Kau begitu Rupawan, Kau begitu menawan, Kau yang pertama ku cinta dalam diamku, namun takkan pernah kusebut namamu dalam setiap doa di setiap sujudku.
Jangan Cintai aku
Biar aku yang mencintaimu
Jangan melihat kearahku
Biar aku yang melihat kearahmu
Aku begitu takut terluka...
Apalagi jika luka itu ku dapat darimu
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dr. xiah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenapa kamu harus selalu begitu tangguh, wahai istriku.
Kalau udah selesai udah sono pulang... Ucap Adrika pada Jordan. Jordan hanya bisa menghela nafasnya.
Kalau gitu aku juga pulang...ucap Cynthia yang entah mengapa ia merasa dirinya sudah melakukan kesalahan.
Aku cuma nyuruh Jordan pulang, bukan kamu... lagian kamu tega, maksa Chandrika bangun?!.... udah tunggu aja, lagian entar lagi juga suami kamu jemput... ucap adrika cuek.
Nona.... ucap Jordan keberatan membiarkan cynthia masih disana.
Sring... Adrika menatap tajam Jordan. Glek, Jordan menelan ludahnya, ia pun pamit pulang dan masih melemparkan tatapan tajam pada Jagadta dan Cynthia.
*****
Adrika duduk dihamparan karpet sambil mengipasi Chandrama dan Chandrika dengan tenangnya.
Dri....aku tadi udah baca berita di internet... ucapnya tak enak.
hmmm....sahut adrika masih tenang
Maaf, aku...ucap Cynthia tak berani berkata tidak tahu, ia teringat ucapan jordan, ia benar-benar malu dan semakin merasa bersalah.
Lalu....Setelah membacanya, bagaimana menurutmu??? apa isi berita itu benar adanya?...tanya Adrika menatap mata Cynthia begitu tenang tanpa kecurigaan tanpa kamarahan.
Benarkah kamu selalu datang mengunjungi ku, bukan murni untuk menemui aku dan putraku, tapi demi bertemu mantan pacarmu???...tanya Adrika begitu tenang.
Enggak enggak gitu...aku sungguh hanya ingin bertemu denganmu dan chandrama, aku benar-benar ingin agar chandrama dan chandrika dekat, aku bahkan berharap mereka bisa bersama saat mereka sudah dewasa nanti, sungguh dri...percaya sama aku... ujar Cynthia jujur.
Aku percaya...tanpa perlu kamu jelaskan pun aku percaya, Karna media tidak lebih mengenal kamu dari pada aku...ucap Adrika seraya menangkup wajah Cynthia yang mulai mendung itu.
Jangan marah sama mas ata, suamimu itu sepertiku ia tahu persis seperti apa istrinya, itu sebabnya ia tak ingin kamu tahu berita gak penting di luar sana, karna ia tahu kalau kamu, istrinya yang baik hati ini sampai tahu berita diluar, kamu pasti akan langsung menjauhi aku... sedangkan kamu bahkan gak bisa jauh-jauh dari aku, karna kamu dan aku cuma punya satu sama lain... ucap Adrika.
Cynthia pun segera meringsek ke dalam pelukan Adrika, Adrika mengusap punggung Cynthia membiarkannya mengeluarkan kesedihannya.
Adrika memang selalu menjadi tempat Cynthia dan Almarhumah Gayatri bersandar, tanpa Adrika pernah memiliki sandaran saat Adrika membutuhkan seseorang untuk jadi tempatnya bersandar. Adrika, ia terbiasa menahan dan menanggung lukanya seorang diri.
Jagadta terdiam di balik pintu, hatinya teriris bagaimana bisa ia tak melakukan apapun saat berita yang beredar diluar menghunus jantung Adrika berkali-kali. Jagadta sekarang bahkan begitu marah pada dirinya sendiri. Bagaimana bisa ia lebih mengkhawatirkan perasaan Cynthia, cinta masa lalunya dari pada Adrika, satu-satunya yang paling berhak atas hatinya.
Lagi pula, Aku sangat mengenal kamu cyn, kamu gak akan pernah mungkin mau balik lagi sama Mas Jagad rayamu itu, karna aku tahu tak ada secuil pun rasa dihati mu untuknya, Dan kalau pun memang kamu mencintai Mantan kekasihmu itu, kamu gak akan pernah ninggalin dia cuma karna mas ata datang melamar mu.... ucap Adrika yang tahu dengan jelas seberapa besar cinta cynthia untuk seorang Atarav Lionel Argantara.
Jagadta lagi-lagi tertampar, Hatinya kembali terluka, bukan ia tak tahu, tapi mendengarnya langsung dari seorang yang selalu menjadi saksi atas kekalahannya benar-benar membuatnya semakin tertampar.
Adrika, Gadis yang ia kenal sebagai sahabat terbaik dari kekasih pertama dan kini menjadi istrinya itu sejak dulu melihat dan mengetahui bagaimana malangnya dia mengejar, mencintai dan sesuatu yang takkan pernah jadi miliknya.
Jagadta mengingat bagaimana ia selalu heran mengapa Adrika selalu berusaha menjauhinya, mengacuhkannya, dan tak ingin memiliki sangkut paut apapun dengannya sekali pun saat itu ia berstatus kekasih cynthia.
Sekarang Jagadta mengerti akan sikap dingin adrika padanya dulu. Gadis itu begitu baik, Adrika tak mau Jagadta tahu kalau Adrika mengasihaninya karna terus bertahan pada harapan yang kosong. Setidaknya kalaupun tak bisa menghibur dan meringankan luka hati Jagadta, Adrika tak ingin Jagadta merasa kehilangan harga diri di hadapan Adrika.
hhh...sejak dulu, kenapa kamu selalu menjagaku...sedangkan tak pernah ada yang kulakukan untuk menjaga hatimu agar tak terluka...batin Jagadta malu.
Kenapa kamu harus selalu begitu tangguh, wahai istriku...