NovelToon NovelToon
KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

KEMBALI-NYA SANG ANTAGONIS

Status: tamat
Genre:Fantasi Wanita / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:1M
Nilai: 4.1
Nama Author: Senjaku02

____________________________
"Dar-Darian?" suaranya pelan dan nyaris tak terdengar.
"Iya, akhirnya aku bisa membalas kejahatan mu pada Nafisha, ini adalah balasan yang pantas," ucap Darian Kanny Parker.
"Kenapa?" tanyanya serak dengan wajah penuh luka.
"Kau tak pantas hidup Cassia, karena kau adalah wanita pembawa masalah untuk Nafisha," ujarnya dengan senyum sinis.
Cassia Itzel Gray, menatap sendu tunangannya itu. Dia tak pernah menyangka akan berakhir di tangan pria yang begitu dirinya cintai. Di detik-detik terakhir. Cassia masih mendengar hal menyakitkan lainnya yang membuat Cassia marah dan dendam.
"Keluarga Gray hancur karena kesalahan mu, Cassia! Aku lah yang membuat Gray bangkrut dan membuat kedua orang tuamu pergi, jadi selamat menemui mereka, Cassia! Ini balasan setimpal untuk setiap tetes air mata Nafisha," bisik Darian dengan senyum menyeringai!

DEG!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senjaku02, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

  Pagi telah tiba. 

   Sinar matahari menusuk lembut melalui celah jendela, menyentuh wajah tampan yang masih terlelap dalam kedamaian mimpi.

 Burung-burung berkicau riang, membelah hening pagi seperti panggilan alam yang tak terelakkan. Tetesan embun perlahan jatuh membelai daun-daun muda, menari dalam diam sebagai saksi bisu hari telah berganti. 

  Kring... Suara alarm yang berada di atas meja samping tempat tidur berdering mengusik ketenangan tidurnya.

  Tangannya menggapai jam Walker tersebut dan mematikannya. 

  "Hooaaammm... Aduh sakit semua ini badan." Lirihnya sambil merenggangkan badannya ke kanan dan ke kiri. 

   Akibat kemarin Dax tidur larut malam untuk mengerjakan tugas pentingnya sehingga setelah bangun tidur badannya terasa sakit semua. 

  Setelah di rasa cukup, Dax turun dari ranjang, dan pergi ke kamar mandi membersihkan badannya. 

  Beberapa menit kemudian, dengan handuk yang terlilit di pinggangnya, dan handuk satu lagi di kepalanya dan mengusapnya, ia melangkah keluar menuju walk in closednya. 

  Tangannya dengan sigap meraih seragam sekolah yang terlipat rapi, lalu jam tangan kesayangan yang tak pernah lepas dari pergelangan tangannya. Sepatu yang sudah menunggu pun ia kenakan, seolah setiap detik waktunya sangat berharga. 

  Dengan langkah tegasnya, ia melangkah keluar dari kamar menuju lantai satu tempat ruang makan berada. 

  " Selamat pagi Daddy, selamat pagi mommy." Sapanya tersenyum tipis. 

  " Selamat pagi kembali putraku." Sahut mereka tak lupa memnerikan senyuman hangat untuk putranya. 

   Dax duduk di samping kiri Daddy-nya, mereka memulai sarapan paginya dengan hening dan nikmat. 

  " Bagaimana dengan gadis itu? Apa dia mau bertunangan dengan kamu Dax?" Tanya Leon Gabriele Yazeed. Setelah selesai makan. 

  " Daddy tahu sendiri kan bagaimana keras kepalanya dia, mana mungkin secepat itu dia menerimanya." Jawab Dax. Meletakkan sendoknya di atas piring. Menatap mata sang Daddy dengan tekad yang kuat, " tapi aku tidak akan menyerah, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkannya." 

  " Bagus, itu baru putra Daddy." Ucapnya menganggukan kepalanya. 

  " Eh eh.. anak kita ya dad." Protes Crystal Monalisa Yazeed tidak terima. 

    Leon dan Dax terkekeh kecil, pasti begitu tidak pernah berubah. Akan selalu protes jika menyangkut buah hati. 

  " Iya iya, anak kita." Jawabnya lembut. Tak lupa tangannya meraih tangan sang istri dan mengusapnya pelan. 

  Tiba-tiba suasana yang semula ceria berubah mendung, ketika Dax menanyakan hal sensitif yang membuat sang ratu marah. 

  " Lalu bagaimana dengan perawat di rumah sakit Daddy? Apa masih tidak menyerah menggoda Daddy?" Tanya Dax menaik turunkan alisnya. 

  Leon melayangkan tatapan tajamnya ke sang putra, bisa-bisanya menyanyakan hal itu di saat pagi-pagi begini. 

  " Ohh... Ternyata wanita itu belum menyerah juga ya? Ahh... Rasanya mommy ingin bermain-main dengannya!" Ucap crystal dengan tersenyum miring. 

  Entah apa yang akan di lakukan seorang Nyonya Yazeed, yang pasti jika dia ikut turun tangan. Orang itu tidak akan lolos dari genggamannya. 

  Leon dan Dax saling pandang, mata mereka saling berbicara dalam diam. Mempertanyakan apa kira-kira yang akan di lakukan sang Ratu mereka. 

...****************...

  Suara kendaraan meraung nyaring di jalanan yang lenggang. Negara itu tampak tertib setiap harinya tak ada macet ataupun orang-orang yang menyebrang tanpa memperhatikan rambu lalu lintas yang ada

Di balik kaca mobil mewah keluaran terbaru yang meluncur di tengah hiruk-pikuk kota, Cassia, Rose, Arzhela, dan Mutiara tenggelam dalam suasana yang penuh semangat saat menuju ke sekolah.

Tiba-tiba, suara ceria Mutiara membelah kebisingan itu, “Musim salju sebentar lagi, kan? Bagaimana kalau kita ke sungai Es?”

Cassia tersenyum lebar, matanya berkilat penuh harap. “Tentu saja! Sudah lama aku tak merasakan dinginnya sungai Es. Kita harus jadwalkan segera, saat salju benar-benar turun nanti.” Suaranya mengandung rindu yang dalam, seolah salju bukan sekadar cuaca, tapi janji keindahan yang selalu ia nantikan.

Arzhela menatap tajam, nada suaranya bergetar ragu, “Kamu serius mau ikut? Biasanya kamu menolak.”

"Iya, memang kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Cassia dengan kerutan di dahinya, suara bingungnya terkesan ragu.

"Kamu biasanya menolak pergi ke sungai es saat salju. Lalu, kenapa sekarang malah bersemangat? Apa kamu nggak takut Darian bakal marah?"

Rose yang duduk di belakang Arzhela tiba-tiba menepuk lembut bibir gadis itu hingga mengaduh. "Yak, apa yang kamu lakukan?" teriakan Arzhela memecah keheningan mobil, matanya membara menatap tajam ke arah Rose.

"Kamu bicara sembarangan lagi," tegur Rose dingin, menatap Arzhela penuh tantangan.

hingga gadis itu memejamkan mata sejenak menahan perasaan yang bergejolak. "Maaf, apa aku salah bicara?" Arzhela melirik Cassia dengan wajah penuh beban lalu menggenggam lengan sahabatnya, suaranya nyaris bergetar, "Maaf ya, Cass…"

Cassia menatap lembut, menahan rasa getir yang tersembunyi. "Tidak apa-apa. Itu cuma masa lalu. Lupakan saja." Kata-katanya lembut, tapi bergetar, karena meski benar, luka lama tak mudah hilang begitu saja.

TING

Notifikasi pesan masuk, mengalihkan fokus Cassia dari Arzhela, gadis itu mengambil ponselnya dan melihat pesan yang d kirim seseorang. Senyumnya terbit dengan indah dan itu membuat mereka semua saling tatapan karena heran.

"Apa pacar baru?" pertanyaan nyeleneh di layakan oleh Mutiara.

"Tidak ada, aku hanya membaca pesan lucu dari Vladimir," Jawabnya, tentu itu hanya sebuah elakan. Mereka tak akan paham senyum yang di tunjukkan oleh Cassia mengandung banyak arti tersembunyi.

Cassia bisa berbohong pada semua orang. Namun, mata tajam Arzhela tak bisa di bohongi, ia tahu ada sesuatu yang berusaha Cassia sembunyikan dan ia yakin tebakannya tak akan pernah meleset.

Sejak bangun dari pingsannya hari itu, Arzhela merasa Cassia berubah menjadi orang lain, dan ia merasa wanita itu seperti hidup dalam sebuah bayang-bayang tak kasat mata yang Arzhela sendiri tak tahu apa itu.

Semua masalah yang hadir dan perubahan sikap Cassia di mulai sejak hari itu.'Apa yang coba kamu tutupi, Cas?' Itulah isi pikiran Arzhela saat matanya bertemu pandang dengan netra Cassia.

...****************...

Di sekolah.

Sekarang jam istirahat di mulai lebih awal, sebab mendadak mereka akan mendapatkan ulangan setelah ini dan itu menyebabkan mereka semua tampak tak bersemangat.

Namun, di sudut lain taman, seorang Cassia berdiri di bawah pohon dia sedang bicara dengan seseorang di balik telepon misterius itu.

"Kerjakan yang benar! Dan pastikan jika kebenaran tentang Nafisha terungkap perlahan!" kata Cassia, orang di sebrang sana mengerti.

Setelah panggilan berakhir, Cassia menggenggam erat ponsel itu, dia tersenyum miring dan bergumam,"Sayang sekali! Sebentar lagi kebusukanmu akan terbongkar dan aku berharap itu akan membakar kamu sampai ke akar!" ujarnya dengan penuh dendam.

Cassia menunggu momen tepat, dia akan membuka kedok Nafisha secara perlahan melalui video yang ia miliki. Dan akan ia bakar ketenangan Nafisha lewat Video itu.

"Butuh bantuan dari ku, Baby Girl?"

DEGH!

"Suara itu?" gumam Cassia dengan wajah agak pucat pasi dan nampak tegang.

1
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Fahreziy
👣👣👣👣
Juansaja
sebenarnya dipikir logika ya cassia yang salah dari awal, sudah tau jelas si Darian itu gak suka sama dia, tapi tetap maksa orang tua untuk bertunangan, diperlakukan buruk, kau yg memilihnya sendiri cassia itu pilihanmu. mentang" jadi mc nya dia harus benar.


jujur meski Cassia mc nya tapi sebagai pembaca saya tidak bodoh dari awal yg salah dan memaksakan kehendaknya untuk bertunangan dengan Darian dia sendiri sekarang penyesalan balas dendam😩😩😩
Juansaja
tolong disesuaikan, latar belakang ceritanya kan diluar negri, kenapa vibesnya melokal sekali
Na
💎
Na
Kakak Yang Bijak 🤗
Na
Resmikan Pertunangannya Dong, Biar Mulus 😁
Na
Dah Dalam Rencana Si Dax Tuh 🤓
Na
Keren 😍
Anis Selviana
tolong dikurangi perumpamaan2 yg gak jelas itu. soalnya banyak yg gak sesuai kondisi jadi lebay dan ganggu.
Neny Risdiani Dewi
gw baca novel atau baca puisi sich....aneh
Neny Risdiani Dewi
eh ini maksudnya disambut janji sunyi apaa ya...
Neny Risdiani Dewi
haddeuch knp perumpamaannya mahkota cleopatra sich..lebay
Neny Risdiani Dewi
narasinya kebanyakan....bahasanya atau perumpamaannya ketinggian...
mimief
matinya...dinmeja operasi
apa kecelakaan Thor?
tapi emang sama sama ngenesin si yaa🥹🥹
Neny Risdiani Dewi
sultan mah bebaas.....
Neny Risdiani Dewi
semoga ceritanya menagih sampe bab terakhir
mimief
mungut batu kerikil buat hempaskan batu berlian 🫣🤣🤣
mimief
wkwkwkwkwkwk
lagian mana ada cewek polos dan lugu.yg mudah retak tapi kerjaannya mau nyerobot laki orang.
kadang laki otak nya pada di dengkul
mimief
nyesek nya Ampe nembus layar oiii🥹🥹
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!