Alvonso adalah seorang Mafia dan juga CEO terkenal dingin dan kejam. Sangat tampan digilai banyak wanita tapi Alvonso tidak pernah tertarik terhadap wanita manapun.
Laras seorang mahasiswi tingkat akhir, cerdas, cantik dan baik hati.
Laras bersama teman - temannya mengadakan acara perpisahan di hotel di kota Surabaya. Akibat ulah teman kampusnya Laras bertemu dengan Alvonso dan kehilangan apa yang dijaganya selama ini
Suatu ketika mereka dipertemukan kembali tapi berdua tidak mengenalnya sampai pada suatu saat 3 anak kembarnya di culik terbukalah rahasia yang disimpan Laras selama ini
Apakah Alvonso dan Laras bisa bersatu atau masing - masing sudah menikah dengan pasangannya.
Simak novel ke 2 saya. Terima kasih.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayuk Triatmaja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laras Melakukan Kemoterapi
Alvonso terkejut mendengar semuanya, Alvonso menyesal telah mengerjai Laras dengan membohongi tentang Bianca padahal Alvonso hanya menganggap Bianca adik tidak lebih.
Alvonso hatinya sudah milik Laras tidak ada wanita lain dihatinya, Alvonso menyesal berpikiran negatif tentang Laras hingga mencekiknya, Alvonso langsung berdiri me lap darah di hidung dan mulut Laras kemudian memakaikan pakaian ke tubuh laras.
Setelah selesai Alvonso membuka pintu secara lebar kemudian mengangkat Laras menuruni tangga dan memanggil pelayan untuk membuka pintu ruang tamu kemudian pelayan membuka pintu mobil. Alvonso masuk ke dalam mobil dan duduk di kursi belakang.
Alvonso memeluk Laras rasa penyesalan menghantui dirinya. Darah masih keluar dari mulut dan hidung, Alvonso menghapus menggunakan tissue yang ada di mobil.
"La, maafkan aku ?" lirih Alvonso
"Cepat terobos lampu merahnya ?" perintah Alvonso
"Baik tuan" ucap sopirnya
Sopir itu kemudian mengebut menerobos lampu merah banyak mobil yang mengklakson mobil Alvonso, Alvonso tidak perduli yang penting keselamatan Laras.
Berapa saat kemudian mobil sudah sampai di lobby rumah sakit, sopir dengan cepat membuka pintu mobil dan Alvonso menggendong Laras dan berlari memanggil perawat.
Laras dibawa ke ruangan ugd. Para dokter terbaik dan perawat masuk ke ruangan ugd. Alvonso menunggu di ruangan tunggu ugd, raut wajah penuh penyesalan telah menyakiti wanita sebaik Laras, wanita yang sangat mencintai anak - anaknya bahkan mengajarkan anak - anaknya untuk menghormati orang yang lebih tua. Alvonso yang baru mengenal 3 anaknya tidak ada penolakan malah menerimanya dengan tangan terbuka.
Seorang perawat membuka pintu Alvonso menanyakan keadaan Laras tapi kata perawat Laras dalam kondisi kritis dan membutuhkan 2 kantong darah. Perawat ltu pergi dengan terburu - buru membawa 2 kantong darah dan masuk ke ruang ugd.
Alvonso menelepon Ronald.
" Hallo tuan" jawab Ronald
"Datang ke rs xxxxx." jawab Alvonso
tut tut tut tut
Telephone langsung dimatikan sepihak. Alvonso mengingat belum mengabarkan ibunya.
" Hallo Al, ada apa Al, mama masih ngantuk?" jawab mama Al sambil menguap
" Ma, Laras sakit tolong titip anak - anak ?" pinta Alvonso
" Sakit apa Laras ?" tanya mama Alvonso
" Kata Laras kena penyakit kanker otak stadium 2 Ma?" jawab Alvonso
" Ya, ampun, ok Mama akan menemani cucu oma." jawab mama Alvonso
" Jangan bilang ke anak - anak takutnya pada kepikiran." pinta Alvonso
" Baiklah , kabarin mama kalau ada apa - apa jaga kesehatanmu." jawab Mama Alvoso
" Baik Mam." jawab Alvonso
tut tut tut tut tut tut tut
Telp pun terputus bersamaan datang asisten pribadinya Ronald. Ronald duduk sambil membawa 2 kopi pahit dan diberikan ke tuannya.
Alvonsopun menerimanya dan menyesap kopi panasnya.
" Terimakasih Ron ?" jawab Alvonso
" Sama - sama tuan, nona Laras kenapa tuan." tanya Ronald
Alvonso menceritakan awal dari mengobrol bersama Laras sampai Bianca datang dan terakhir sampai Laras mengatakan tentang penyakitnya.
Ronald hanya menghela nafasnya dengan kasar.
" Kamu kenapa Ron ?" tanya Alvonso
" Tuan mau saya berkata jujur ?" tanya Ronald
" Ya.." jawab Ronald singkat
" Tuan salah." ucap Ronald tegas
" Saya tahu saya salah waktu mencekiknya tapikan saya kesal mendengar dia menyerahkan 3 kembar anak dariku juga Laras untuk diberikan padaku juga Bianca, akukan hanya menganggap dia hanya teman masa kecilku tidak lebih." jawab Alvonso
" Bukan itu tuan." jawab Ronald
" Lalu apa?" tanya Alvonso sambil berfikir
" Tuan mengabaikan nona Laras dengan mengobrol dengan nona Bianca." jawab Ronald
" Saya senang bisa bertemu dengan Bianca karena sudah lama tidak bertemu dengannya. Kamukan tahu Bianca itu teman masa kecilku." ucap Alvonso
" Tapi tuan nona Laras cemburu apakah tuan tidak mengerti ? dengan pergi ke kamarnya hatinya sangat kecewa karena tuan lebih perhatian dengan nona Bianca daripada nona Laras." jawab Ronald
" Kenapa mesti cemburu ?" tanya Alvonso bingung
" Sekarang saya balik jika nona Laras bertemu dengan teman pria dan tuan ada di situ tapi tidak diperdulikan oleh nona Karen apakah tuan akan marah dan cemburu ?" tanya Ronald akhirnya
" Tidak, buat apa saya cemburu karena saya tahu dia cinta padaku?" sangkal Alvonso dengan percaya dirinya yang tinggi
" Ok, kalau begitu nanti saya dekati nona Laras." ucap Ronald
" Apa maksudmu Ronald?" geram Alvonso
" Saya hanya bilang begitu saja tuan sudah cemburu gimana saya benar - benar melakukannya ? Itu yang dialami nona Laras dia cemburu melihat tuan dan Bianca." ucap Ronald
" Aku tidak tahu tahu kalau itu membuatnya cemburu." sesal Alvonso
" Bukan itu saja tuan ?" ucap Ronald
" Apalagi salahku ?" tanya Alvonso
" Tuan bilang akan menikah dengan nona Bianca dan nona Laras ?" tanya Ronald
" I****ya."jawab Alvonso tegas
" Tuan serius mau menikah dengan ke 2 nya," tanya Ronald menyelidik
" hahahahaha..." tawa Alvonso pecah
" Kenapa tuan tertawa ?" tanya Ronald bingung
" Ya tidaklah saya menikah hanya dengan Laras." tegas Alvonso
" Lalu nona Bianca?" tanya Ronald
" Oh, waktu sebelum penculikan 3 anakku Mama memintaku menikah dengan Bianca awalnya aku menolak karena mama memaksa akhirnya aku setuju saja tapi ketika aku sudah tahu kalau Laras dan 3 anakku ketemu dan kebetulan mamaku telp aku memberitahukan kalau pernikahan dengan Bianca batal karena aku sudah menemukan mereka. Mama sangat senang dan akan mengatakannya ke Bianca. Mungkin mama lupa kamukan tahu mama sudah mulai rada pikun." jawab Alvonso
" Kenapa tuan tidak menceritakan itu ke nona Laras?" tanya Ronald
" Dia nanyanya sepotong - sepotong ya jawabnya juga sepotong - potong." jawab Alvonso polos
" Aduh tuan." sambil menepuk keningnya dengan satu tangan
( Tuan benar - benar polos atau bodoh ya, padahal orang pintar tapi kok tidak tahu kalau itu menyakiti nona Laras batin Ronald )
" Apalagi salahku, benarkan ?" tanya Alvonso polos
" Tuan saya ingin bertanya kalau seandainya Laras menikah dengan tuan dan juga pria lain apa tuan akan marah dan cemburu ?" tanya Ronald
"Wanita mana bisa menikah memiliki 2 suami ? kalau suami boleh menikah dengan lebih satu istri." protes Alvonso
" Saya kan bilang tuan kalau seandainya ?" tanya Ronald
" Saya akan marah." jawabnya pasti
" Nona Laras begitu juga dia cemburu tuan." jawab Ronald
Alvonso memejamkan matanya dan merenungkan semua perkataan Ronald dan mulai menyadari kesalahannya, pantas saja setelah habis melakukan percintaan yang panas Laras menangis dan menanyakan tentang Bianca. Alvonso merasa bodoh dan merasa bersalah juga menyesal telah menyakiti wanita sebaik Laras. Alvonso mengusap wajahnya frutrasi dan tanpa disadari air mata penyesalan keluar.
" Ron, aku mengerti sekarang, apa yang mesti kukatakan sama Laras? aku tidak tahu kalau ternyata kata - kataku menyakiti hatinya." ucap Alvonso menyesal
"Tuan berkatalah sebenarnya kalau tuan hanya mencintai nona Laras dan hanya menganggap nona Bianca hanya teman masa kecilnya. Selain itu jika bertemu dengan nona Bianca jaga perasaan nona Laras berusaha untuk menolak pelukan, ciuman ataupun bersentuhan dengannya." ucap Ronald bijak
"Terima kasih Ron, mulai sekarang aku akan berusaha menolak perlakuannya selama ini padaku walau sulit karena kami sudah terbiasa tapi demi Laras aku akan mencoba untuk menjaga perasaan Laras." jawab Alvonso
" Terserah tuan kalau memang sulit melakukannya tapi tuan juga harus siap dan jangan marah jika seandainya nona Laras berpelukan dan mencium pria lain." ucap Ronald
" Enak saja, aku pasti marah dan akan memukulnya." protes Alvonso
" Kalau tuan marah lakukanlah juga pada diri tuan, ingat tuan wanita itu rapuh semakin kita melukai wanita yang kita cintai tanpa kita sadari wanita itu akan meninggalkan diri kita." ucap Ronald
" Wah kata - katamu sangat bijak dapat darimana ?" tanya Alvonso
" Temanku, dia bercerita kalau dia sangat mencintai istrinya suatu ketika dia bertemu dengan sahabat lamanya seorang gadis mereka sering curhat sampai istrinya tahu dan melihat dengan kepalanya sendiri mereka bercanda dan bergandengan tangan Suaminya hanya menganggapnya sahabat karena dia lebih mencintai istrinya tapi sahabatnya sangat mencintai dan tidak memperdulikan perasaan istri sahabatnya. Istrinya merasa sedih dan kecewa kemudian dia berlari dan ketabrak truk yang remnya blong istrinya mati ditempat. Suaminya sangat sedih dan terpukul terlebih ketika membaca buku diari istrinya yang isinya curahan hati istrinya. Suaminya sangat marah dan menampar sahabatnya sejak itu persahabatan mereka putus. Cerita itu hampir sama dengan kisah tuan tapi beda versi hanya persamaannya penyesalan datangnya terlambat." ucap Ronald
Alvonso hanya diam ada rasa ketakutan jika Laras pergi meninggalkannya.
ceklek pintu terbuka
Seorang dokter datang dan menghampiri Alvonso untuk mengikuti ke ruangannya. Alvonso dan Ronald mengikuti dokter itu kemudian masuk keruangannya.
" Tuan, nona Laras mengalami penyakit berbahaya kanker otak sudah stadium 2 apakah bersedia di kemoterapi?" tanya dokter yang merawat Laras
" Lakukan yang terbaik dok." jawab Alvonso
" Silahkan tandatangani ini dan kita akan melakukannya sekarang agar sel kankernya segera hilang." ucap dokter tersebut
" Baik dok." ucap Alvonso
Dokter, Alvonso dan Ronald berjalan menuju tempat Laras.
dah banyak yg cerita seperti ini tpi Lum ada yg menjelaskannya
bahkan bukanya lewat darah bisa lebih cepat dripada rambut