NovelToon NovelToon
Bahagia Yang Tertunda

Bahagia Yang Tertunda

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Delfi Sofya

Deg.

Vina terhuyung ke belakang setelah mendengar perkataan Devan barusan.

Tadinya Vina datang berniat memberitahu Devan bahwa dirinya hamil, tapi siapa sangka Vina malah mendengar kabar menyakitkan tentang hubungan mereka.

Tanpa pikir panjang Vina langsung berlari keluar dari apartemen itu dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk matanya.

Vina pergi tanpa memberitahu Devan soal kehamilannya. Toh hubungan mereka tidak bisa lagi di perjuangkan, itu sebabnya Vina memutuskan untuk merawat sendiri bayi yang masih ada di dalam perutnya.

Vina memutuskan pulang ke kampung halamannya meninggalkan semua kenangan yang ada di kota itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delfi Sofya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 28

Beberapa hari berlalu setelah Devan kembali ke kota.

Pagi itu Devan ke kantor untuk menyelesaikan beberapa berkas penting yang memerlukan tanda tangannya,

“Masih ada lagi?” Tanya Devan pada Viko yang berada di depannya.

“Sepertinya tidak ada Tuan.” Jawab Viko.

“Baguslah. Aku mungkin akan pergi ke desa xxxx untuk waktu satu bulan, ada hal penting yang harus aku perjuangkan sekalian untuk memantau proyek pasar disana. Jadi perusahaan akan aku titipkan padamu untuk sementara, aku juga tetap akan memantau kinerja kalian disini.” Ujar Devan pada sekertaris sekaligus tangan kanannya itu.

“Kalau ada yang tidak kamu ketahui, kamu bisa langsung menghubungiku dan aku akan membantu dari sana. Jangan lupa laporkan setiap kegiatan yang dilakukan di perusahaan padaku.” Lanjut Devan memberi perintah.

“Siap Tuan.” Sahut Viko.

“Bagus.”

Brak.

Pintu terbuka dengan kasar, membuat fokus Viko dan Devan teralihkan pada asal suara itu.

Devan menatap tajam dua orang yang berada di depan ruangannya.

“Maaf Tuan, saya sudah melarang nyonya ini untuk masuk tapi beliau tetap memaksa.” Lapor salah satu penjaga yang ada di kantor itu.

“Kau boleh pergi.” Perintah Devan pada penjaga itu.

Wanita yang berhasil masuk itu tersenyum penuh kemenangan, merasa menang melawan penjaga itu.

Sebelum berjalan menghampiri Viko dan Devan, wanita itu terlebih dulu memperbaiki pakaiannya yang berantakan.

“Untuk apa lagi iblis seperti kau datang kemari.” Hardik Devan pada wanita itu yang tak lain adalah Tiara, mantan istrinya.

“Aku kesini untuk mengundangmu dalam acara pembukaan boutique baru ku yang berada dekat sekitaran perusahaanmu ini.”

“Hitung-hitung sebagai sillahturahmi antara mantan istri dan suami, aku ingin menunjukkan pada mereka bahwa hubungan kita masih baik-baik saja setelah berpisah. Aku ingin memberikan kesan yang baik pada pelanggan dan pengunjung ku.” Sambung Tiara angkuh.

“Sungguh lucu, tidak perlu bersandiwara di depan mereka. Hubungan kita memang tidak baik sejak awal, jangan mimpi aku akan datang ke tempatmu!” Balas Devan dengan tatapan mencela.

“Kau memang susah di ajak kerja sama.” Tiara mendengus kesal.

“Untuk apa bekerja sama dengan iblis sepertimu, siapa yang tau dibalik itu semua ada rencana kotor yang sedang kau persiapkan.”

“Viko bawa dia keluar dari sini, aku muak melihatnya.” Sambung Devan memerintahkan sekertarisnya untuk mengeluarkan Tiara dari perusahaannya.

“Baik Tuan.” Sahut Viko sambil beranjak dari tempatnya menuju tempat Tiara berada.

“Tidak perlu! Aku bisa keluar sendiri, mantan suamiku jangan lupa untuk datang okey.” Balas Tiara sambil mengedipkan matanya dengan tatapan mengejek yang membuat Devan ingin muntah dibuatnya.

“In your dream!” Umpat Devan.

Tiara pun keluar dari ruangan Devan dengan angkuhnya.

“Hahhh, kenapa iblis itu harus muncul disini. Melihatnya justru membuat mood ku hancur.” Dengus Devan kesal.

Viko hanya diam di tempatnya, sekertaris itu tau bossnya itu sungguh membenci mantan istrinya.

***

Sore hari menjelang jam pulang kerja.

Devan melepaskan kaca mata baca yang ia gunakan, lalu merenggangkan otot-otot tangan dan lehernya.

Pandangannya lurus menatap figura besar yang menempel di dinding ruangannya.

“Aku pasti akan membuatmu kembali padaku.” Gumam Devan sambil matanya tetap menatap foto Vina yang terpajang dalam ruangannya.

Tiba-tiba laki-laki itu teringat akan malaikat kecilnya yang hampir setiap malam akan menghubunginya tanpa perlu Devan duluan menelponnya.

“Gadis kecilku yang cantik, sampai sekarang aku merasa ini seperti mimpi.” Kata Devan dengan senyum di bibirnya.

Tangannya meraih ponsel yang tergeletak diatas meja lalu menelpon Vina.

Bunyi dering ketiga barulah Vina mengangkatnya.

“Hallo Vin.” Sapa Devan.

“Hmm..” Jawab Vina datar.

“Bagaimana kabar kalian disana?” Tanya Devan basa-basi, sengaja ingin berbicara lebih lama dengan wanita itu.

“Kami baik.” Jawab Vina.

“Baguslah. Naya dimana? Apa aku boleh berbicara dengannya?” Ragu Devan bertanya.

“Ada di kamar, tunggu sebentar.” Balas Vina,

“Hallo ayah.” Tiba-tiba suara dari ujung sana berubah.

“Hai anak cantik ayah. Apa yang kamu lakukan di sana?”

“Naya sedang menggambar, dulu Naya hanya menggambar kakek, bunda dan Naya. Sekarang Naya mau menambah gambar ayah dan opa.” Jawab gadis kecil itu.

Devan terharu mendengar ucapan sang anak.

“Wah, nanti kalau sudah jadi ayah mau lihat ya.” Seru Devan menirukan suara anak kecil.

“Siap ayah.”

“Oh iya sayang, kamu mau oleh-oleh apa. Akan ayah bawakan besok, kan besok ayah akan kesana untuk menemui anak ayah yang cantik ini.”

“Hore. Naya cuma mau ayah saja, itu sudah cukup.” Seru Naya girang.

Devan lagi-lagi tersentuh dengan ucapan sang anak.

Sangat manis.

“Dimana bunda?” Tanya Devan merubah topik.

“Bunda lagi masak untuk makan malam kayaknya.” Polos Naya menjawab.

“Sayang, kalau ayah boleh tau selama ini apa ada laki-laki yang pernah mendekati bunda atau apakah bunda punya teman laki-laki saat disana?” Takut-takut Devan bertanya, Devan takut Vina mendengar pertanyaannya yang konyol itu.

“Ada.” Jawab Naya cepat.

“Apa! Siapa dia sayang? Apa orangnya baik? Apa dia tampan seperti ayah?” Cecar Devan.

Naya yang polos itu hanya menjawab menurut penilaiannya.

“Namanya om Frans. Dia om yang baik, biasa juga om Frans menolong kami. Om Frans itu juga tampan, tapi lebih tampan ayah Naya.”

Frans. Tidak boleh, aku tidak boleh membiarkan Vina di incar oleh orang lain. Aku harus cepat-cepat membuat Vina kembali padaku. Batin Devan berbicara.

“Ya sudah sayang, kalian baik-baik disana. Titip salam sama kakek dan bunda ya.” Tutur Devan.

“Iya ayah.” Jawab Naya.

“Ya sudah, ayah tutup ya telponnya. Sampai ketemu besok sayang.” Ujar Devan.

Sambungan pun terputus.

Devan langsung berdiri dan berjalan pulang untuk menyiapkan barang-barangnya yang akan dibawa besok ke desa tempat calon istri dan anaknya tinggal.

Sesampainya di rumah Devan pun pergi menemui Bayu yang sedang duduk di halaman depan rumahnya.

“Sore pah.” Sapa laki-laki itu.

Devan mendaratkan tubuhnya di samping Bayu.

“Pah, besok Devan akan kembali ke desa itu untuk memperjuangkan keluarga kecil Devan disana. Mungkin Devan akan sebulan disana.” Info laki-laki itu sekaligus meminta izin.

“Papah tidak apa-apakan Devan tinggal sebulan?” Lanjut Devan bertanya.

Lama Bayu berpikir, sampai sebuah ide muncul dalam pikirannya.

“Papa ikut, papa ingin segera menemui mereka. Hitung-hitung papa juga ingin mencari suasana baru disana.” Jawab Bayu dengan mata berbinar-binar membayangkan hidup di desa yang masih asri dengan sang cucu.

“Tapi perjalanannya sangat jauh pah. Apa papa sanggup?” Ragu Devan.

“Sanggup, pokoknya papa mau ikut.” Sahut Bayu tidak ingin di bantah.

“Baiklah.” Pasrah Devan.

Bayu tersenyum senang, pikirannya sudah melayang memikirkan hari-harinya bermain bersama Naya.

Devan dan Bayu pun beriringan masuk ke dalam rumah, mereka berencana untuk menyiapkan barang-barang yang akan di bawa besok.

❤️

Jangan lupa tinggalkan jejak😊❤️

1
Cheng Nyo
👍👍👍
Erina Munir
akhiiirrrnyaaa😍😍😍😍😍
Erina Munir
algamdulillaaah ...akhirnya sadar juga😍😍😍😍😍😍😍
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Erina Munir
udh dong thor... jngn lama2 komanyaaa...kesian kan puegeel thooor
Erina Munir
smg vina cpt sadar dri.komanya
Erina Munir
ini mah bner2 k tunda
Erina Munir
tiara gendeng... ga mikir sm usahanya...klo kaya gitu usahanya nnti bisa sepi hadeehh
Erina Munir
nmnya juganudh bucin Vin... suamimu 🤣🤣🤣
Erina Munir
itu klo bangun pgi...suruh pd sholat dong thooor
Erina Munir
bahagiaa teruus yaa.Devan vina Anaya
Erina Munir
😄😄😄😄😍😍😍 othor bikin pembaca baper
Erina Munir
syukur alhamdulillaah...akhirnyaa...😍😍😍😍😍😍
Erina Munir
thor ...jngn samp si wanita ular kadut itu tiba2 muncul n mengacaukan suasana
Erina Munir
cieee...ciee... Devan Vinaa..
Erina Munir
udh klamaan atuh thoor 5 thn gituh looooh
Erina Munir
dasar uler kadut luh Tiara...sebbeellll
Erina Munir
vina...mulai egois niih...kamu ga kesian sm naya...hadeehhh...egooo sja yg d kedepanin....
Erina Munir
hahaa kejutaan yaa
Erina Munir
siìp
Erina Munir
😍😍😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!