Bermula dari murid pindahan dari kota yang bernama Rara Amelia Putri, dan Dewa hayunda seorang siswa yang tampan yang cuek dan lugu, yang tak pernah menyadari ketampanannya
Dewa terjerat tipu daya cinta Rara, dan membuat nya terbelenggu, hingga membuat Dewa terjebak dengan cinta terlarang
Kejadian berulang saat Dewa di bangku kuliah, bertemu Rara, seolah takdir menjodohkan mereka, Dewa menata kembali cintanya untuk menjadi lebih baik, tapi ternyata keinginan itu hanya sepihak, tidak dengan Rara, dalam kisah cintanya yang sedang mekar, Rara meninggalkan Dewa dan menikah dengan pria lain, membuat Dewa terpuruk dan jatuh dalam dunia hitam, kehadiran dosen cantik sebagai tuan mami, dan mas Rio yang menjadikannya kucing Anggora
Dalam perjalanan hidupnya bersama Rara Dewa memilik 2 orang anak, Arjuna dan Gading
Berakhir tuhan mengirimkan seorang malaikat bernama Dina, yang membantunya keluar dari kehidupan yang kelam
Wanita yang lembut dan bersahaja, yang memiliki cinta pertama bernama Dewa hayunda
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arjuna bayu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANGAN HINA MILIK KU
Terios putih berhenti tepat di depan rumah sederhana. seorang wanita paruh baya keluar membukakan pintu rumah.
"Lo Dewa pak " wanita itu tersenyum, agak terkejut saat melihat gadis manis yang ada di samping anaknya,
"Masuk lah,..." ajak ibu meraih tangan dina dan membawanya masuk
Tidak menyangka Dewa membawa pulang seorang gadis yang berbalutkan pakaian muslim menjuntai dengan jilbabnya yang anggun, serasa seperti mimpi di lihat dari gaya hidup anaknya ibunya tak percaya.
"Ayo duduk " ajak ibu pada Dina
Dina hanya menurut dan memberi salam pada ibu dan ayah
"Bu ini Dina yang ku katakan pagi tadi"
Dina tersenyum menyambut keduanya
******
Pagi-pagi sekali Dewa dan Dina sudah bangun, mengikuti rutinitas Dina sholat subuh, selepas itu langsung mengantar Dina pulang untuk bersiap-siap
Pukul 07:00, Dewa dan Dina sudah ada di depan gedung sekolahnya menunggu para murid datang, dengan sabar Dewa menunggu Dina di dalam mobil
Tidak lama pun mereka sudah berkumpul, ku perhatikan riuhnya mereka, dan repotnya mereka.
Tampak Dina yang sibuk kesana kemari sesekali ia melihat ke arahku seolah menginginkan sesuatu.
Tapi tanpa sengaja mataku melihat sepasang suami istri yang sepertinya bersitegang dengan Dina, mereka mendorong dina keras sampai Dina jatuh. "Eh,..kok"
Dari kejauhan Dewa pun melihat tak seorang pun menolongnya, dengan tergesa ia turun dan menghampiri dina, ingin tau apa yang terjadi.
"Ada apa? tanya dewa membantu dina berdiri
"Ih kenapa sih sekolah ini punya guru pelacur" satu kalimat ku dengar membuat telingaku panas
"maksudnya apa? geram ku
"kamu tidak tau? dia itu pelacur!" teriak wanita itu padaku dia berteriak seolah dia berkuasa
"kamu siapa? beraninya kamu menuduh istriku.
"kamu sudah di tipunya, baju dan jilbabnya itu palsu! tangan wanita itu berusaha mengapai dina dengan kasarnya. "heh!!! sembarangan kamu, tai dari mana dia pelacur? ku sambar tangan wanita itu, seorang lelaki langsung menghampiri kamie mencoba melerai. "kamu bisa saya tuntut loh, memfitnah istri saya. maksudnya kamu apa? geramku.
"Kamu sudah di tipu!!!
"kata siapa?! siapa yang menipuku?! Bagaimana mungkin seorang guru di bully di depan umum dan tidak ada pembelaan dari kepseknya!! sekolah mac apa ini?!!" geramku pada pada semua orang
"kita pulang,..." ajakku kemudian pada dina, yang hanya diam melihat emosi ku yang tidak terkendali. semua mata melihat kami yang berlalu dengan tak perduli ku genggam tangan dina. "Ayo kita pulang, ini bukan tempatmu." Dina hanya diam mengikuti dewa
"Satu lagi buat kamu...sampah" tangan Dewa menunjuk seorang lelaki yang berdiri di samping wanita yang dengan berani menghina dina.
"Aku dewa, dewa yang sudah menjadi alasan kamu meninggal kan dina. hah!, terima kasih kamu sudah meninggalkannya untuk jadi milikku..dan kamu memilih wanita yang baik untuk kamu jadikan istri cocok sama kamu, begini bentuknya, dia jodohmu. kalian serasi sampah jodohnya sampah." ku acung kan jari tengahku pada mereka berdua dan kami berlalu pergi. " Menghina istriku sama dengan menghinaku, dan aku tidak terima dengan itu semua, camkanlah itu."tangannya menunjuk marah.
Terios putih melaju meninggalkan tempat itu langsung menuju Utara ,tujuannya adalah rumah.
"Dew, jangan suka marah-marah tidak baik" Nasehat Dina yang masih melihat wajah Dewa memerah marah.
"Heh...!Kamu terima saja mereka begitu, Aku nggak! aku nggak mau tau ya din, mulai Sekarang jangan pernah datang ke tempat itu, titik"
"Tapi Dew.."
"Titik, no perdebatan"
"Aku butuh pekerjaan"
"Oke, aku akan memberimu pekerjaan"
"Dew..." Rajuk Dina memelas
"No.."
"Ayolah dew...''
"Noo no no...!!"
Dengan gemas Dewa membanting setir mobilnya, membuat dina agak terdiam.
"Kalo tadi nggak liat kamu, ku mampusin dia!".
"Haaaah..!! jangan,serem
Dewa memarkir mobil di garasi rumahnya.toko buka sepertinya ramai, tak salah ia memberi kan kepercayaan pada Rina.
Dengan cepat dia turun, membukakan pintu mobil buat dina
"Ini rumahku din, masih nyewa tapi lumayan. ayo masuklah, ini adalah rumah kita, jika tak ada halangan aku akan segera melamar dan menikahimu, setelah hari ini sesegera mungkin"
Tegas Dewa sambil melangkah masuk di iringi langkah kaki kecil dina.
"Din hari ini aku akan pergi, ada yang harus aku selesaikan, jika kamu capek kamu istirahat saja,
"Kemana Dew ?"
"Aku ada sedikit perjanjian sama pemborong untuk memulai konstruksi rumah tua calon minimarket yang baru"
"Aku ikut boleh" Rajuk Dina
"Boleh, kamu nggak capek? "Dewa memperhatikan Dina
"Baiklah aku di rumah saja.
Dewa melangkah pergi dengan cepat seolah mengejar waktu, Dina hanya terdiam memperhatikan rumah Dewa, lumayan besar, rapih untuk seorang bujangan.
Lalu kaki mungilnya melangkah menuju kamar Dewa
"Astaga, ini kamar apa kapal pecah? "Dina menggelengkan kepala.dengan berlahan di rapikan kamar Dewa, tak ada dapur khusus di rumah ini. tempat untuk memasak langsung terhubung dengan ruang tamu dan ruang keluarga meja makanpun ada di sana. ruangan ini tidak ada dinding penyekat kecuali dua kamar. ada dua kamar yang memiliki kamar mandi di dalamnya, pintu kecil berada di sudut yang menghubungkan ke halaman belakang.
Dina berkeliling memperhatikan setiap sudut ,di bukanya semua jendela, pintu belakang untuk Menganti udara, benar saja udara segar masuk dengan beramai ramai memenuhi ruang, panas berganti sejuk.
Dina merapikan seluruh ruang, dengan tidak membuat perubahan, sejenak Dina melihat sebuah foto ukuran jumbo terpampang di dinding ruang tengah, dia mengingat ia sepertinya sangat kenal foto itu
"Bukankah itu fotoku? dari mana dia tau foto ini?, terus kapan dia mendapatkannya ?"
Masih melihat-lihat seorang masuk tanpa permisi dari pintu belakang yang sengaja di buka Dina, mereka saling pandang sejenak, tapi wanita itu berani masuk kamar Dewa, berkeliling mencari-cari
Dina hanya diam heran memperhatikan perempuan itu, tampak wanita itu melihat fotonya yang terpajang indah, terlihat wajah tidak suka, namun tapi tetap saja Dina diam.
******
Rara sangat kesal dia membanting tubuhnya di sofa rumahnya, wajah seorang perempuan yang ia lihat di rumah dewa tidak mau menghilang dari ingatannya. menunggu dewa dengan marah untuk meminta penjelasan.
Masih di ingatnya sentuhan Dewa saat itu, dia ingat masih ada rasa sayang dalam sentuhan itu.
"Lalu siapa dia?, kenapa begitu istimewa. di dinding rumahnya di layar handphonenya ada gadis itu. siapa? aku tidak percaya dewa sudah melupakan aku. keluhnya seorang diri. Ah, apa aku sudah tergantikan?" Rara membatin lirih
Rasa tak rela menyeruak memenuhi kepalanya. Dia mengingat momen-momen bersama Dewa.
Dewa yang sayang padanya, Dewa begitu perhatian, dewa yang selalu meratukan dirinya. dewa yang memiliki sifat setia, mana seseorang yang ia pilih maka ia akan menyelesaikan sampai akhir.
Sentuhan Dewa masih terasa hangat,
"lalu....siapa gadis itu ? "
Rara mengacak-acak rambutnya rasa yang bercampur aduk membuat kepalanya sakit, sifat Rara yang keras kepala sulit untuk Rara menenangkan hatinya, ada rasa yang memberontak tidak terima , ada rasa penyesalan. semua rasa yang ia rasakan adalah rasa tidak ingin kehilangan.
Mas Gading suami Rara jarang di rumah, sebagai seorang marinir ia tugas di luar pulau, dan jarang menemaninya.
Teringat saat baru menikah, mas Gading yang kaya dan sukses, membuat orang tua rara terpesona dan membuat ia jatuh hati tergila-gila, Hinga rela meninggalkan Dewa.
Gading, buka pria baik-baik. Dia pria yang suka bergonta-ganti wanita di belakangku, sempat memukulku juga
"Ah ... Dewa, kamu yang lembut, yang sayang padaku," lenguhannya mengenang
Rara terus berfikir keras menyesali semua pilihan hatinya
"Kenapa dulu ia tak sesukses seperti saat ini?, seandainya dulu ia sudah mapan,mungkin jalan kami akan berbeda, dewa..
dewa..."
Seribu penyesalan berkecamuk bermain di kepala rara, hingga ia mendengar suara mobil terparkir di depan rumah.
Saat itu jam dinding sudah menunjukan pukul 22:00
"Itu pasti Dewa ,"
Rara berlari menghampiri pintu dan membuka pintu rumahnya, benar itu dewa.tak perduli Rara langsung berlari menghampiri dewa yang baru saja pulang dan keluar dari mobilnya.
Dewa yang sangat kaget mendapatkan pelukan rara hanya bisa diam tidak bergerak. tidak mengerti mengapa rara begitu, tiba-tiba saja memeluknya erat
"Ada apa ra?"tanyanya pada rara lirih
"Dew, jangan tinggalin aku.."suara lirih Rara memohon
"Oh,...sudah lepaskan pelukan kamu, ada dina di dalam."
"siapa dia?
"Dia istriku, rapatnya calon istri ku." Dewa mencoba melepaskan pelukan Rara, tapi Rara malah mengencangkan pelukannya.
Dina datang menyambut Dewa, membuka pintu rumah, melihat dewa yang kesusahan bergerak karena pelukan Rara Dina hanya diam saja menghampiri barang yang di bawa dewa dan masuk kembali
"Mas ..." sorot matanya dan suaranya mencoba memastikan semua baik-baik saja,
Dewa memberi isyarat untuk dina tidak terlibat
"Ra, lepaskan Ra, lepas ada istriku di sini "
kata istri yang dewa katakan membuat Rara mendelik tak percaya, melepaskan pelukannya, dengan nada marah
"Terus aku harus bilang apa sama kamu, itu kenyataannya.
"Terus apa yang terjadi kemarin Dew " tuntut Rara
"Apa ?, memang apa yang terjadi ?" sangah Dewa yang masih dalam keadaan kaget dan bingung
( JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENTAR 😊🙏)