NovelToon NovelToon
AKU DI USIR SUAMIKU

AKU DI USIR SUAMIKU

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Contest / Patahhati / Poligami / Single Mom / Cerai / Tamat
Popularitas:6.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: ridwan jujun

fatimah azzahra yang kerap di panggil fafa atau patimah oleh teman dekat maupun orang lain. fatimah sudah 3 tahun nikah bersama Hengki Affandi.dari pernikahan itu belum juga mendapatkan seorang pun anak sampai ia di usir oleh suaminya.

beberapa tahun hengki dan fatimah berpisah dan gak pernah ketemu,di suatu hari hengki bertemu dengan fatimah dan kedua anak kembar fatimah dari pernikahan mereka.


apa kelanjutannya baca ajah yah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ridwan jujun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenyataan

Fatimah menatap anak-anaknya dengan air mata yang sudah menganak sungai dipelupuk mantanya. Raikal menggeleng untuk meyakinkan sang ibu bahwa mereka tidak apa-apa. Fatimah menengadah ke langit-langitung ruang BK itu untuk menenangkan agar air matanya tidak keluar.

"Maaf Nak, jika anak-anak saya tidak diantar Ayahnya bukan berarti mereka tidak memiliki ayah. Dan kamu juga harus tau jika anak-anak saya bukan anak haram. Mereka terlahir dari sebuah pernikahan. Jangan pernah kamu menhhina anak-anak saya. Saya juga tidak meminta kamu untuk memberi mereka makan, memenuhi kebutuhan mereka bukan? Jadi jangan pernah menghina orang lain tanpa tau masalahnya!!" emosi Fatimah untuk pertama kalinya.

Diam? Ya hanya itu yang dilakukan Kevin. Ia tak lagi menjawab ucapan Fatimah. Karena ia tidak tau apa yang harus dikeluarkan dari mulutnya untuk menjawab setiap untaian kalimat yang keluar dari mulut Fatimah.

"Jadi Pak, apa yang harus dilakukan anak-anak saya?"

"Karena peraturan di sekolah, jika ada anak yang membuat masalah maka meraka akan kena skor selama 3 hari, dan jika melakukan hal yang sama untuk kedua kalinya masih dengan hukuman yang sama dan jika sudah 3 kali maka akan di DO," jelas Pak Jefri yang diangguki Fatimah.

"Yasudah Pak, kalau begitu kami permisi," jawab Fatimah membawa ke-dua putranya keluar dari ruangan itu.

Fatimah serta anak-anaknya berjalan di koridor sekolah, guna menuju mobil Fatimah yang terparkir di tempat parkir sekolah. Raikal dan Rayyan sudah mulai cemas mengingat ini pertama kalinya mereka membuat Fatimah kecewa pada mereka.

Sepanjang jalan menuju rumah Fatimah tidak membuka pembicaraan. Bahkan kedua remaja laki-laki itu juga ikut diam. Mereka takut saat mereka membuka percakapan Fatimah malah marah.

Menempuh perjalanan yang tidak memakan waktu banyak, akhirnya mereka sampai di rumah. Fatimah turun tanpa sepatah katapun, dan diikuti ke-dua putranya dari belakang.

Fatimah duduk di sofa sambil memejamkan matanya guna meredam rasa sesak yang menghimpit dadanya. Dadanya sangat sakit mendengar anak yang ia besarkan dihina-hina.

"Umi maaf, rai sudah buat Ummi kecewa," ujarnya bersimpuh di bawah kaki Fatimah dan memegang paha Fatimah.

"Ummm iyyan minta maaf, maaf jika iyyan membuat Umm kecewa untuk pertama kalinya. Umm boleh kok kasih kita berdua hukuman tapi jangan diamkan kami seperti ini Umm," pintanya dengan air mata. Mereka tidak sanggup jika didiamkan oleh Fatimah.

Fatimah membuka ke-dua matanya dengan perlahan. Dan memegang bahu kedua anak-anaknya. "Sayang, ummi tidak marah kok. Umi diam bukan berarti ummi marah sama kalian. Ummi cuman merasa menjadi ibu yang belum sempurna buat Rai dan Iyyan. Ummi merasa bersalah karena ke-dua jagoan ummi tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Abi. Maafkan ummi, Nak?"

"Tidak Ummi, Ummi sudah menjadi Ummi sempurna buat kita berdua. Kami tidak butuh sosok seorang Ayah, Ummi. Cukup Ummi saja yang berada disisi kami itu sudah lebih dari cukup untuk kita, Ummi,"

"Iya Umm, benar yang dibilang Abang,"

"Terimakasih Nak,"

"Iya Umm, Umm apa boleh Rai bertanya?"

"Iya Nak Boleh,"

Rayyan tampak berfikir, apakah yang ia lakukan ini benar atau salah. Ia takut jika nanti Umminya akan sedih atau apa. Tapi ini juga untuk memenuhi rasa penasaran yang selama ini ia pendam, mungkin Raikal juga merasakan apa yang ia rasakan.

"Umm, apa boleh kita tau siapa Abi, kita?" tanyanya sedikit dengan rasa sesak dan takut.

Fatimah menatap ke-dua putranya lembut, lalu ia mengusap kepala putranya dengan sayang dan menganggukkan kepalanya. "Maaf Nak, mungkin selama ini ummi tidak pernah memberi tahu kalian siapa ayah kandung kalian sebenarnya. Bahkan saat kalian berdua bertanya siapa ayah kalian ummi tidak pernah menjawab. Maafkan ummi, Nak," ujar Fatimah lirih.

"Ummi tidak perlu minta maaf, kami ngerti kok bagaiamana perasaan Ummi."

Raikal mengusap air mata yang luruh di pipi Fatimah.

"Apa kalian masih ingat laki-laki yang bersama kita di ruang BK tadi?" Ke-dua putra Fatimah hanya menganggukan kepalanya tanda mereka ingat.

"Dia itu mantan suami ummi dan otimatis dia adalah ayah kandung Rai dan Iyyan"

"Tapi kenapa dia tidak mengenali kita, Umm?"

Fikiran Fatimah menerawang pada belasan tahun lalu. Ia mengingat setiap kejadian pahit yang ditorehkan keluarga Affandi terhadap dirinya. "Karena saat Ummi bercerai dengan Abi, Abi tidak mengetahui bahwa saat itu ummi sedang mengandung kalian, bahkan ummi sendiri juga tidak tau jika kalian berdua berada di rahim ummi." Fatimah menghapus air mata yang tiba-tiba mengalir di pipinya.

"Emm, kenapa Abi menceraikan Ummi saat itu?" Raikal menanyakan hal yang selama ini ia tidak ketahui bahkan juga dengan sang kembaran.

"Waktu itu ummi sudah 3 tahun menikah dengan Abi, tapi selama itu ummi belum juga memberikan keluarga itu seorang cucu yang sangat mereka dambakan. Bahkan saat itu ibu dari Abi kalian mulai berubah pada ummi, bahkan Abi pun juga ikut berubah hingga akhirnya ummi diceraikan." Fatimah menjelaskan dengan rasa sesak di dadanya semakin kuat. Ia tidak ada menambah atau mengurangi setiap hal yang terjadi pada anak-anaknya. Bayangkan kejadian belasan tahun lalu itu kembali menghantui fikiran Fatimah.

Ke-dua putra Fatimah termenung mendengar ucapan sang ibu. Mereka tak habis fikir segitu jahatnya keluarga Abinya memperlakukan wanita yang sekarang menagis tersedu-sedu di depan mereka. Mereka berjanji pada diri mereka, jika mereka pasti akan membuat Ummi mereka akan tetap bahagia. Mereka tidak ingin Ummi mereka menjatuhkan setetes air matapun di wajah mulus itu.

"Ummi, kami janji akan membuat Ummi akan selalu bahagia, kami janji tidak akan pernah membuat Ummi mengeluarkan air mata setetes pun dari sini." Raikan mengusap air mata Fatimah dengan ibu jarinya.

Kedua anak kembar itu memeluk Fatimah dengan erat. Mereka juga merasakan sakit, sakit yang dirasakan Fatimah dulu saat masih berada di keluarga itu.

"Terimakasih Ummi, terimakasih sudah menceritakan semuanya pada kami," ujar Rayyan tersenyum yang disambut senyuman pula dari Fatimah.

Bersambung

1
Fansuri
aku Mala kepo kalo di lanjuti ..sayangnya Uda the end
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat karya indah nya
walaupun singkat tapi mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Yunerty Blessa
tamat yang cukup baik..
makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
moga Fatimah dan Ali hidup bahagia
Yunerty Blessa
penyesalan mu Hengki dah tak berguna....
Yunerty Blessa
apa memang enak Hengki..anak sendiri tidak ada yang mau mengaku
Yunerty Blessa
Hengki pasti menyesal telah menceraikan Fatimah setelah tahu ada anaknya
Yunerty Blessa
kenapa tidak jujur saja Hengki
Yunerty Blessa
pasti akan ketemu
Yunerty Blessa
padahal cuma anak angkat..ngak sadar diri Kevin nih
Yunerty Blessa
pasti mantan mertua nya heran
Yunerty Blessa
tahniah buat kelahiran baby boys nya
Yunerty Blessa
entah seperti apa perasaan Hengki bila berjumpa dengan Fatimah..yang sedang hamil.... sekarang Hengki tidak dapat memiliki anak lagi..
Yunerty Blessa
Hengki menyesal kalo dapat tau Fatimah hamil
Yunerty Blessa
apa jangan² Hengki sudah punya perempuan lain makanya dia ceraikan Fatimah
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Reza... suatu masa Hengki akan menyesal
Yunerty Blessa
moga Hengki tidak menyesal dengan keputusan nya tu
dian hr
lawanlah jangan diem aja,mereka berdua kevin cuma sendiri,masa gak berani
Mei Mei
Luar biasa
AR Althafunisa
nah bagus ketemu udah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!