NovelToon NovelToon
Sword Wanderer Live'S Stream

Sword Wanderer Live'S Stream

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Epik Petualangan / Anak Genius
Popularitas:177
Nilai: 5
Nama Author: EAGLE EZ

Satu... dua... tiga..."

​Gua merem, terus ngebuka mata lagi. Angka yang ada di layar hologram tablet lipat di depan gua masih sama. Gak berubah, gak berkurang nolnya, dan tetep bikin mual.

​[Harga Eceran Resmi: 120.000.000 KRW (Termasuk Pajak)]

​"Seratus dua puluh juta won..." Gua ngegandeng dagu pakai kedua tangan, natap angka itu kayak lagi natap musuh bebuyutan di kehidupan lalu. "Ini mah bukan sekadar mahal, tapi udah gak ngotak buat kantong orang kayak gua."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10.Rantai Bilah

Malam pertandingan tiba.

Atmosfer di Colosseum Virtual kali ini jauh lebih gila dibanding kemarin. Penonton yang masuk ke ruang siaran langsung gua udah tembus angka 150.000 orang, dan itu terus bertambah tiap detiknya. Server LFG bahkan sempat *buffering* gara-gara saking padatnya manusia yang pengen nonton "pembantaian" anak baru level 2 oleh sang legenda pensiunan timnas.

**[Sistem: Pertandingan Babak Utama Grup Neraka Dimulai!]**

**[SwordGod77 (Lv. 2) VS WhiteKnight (Lv. 60)]**

Gua berdiri di ujung arena dengan jubah hitam yang berkibar pelan diguyur angin malam virtual. Di seberang gua, sesosok pria berbadan tegap dengan zirah pelat baja perak yang berkilau megah melangkah maju. Di tangan kirinya, ada sebilah perisai menara (*Tower Shield*) raksasa seberat puluhan kilo yang dilapisi emblem emas.

*WhiteKnight.*

Gaya jalannya tenang, kokoh, dan gak menyisakan celah sedikit pun. Begitu dia berhenti, dia langsung menghantamkan bawah perisainya ke lantai batu hingga berdentang keras.

*BUM!*

"Gua udah liat rekaman pertandingan lu pas ngelawan Viper," WhiteKnight membuka suara, nadanya berat dan penuh wibawa khas seorang profesional. "Refleks lu luar biasa buat ukuran akun *starter*. Tapi, nak... trik *weakpoint* lu gak bakal mempan di depan perisai gua. Stat def gua terlalu tinggi buat lu tembus pakai senjata karatan."

Gua gak ngejawab. Sebagai gantinya, gua menarik sebilah **[Pedang Latihan Besi Biasa]** dari pinggang gua. Begitu pedang itu tercabut, penonton di kolom *live chat* langsung ngakak masal karena ngeliat status pedang abu-abu yang super ampas itu terpampang di layar siaran.

> **[Room Chat Live]**

> * **KsatriaBaja:** Wkwkwk beneran bawa pedang mainan buat lawan tameng titanium?!

> * **PakarGame:** Ini orang frustrasi atau emang mau nge-troll sih? Nyari mati itu namanya!

> * **SultanSawer:** Wah, taruhan gua buat WhiteKnight kayaknya bakal menang mudah nih.

>

**[Countdown: 3... 2... 1... FIGHT!]**

*WUSH!*

Gua langsung melesat maju. Kecepatan lari gua emang terbatas karena stat level 2, tapi langkah kaki gua efisien banget, memotong jarak dalam hitungan detik.

Begitu jarak kami tinggal satu meter, gua langsung mengayunkan pedang latihan gua dari atas ke bawah, mengincar celah di atas perisainya.

"Terlalu lambat," gumam WhiteKnight.

Dengan gerakan taktis yang super presisi, dia sedikit mengangkat perisai raksasanya untuk memblokir total arah tebasan gua. Dia bahkan mengaktifkan *skill* pertahanan tertingginya, **[Iron Wall]**, yang bisa memantulkan balik sebagian *damage* fisik musuh.

*KLANG!*

Benturan keras berdenting hebat. Dan sesuai prediksi semua orang, pedang latihan murah murni yang gua pegang langsung retak seribu dan hancur berkeping-keping jadi debu digital karena gak kuat nahan kerasnya perisai dewa itu.

"Selesai," ucap WhiteKnight dingin, bersiap mengayunkan gada besinya untuk menghantam tubuh gua yang dia kira lagi kaku akibat efek *rebound* senjata patah.

Tapi, senyum tipis justru mengembang di bibir gua.

"Siapa bilang udah selesai?" bisik gua.

*Sret!*

Belum sempat partikel hancurnya pedang pertama hilang ditiup angin, tangan kanan gua bergerak secepat kilat dalam gerakan makro yang gak kasat mata. Gua memanfaatkan fitur *quick-slot inventory* yang udah gua setting ribuan kali semalem.

Pedang kedua langsung terisi di tangan gua tanpa memutus momentum ayunan lengan gua dari tebasan pertama. Gerakan gua berlanjut mulus bagai aliran air.

*KLANG!* (Pedang kedua hancur)

*KLANG!* (Pedang ketiga hancur)

*KLANG!* (Pedang keempat hancur)

"A-Apa?!" Mata WhiteKnight membelalak di balik helm bajanya.

Gua gak berhenti. Gua nari di depan perisainya, ngelepasin badai tebasan beruntun yang kecepatannya gak masuk akal. Setiap kali satu pedang patah membentur tamengnya, pedang baru langsung muncul di genggaman gua dalam fraksi milidetik, melanjutkan sisa jalur tebasan yang terputus.

*KLANG! KLANG! KLANG! KLANG!*

Suara benturan besi di arena berubah dari dentangan putus-putus menjadi satu raungan bising yang konstan, mirip kayak suara senapan mesin yang lagi ditembakin tanpa henti.

Inilah **[Infinite Blade Chain]**.

Gua gak mengincar *HP* WhiteKnight secara langsung. Gua mengincar satu hal yang dilupakan semua orang di dalam game ini: **Durabilitas Item**.

Zirah dan perisai dewa milik WhiteKnight emang punya pertahanan mutlak, tapi setiap kali menerima benturan bertubi-tubi tanpa jeda, poin durabilitas tameng itu bakal berkurang sedikit demi sedikit. Dan gua punya seratus pedang cadangan untuk memastikan durabilitas tamengnya abis duluan sebelum tangan gua capek.

"G-Gila... gerakan macam apa ini?!" WhiteKnight mulai panik. Tubuh raksasanya terpaksa mundur satu langkah, lalu dua langkah, tertahan oleh daya dorong ratusan tebasan konstan gua yang gak ngasih dia celah buat balik menyerang.

Di layar siaran langsung, angka penonton mendadak hening. Mereka semua melongo ngeliat tumpukan partikel pedang hancur di sekitar kaki gua yang udah mirip kayak badai salju abu-abu, sementara perisai legendaris emas milik sang mantan kapten timnas perlahan-lahan mulai memunculkan retakan halus warna merah.

*CRACK!*

"Tameng dewa lu... cuma bertahan sampai pedang ke-47 gua," ucap gua dingin sambil menghujamkan pedang ke-48 tepat ke titik retakan terbesar.

*PRRAAAKKKK!*

Perisai raksasa tak terkalahkan milik WhiteKnight hancur berkeping-keping di depan mata ratusan ribu orang. Pertahanan mutlak Korea resmi jebol oleh serangkaian pedang sampah seharga beberapa perak.

1
EAGLE EZ
mungkin nanggung
SecretivePlotter
sama pembesar otong
SecretivePlotter
kek manhwa itu inimah
EAGLE EZ: benar cuman ide nya di ambil dari novel misal coverbook nya cuy
total 1 replies
SecretivePlotter
pinjol
SecretivePlotter
ya gak usah beli
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!