NovelToon NovelToon
ALASKA

ALASKA

Status: tamat
Genre:Teen / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:35.4k
Nilai: 5
Nama Author: Rachmadila Adelia Putri

Tentang rasa dan tujuan yang tak pernah selaras dengan kenyataan, dimana keduanya bertolak belakang, lalu memilih tak searah. Adella ayu Prasetyo, gadis malang yang terombang-ambing antara keluarga dan cintanya.

Harapan untuk menemukan dalang dalam rencana pembunuhan sang Ayah kandas ketika hatinya berperan dalam pencarian tersebut serta sebagai ajang balas dendam untuk mendapatkan keadilan untuk sosok pahlawan dalam dunianya.

Begitu pula dengan Alaska Regantara, yang mencoba mencari seseorang yang membuat keluarganya hancur lebur, dan bersumpah akan menghancurkan keluarga itu seperti kehancurannya. Kisah ini seperti benang kusut yang sulit dilerai namun memiliki kemungkinan, kedua insan yang terlibat memiliki teka-teki yang sulit ditebak dan dipecahkan.

Akan kah dua orang yang memiliki tujuan balas dendam itu dapat memecahkan perihal hati mereka? Atau justru mereka terfokus untuk tujuan yang sama?

Inilah kisah terumit yang mereka buat sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rachmadila Adelia Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi lain Adella (revisi)

my little girl

...12 Mei 2021...

lo serius ga mau nemuin gua buat dengar langsung alasannya?

Al, jangan egois dong.

Kita ketemuan yuk.

...13 Mei 2021...

Al

Hei, babe.

Gua ke rumah Lo ya?

gua depan rumah Lo ni mau hujan, ga ngajak masuk?

ya udah kalo Lo belum bisa nemuin gua, gua pulang dulu ya.

...15 Mei 2021...

Al, Udah libur sekolah loh. kenapa tadi pulang duluan?

Serius masih ga mau denger penjelasan gua?

...17 Mei 2021...

oke, gua rasa Lo belum siap buat ketemu gua.

Gua beneran harus pergi ke Singapura Al

...18 Mei 2021...

Masih belum mau bales ya?

...22 Mei 2021...

udah seminggu masih ga mau ngomong sama gua?

...26 Mei 2021...

Tadi gua ke rumah Lo, tapi satpam Lo bilang Lo lagi ga ada, seriusan ga ada? kok gua liat motor Lo di rumah sih, mobil Lo juga.

Al, kalo ngambek jangan gitu dong.

...29 Mei 2021...

Al,

Gua jelasin di sini aja kalo gitu.

Sebelum Adella menjelaskannya Alaska langsung memblok nomor Adella hingga gadis itu tidak bisa lagi menghubunginya. egois? memang.

Alaska tidak ingin mendengar kalimat apapun lagi dari Adella, entah alasan atau semacamnya.

***

Adella melempar ponselnya ke sofa yang berada di dalam kamarnya hingga terjatuh ke lantai. Napas berhembus kasar, raut wajahnya terlihat sangat kesal.

"Bisa-bisa nya di ngeblok gua," kata Adella penuh emosi. "Oke fine, terserah Lo mau gimana," lanjutnya.

Ia menuju lemari baju lalu mengeluarkan koper berukuran besar dan memasukkan semua baju serta beberapa benda yang berada di dalam kamarnya ke dalam koper tersebut.

Ia akan tetap pergi meskipun Alaska tidak mau mendengar penjelasannya. biarkan saja laki-laki itu melakukan hal sesukanya, ia juga akan melakukan hal yang sama. Lagipun mereka sudah putus bukan? baiklah akan Adella buktikan pada Alaska jika ucapannya bukan main-main.

Memangnya ia akan goyah ketika Alaska bertingkah seperti anak kecil? tidak, jika dia berpikir seperti itu maka Alaska salah besar. ia hanya mencoba menjelaskan, bukan berarti ia mengubah keputusannya.

Adella melempar beberapa bajunya ke atas kasur, sungguh Alaska sangat menyebalkan, ia ingin sekali mendorong laki-laki itu ke danau yang dalam.

"Wih, santai dong galak amat," ujar seseorang yang masuk begitu saja tanpa izinnya dan kini duduk dengan tampang tak berdosa di sofa kamarnya.

"Ngapain Lo?" ketus Adella.

"Lagi pms lo? galak banget sih kaya orang abis ditagih utang."

"Sahabat Lo tuh ngeselin banget, gua berniat baik mau jelasin biar dia ga salah paham tapi apa? dia malah ngeblok gua setelah dia ga pernah bales chat gua, dia pikir dia siapa? orang paling ganteng sedunia sampai bisa bersikap seenaknya kaya gitu?" omel Adella dengan masih mengeluarkan pakaian-pakaiannya.

"Alaska?" tanya Rafa.

"Siapa lagi? ya kali Alfi."

"Mungkin dia butuh waktu kali Del," ujar Rafa. Adella menghentikan aktivitasnya lalu menatap Rafa dengan garang hingga laki-laki itu bergedik ngeri.

"Waktu? sebulan ga cukup buat dia mikir?" tanya Adella yang semakin menaikkan nada bicaranya.

Ia mendekat pada Rafa lalu menarik laki-laki itu dan mendorongnya keluar dari kamarnya. "Hempas sana Lo jauh-jauh," ujarnya lalu menutup pintu dengan kencang dan menguncinya.

Apa katanya? waktu? apakah ia tidak cukup memberi waktu pada Alaska untuk berpikir? yang benar saja.

***

Malam ini Adella menyempatkan diri untuk ke markas sebelum ia pergi untuk beberapa bulan. Hari ini memang jadwalnya latihan, tapi yang berbeda dari malam-malam sebelumnya, Adella terlihat ganas ketika tinju dengan anggota elang lainnya. Bahkan beberapa orang sampai mengalami lebam karena ulah Adella.

Dan saat ini ia baru saja menjatuhkan lawan yang kelima, laki-laki yang berusia 3 tahun lebih tua dari Adella ia mengangkat tangan tanda dia menyerah.

Rafa yang baru datang dengan dua sahabatnya itu mengerutkan keningnya ketika Adella terlihat seperti orang kesetanan. Ya, hari ini ia membawa serta kedua sahabatnya yang memaksa ikut karena ingin melihat sosok Adella dari sisi lain. karena yang mereka tahu Adella adalah sosok lemah lembut yang butuh perhatian dan perlindungan, mereka tidak tahu saja Adella bisa mematahkan leher siapapun ketika tengah emosi seperti saat ini.

"Ih ngeri banget dah si Adel," bisik Alfi pada kedua sahabatnya. Sedangkan Alaska, laki-laki itu hanya diam tanpa mengatakan apapun dengan tatapan yang datar.

Rafa berjalan menuju Dewa yang duduk di meja Rapat, ia memberi kode pada Dewa dengan menggerakkan mata alisnya menunjuk Adella yang masih membantai lawan keenamnya.

"Ga ngerti deh gua, dia datang-datang langsung ngajak latihan dan bikin lima anggota lainnya babak belur, sekarang lagi otw korban keenam," kata dewa.

"Kenapa Lo ga ngehentiin?"

"Kalo gua yang berhentiin yang ada gua jadi korban selanjutnya."

"Gavin?"

"Dia lagi ada urusan jadi ga datang ke sini."

Rafa mengangguk-anggukkan kepalanya, lalu perhatian mereka langsung tertuju pada ring tinju ketika mendengar suara pekikan seorang gadis, siapa lagi jika bukan Adella yang sejak tadi tengah berulah.

"Gila Lo ya, bibir jidat gua sampai berdarah gini," omel Adella menggema ke seluruh penjuru ruangan.

"Nah kan, mulai lagi macannya keluar," gumam Dewa yang masih bisa di dengar oleh Rafa.

Alfi langsung memeluk lengan Rafa dengan erat lalu berbisik padanya, "Adella serem banget."

Rafa melepaskan tangan Alfi lalu berjalan mendekat pada ring tinju, "Lo bahkan bikin mereka babak belur, kenapa Lo marah pas mereka bikin Lo ngerasain hal yang sama?" tanya Rafa dari bawah.

Adella menoleh, matanya membulat ketika melihat dua orang asing di belakang Rafa. Matanya langsung tertuju pada Alaska, berani sekali laki-laki itu menunjukkan batang hidungnya di depan dirinya setelah apa yang dia lakukan.

Adella melepas sarung tinju nya lalu melemparnya begitu saja, ia langsung turun dan mengambil minum di dapur. Sedangkan Rafa menyuruh kedua sahabatnya untuk duduk.

Adella tidak habis pikir dengan Rafa, kenapa laki-laki itu membawa orang lain ke sini? terlebih itu adalah Alaska.

"Adel, sini gua obatin luka lo," kata seseorang yang entah kapan berada di sebelahnya.

"Ga usah," kata Adella dengan nada yang pelan.

"Gapapa sini." saat laki-laki itu hendak membersihkan lukanya, Adella menahan tangan laki-laki itu lalu memelintirnya hingga dia menjerit kesakitan.

Adella membawanya keluar dari dapur dan mendorongnya hingga terjatuh di sofa ruang tamu yang terdapat Alfi, Adella ingin tertawa rasanya ketika melihat Alfi berjengkit kaget.

"Del, Lo ngapain anak orang lagi sih?" tanya Rafa kesal.

Adella tidak memedulikan perkataan Rafa, ia mengambil jaketnya lalu mengenakannya karena pakaiannya saat ini membuat Alaska menatapnya dengan tajam seolah memberinya peringatan.

"Siapa sih yang nge rekrut manusia kaya Lo? caper banget lo," ketus Adella. Rafa menepuk dahinya, sungguh menyebalkan ketika Adella tengah emosi.

Rafa menarik Adella untuk duduk di sofa yang berbeda dengan Alfi dan Alaska. Ia memperingati Adella untuk tidak bergerak sedikit pun. Entah apa yang membuat Adella menurut, gadis itu diam seperti patung.

Rafa mengambil kotak p3k lalu ia berjongkok di depan sepupunya itu. ia mulai membersihkan sisa darah yang ada di sudut bibir gadis itu dan sisa darah yang berada di kening sebelah kirinya. Kemudian Rafa memakaikan plester pada kening Adella, gadis itu tidak seperti kebanyakan perempuan lainnya yang selalu meringis, Adella hanya diam, benar-benar seperti patung meskipun matanya kadang bergerak untuk melirik ke arah Alaska.

Setelah selesai, Rafa membantu beberapa anggota lain yang dibuat serupa oleh Adella.

"Del, bela diri Lo keren," kata Alfi yang berpindah duduk di dekat Adella. Melihat emosi Adella yang mulai mereka, laki-laki itu mulai mengajak Adella mengobrol untuk menghilangkan kecanggungan antara Alaska dan Adella.

"Kapan-kapan ajarin gua bisa?" tanya Alfi.

"Bisa tapi gua remukin dulu tulang lo."

Adella menoleh ketika tangan kanannya diraih oleh seseorang, ia melotot melihat siapa yang memegang tangannya. ketika ia hendak menarik tangannya, orang itu menahannya dan memberinya tatapan tajam, siapa lagi jika bukan Alaska.

"Lepasin."

"Tangan Lo baru pulih udah latihan keras kaya gitu, punya otak ga sih?" Adella membulatkan matanya. Dia itu khawatir atau bagaimana sebenarnya? kenapa harus mengatainya.

"Engga, yang penting gua punya hati. buat apa punya otak tapi ga punya hati," kata Adella dengan ketus.

"Raf, minta balsem."

"Ngapain pake balsem? waras Lo?"

"Diam aja bisa ga sih."

Adella menutup mulutnya rapat-rapat, sedangkan Alfi yang melihat interaksi dua orang itu hanya menggaruk lehernya yang tidak gatal.

Alaska mengoleskan balsem pada pergelangan tangan Adella. sedikit ada kehangatan di dalam hati Adella, mungkin efek dari balsem itu sampai ke hatinya.

***

1
꧁°lili °꧂
cerita yg sangat menarik tapi sayang cpt end nya☹️oklh tidak masalah lanjutkan Thor berkarya nya

sukses selalu buat author na 🙏🤗
papaygo😙
Anggun Rahmah
gaada ekstra part gtu thorr
Putripemimpi: Nanti aku ada in 😊
total 1 replies
꧁°lili °꧂
lanjut
Anggun Rahmah
next thorrrr
꧁°lili °꧂
next 🤗
Suyono
gilak keren cok
Anggun Rahmah
next
Putripemimpi: di tunggu ya🤩
total 1 replies
꧁°lili °꧂
lanjut thorr
mama Al
keren kak berasa kayak baca novel orange
Jarwati Puji Lestari
lanjutt
Meilani
lanjut
Hanindhiya lubna
next dong thor,,
Shakira
lanjut thor
Shakira
lanjut thor
Shakira
lanjut thor
Shakira
lanjut thor
no name
lanjut thor💪
Rifa Rifa
lanjut thor
no name
cie Adella nya cemburu😂 lanjut thor
꧁°lili °꧂
lanjut Thor,bdw Alaska ma Fani Fani tuh udahin aja lh,ribet Thor😼☹️ada gk sih masalah yg lbh bagus gitu daripada masalah cinta segitiga gituan Thor,,,,,

oklh sukses selalu buat author 😌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!