karena sebuah hutang, Rere Margaretha, seorang remaja cantik yang berusia 19 tahun harus dipaksa menikah dengan CEO di perusahaan di mana Rere bekerja.
Sean Agipratama, seorang pria dewasa berusia 32 tahun, pria dingin dan arrogant, harus menikahi gadis yang tidak ia cintai karena tujuannya.
akankah pernikahan yang mereka jalani sesuai dengan tujuan Sean, atau malah sebaliknya.
ikuti terus ceritanya agar tau kelanjutannya 🤗
ikuti ig author untuk informasi MPH
@aran_diah
Terima kasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arandiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 29
Selamat membaca,,, 😘😘😘
...****************...
“Hai itik buruk rupa, apa kau sudah di usir oleh suami mu hingga kau keluyuran di sini untuk menjerat pria yang lebih muda dari suami mu itu?” tanya seorang wanita yang baru saja datang menghampiri meja mereka dengan gaya angkuhnya.
Rere dan Mega pun menoleh ke arah sumber suara yang menyakitkan itu, bahkan orang-orang yang berada di sekitar mereka mulai berbisik karena beberapa dari mereka mendengarnya.
“Ada urusan apa anda kemari Nona?” tanya Rere yang geram melihat Nenek lampir satu ini.
“Oh, tentu saja aku sedang menikmati waktuku, tapi sayang sekali hari ini waktuku di isi oleh orang yang sangat menjijikan seperti dirimu ini,” ucap Wanita gila itu yang tak lain adalah Liona.
“Jika anda hanya ingin membuat keributan di sini sebaiknya anda pergi saja dari sini Nona!” bukan Rere yang menjawab melainkan sahabatnya yang tidak tahan dengan wanita yang ada di hadapannya itu.
“Hei, siapa kau berani sekali mengusirku!” ucap Liona tak suka dengan tatapan tajamnya seakan mau menerkam musuhnya itu.
“Sudah lah Mega, dan untuk anda Nona Liona, saya tanya anda dengan baik-baik tapi mengapa anda malah membentak sahabat saya?” ucap Rere berusaha untuk setenang mungkin.
“Kau sangat percaya diri sekali, dan setelah ini tunggulah kehancuran mu di mana saat itu suami mu itu lebih memilih orang yang di cintainya di banding wanita itik buruk rupa yang berkhayal menjadi Cinderella di zaman sekarang,” ucap Liona dengan angkuh, Liona yang melihat perubahan di wajah Rere langsung tersenyum sinis merasa menang.
Braakk
Karena tidak tahan dengan semua penghinaan dan sakit hatinya Rere pun menggebrak meja dan berdiri dengan tatapan yang tak kalah tajamnya, entah kenapa Rere sangat sensitif sekali, apalagi saat mendengar suaminya akan meninggalkannya demi wanita lain, itu membuat dirinya muak dengan sandiwara pernikahannya sendiri, bahkan orang yang ada di Restauran itu pun menoleh ke arah sumber keributan itu dan mulai berbisik memberi asumsi masing-masing.
“Cukup! Nona sebaiknya anda berhenti mengganggu kehidupan saya, jika memang Nona tidak suka maka seharusnya anda berbicara langsung mengenai pendapat anda kepada suami saya, dan jika benar suami saya akan meninggalkan saya demi wanita yang ia cintai maka saya menunggu di mana hari itu tiba dan akan bersujud di kaki anda jika suami saya menceraikan saya saat itu juga, jadi saya harap anda bisa pergi dari sini!” ucap Rere mengebu-gebu.
“Oh, bagus jika itik buruk rupa sepertimu bisa sadar diri juga,” ucap Liona dengan santai dan segera pergi dari meja mereka.
“Sudah Re, tenangkan dirimu,” ucap Mega sambil mengusap punggung sahabatnya agar merasa lebih tenang, dirinya merasa kaget dengan apa yang di lontarkan Rere itu, karena ia pikir sahabatnya menikah karena cinta tapi ternyata semuanya hanya sandiwara.
*To be continue*
Terima kasih,,,
...****************...
Ikutin terus kelanjutannnya yaa.
Dukung karya mimin terus ya, berikan masukan yang membangun agar lebih baik lagi, maaf kalau ceritanya tidak menarik dan monoton, dan untuk pembaca, mohon bersabar dan tetap ikuti terus ceritanya yaa,,, 😘😘😘
Tekan favorit agar dapat notifikasi jika sudah up,,, 😘
Jangan lupa sedekah dengan like, vote, hadiah dan komen tentang ceritanya,, 🤗
Follow IG Author @aran_diah