NovelToon NovelToon
Mentari

Mentari

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Nikahmuda / Dosen / Tamat
Popularitas:11.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: IPAK MUNTHE

"Mentari, istri bocah ku......aku sangat mencintaimu. Taukah kau seberapa besar cinta ku pada mu?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Memangnya seberapa besar pacar ku ini mencinta aku?" (Mentari)


"Tidak besar, kecil sekali!" (Arka Anggara Wijaya)


"Ngapain nanyak kalau gitu!" (Mentari)


"Mentari?" (Arkana Anggara Wijaya)


"Em!" (Mentari)


"Cinta ku pada tak seluas samudera dan tidak sedalam lautan biru, tapi aku lebih mencintai mu dari pada diri ku sendiri, dan aku cemburu walau yang memandang mu seorang wanita. Aku ingin mengurung mu dalam sangkar cintaku. Agar tidak ada yang dapat menyentuh mu, kau Mentari ku dan hanya boleh menyinari ku saja. Biarlah aku menjadi budak cinta mu," (Arkana Anggara Wijaya)

"Pacar ish.....Tari gemuszzzz, oppa sarangheo," (Mentari)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IPAK MUNTHE, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 29

"Kak antar Tari ke rumah sakit dong!"

Arka diam dan tidak perduli pada Mentari, apalagi permintaan Mentari yang sama sekali tidak menarik bagi dirinya.

"Kak Arka!!!!!" seru Mentari dengan suara yang keras.

Plak....

Tangan kiri Arka mendorong wajah Mentari jauh dari dirinya, dan ia tetap fokus pada jalanan.

"Ish....." Mentari kesal dan memukul tangan Arka, "Kakak tahu nggak?"

"Enggak!" jawab Arka dengan singkat.

"Ish....." Mentari lagi-lagi menggerutu kesal karena Arka tidak pernah bisa berbicara dengan selayaknya manusia, "Susah nya...bicara sama makhluk aneh!"

Arka tidak perduli sama sekali, mungkin Arka memang bersifat tidak banyak bicara hingga Mentari harus punya banyak cara agar Arka bisa berbicara dengan benar.

"Kak Arka....lu baik deh," Mentari mencoba berbicara dengan baik, ia ingin membuat Arka mau mengantarkan dirinya ke rumah sakit, "Kak lu baik kan?"

Arka masih diam, dan sesaat kemudian mobil Arka terparkir di depan perusahaan Wijaya group.

"Kak kok kesini sih?!" Mentari kesal karena tujuannya ke rumah sakit, namun Arka malah membawa dirinya ke kantor.

Dan lagi-lagi sama saja, Arka masih diam tanpa berbicara sepatah kata pun. Hingga Mentari juga ikut turun, kaki jenjang Mentari melangkah dengan cepat berusaha mengimbangi langkah kaki Arka yang lebar.

"Kak gw manusia lho....dari tahu gw ngomong....Lo punya telinga nggak sih Kak Arka?!" tanya Mentari sambil terus berjalan dan akhirnya ia ikut masuk ke dalam lift mengikuti Arka, namun mulutnya tetap saja komat kamit tidak jelas.

Ting.

Pintu lift terbuka Arka keluar dari lift begitu juga dengan Mentari, bocah ingusan itu memang terus mengomel namun anehnya ia tetap mengikuti Arka.

"Selamat siang Pak Arka?" sapa seorang sekretaris dengan tubuh tidak kalah tampan dari Arka dan ia bernama Dimas.

Arka diam dan ia berlalu masuk kedalam ruangannya, masih dengan di ikuti oleh Mentari. Sesaat kemudian Arka duduk di kursi kebesarannya, tangannya mulai mengambil setumpuk kertas yang bersusun rapi di mejanya.

"Kak Arka......" Mentari ikut duduk di kursi tepat di depan Arka dan keduanya hanya terpisah oleh meja saja, "Kak, gw kerumah sakit ya.....atau bagi duit dong Kak, buat naik taxi....." kata Mentari sambil sedikit memohon pada Arka.

Arka tidak berniat membuat Mental selalu mengemis masalah uang padanya, dan tidak ada masalah jika ia memberikan kartu ATM dan kredit card sekalipun. Hanya saja entah mengapa Arka sangat senang melihat Mentari selalu membutuhkan dirinya.

"Kak lu bilang kita Suami istri, tapi kok gw berasa jadi pengemis sih.....tau gini mending gw enggak usah mau dulu di nikahin sama lu Kak......lu mah tega sama gw!" kata Mentari dengan wajah melasnya.

Arka lagi lagi-lagi hanya diam namun sejenak ia memperhatikan wajah Mentari yang tengah beracting menjadi seorang istri yang terjolomi, sesaat kemudian Arka kembali melanjutkan pekerjaannya dengan mulai membuka laptop miliknya.

"Kak........!!!!!"

"Em...."

"Kak, gw berasa kayak istri terzolimi deh.....kagak di kasih nafkah di angkuhin.... huuuufff," Mentari menopang kepalanya dengan tangannya sambil menunjukan wajah lelahnya pada Arka.

Arka menatap Mentari, "Nafkah?" tanya Arka tanpa ada exspresi sedikit pun.

"Katanya udah dewasa...." Mentari memutar bola matanya dengan jenuh.

Arka bangun dari duduknya dan berjalan mendekati Mentari, ia duduk di sisi meja sementara Mentari tetap di kursinya. Kaki Arka sebelahnya menginjak sedikit kursi yang di duduki Mentari dan ia setelah berjongkok, hingga Mentari berusaha menjauhkan wajahnya agar tidak terlalu dekat dengan Arka.

"Kau sudah pandai meminta nafkah?!" tanya Arka.

"Iyakan Memang begitu!" Mentari merasa apa yang ia katakan kali ini benar, dan tidak ada yang salah. Jadi ia dengan percaya diri langsung menantang Arka.

"O......" Arka mengangguk mengerti, dengan pandangan yang mulai turun ke arah yang lainnya.

"Dasar Om....om cabul!" Mentari menjauhkan kursinya lalu bangun, karena ia tahu Arka sedang menatap aneh dirinya.

Arka mengangkat sebelah alisnya dan menyimpulkan jika Mentari masih terlalu polos dalam hal itu, tapi entah mengapa Arka merasa senang karena dengan begitu artinya Mentari masih belum pernah di sentuh. Walau pun sangat sulit mengajari ABG itu menjadi gadis dewasa.

"Dasar gila.....Kakak pasti mikir aneh ya?!" tebak Mentari.

Arka masih tetap duduk di sisi meja dan menatap Mentari yang berjarak tiga meter darinya, "Katanya kau seorang istri yang butuh nafkah?" goda Arka.

Mentari melebarkan matanya dan ia ternyata salah, karena kini ia baru ingat kalau orang sudah menikah itu memiliki dua nafkah. Dan mentari tidak ingin nafkah yang satunya itu dan ia pun enggang untuk menyebut kata nafkah batin dalam hatinya sekalipun.

"Kenapa?" tanya Arka, karena ia tahu Mentari kini mulai menyadari kebodohannya.

"Nggak ada nafkah, apalah.....Tari juga nggak akan ngemis ke Kakak karena Tari aku cari kerja, setelah selesai ujian buat biaya kuliah sendiri!" kata Mentari dengan penuh percaya diri.

"Siapa yang mengijinkan mu kuliah?!"

"Emang harus ijin?!"

"Em....." Arka mengangguk, ternyata berdekatan dengan bocah polos di hadapannya jauh lebih menarik dari pada berdekatan dengan gadis dewasa, yang pikirannya tidak jauh dari ranjang.

"Tari nggak butuh ijin!" Mentari keluar dari ruangan Arka, sesuai yang ia katakan kalau ia tidak butuh ijin dan kali ini pun ia keluar begitu saja.

Arka menggelengkan kepalanya, kemudian ia kembali ke kursinya untuk bekerja karena ada banyak pekerjaan yang menanti dirinya. Dan tidak sampai lima menit Mentari sudah kembali masuk lagi keruangan Arka.

"Kak, Tari mau pulang tapi nggak punya uang....Tari mau telpon temen, tapi Tari nggak tahu ponsel Tari di mana?" kata Mentari dengan malas sambil berjalan mendekati Arka.

Arka tidak perduli dengan ocehan Mentari, dan ia tetap fokus pada pekerjaannya. Dua puluh menit berlalu ia sudah tidak mendengar suara Mentari yang mengomel tidak jelas, dan ada sedikit rasa penasaran. Hingga ia melihat dan ternyata Mentari sudah terlelap, dengan berbaring di sofa.

Ada senyuman yang tertarik di bibir Arka, kemudian ia kembali bekerja dengan begitu fokus. Satu jam berlalu Arka selesai dengan pekerjaannya, ia bangun dari duduknya dan mendekati Mentari. Namun belum sepenuhnya mendekat Mentari sudah terlebih dahulu membuka matanya.

"Kau mau menginap di sini saja atau pulang?"

"Pulang lah....." Mentari bangun dari tidurnya dan berjalan mendahului Arka, sesaat kemudian Mentari berbalik dan tidak menyadari Arka sudah sangat dekat dengan dirinya.

Bukk.

Mentari langsung membentur sesuatu yang terasa cukup keras, dan tanpa sadar Arka dengan refleks memeluk pinggang Mentari.

"Ish....." Mentari mendorong dada Arka agar segera terlepas, "Kakak sengaja kan pegang-pegang! Dasar Om-om cabul!" ketus Mentari padahal ia yang berbalik tanpa arah jelas tapi Arka yang ia salahkan.

Arka hanya menggeleng saja,.

1
Tamirah
Semua Suami tuh sama, kalau disuruh puasa mesti moodnya gak karu karuan.....mana tahan...🤭🤭🤭
Tamirah
Salut sama anda Thor yg bisa membuat teka teki silang dan sulit ditebak,itu yg membikin readers penasaran, dengan siapa Rembulan menikah' masak bukan dengan Radit wong dia yg jebol gawang Ulan.
Tamirah
Niat hati inginkan menyerahkan Suaminya pd kakak nya,tapi Tari mulai jatuh cinta sama Suaminya.Mulai terasa betapa tersayat hatinya kalau suami pergi dgn kakak nya , walau tiap harinya mereka selalu bersama ke kantor tapi hari itu Tari merasa terluka.Tari kamu terlalu polos dan dimanfaatkan oleh kakakmu biar tidak hamil.
Tamirah
Tiba saatnya kehidupan Rembulan dikuak,apa kabarnya Radit ,belummm ada benang merah diantara mereka.
Tamirah
Tari ini terlalu polos bangettt gampang dikadali maklum Suami terlalu matang untuk istri bocil nya.
Paling tidak sekarang suami yg kayak es beku sdh mencair.
Tamirah
Arga bucin para.Sekedar penasaran saja., Gimana kabarnya Rembulan sama Radit kok belummm disenggol.
Tadinya cerita awal dimulai dari Arka dan Rembulan lalu masuklah sosok Mentari, dikupas Thor tentang mereka.
Tamirah
Kalau sdh tahu nikmat nya hubungan intim yg halal wes gak kenal waktu 10 ronde masih kurang. Untung itu organ ciptaan Allah kalau buatan manusia ya sdh sdh rusak .Nikmat mana yang engkau dusta kan.
Tamirah
Kalau aku ya Happy Ending.Diacak kayak apa pun Semua readers minta nya diakhiri dgn kebahagian.Biasanya dimulai dgn istri hamil melahirkan itulah puncak kebahagiaan keluarga kecilnya lalu END.
Tamirah
Dah mulai jatuh cinta,witing tresno jalaran seko kulino, lanjut Thor..
Tamirah
Kalau Arka dan Ulan sering bersama tentu bahaya, Karena ada setan diantara mereka.Namanya laki laki lama lama tergoda wesss angelllll.
Tamirah
Duh memang Tari gak ada rasa sama Suami, justru dia mau menyerahkan Suaminya pada Ulan.Justru yg ketar ketir ibunya. . cerita nya kayak benang mbulet yg sulit diluruskan.
Tamirah
Thor Novel anda tidak terlalu vulgar.Kalau novel gak ada romantis romantisnya cerita jadi hambar ,kayak sayur kurang garam . Cerita novel ini bagus membuat readers penasaran , semua pembaca berharap happy ending Thor.
Tamirah
Berburuk sangka aja kalau Tari sdh hamidun, bercocok tanam aja belummm dilakoni, emang teman teman nya pada resek .
Tamirah
Taktik licik sdh disiapkan untuk kembali pada Arka. Tari yg terlalu polos gak menyadari entah apa yg akan dilakukan kakaknya.
Tamirah
Kapan Suami gigit kamu Tari, masak gk merasa kalau disentuh ama suami , tidur nya kayak kerbau sampai gak berasa.
Tamirah
Emang cocok lagunya chryse.Tiada kata paling indah.....Kisah kasih disekolah ......,!
Tamirah
Memang seru ceritanya , anak remaja yg masih polos.Pria matang kok dilawan......wes angelllll .
Tamirah
Kenapa Rembulan akan nagih rasa sayang Tari lebih besar dgn rasa benci Tari.Suatu saat kata itu akan jadi senjata Ulan untuk merebut Arka.
Tamirah
Rembulan coba bunuh diri karena dia lihat Arka ciuman sama Tari di balkon.Dia shock sdh gak ada harapan untuk kembali pada Arka.
Tamirah
Aku dulu nikah masih sekolah kelas,3 SMA 2 bulan lagi mau ujian . Biasa paksaan orng tua gk bisa di ganggu gugat. Aku buat kesepakatan gak ada malam pertama sebelum lulus ujian. Tapi pernikahan kami berakhir bahagia hingga sekarang.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!