lama kemudian Yuda sudah datang dengan pakaian rapi. Yuda berjalan ke arah Ayuti yang tengah sibuk dengan ponselnya. Sedangkan Nyzan dan Edwin juga sedang sibuk dengan ponselnya.

''Bee........'' Suara manja Yuda terdengar lalu memeluk Ayuti yang sedang duduk. Yuda menghamburkan pelukannya di dada Ayuti , ponsel Ayuti sampai jatuh di buatnya.

Yuda menduselkan wajahnya ke dada Ayuti agar mendapat kehangatan. Yuda bagaikan anak kucing kepada induknya , Ayuti kembali memungut ponselnya , untung saja tidak pecah.

''Yuda!! Bisa gak jangan terlalu manja , gue jadi iri tau!'' Kesal Edwin , Yuda mana peduli dengan ucapan Edwin , ia bahkan lebih mengeratkan pelukannya. Ayuti sedikit mencondong ke belakang agar Yuda nyaman memeluknya.

''Bee aku mau pulang ya , ini udah mau malem. Aku pergi ya.'' Ujar Ayuti hendak melepaskan pelukannya tapi Yuda masih erat memeluknya. Seperti biasa lagi , kalau mau pulang pasti lama.

''Bee , tadi kamu yang nyuruh aku pulang kan? Sekarang aku mau pulang ya?'' Yuda mendongak dengan masih dengan posisinya.

''Kamu mau pulang , pulang lah.'' Ayuti mengernyitkan dahinya , gimana mau pulang kalau dirinya masih di peluk erat begini.

''Bee......'' Ucap lembut Ayuti , Yuda perlahan mengendorkan pelukannya lalu duduk di hadapan Ayuti.

''Iya udah , aku gak antar sampai keluar ya. Takutnya gak bisa lepas kamu.'' Ayuti tersenyum lalu mengacak pelan rambut Yuda.

''Hmmm.......'' Yang mengantar Ayuti tidak Yuda melainkan Edwin.

''Ayuti!'' Panggil Edwin , Ayuti menoleh ke arah Edwin.

''Ada apa kak?'' Tanya Ayuti sambil menunggu Edwin menghampiri dirinya.

''Yuda sudah izin mau balapan?'' Ayuti menampilkan wajah tidak suka.

''Sudah , dan aku tidak mengizinkannya. Lagian itukan bahaya , beberapa waktu lalu kak Yuda sampai di rawat kan? Aku tidak mengizinkannya karena ada alasan. Aku takut dia terluka atau apapun itu , semua pikiran negatif terus saja menghantui kala mendengar kata balapan.'' Ayuti bicara dengan nada yang kesal.

''Mmm......Yuda balapan kami yang nyaranin.....Ets jangan marah dulu , kami nyaranin balapan karna dia ingin kuliah lagi. Sekarang keluarganya tidak mau membantunya dan dia sendirian , aku lihat Yuda itu pintar jadi kami menyarankan untuk kuliah dan uangnya di dapat dari balapan.'' Jelas Edwin dengan cepat kala Ayuti akan mengeluarkan ceramahnya.

''Kalau kau sudah bilang tidak , Yuda pasti tidak akan ikut. Coba pikirkan lagi Ayuti , ini untuk masa depan Yuda.'' Ayuti diam sesaat lalu pergi dari sana tanpa bicara apapun. Dirinya mengendarai motornya menuju rumah. Edwin kembali ke dalam rumah.

Sesampainya dirumah , Ayuti langsung di cegat oleh ibu yang sudah berdiri menunggunya.

''Kemana aja , jam 7 baru pulang. Jangan kasih alasan kalau kamu belajar sampai jam segini? Kemana aja?'' Ayuti hanya diam.

''Besok , besok gak ada belajar di rumah temen. Biar temen kamu yang kesini paham!'' Ayuti mengangguk , begitulah seorang ibu. Beliau akan membatasi semua kegiatan anaknya jika memang sudah kelewat batas , ibu tidak ingin kalau putri sulungnya menjadi bahan pembicaraan orang desa.

Ayuti langsung masuk kedalam kamar setelah mendapat teguran dari ibunya. Di dalam kamar Ayuti langsung membersihkan diri lalu makan malam dan tidur. Ayuti sedang berfikir haruskah dirinya mengizinkan Yuda atau tidak. Ayuti bahkan tidak menjawab panggilan telepon dari Yuda karena sudah terlelap dalam tidurnya.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Hay........Guys apa kabar , terima kasih sudah membaca novel author jangan lupa :

Like 👍

komen✍️

vote💌

jadikan favorit kalian💕

Beri juga bintangnya ya🌟

1
Ruzita Ismail
Luar biasa
Rachmawati Hasanah
lanjut....
atang maulana
semoga bahagia selalu ayuti dan Yuda,❤️👍👍
atang maulana
romantis banget sih
atang maulana
bagus Thor, 👍
atang maulana
semangat KK 👍
atang maulana
punya warna kulit yang sama kayak ayuti
atang maulana
semangat KK 👍, ceritanya sama kayak kisah ku
Mentari Cerah Berawan
Terlalu sering Yuda yang ngalah yah.
Padahal dia juga capek kerja, kasian.
Well Yuda, sabar itu emang ngga berbatas. Kamu hebat.
Mentari Cerah Berawan: Bangetttt thor 😍
total 2 replies
Mentari Cerah Berawan
Emang sih, ibu hamil itu sensitif, tapi aku kok kurang suka sama sikap ayuti yg TERLALU EGOIS, bahkan sebelum tau kalo dia hamil.
Mentari Cerah Berawan: makasiiihhh 🙏🙏😂😘
total 6 replies
Khaerita Putri
pelan pelan tak pahami cerita nya semoga tambah bikin penasaran
halutiaphari
terima kasih sudah mampir
deck
Halo DIANGRANTARA mampir nih
Halo author hemm ceritanya bagus dan aq suka, maaf juga baru mampir sekarang tapi gapapa semuanya aq suka hehehe
Si Bungsu
mampir kembali ke salah haluan kak
rini
ceritanya bgs Thor beda dr yg lain.semangat buat novel yg baru
halutiaphari: iya makasi , jangan lupa mampir ya😉
total 1 replies
Fa Rel
bgusss bgt
Fa Rel
lom halal eoy 😂🙄
Fa Rel
np like dkit pdhl bgus
Fa Rel
q ksih bunga deh thor
Fa Rel
yudha sweet
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!