NovelToon NovelToon
Mendadak Menjadi Mama Muda

Mendadak Menjadi Mama Muda

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:4.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Van Theglang Town

Sebuah kecelakaan besar membuat hidup Ajeng berubah total. Karena sebuah balas budi dan intrik dari keluarga Demian dan Mahesa dia harus menikah dengan Raka, laki-laki yang diselamatkannya dengan seorang anak kecil.

Ajeng harus terjebak dalam konflik keluarga kaya. Kehadiran Ajeng membuatnya harus menjadi seorang mama untuk anak kecil yang dia selamatkan.

Apakah Ajeng bisa menemukan kebahagiaan dengan menjadi Mama anak itu. Atau dia justru terperangkap masalah dan konflik keluarga kaya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Van Theglang Town, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wedding Plan 2

"Bayu akan menikahi Ajeng besok siang!" ucap Bayu tentu saja membuat kaget semua orang.

"Apa itu tidak terlalu mendadak?" tanya Ibu Rika.

"Hanya pernikahan saja di depan penghulu," kata Bayu.

"Aku ucapin selamat buat kalian," kata Raka kemudian berjalan meninggalkan mereka.

Ajeng pun menitikkan air matanya melihat Raka, bahkan Raka tak sedikit pun bereaksi menyesal. Dia tidak peduli.

Bayu kemudian menggenggam tangan Ajeng yang terasa gemetar. Bayu kemudian menatapnya sambil tersenyum.

"Kuatkan hatimu!" ucap Bayu dengan suara pelan. Sepertinya dia tahu kalau Ajeng terluka dengan sikap Raka barusan.

Ajeng menarik napasnya dan berusaha menenangkan syarafnya agar dia bisa mengendalikan emosi negatifnya.

"Ajeng, kamu yakin mau menjadi istri Bayu?" tanya Ibu Rika.

"Adeeuuh, kagak jelas amat sih, loe mau nikah sama kak Raka atau sama kak Bayu sih?" tanya Carla sewot.

"Bu, bolehkah saya pulang ke rumah, Kak Bayu sudah kembali dan mamanya Gea juga masih hidup, Ajeng ingin pulang," kata Ajeng lirih tanpa memedulikan Carla yang kesal.

"Kenapa kamu ingin pulang?" tanya Ibu Rika heran.

"Terimakasih bu, hanya itu yang Ajeng bisa ucapkan."

Kemudian Ajeng berlari menuju lantai atas ke kamarnya. Baru masuk ke kamar Ajeng langsung tumpahkan air matanya yang tak dapat dia bendung. Dengan perasaan yang hancur Ajeng mengambil ponselnya dan menelepon abangnya.

"Halo!"

"Bang, jangan ajak bunda sama mbak Merry dulu, ada sesuatu yang terjadi di sini, abang jemput Ajeng ya, jangan pake lama!"

Ajeng langsung menutup teleponnya tanpa memberi kesempatan Arya untuk mengetahui apa yang terjadi.

Setelah menelepon, Ajeng kemudian merapihkan semua baju yang dia bawa ke sini ke dalam koper. Dia sudah memutuskan untuk pergi dari rumah ini. Dia tidak mau lama-lama di tempat yang bukan untuknya.

Terdengar suara pintu di ketuk dan dibuka. Bayu dan Gea datang. Melihat sebuah koper yang sudah siap membuat Bayu menarik napas panjang.

"Jangan pergi dari rumah ini please!" kata Bayu.

"Mama mau kemana?" tanya Gea mulai mau menangis.

Ajeng tak mampu menjawab Gea. Entahlah apa yang sedang ada dalam pikirannya. Bukankah dia ke sini hanya demi Gea yang membutuhkannya. Tapi lihatlah, papanya sudah kembali dan mama kandungnya pun masih hidup.

"Ajeng sepertinya ga bisa menikah dengan kakak maupun Raka, maaf!" kata Ajeng.

"Apa kau mencintai Raka?" tanya Bayu.

"Ajeng tak perlu jawab itu."

"Kamu tidak mengenal Raka, makanya aku mencoba mencegah agar kalian jangan menikah."

"Terimakasih kak, karena itu mungkin sebaiknya Ajeng pulang lagi ke rumah Ajeng sendiri."

"Apa kamu mau menjadi mamanya Gea?" tanya Bayu membuat Ajeng seperti mengalami "deja vu". Kata-kata yang persis sama diucapkan Raka waktu di rumah sakit.

"Mama Gea masih hidup, Gea lebih membutuhkan mama aslinya." Ajeng kemudian menarik kopernya bersiap pergi.

"Maafkan keluarga ku yang sudah membuat kamu terluka!" Bayu seolah tahu apa yang membuat Ajeng sakit dan terluka.

"Maka dari itu aku tak ingin kau mengalami hal yang sama dengan Nadia, mamaku maupun Raka hanya memanfaatkanmu saja, aku harap aku bisa membayar semua sakit itu semua, beri aku waktu!" Bayu mencoba bernegosiasi.

"Tidak perlu kak, dan rencana kakak untuk menikah denganku, mungkin itu sedikit gila. Tadi aku hanya ingin membalas rasa sakitku pada Raka dengan mengatakan itu semua."

"Baiklah, tapi bolehkah nanti aku mengunjungimu bersama Gea?" tanya Bayu.

Ajeng mengangguk. Kemudian bersiap membawa kopernya. Dengan sigap Bayu membantu membawa koper Ajeng.

Sebelum turun ke bawah. Ajeng sempat melihat pintu kamar Raka yang tertutup. Pedih rasanya, saat dia mau pergi pun seolah Raka tidak peduli.

Bayu melihat cara Ajeng menatap pintu kamar Raka dengan tatapan iba. Pasti sangat berat dan kecewa buat Ajeng.

Ibu Rika melihat Ajeng membawa koper dengan panik.

"Mau kemana?" tanya Ibu Rika mencoba mencegah.

"Ajeng pamit bu!"

"Ajeng jangan pergi, kamu kan mau menikah dengan Bayu?" kata Bu Rika.

"Ajeng pulang, dan maaf Ajeng bukan orang yang bisa dimanfaatkan seperti ini."

"Pantas saja Ibu dulu pernah ngasih uang, untungnya aku tidak menerimanya. Ternyata niat ibu memang lain," ucap Ajeng berani.

Ibu Rika kaget mendengarnya. Kenapa Ajeng bisa berkata seperti itu. Sementara Bayu hanya mendengar itu dengan ekspresi tidak percaya. Sejauh itukah mamanya berusaha menjerat Ajeng.

Karena Ibu Rika tidak mampu menjawab. Ajeng pun berjalan meninggalkannya yang gemetaran tak bisa menjawab.

Sampai di depan rumah. Mobil Bang Arya datang. Ajeng kemudian langsung mengambil alih kopernya yang sedang dipegang Bayu.

Arya kemudian turun dari mobil dan segera berlari menuju Ajeng.

"Apa yang terjadi dek?" tanya Arya cemas melihat wajah Ajeng yang sedih. Kemudian melihat Bayu. Dia baru pertama kali melihatnya.

"Ajeng pengen pulang." Jawab Ajeng pendek. Arya yang sudah mengenal watak Ajeng tak berani banyak bertanya. Kemudian membawa kopernya itu masuk ke dalam mobilnya. Sementara Ajeng kemudian segera masuk ke salam mobil. Arya menatap tajam pada Bayu. Ingin rasanya dia bertanya. Namun melihat wajah Ajeng seperti itu Arya pun urung untuk menanyakannya pada Bayu. Hanya dengan tatapan tajam dan menusuk yang Arya lakukan pada Bayu. Bayu hanya tersenyum melihatnya.

Sebelum Arya menghidupkan mobilnya Arya melihat wajah Ajeng yang sepertinya sedang galau. Dia tidak berani untuk bertanya apa- apa. Karena kalau sudah begitu Ajeng tidak akan bisa diajak berbicara, Arya hafal benar kebiasaannya itu. Maka dari itu Arya hanya mengemudikan mobilnya tanpa berbicara sepatah katapun.

💫 💫 💫 💫 💫

Raka menatap kepergian Ajeng di balik jendela kamarnya. Sebenarnya hatinya yang paling dalam ingin mencegah Ajeng. Namun dia tidak bisa menampik kalau dia memang hanya menggunakannya agar kakaknya kembali. Dengan begitu papa Tanu bisa segera di operasi.

"Tapi itu dulu Jeng, aku sekarang malah terperangkap dengan perangkapku sendiri," batin Raka.

"Kenapa aku merasa sebenarnya kamu punya rasa padaku?" Raka yakin sekali kalau Ajeng menyukainya.

"Kenapa kamu malah mau menikah dengan Kak Bayu, apakah karena kamu sudah tahu yang sebenarnya?" pikir Bayu.

Banyak pertanyaan yang dia tidak dapatkan jawabannya. Namun dia tidak punya keberanian untuk menanyakan itu langsung pada Ajeng.

Terdengar suara pintu diketuk dan dibuka. Raka menoleh ke arah pintunya dan melihat Bu Rika datang ke kamarnya.

"Raka, Ajeng sudah pulang kembali ke rumahnya, kamu tahu kenapa alasan dia pulang?" tanya Ibu Rika. Entah itu memang karena ibu Rika tidak tahu atau memang sudah tahu dan ingin Raka mengetahuinya.

"Ajeng tahu tentang Kyle, dan tentang kebenaran alasan kenapa Raka mau menikah dengannya pasti itu yang membuat dia marah," jawab Bayu.

"Bagaimana bisa dia tahu, kamu yang memberi tahunya."

"Entahlah, Raka terlalu egois dan tidak mau jujur padanya, tapi Ma ...."

"Kenapa?" tanya Ibu Rika.

"Apa benar Kak Bayu mau menikahi Ajeng?" tanya Raka.

"Sepertinya iya, kenapa? bukankah kamu juga tidak menginginkan pernikahan itu?" tanya Ibu Rika.

"Kita sudah jahat hanya memanfaatkan Ajeng dalam kondisi seperti ini. Kita juga berdua tahu, Mama mau menjadikannya menantu karena demi Gea dan Papa Tanu."

"Kalau Bayu dan Ajeng memang maunya menikah, kenapa tidak, kamu setuju kan?" tanya Ibu Rika.

Entah kenapa Raka enggan menjawabnya. Dia masih ragu.

"Kamu sendiri yang menolak mentah-mentah tawaran mama, dan menerima Ajeng sampai Bayu kembali. Bukankah ini semua kemauanmu?" tanya Ibu Rika.

Raka terlihat menunjukkan wajah sedihnya pada mamanya. Ibu Rika langsung memahami arti wajah itu.

Raka kemudian memeluk mamanya dengan manja.

"Aku harus bagaimana bu, sepertinya aku patah hati," kata Raka dengan nada sedih.

"Bagaimana dengan Kyle, apa kamu sudah tidak berhubungan lagi?" tanya Ibu Rika.

"Tadinya aku hanya coba bermain api, tapi kenapa aku yang terkena apinya sekarang."

"Kamu menyukai Ajeng?" tanya Ibu Rika.

Raka melepaskan pelukannya.

"Ajeng itu sebenarnya bukan tipe Raka, mama tahu sendiri kalau aku suka cewek yang tinggi, langsing kayak supermodel, smart, dan seksi."

"Ya mama tahu, makanya saat Ajeng bilang mau menikah dengan Bayu, itu mungkin berita bagus untukmu."

"Tapi kenapa Raka ngerasa sakit sama panas dengar dia mau menikah dengan Bayu," kata Raka menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

"Itu tandanya kalau kamu suka sama dia."

"Masa sih mah, Raka selama ini cuma godain dan main-main perasaan sama Ajeng. Dan Raka sebenarnya juga sudah putus sama Kyle."

"Ya sudah lah. Semua sudah terjadi. Yang penting Bayu sudah datang. Dan besok lusa dia harus ke Singapura untuk prosedur pendonoran. Kemungkinan Ajeng akan dibawa ke sana. Bayu mungkin dan Ajeng akan menikah di sana."

Raka merasakan hatinya baru saja dilempar granat.

"Benarkah?" tanya Raka dengan perasaan yang asing dirasakan. Marah , kecewa, atau lega.

"Bayu tadi ngobrol sama mamah, Ajeng akan dibawa ke Singapura bersamanya.. Dan mereka tidak mau menikah dihadiri kita."

"Terus mamah , aku, bagaimana?"

"Mamah harus bertemu keluarga papa mu untuk membicarakan pembatalan pernikahanmu dengan Ajeng. Kamu juga harus ikut. Mama nggak mau harus dimarahin sama nenek mu yang cerewet itu."

"Apa harus dibatalkan mah, tadinya malah Raka mau menikah sama Ajeng malam ini. Raka ingin menghabiskan malam pertama secepatnya. Karena Raka penasaran dengan perasaan Raka, apa Raka hanya penasaran dengan itu atau Raka beneran suka."

"Kamu kenapa mainin anak gadis orang, terus setelah kamu ambil kesuciannya kamu mau ninggalin dia terus kembali pada Kyle?" Ibu Rika kesal sampai memukul badan Raka.

"Tenang bu, Raka cuma iseng kepikiran itu doang, sebenernya baru niat. Siapa tahu Ajeng setuju, eh ternyata dia malah mau menikah sama Bayu."

"Kamu ini, janganlah main-main dengan kesucian gadis yang polos."

"Raka kan sudah lama tinggal di LA dan putus sama Kyle, setelah Raka kecelakaan, Raka sudah lama tidak bermain dengan perempuan, jadi cuma Ajeng yang ada di samping Raka, nah dia terlalu polos dan kuno, makanya Raka ngajak nikah dulu."

Ibu Rika menoyor kepala Raka itu berulang kali.

"Mama nggak mau punya anak ******** yang suka nodain gadis orang."

Raka hanya mengelus kepala nya yang ditoyor mamanya.

"*****Mama nggak tahu sih, godaan pekerjaan Raka di sana seperti apa, macam-macam gadis perawan dan artis-artis yang ingin dicasting olehnya sering menjajakan tubuhnya padaku, bahkan sengaja menggodanya habis-habisan" batin Raka.

"Tapi mama juga nggak tahu kalau aku masih perjaka tingting, Kyle mungkin sering sekali mengajak making love tapi Raka juga tidak mau melepas keperjakaan dengan orang yang sudah tidak perawan." Dia merasa setiap dekat Ajeng, dia selalu didatangi setan mesum setiap di dekat Ajeng. Entah karena dia pernah melihat tubuh Ajeng dan pernah tidur memeluknya. Aku rasa tipe ideal ku jadi berubah haluan***. Pikir Raka**.

Ibu Rika sungguh kecewa dengan kelakuan Raka yang sudah terkontaminasi budaya bebas di sana.

"Jadi karena sekarang Ajeng adalah calon istri kakakmu, kamu jangan macam-macam padanya?" ancam Bu Rika.

Raka menarik napas panjang. Satu hal yang masih mengganjal dalam pikirannya. Yaitu kenapa tiba-tiba Ajeng mengatakan kalau mau menikah dengan Bayu. Dan bukankah tadi malam Ajeng dan Bayu pertama kali bertemu. Apakah diam-diam mereka sudah bertemu tanpa dia ketahui. Dan sedang merencanakan sesuatu.

"Jangan lupa besok kita ke rumah nenek Sarah!" Ibu Raka kembali mengingatkan.

"Maaaaah, Raka bingung nih," Raka malah menjawab dengan frustasi.

"Kenapa?" tanya Raka.

"Kalau boleh, Raka mau menikah sungguhan sama Ajeng!" kata Raka pada akhirnya membuat sebuah pernyataan yang mengejutkan.

"Apaaa."

"Mah, gimana dong," Raka garuk-garuk kepalanya saking frustasi. Dia merasa Ajeng harus jadi miliknya.

"Nggak, kamu cuma pengen malam pertamanya doang," tolak Ibu Rika.

"Hehehe, mudah-mudahan nggak sih mah."

"Tetap tidak bisa, Bayu sudah mengajukan kalau dia harus menikah dengan Ajeng kalau mau donor nya."

Raka mendengar itu menjadi tambah lebih frustasi. Dia kemudian berjalan dengan mencoba sedikit dipercepat namun sulit. Dia menuju keluar kamar dan mengambil kunci mobilnya.

"Mau kemana kamu?" tanya Ibu Rika terkejut Raka membawa kunci mobil.

"Mau nyusul Ajeng."

Raka kemudian meninggalkan Bu Rika yang terlihat sangat kesal.

***Bersambung...

Maafkan bab ini plot nya berantakan. Karena authornya sedang sakit .

"Thor, kenapa Bayu bilang mau menikah? kan Ajeng udah jawab nolak tidak mau menikah dengan dua-duanya?" tanya salah satu reader di pojokan terlihat dia lagi galau karena jomblo akut, dan sirik sama Ajeng yang bakal dikejar kejar nikah sama dua orang kece.

"Itu kan bagian dari rencana Bayu, tunggu lebih jelasnya di kelanjutannya."

"Thor kan lagi marak covid19, pliss jangan dulu ada pernikahan, kasihan reader yang mau nikah belum bisa resepsi nikahan, nanti pada baper," pinta salah satu reader yang memang batal nikah gara-gara covid 19.

"Adeeuuhh, kita tunggu aja kelanjutannya oke!"

Reader yang baik adalah reader yang rajin like, komen dan vote yang banyak di karya ini.

Dan reader yang super baik bukan hanya suka like aja. Tapi ikut promoin MMMM di medsos kalian...

Sudahkah anda menjadi reader yang baik dan super baik hari ini?"

Jawab dengan komen

Yes

Ya

Enya

Muhun

😂 😅 😂 😅 😂 😅***

1
janah bibah
Kecewa
DianaCintaTiara
💯👍🏻
Sandrina
👍
Ruth Khoiriyah
muter2 kemana lagi ceritanya bokin sebel thor hidupmu begitu ya thor
Ruth Khoiriyah
seorang ibuk yg g jelas
Ruth Khoiriyah
kos mestiiii ada peganggu sih thor selalu selalu bikin jengkel aja
Mayang
kyknya ank kk raka deh???
Lj19
jangan mau jeng
Lj19
lebih baik raka jujur di awal, dari pada dengar dari orng lain jdi ajeng tidak tambah kecewa
mungkin dengan raka jujur di awal ajeng akan mengerti tidak salah paham begini
Lj19
moga saja pas ajeng pinsang, bayu gak manfaatin siatuasi, yang membuat konflik tmbah panas 😇
Margaretha Sukmawati
ajeng lo gampang di hasut.seharusnya lo sama raka saling terbuka dan saling menguatkan dlm rumah tangga. lo ajeng nek liat lo. gampang di hasut bayu
mudahlia
hahahah
Muniroh Mumun
nyesek jd Ajeng n Raka ....korban keegoisan klrg besar Raka, kasihan Ajeng tak ngerti apa" jg bukan gila harta .....tp kena imbasnya
Muniroh Mumun
khaaann ...jd Ajeng yg terkesan selingkuuuuh .....g rela aku ......😭😭😭😭😭
Muniroh Mumun
kasihan Ajeng thoor .....kebaikan hatinya ketulusannya di putar balik seperti ini ......sial kali nasibnya Ajeng .....semua org menilai dg harta
Ismu Srifah
ojok d tinggal ajeng ka
Ismu Srifah
suit banget raka lopeyu
Ismu Srifah
jahat juga bayu ternyala lbh licik, berarti rendy juga sama kayak bayu licik terhadap raka
Ismu Srifah
nenek yg gak tau kebahagiaan cucunya itu hanya ajeng seorang
Ismu Srifah
thor bawangnya terlalu banyak yaa..... sampek dada sesak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!