NovelToon NovelToon
Omku Suamiku , 3

Omku Suamiku , 3

Status: tamat
Genre:Komedi / Contest / Cintapertama / Nikahmuda / Anak Kembar / Beda Usia / Tamat
Popularitas:1.8M
Nilai: 5
Nama Author: riena

Musim ke tiga sequel dari
Omku Suamiku season 1 dan 2

Disarankan membaca
Omku Suamiku season 1 revisi
Omku Suamiku season 2

Julie, terjebak dalam perjanjian dengan tiga orang pemuda Bara, Neo dan Alan karena iklan tipu tipu.

Jadi pembatu ketiganya karena kontrak yang sudah terlanjur disetujui tanpa melihat isi kontrak kerja yang sudah ditandatangani.

Bagaimana Julie menjalani hari hari menghadapi Bara yang dingin dan jutek, Neo yang gak jelas kadang baik kadang lebih jutek dari kembarannya dan Alan yang hobi ngegombal.
Khas playboy cap badak bercula ?

Dan Alana, adik perempuan Alan yang baru berusia enam belas tahun, akan menikahi gurunya sendiri karena rasa dan permintaan sang Opa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Patah hati

" Pa, Maaf ! "

Papa Adam menatap Reino sekilas.

" Apakah kata maaf-mu bisa mengembalikan Opa Gun kembali hidup dan melihatmu menikah ? "

Reino diam, dia tidak berani mengangkat kepalanya, badan dan jiwanya terasa letih dan lemah, pelan dia bergerak mengambil tempat duduk di dekat Papa Adam.

" Almarhum Opa hanya ingin melihat kau menikah, dalam hal ini, Papa juga menyesal, andai Papa bisa menangkap pesan pesan yang tersirat dari setiap kata yang Opa Gun ucapkan.

Bagaimana beliau selalu mengatakan merindukan Almarhum Opa Tyo dan kedua orang tuanya "

Papa Adam menyeka sudut matanya yang kembali basah.

" Dia bukan hanya Ayah mertua bagi Papa, Rei, beliau sama kedudukannya seperti Opa Dimas.

Papa pernah mendengar jika Opa Gun ikut memenuhi keinginan mengidam Oma Cinta ketika mengandung Papa "

Suara Papa Adam tercekat, tenggorokannya terasa kering.

Reino cepat mengambilkan air lalu memberikan pada Papanya.

Papa Adam meneguknya hingga habis tidak tersisa.

" Satu demi satu Opa yang ada bersama kita pergi meninggalkan kita, berkaca pada pengalaman ketika Oma Clara meninggal, Opa Tyo terlalu hanyut dalam kesedihan, seminggu setelahnya, Opa Tyo menyusul, itu memang sudah takdir, semua itu hanya sebab akibat.

Kau juga bisa melihat Oma Maya yang terus menangis, separuh jiwa mereka sudah pergi, Rei, dan Papa tidak ingin kecolongan lagi.

Opa Dimas juga menginginkan kau segera menikah, maka, menikahlah Rei ! Sebelum Penyesalan akan terus bersemayam di dalam hati kita "

Papa Adam menoleh ke arah Reino yang terus menundukkan kepalanya menatap lantai

Perlahan Reino mengangkat kepalanya.

" Tidak ada perempuan yang bisa aku nikahi dalam waktu singkat Pa, seperti kata Papa, aku bukan pria layak bagi dia, jadi aku sudah memutuskan hubungan dengannya "

Reino mengalihkan tatapannya ke arah lain, dia tidak ingin dikasihani oleh Papanya karena tidak bisa menjadi anak yang dapat dibanggakan, bahkan untuk urusan yang namanya perempuan.

" Papa sudah mengatakan jika kau tidak bisa mencari calon istri sendiri, maka Papa akan mencocokkan-mu dengan anak teman Papa, apa kau ingat ? "

Kepala Reino mengangguk pelan.

" Lalu ? "

" Lakukanlah apa yang ingin Papa lakukan, aku akan menerimanya, aku akan memenuhi impian Opa Dimas dan almarhum Opa Gunawan, walaupun itu sudah tidak berguna, aku tidak akan perduli perempuan seperti apa yang akan Papa pilihkan untukku, karena aku yakin, jika Papa pasti sudah memilihkan yang terbaik untukku "

Reino bangun dari duduknya, dia ingin tidur, kalau perlu menangis lagi diam diam agar jangan kelihatan seperti anak kecil, walaupun menyembunyikannya sekarang sudah terlambat, ketiga saudara laki lakinya sudah tahu jika dirinya cengeng kalau sudah berurusan dengan keluarga.

" Baiklah, setelah satu Minggu dari sekarang kau akan menikah, berikan KTP dan pas foto dirimu, akan ada orang yang mengurus segala sesuatunya "

" Iya Pa, besok pagi akan aku berikan "

" Kau tidak ingin tahu siapa gadis yang akan kau nikahi ? "

Reino menggeleng

" Aku akan mengetahuinya ketika akad nikah nanti "

Setelahnya Reino berjalan keluar dari kamar Papanya, melangkah menaiki anak tangga dengan diawasi oleh sepasang mata yang menatapnya dengan sedikit rasa iba, Papa Elang.

Reino langsung menjatuhkan bobotnya di atas ranjang, malam ini, biarlah dia menjadi pria yang lemah dan cengeng, setelahnya Reino berjanji, tidak akan ada lagi kegundahan atau apapun selain berusaha untuk menciptakan kebahagiaan buat keluarganya.

Bukankah membuat orang lain bahagia sebenarnya yang paling bahagia itu diri sendiri ?

Reino mengambil ponsel yang ada dalam saku celananya.

Membuka buka galery foto, lalu menghapus semua foto Malika yang tersimpan pada memori ponselnya tanpa sisa, termasuk chat chat mesra yang pernah terkirim atau yang Reino terima.

Tinggal memori tentang Malika yang ada di hatinya yang pasti membutuhkan waktu untuk pergi dari sanubarinya.

...*****...

Papa Leon duduk sendiri di beranda samping, duduk di tempat biasa almarhum ayahnya menikmati matahari pagi bersama para Opa yang lainnya.

Matanya menatap sekilas pada Papa Benua yang datang mendekat.

" Apakah mertuamu dan mertuaku sudah pulang Ben ? "

" Sudah, barusan, mereka sengaja tidak pamit padamu karena tahu kau membutuhkan waktu untuk sendiri "

" Tapi ...."

" Jagad ada bersama mereka, kau jangan kuatir, keluarga mertua kita, masih ada Jagad yang menjaga dan memantau kesehatan Papa Galang dan Om Damar "

Papa Benua ikut duduk di sebelah Papa Leon.

" Ben, sepertinya baru kemarin ketika kita masih kuliah bersama, ayah dan Papamu sama sama masih sehat dan gagah, sekarang...."

Papa Leon mengerjab ngerjabkan kedua matanya menatap langit, dia sudah capek menangis.

" Iya Le, aku sangat bangga memiliki orang tua seperti almarhum Papa Tyo dan aku lebih bangga lagi menjadi bagian dari keluarga ini "

" Ben, kita sama sama tidak pernah merasakan sakit karena patah hati ditolak perempuan, sebab wanita pertama yang sama sama kita cintai adalah istri kita, iyakan Ben ? "

Papa Leon berbicara seakan akan mereka berdua masih remaja, padahal keduanya sama sama sudah memasuki usia kepala empat.

Papa Benua hanya menganggukkan kepalanya.

" Tapi hari ini, aku merasa patah hati Ben, sakit, Almarhum Ayah pergi membuat perasaan ku seperti seorang kekasih yang ditinggal kekasihnya pergi untuk selamanya "

Papa Leon tertawa, lalu menangis.

Papa Benua hanya diam.

Papa Leon, cerminan dari Almarhum Opa Gunawan, bisa menasehati orang lain yang mengalami kesakitan hatinya, tapi gagal mengobati perasaannya sendiri.

Malam itu, Papa Leon terus mengoceh tentang hal hal yang gak penting, Papa Benua hanya diam mendengarkan, mungkin dengan banyak berbicara, kesedihan akan kehilangan seseorang yang berharga dalam hidupnya sedikit berkurang.

...******...

" Bi, kau menyukai murid-mu ? "

Abimanyu yang tengah memainkan ponsel sembari menonton TV tersentak kaget.

Tante Amira sudah tidur dari tadi, dia masih harus banyak istirahat menjelang masa pemulihan kesehatannya.

" Dia murid ku, Pa "

" Masalahnya dimana ? Jika kau menyukainya, Papa akan memintanya untuk mu pada Om Wahyu "

Om Brian menatap serius pada wajah Abi yang tidak mau berbalik menatap wajah Om Brian

" Dia baru kelas satu SMU, yang benar saja ? "

Om Brian tertawa kecil

" Kau tahu Bi, Om Wisnu dan Om Ali, sangat memimpikan menjadi bagian keluarga besar mereka "

" Termasuk Papa ? "

Kali ini Abimanyu menatap wajah Papanya yang tersenyum menghadap layar televisi.

" Siapa yang tidak ingin memiliki keluarga besar seperti mereka Bi, Keluarga yang solid, dari kami mengenal mereka ketika mulai membangun Mansion itu, Papa sudah kagum dengan hubungan keluarga yang mereka miliki, kuat, hangat dan saling mendukung.

Apakah kau tidak melihatnya tadi ? Tidak ada yang bisa membedakan mana anak, mana menantu, keponakan atau cucu "

Abimanyu membenarkan dalam hati.

" Papa sedikit banyak mendengar sejarah Keluarga mereka dari Om Aditya, jadi tidak masalah jika meminta salah satu putri mereka walaupun masih berusia remaja, asal kau bersabar menunggu hingga dia bersedia untuk kau nikahi, seperti Om Aditya dan beberapa pria di keluarga itu juga begitu "

" Aku sudah terlalu tua untungnya, Pa "

" Hanya berbeda tujuh atau delapan tahun, Om Wahyu justru berbeda sepuluh tahun lebih dari Istrinya "

" Pa, aku mau istirahat, besok harus ke sekolah "

Abimanyu cepat bangun dari duduknya.

" Bi...Bi...Wajahmu boleh terlihat jantan, tetapi baru membicarakan perempuan, kau sudah begitu malunya "

Abimanyu cepat menutup pintu kamarnya sebelum mendengar lebih banyak lagi ledekan dari Papanya.

...*******...

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...

1
Av-Av
Klau di Noveltoon bisa langsung lihat visualnya yaaaa..
Av-Av
seru.......
Magda Nuraini Nursyirwan
cie cie Bara,gak bisa omong lagi,disebelah bapak mertua,Fatimeh senyum2 😎🥰
Magda Nuraini Nursyirwan
inget opa Tyo,sedih banget
Magda Nuraini Nursyirwan
gak di buat2 sesuai nalar dan logic,mengesankan critanya,ceritanya bagus,per bab perbab bikin nagih pengen tau banget,lika liku nenek kamek saudara anak dan keturunannya,akrab,dengan guyonan konyol sampai menahan rindu,penasaran dan jangan sampai ketinggalan membaca cerita indah ini,ber sambung2 garis keturunannya 💖💖💖💖💖💖💖
Magda Nuraini Nursyirwan
suka banget ceritanya Riena 👌🌺😍🥰
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
the best pokonya, baca di ulang ulang nga pernah bosan💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
💜❤💛🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💛❤💜
Mmh dew
❤💛💜🧡💙💚
Mmh dew
💚💙🧡💜💛❤
Rabiatul Wulan
lagi kangen 🤗sama semua tulisanmu thor😁jdi rencananya mau baca ulang satu-satu 🤭😍😍
Rafli Satria
Luar biasa
Safitri Agus
udah tamat aja, rasanya ga bosan baca berulang kali OKSK,, terlalu berkesan dihati,🥰🥰🥰💞💞💞
Safitri Agus
😍😍😍
Safitri Agus
hamil berjamaah, keluarga mereka ini ada momen apa saja maunya selalu bareng ngikutin pendahulunya😂😂😂
Safitri Agus
kenny mupeng 😁,lucu sayang disini cuma figuran ga tahu jodohnya siapa 🤭
Safitri Agus
ga ada drama nangisnya,Alana benar² sudah siap,🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!