Semua menginginkan kisah cinta yang sangat manis dan mulus termasuk aku. Menjadi anak konglomerat dan dikelilingi orang-orang yang selalu menyayangiku tak cukup membuatku bahagia karena aku hanyalah wanita yang ingin merasakan cinta. Menyakitimu bukanlah keinginanku namun takdir lah yang mempermainkan kita.
Masuk kedalam sebuah hubungan rumit yang membuat banyak hati terluka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ratnadewi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pelan-pelan sakit
Setelah seharian berkutat dengan para tamu akhirnya pesta hari ini pun usai.
Sebenarnya Aletta ingin hanya satu hari saja diadakan resepsi ini namun papa Leo ngotot ingin dimeriahkan selama tujuh hari tujuh malam namun setelah melakukan negosiasi akhirnya mereka sepakat untuk mengadakan resepsi selama satu hari dan besoknya akan diadakan party pada malam hari.
Karena takut kelelahan, mama Dita dan papa Leo pun sudah memesan kamar hotel untuk pengantin dan seluruh tamu undangan yang akan ikut party besok malam di Bali.
🍃🍃
Di sebuah kamar hotel Presidential suite.
"Kamu pasti lelah Ca, kakak akan meminta salah satu pelayan siapkan air hangat ya untuk kamu" ucap Aldi sambil menggandeng tangan Aletta yang sudah lemas kelelahan.
"Apa tidak merepotkan kak??" tanya Aletta .
"Tidak, kamu duduk dulu ya" ucap Aldi kemudian masuk mendekati telepon disana.
Saat Aldi tengah berbincang di telepon, Aletta duduk di ranjang dan membuka sepatu heelsnya.
Ia melihat sedikit lecet dikakinya.
"Pantas saja terasa perih" lirih Aletta.
"Kenapa Ca??" tanya Aldi.
"Ah, tidak kak hanya sedikit lecet" ucap Aletta.
"Boleh kakak lihat??" tanya Aldi dan Aletta pun mengangguk.
"Ya ampun Ca, ini bukan hanya lecet sedikit. Kita ke rumah sakit sekarang ya. Takut lukamu infeksi. Ini pasti karena kamu seharian full memakai Hells ini" ucap Aldi sambil melemparkan dua sepatu heels milik Aletta.
"Tunggu sini ya," ucap Aldi kemudian berlalu.
Entah apa yang Aldi lakukan tapi ia masuk bersama salah satu pelayan hotel sambil membawa sebuah nampan berisi air hangat dan handuk kecil, sementara pelayan memberi salam dan langsung masuk kedalam kamar mandi.
"Sini kaki kamu" ucap Aldi sambil jongkok didepan Aletta yang tengah duduk disisi ranjang.
"Awwhh akhh, perih kak" erang Aletta.
"Tidak apa-apa ini hanya sebentar Ca. Kamu tahan ya, nanti juga tidak sakit lagi."
"Tapi perih kak" ucap Aletta sambil meringis kesakitan.
"Kakak akan melakukan ini perlahan kau tenang saja ya" ucap Aldi.
"Akhh sakit kak. Kita sudahi saja ya, aku tidak kuat" protes Aletta.
"Dengar ya Ca, aku ini suamimu sudah menjadi tanggung jawabku untuk seperti ini. Jadi sebaiknya kamu tahan ya" ucap Aldi.
Sementara dari arah luar rupanya mama Dita sedang menguping sambil tersenyum geli.
"Kau sedang apa sayang??" tanya papa Leo.
"Hustt bee diam jangan kencang-kencang nanti mereka dengar"
"Dengar apa??" tanya papa Leo.
"Sttt sini kita dengarkan bersama" ajak mama Dita sambil menempelkan telinganya di pintu kamar pengantin itu.
"Akhh kak, sakit. Pelan-pelan nanti lecetnya malah makin parah" suara Aletta dari dalam kamar.
"Tuhkan dengar kan. Akhirnya siasatku berhasil" ucap mama Dita sambil tersenyum sementara papa Leo hanya terdiam dan langsung menatap istrinya.
"Mereka sedang apa??" tanya papa Leo.
"Kau seperti tidak pernah muda saja bee" ucap mama Dita.
Saat mereka masih sibuk menguping, tiba-tiba kamar itu terbuka hingga membuat papa Leo dan mama Dita pun hampir terjatuh jika tidak bisa mengatur keseimbangan.
"Papa mama!!" ucap Aldi dan Aletta bersamaan membuat papa Leo dan mama Dita salah tingkah, sementara pelayan hotel yang membuka pintu hanya tersenyum kikuk kemudian berpamitan.
"Kalian sedang apa??" tanya papa Leo.
"Kaki Aletta lecet pa, ma, sepertinya karena terlalu lama memakai sepatunya itu" ucap Aldi sambil melirik sepatu yang ia lemparkan tadi.
"Kalian sendiri sedang apa??" tanya Aletta sambil memicingkan mata.
Mama Dita yang ditatap Aletta pun jadi salah tingkah.
"Ehh, emm itu,,"
"Tadi kami kebetulan lewat dan melihat ada cicak menempel di pintu kamar kalian. Papa sengaja ingin membuang cicak itu karena takut mengganggu tidur kalian" ucap papa Leo sambil tersenyum namun senyum itu langsung menciut saat menyadari jika alasan yang ia buat tak masuk akal.
"Cicak??" tanya Aletta dan Aldi bersamaan.
"Akhh, maksud papa tokek" jawab mama Dita yang langsung mendapatkan tatapan dingin dari Leo.
"Ahhh kalian pasti lelah, sebaiknya kalian beristirahat saja ya. Mama dan papa juga akan beristirahat" ucap papa Leo dan langsung menarik tangan mama Dita meninggalkan Aldi dan Aletta berdua di kamar hotel itu.
"Kau membuat wibawaku hancur saja" protes papa Leo.
"Akhh kau ini sudah tua masih saja memikirkan wibawa" ucap mama Dita.
"Ayo kita ke kamar sekarang" ajak papa Leo.
"Untuk apa??"
"Mendengar teriakkan Aletta tadi membuatku tidak bisa berfikir jernih dan ingin sekali memakanmu" bisik papa Leo.
"Bee ini hari pernikahan anak-anak kita" ucap mama Dita.
"Memangnya kenapa, ada yang salah??"
"Bukan begitu, tapi ini malam pertama untuk anak kita bukan kita bee. Bukankah kita ini sudah lama sekali menikah" ucap mama Dita.
"Memangnya hanya mereka saja yang boleh merasakan malam pertama?? Kita juga harus menikmatinya"
"Tapi bukankah sudah sering bahkan hampir setiap malam kau tak membiarkan aku tidur pulas" ucap mama Dita.
"Bagiku setiap malam serasa malam pertama untuk kita. Kamu selalu menjadi canduku meski usia pernikahan kita sudah sangat lama. Bahkan semakin kesini kau membuatku semakin jatuh cinta saja" ucap papa Leo.
"Kalau mau minta jatah langsung saja to the poin jangan banyak basa-basi" sindir mama Dita sambil tersenyum.
"Benarkah??" tanya papa Leo.
"Ya, tentu saja" ucap mama Dita.
Leo pun langsung mencium bibir istrinya dengan lembut. Namun disela-sela ciumannya, ia langsung teringat sesuatu.
"Tunggu dulu," ucap papa Leo membuat mama Dita memberengut.
"Ada apa bee??" kesal mama Dita
"Apa maksud ucapanmu tadi??" tanya papa Leo.
"Ucapan yang mana??"
"Yang siasatmu berhasil" ucap papa Leo.
"Oh itu"
"Oh itu apa??" tanya papa Leo penasaran.
"Kau kepo sekali bee"
"Aku ini suamimu dan papa dari anak-anakku sudah seharusnya aku tau apa siasatmu" kesal papa Leo.
"Aku hanya menyiasatkan agar mereka malam ini bisa melakukan hubungan yang seharusnya mereka lakukan karena aku yakin mereka belum melakukannya" ucap mama Dita sambil tersenyum membayangkan apa yang akan terjadi.
Ia memang berniat mendekatkan Aletta dan Aldi sebagai suami-istri bukan lagi sebagai kakak dan adik.
"Apa sih rencanamu itu??"
"Kepo, kita lihat saja besok berhasil atau tidak. Sudahlah ayo kita teruskan.Jadi atau tidak kalau tidak aku mau tidur." rajuk mama Dita.
"Kau cantik jika sedang merajuk" ucap papa Leo sambil tersenyum dan memulai kembali aksinya,,
Mama Dita hanya senyam-senyum membayangkan apa yang akan terjadi di kamar hotel anak-anaknya itu.
"Semoga ini bisa mendekati kalian berdua" bathin mama Dita sambil tersenyum dan memeluk tubuh kekar suaminya saya suaminya tengah bergerilya di seluruh tubuhnya.
Sementara itu di kamar hotel sebelah,,,,
aku jadi ikut baper dan haluuu thoor