Cerita ini menggambarkan perjuangan hidup seorang gadis muda Adinda Larasati yang hidup sederhana bersama ibunya.
Ayahnya sudah lama meninggal.
Dinda harus berjuang sendiri demi ibunya, mulai dari menafkahi, hingga membiayai ibu dan pengobatan rutin setiap bulannya.
MARIO adalah seorang ceo di perusahaan tempat Adinda bekerja.
Seorang ceo dingin yang akhirnya jatuh cinta pada Adinda.
Bibir Dinda mungkin saja menolak, tapi tidak dengan hatinya.
Diawal kisah, Mario jatuh cinta pada pandangan pertama.
Setelah itu mereka semakin dekat.
Karena Aldo sahabat Mario juga menyukai Dinda, dan Dinda belum membalas cinta Mario, akhirnya membuat Mario sering bersikap kasar terhadap Dinda.
Dipertengahan cerita, nantinya ada seorang wanita yang menjebak Dinda, dengan mengirimkan data perusahaan Mario ke berbagai pesaing bisnis Mario.
Membuat perusahaan Mario diambang kehancuran.
Disaat itulah Mario kehilangan kepercayaannya terhadap Dinda.
Tanpa mau atau mencari kebenarannya, akhirnya Mario memberhentikan Dinda secara tidak hormat.
Naahh, karena Dinda udah gak kerja, dia udah gak punya pemasukan tiap bulannya.
Dinda sudah melamar pekerjaan baru dibeberapa perusahaan, namun belum ada satupun panggilan untuknya.
Suatu hari, ibu Dinda drop, dan harus mendapatkan perawatan intensif.
Namun, keuangan yg menjadi kendala.
Sampai akhirmya, Dinda harus menjual semua miliknya demi kesembuhan ibunya.
Mulanya motor, lanjut handphone, tapi masih jauh dari kata cukup.
Dan akhirnya....
Dengan sangat terpaksa Dinda menjual keperawanannya kepada bos mafia.
Dan nanti...diam-diam Aldo menyelidiki hal yang sebenarnya terjadi.
Setelah Mario tau...Mario berusaha untuk mencari Dinda.
Ane sahabat Dinda yang tau dengan kondisi Dinda, menceritakan semuanya kepada Mario.
Mario sangat syok dan sangat terpukul mengetahuinya.
Dia merasa sangat bersalah.
Seperti apakah andingnya nanti?
Ikuti terus ya...alur ceritanya.😁
ikuti terus ya..alur ceritanya..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SYAFA APRILIA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
epd 29
Sesampainya Aldo dan Yudha di ruangan Mario, mereka masuk dengan nafas yang tidak beraturan.
Mario menatap aneh kepada mereka sembari mengerutkan kedua alis tebalnya.
"Huh huh huh huh..." Aldo dan Yudha mengatur nafas secara bersamaan.
"Apa yang terjadi?" tanya Mario tak mengerti.
Aldo menelan salivanya, "Yo, huh huh huh huh.."
ucap Aldo dan masih mencoba mengatur nafas.
Mario masih menatap, aneh.
Kemudian Aldo dan Yudha menghampiri Mario lebih dekat.
"Yo, ada masalah dengan perusahaan mu!!" ucap Aldo.
"Apa maksudmu?!!" tanya Mario, belum mengerti.
"Ada beberapa data telah dicuri." jawab Aldo.
Mario sangat terkejut mendengar hal itu, lalu segera ia memeriksa data-data perusahaan melalui laptopnya.
Praaakkk
Mario menampar meja dengan kedua tangannya, dengan sangat keras.
Membuat wajah Aldo dan Yudha memucat.
"Kurang ajar, siapa yang sudah bermain-main dengan ku!!" bentak Mario.
Emosi Mario kembali memuncak, raut wajah yang memanas bak singa jantan yang siap memangsa.
Kepalan tangan yang begitu kuat serta gerakan deretan gigi yang berirama bak gergaji tumpul yang dipaksa menggesek.
Seperti itulah kira-kira bunyinya.
Yudha tak berani bersuara.
Sedangkan Aldo, tiba-tiba saja ingatannya tertuju kepada Dinda, "tapi mana mungkin dia melakukannya." ucap Aldo dalam hati.
Mario mendekat kearah Aldo.
"Katakan, apa yang kau ketahui?!" tanya Mario dengan keras sembari menarik keras kerah kemeja Aldo.
"A_ aku_" ucap Aldo terputus.
"Apa yang kau sembunyikan dari ku hah?!! bentak Mario sembari menatap geram kepada Aldo.
Lalu, dengan sangat terpaksa Aldo menceritakan semuanya kepada Mario.
Seketika Mario mengamuk, membuang semua yang ada dimeja kerjanya kelantai.
Tapi laptop ngga.. soalnya mahal.😁😁
Lanjut..
Dia begitu marah, teramat sangat marah kepada Aldo yang sudah ceroboh memberikan file itu kepada Dinda.
" Panggil perempuan itu kemari." ucapnya kepada Yudha dan segera Yudha melaksanakan perintah.
"Yo, kau tidak bisa menuduhnya tanpa bukti.." ucap Aldo mencoba melindungi Dinda dari kemarahan Mario.
Mendengar ucapan Aldo, Mario kembali meremas kerah kemeja Aldo.
"Jangan coba-coba membelanya.." gertak Mario dengan kasar.
Setelah beberapa menit kemudian, tampak Dinda yang menjurus dibelakang Yudha.
Mereka masuk keruangan Mario.
Dinda yang tampak kebingungan menatap ke arah ketiganya secara bergantian.
Dia sama sekali tidak mengetahui apa yang sebenarnya sudah terjadi.
"Pak Aldo, ada apa?" tanya Dinda dengan polosnya.
Entah mengapa.. Aldo merasa bukan Dinda pelakunya, tapi untuk saat ini dia tidak bisa berbuat apa-apa mengingat perusahaan Mario sedang dalam masalah besar.
Mario menatap sinis kepada Dinda, penuh amarah.
"Apa yang sudah kau lakukan dengan perusahaan ku hem?!!" tanya Mario sedikit kasar.
Dinda tampak kebingungan, "apa maksud bapak, memangnya kesalahan saya apa?!" tanya Dinda tak mengerti.
Mario menyunggingkan senyum kecutnya.
"Jangan berpura-pura bodoh didepan ku..!!" bentak Mario.
Dinda terkejut, dia semakin tidak mengerti.
Mario mendekat kearah Dinda, lalu memegangi kedua pundak Dinda sembari membungkukkan sedikit tubuhnya agar sama rata.
"Apa kau puas?! kau puas sudah menghancurkan ku?!! kau puas menghancurkan hati ku dan pikiran ku?!! dan sekarang, apa kau puas karna sudah menghancurkan perusahaan ku dan hidupku hah?!!" tanya Mario yang bertubi-tubi dengan sedikit kasar.
Air mata Dinda mulai menggenang, dia benar-benar tidak mengerti apa yang diucapkan Mario.
" Tapi aku tidak melakukan apa-apa..!!" jawab Dinda dengan suara yang parau, menahan tangis.
Mario mendorong tubuh Dinda dengan kasar, hingga membuatnya terjatuh kelantai.
Aldo dengan cepat membantunya berdiri, lalu Dinda menangis sembari menatap ke arah Aldo.
"Aku tidak melakukan apa-apa paaak.." lirihnya sembari menangis.
"Iya, aku percaya." jawab Aldo.
Aldo merasa terluka melihat air mata Dinda.
"Yo, hentikan amarahmu Yo." ucap Aldo yang sudah tidak sanggup menyaksikan emosi Mario kepada Dinda.
"Apa kau bilang?! hentikan?!! hhhhhhhhh"
"Perempuan ini sudah berhasil membodohi mu..!!"
"Dulu dia membodohi ku, dia membodohi ku dengan wajah polosnya, tapi ternyata!! dia tidak lebih baik dari wanita jala*g." ucap Mario dengan nada keras sembari menunjuk kearah Dinda.
"Cukuup, hentikaaan..!!" Dinda menangis lirih, hatinya begitu terasa sakit, sangat sakit.
Dinda menangis sejadi-jadinya hingga tubuhnya bergetar.
Mario masih saja menatapnya dengan penuh kebencian, ingin rasanya dia menghajar Dinda saat ini juga.
"Apa ini yang diajarkan orang tua mu hem?!! membodohi laki-laki dengan wajah polos mu itu?!"
"Cukup..! aku bilang cukuup!! hentikaaan..!!" Dinda memekik, dia sudah tidak sanggup mendengar hinaan dari Mario, apa lagi saat terdengar Mario menyebut kedua orang tuanya.
Amarah Dinda memuncak, desiran darah yang bergemuruh, semakin kuat.
Dinda mendorong kuat dada bidang Mario, "Kau boleh menghinaku, kau boleh merendahkan ku sepuas mu..!! tapi tidak untuk orang tua ku..!"
Plakkk!!!!
Satu tamparan yang sangat kuat mendarat di pipi Mario.
" Asal kau tau, aku memang miskin!! aku tidak sebanding dengan kalian, aku memang bodoh..!! aku bodoh telah mencintai laki-laki kejam seperti mu!" Dinda menangis lirih.
"Aku tidak melakukan apa-apaaa...!! " Dinda menangis semakin menjadi, lalu dia meninggalkan Mario yang masih saja menatapnya dengan penuh kebencian.
"Pergi kau dari sini..!, tinggalkan tempat ini secepat nya,dan jangan pernah kembali lagi."
teriak Mario dengan nada Tinggi.
Langkah Dinda terhenti saat mendengar perkataan Mario.
Dinda menoleh, seraya menghadapkan pandangannya ke arah Mario.
"Tanpa diminta pun aku akan pergi."
"Tapi ingat, sekali saja aku pergi!! aku tidak akan pernah kembali lagi." ucap Dinda dan segera keluar dari ruangan Mario.
Bersambung epd 30