Selena Rose wanita berusia 20 tahun harus kehilangan suami dan anak didalam kandungannya sekaligus. terikat janji dan sumpah Selena memutuskan sesuatu diluar akal.
Sean Alexander pria berusia 32 tahun berusia matang dan seorang playboy sejati siap memberi benih pada Selena tanpa ikatan pernikahan.
Bagaimana kisah mereka......
Jangan lupa dukung Author dengan Like, Koment dan Vote..
selamat membaca readersku tercinta.....❤❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vitanov, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saling Cemburu
Sean membeku ketika pintu apartement itu tertutup, lama ia menyandarkan tubuhnya disana di balik pintu. jemarinya naik memegang dadanya yang berdebar, astaga dia benar-benar sudah jatuh cinta dan tak mampu menepis semua perasaannya yang tergambar jelas di wajahnya.
Tidak....ia tak akan menyerah, karna Sean yakin kalau sebenarnya Selena sudah mencintainya, hanya saja Selena masih belum sadar,
dan bukankah Sean haru menyadarkan Selena bahwa mereka sedang menyimpan rasa.
Sean mengangkat wajahnya, sambil melangkah ia memikirkan sesuatu...menekan lift Sean menghilang disana....
💞💞
Selena menatap ponselnya berulang kali, menimbang dengan penuh pertimbangan..haruskah ia menghubungi Sean, ini sudah pukul 11 malam.dimanakah pria itu,..apakah dia sedang bersenang-senang bersama kekasihnya yang cantik dan seksi itu...?
Selena berjalan kesana kemari dengan tidak tentu arah...sebentarnia duduk di sofa menikmati camilannya lalu merebahkan tubuhnya di ranjang...lalu berdiri di balkon kamar. Selena merasa frustasi....
"Dimanakah dirimu..apakah kau lupa jika punya istri." gumam Selena sendirian sambil memandang kilau lampu mobil di bawah apartemen...
Suara pintu terbuka membuat Selena terkejut...buru-buru ia membuang camilannya dan memasuki kamar, lalu naik ke ranjang dan tentu saja pura-pura tertidur..
Suara langkah kaki semakin mendekat....
Sean menatap Selena yang pura-pura tertidur di ranjang, matanya mengitari sekitar kamar dan pintu menuju balkon yang terbuka...pria itu menggeleng sambil tersenyum, Selena menunggunya...
Baiklah...untuk sesat, ia akan memainkan perannya...Sean melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya. lalu sesaat kemudian ia keluar dari sana dengan rambut basah...sedangkan Selena mengintip dari balik selimut dan merasa curiga,
Mengapa ia mencuci rambutnya tengah malam begini,apa yang sebenarnya ia lakukan..apakah mereka.....
"Aaaaaaaaa........" jerit Selena dengan gusar ketika pikiran kotor di kepalanya membuatnya gila.. tak sadar ia membuka selimut dan berteriak keras....
Sean terkejut....
"Kau...belum tidur."? ucap Sean menatap tajam...
Selena menghempaskan selimutnya dengan kesal...
"Aku bermimpi yang sangat buruk." ucap Selena melangkah ke kamar mandi...
"Mimpi buruk."? ulang Sean mengerutkan dahinya..
💖💖
Selena keluar dari kamar mandi dan tertegun melihat Sean sedang mengambil bantalnya...mereka saling menatap...
"Kau mau kemana."? tanya Selena..
"Mulai sekarang, kita akan tidur terpisah..."ucap Sean dengan wajah bekunya.
Selena melonggarkan tenggorokannya...
"Kita tidur terpisah.."? ulangnya seperti beo...
Sean mengangguk, ia mendekati Selena dan menatapnya...
"Kau tau kalau hasratku sangat besar..."
"Ya..ya....aku tau." ucap Selena masih menunggu jawaban...
"Karna kau tidak bersedia meneruskan pernikahan ini denganku maka...satu-satunya jalan adalah mulai sekarang kita akan menjaga jarak, kita seperti teman serumah...kita tidak akan tidur seranjang.. aku tidak akan menyentuhmu lagi sampai kau pulang."
"Ehm....apakah kau tadi dan Silvia..kalian...menghabiskan waktu untuk..."
"Yah....kami melakukannya." ucap Sean berbohong hatinya bahkan merasa nyeri ketika melakukan itu..
Selena seperti akan pingsan, ia kemudian berbalik berpura-pura menuju lemari dan meraih gaun tidurnya, airmatanya menetes, seharusnya dia baik-baik saja bukan...seharusnya dia senang...Sean kembali bersama kekasihnya Silvia itu, mereka akan menikah setelah mereka cerai, mengapa rasanya sakit sekali...
"Selena...." ucap Sean tepat di belakangnya.
"Aku lelah..pergilah, keluar dari kamar sekarang.." ucap Selena melangkah ke kamar mandi...
Sean menghela nafas...lambat-lambat ia mulai tersenyum, untuk awalnya sepertinya berhasil...Selena terpengaruh...Sean lalu melangkah dengan ringan kekuar dari kamar.
💝💝💝
Sean menatap Selena tidak berkedip, pagi ini Selena sangat cantik, memakai mini dres berwarna putih di atas lututnya,rambutnya dibiarkan tergerai jatuh ke punggungnya..bibirnya yang penuh di olesi sedikit warna pink, ia sangat segar di pagi hari.
Melangkah melewati Sean, wanita itu menuju pintu...
"Kau mau kemana sepagi ini."? tanya Sean tak menoleh...
"Aku sedang ingin berjalan-jalan sebentar."
"Sendirian.....bukankah kau, tidak menghafal jalan....bagaimana kalau....."
"Davin...hari ini aku pergi bersamanya....." ucap Selena dingjn dan kali ini ucapannya sukses membuat soranng Sean menoleh......
"Davin.....bukankah pria itu tersesat."?
"Dia sudah menjadi penghuni apartemen, kita bertetangga.." Selena tersenyum menang....dan ingin segera melangkah pergi.
"Tunggu Selena."
"Ada apa."
"Bajumu terlalu pendek dan ketat." ucap Sean melonggarkan tenggorokannya susah payah. astaga Selena seperti sarapan pagi yang lezat.
"Ini bagus dan aku suka."
"Selena...."
"Aku ingin kau ingat untuk tidak mencampuri hidup kita masing-masing..kau bahkan sudah tid*r dengan kekasihmu jadi mengapa kau melarangku...sebentar lagi kita akan bercerai..." ucap Selena sinis lalu meninggalkan Sean yang tampak sungguh tidak terima....
Sean mengepalkan tangannya dengan kuat...Davin juga tinggal di apartement ini.?dan sepagi ini mereka kemana, seharusnya ia tidak bilang kalau ia dan Silvia seolah tidur bers*ma, mengapa malah jadi begini.... Sean menghela nafas.....
"Jadi kau ingin membalasku yah." ucap Sean sungguh merasa gusar...
💝💝
Davin tak berhenti menatap kagum pada Selena yang keluar dari lift, ia seperti seorang peri dan bukan manusia...astaga Davin sungguh jatuh cinta pada wanita ini, segera ia bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri Selena yang tersenyum kepadanya...
"Kau sangat cantik Selena."
"Terimakasih....." ucap Selena sedikit canggung..
Mereka melangkah bersama menuju mobil....Davin membukakan pintu untuk Selena dan merekapun sesaat kemudian meninggalkan apartement ini dengan cepat...
💖💖
Sepanjang perjalanan Davin selalu tersenyum sambil melirik ke arah Selena....
"Jadi apa alasanmu mengunjungi panti asuhan itu sepagi ini."? tanya Davin penasaran, biasanya para penyumbang hanya akan mampir dan memberi bantuan setelah itu pulang, untuk tinggal lebih lama disana membuat mereka sedikit enggan..
"Aku ingin bermain bersama mereka." Selena tersenyum membayangkan kelucuan anak-anak itu,
Sebentar lagi dia juga akan punya anak..jadi Selena menjadi tertarik dengan dunia anak-anak sejak dia hamil...Selena tersenyum lagi...
"Boleh aku jujur Selena..."?
Wanita ini menoleh....dan mengangguk....
"Kau sangat manis." ucapnya jujur...
Selena tertawa.....
"Aku harap kau ingat aku seorang istri." ucap Selena jujur, meski Sean mungkin telah mendua namun tidak bagi Selena. ia sangat menghargai pernikahan mereka meski hanya sementara......
"Baiklah aku ingat kok." ucap Sean tersenyum....
Keduanya tertawa sepanjang perjalanan.....
💝💝
Sean merasa sudah gila, hari ini ia habiskan dengan duduk di taman sendirian..apa yang ia lakukan sekarang....?
Terdengar gila namun memang kenyataan kalau Sean menunggu Selena pulang......
Tak lama kemudian, tampak 2 buah mobil memasuki kawasan apartemen secara bersamaan.....
Selena dan Davin turun dari sana sementara mobil yang satu juga terbuka dan Silvia juga turun dari sana........
"Kakak......" ucap Davin menatap Silvia terkejut...Sementara
Selena dan Sean saling menatap tajam........
sukses
semangat
mantap
keren
mksh