NovelToon NovelToon
Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Pengantin Pengganti Tuan Presdir Cacat

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Terpaksa Menikahi Suami Cacat
Popularitas:10.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ausilir Rahmi

Seorang gadis yang terpaksa menjadi pengantin pengganti sang kakak demi melunasi hutang sang ayah, Maureen terpaksa menggantikan kakak nya sebagai mempelai. Maureen dinikahi oleh Alarick Carlson, pria yang digambarkan kejam dan buruk rupa. Awalnya Arik memilih Maura, sang kakak untuk menjadikan nya istri.

Setelah mengetahui lelaki yang akan dinikahi nya buruk rupa dan selalu mengunakan topeng yang terlihat sangat mengerikan, sang kakak menolak untuk menikahi pria tersebut. Sehingga kedua orang tua nya yang sangat menyayangi dan membanggakan sang kakak, enggan menyerahkan Maura putri kesayangan mereka.

Kini Maureen harus menghadapi pernikahan yang sarat misteri dan ketidakpastian dari suami nya. Mampukah ia menjalankan takdir yang dipaksakan kepada nya? Dan mampu kah Maureen bertahan dengan pernikahan yang dilandasi keterpaksaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ausilir Rahmi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Sementara di tempat lain, Nyonya Susan menyeringai puas saat melihat chat Maureen yang sudah memiliki beberapa rencana agar bisa membantu perusahaan mereka agar bangkit lagi.

"Bagus! Sekarang Maureen pasti akan berusaha membantu kita Pah!"

"Ma, memang nya apa yang sudah Mama katakan pada Maureen? Lebih baik jangan suruh Maureen datang ke sini. Nanti Hans dan Arik akan semakin marah," Tegur Tuan Herman.

Susan menelan saliva, dia berusaha tenang agar nanti di depan Maureen bisa mengambil simpati nya.

"Papa! Hanya Maureen yang bisa kita andalkan agar dia bisa membantu kita kembali seperti dulu lagi," Tegas Susan terkekeh.

Tuan Arik tidak bisa berbuat apa lagi, ia hanya bisa patuh pada sang istri. karena saat ini kondisi perusahaan nya sangat buruk setelah ia menggantikan Maura dengan Maureen membuat besan dan menantu nya sangat marah.

Satu jam berlalu akhir nya Maureen tiba di rumah kedua orang tua nya, dia kelihatan ketakutan berharap orang-orang suami nya tidak tahu kalo ia ke rumah orang tua nya. Meskipun sangat beresiko demi melihat kondisi ayah nya.

Suara bel rumah berbunyi, seketika Nyonya Susan dan tuan Herman menoleh ke arah pintu, Tanpa membuang waktu lagi wanita paruh baya itu segera bergegas membuka pintu.

Terlihat wajah Maureen yang pucat dan cemas, membuat Nyonya Susan tersenyum karena akhir nya apa yang dia rencanakan berjalan juga.

"Maureen! apa kamu ke sini dengan tuan Arik? dan dia tahu kan kamu ke sini?" Cecar Susan dengan beberapa pertanyaan.

Maureen menarik nafas dalam-dalam lalu mengeluarka nya pelan. "Tidak ma, mas Arik tidak tahu aku ke sini, aku hanya mampir sebentar untuk melihat kondisi Papa? apakah Masalah di perusahaan belum selesai," Jawab Maureen lalu berbalik tanya.

Sebelum menceritakan semua masalah perusahaan, nyonya Susan menyuruh putri nya agar masuk ke dalam karena takut nya ada orang-orang Arik melihat nya.

Maureen hanya bisa patuh saat ke dalam ruang keluarga, terlihat ayah nya yang sedang duduk sembari menatap beberapa dokumen penting di perusahaan nya.

"Papa!" panggil Maureen cemas.

"Maureen! kemari nak? apakah suami mu tahu? kamu ke sini?" Tuan Herman memastikan karena dia tidak ingin jika sampai nanti Arik marah.

Maureen menggelengkan kepala dia menjelaskan dan menenangkan ayah nya, jika ia hanya mampir sebentar saja, bahkan menceritakan tentang desain yang sudah di lirik oleh bos nya akan mendapatkan royalti lebih besar.

Mendengar kabar itu Tuan Herman terlihat sangat terkejut. Begitu juga dengan Nyonya Susan.

"Wah kamu hebat sekali nak, Papa ikut bahagia." Ungkap Herman sangat menyesal karena dia telah memaksa putri bungsu nya untuk menikah.

Maureen mengulum senyum manis, lalu duduk tepat di samping ayah nya tak lupa juga ia meraih dan menggenggam lalu menceritakan beberapa hal lain lagi.

"Pa jika desain ku berhasil. Aku akan mendapat hadiah yang cukup besar. Dan mungkin nanti uang nya bisa bantu perusahaan kita!" ucap Maureen.

Kening tuan Herman berkerut, saat mendengar semua perkataan Maureen yang masih belum dia pahami. " Menang hadiah? Memang nya kamu ikutan apa Maureen?" Tanya Herman penasaran.

"Iya, jelaskan pada kami. Apakah mungkin bisa di andalkan?' sambung Susan seraya memutar kedua bola mata malas nya sembari melipat kedua tangan di dada.

Maureen tersenyum, lalu dia menjelaskan jika diri nya kemarin menyimpan sebuah sample desain yang membuat bos nya cukup tertarik untuk segera di launching dan di ikut kan dalam acara catwalk.

Mendengar hal itu tuan Herman sedikit berharap, jika Maureen bisa di andalkan suatu hari nanti.

"Apa kamu yakin akan menang Maureen? Lagi pula yang menjadi peserta acara besar itu sangat banyak, jadi jangan terlalu berharap, Yang harus kamu lakukan sekarang adalah membuat suami mu jatuh cinta dan agar dia move on dari Maura," Tegur Susan menatap remeh dengan penuh kesombongan.

Maureen menatap nanar ibunya, dari kecil sampai sekarang tidak pernah sekali pun, apa pun yang dia lakukan di dukung.

Tapi sebagai seorang putri Maureen berusaha untuk memahami sang ibu, karena mungkin terlalu banyak masalah keluarga hingga membuat nya hampir tak di percaya sama sekali.

"Mama doakan saja aku ya, semoga memang jadi bisa dapat uang banyak," Pinta Maureen penuh kelembutan.

Sayang nya respon Nyonya Susan masih tetap datar, dan masih belum bisa percaya akan perkataan Maureen." Mama baru akan percaya jika kamu memang dan sudah membawa hasil nya."

"Ma kenapa bicara seperti itu? Maureen hanya minta di dukung saja." tegur tuan Herman.

Ketika kedua paruh baya itu tengah berdebat, tiba-tiba saja terdengar suara dering ponsel Maureen yang membuat semua orang kaget sampai terdiam.

"Maureen! Jangan sampai itu pesan atau telepon dari suami mu. Jika mereka tahu kamu ke sini tanpa ijin bisa habis Papa," ucap tuan Herman terlihat cemas.

Dan benar saja, Maureen terkejut saat melihat Id telepon yang mengirim pesan adalah Arik. Membuat Maureen tidak bisa lama-lama ada di rumah kedua orang tua nya.

"Siapa yang menghubungi mu Maureen?" tanya Tuan Herman.

Satu pertanyaan sang ayah membuat Maureen terhenyak kaget dan menjawab, jika panggilan itu memang benar dari suami nya. Dan tidak ingin sampai ketahuan gadis cantik itu pun segera pamit.

"Pah! Mah Maureen harus pulang sekarang kalau mas Arik dan Papi Hans tahu aku ada di sini, takut nya mereka marah," Ungkap Maureen gelisah.

"Baiklah, sekarang pergilah." ucap Herman.

Maureen mengangguk, lalu berpamitan kepada kedua orang tua nya sebelum pergi. Tapi langkah nya terhenti sejenak saat ibu nya memanggil.

"Ingat Maureen, jika kamu menyayangi kami. Maka kamu harus membuat Arik jatuh cinta, agar Tuan Hans membebaskan hutang Papa mu semua nya. karena jika tidak perusahaan kita bisa di ambil alih oleh nya sewaktu-waktu, "ucap Nyonya Susan mengingatkan dengan nada mengintimidasi.

Maureen hanya terdiam, perlahan ia mengangkat wajah nya. "Aku tidak yakin Ma, tapi aku akan berusaha," Lirih Maureen walaupun dia sendiri tidak yakin jika diri nya mampu.

Sementara di tempat lain, Arik berada di dalam mobil dengan waktu yang cukup lama. Membuat nya menatap tajam saat melihat asisten nya Harris yang baru saja kembali.

Melihat raut wajah sang asisten tampak bingung membuat kedua alis tebal Arik terangkat. "Kenapa lama sekali, di mana Maureen?" Cecar Arik dengan nada bariton yang arogan.

Harris menelan saliva, dia terlihat sedikit ragu saat akan menjawab tapi berusaha untuk tetap tenang.

"Kenapa diam? Di mana Maureen?" tanya Arik lagi.

"Ma-maaf tuan, tadi kata satpam semua karyawan sudah pulang jadi seperti nya nyonya tidak ada," Jelas Harris tergagap.

Kedua bola mata Arik berapi-api, sungguh dia tidak menyangka jika Maureen berani membangkang nya. "Ck, kemana dia? Baru saja di ingatkan sudah berani melanggar," Geram Arik mengepalkan kedua tangan nya, sampai urat-urat di kening nya terlihat menonjol.

Maureen yang baru turun dari taksi dari jarak yang sedikit jauh, membuat nya terkejut saat melihat mobil Arik masih menunggu di depan gerbang perusahaan tempat nya bekerja.

\*

Bersambung..................

1
merry
biarin nyusep ajj kejurang 😆😆😆biar sdr klo yg bisa nolongin dia cm bini ya
Ariany Sudjana
Arik ini terlalu sombong, muak juga lama-lama dengan tingkahnya
Reni Anjarwani
lama upnya berbelit2 ceritanya , semanggat thor
Diny Julianti (Dy)
sering typo penyebutan nama, mami jadi ibu, papa jadi ayah
Reni Anjarwani
lama upnya
Reni Anjarwani
lanjut thor doubel up
Reni Anjarwani
doubel up
Fiya Diya
menunggu kesambungan episod nya🤭
Fiya Diya
best
Ariany Sudjana
Maureen ini terlalu bodoh, masih juga berharap bisa dapat perhatian dari orang tua, dengan membantu perusahaan papanya, padahal kamu ga dianggap, sampai dijual sama orang tua kamu
Reni Anjarwani
jadi orang kok pada jahat2 yaa
Reni Anjarwani
jangan2 maureen buka anaknya susan yaa
Ariany Sudjana
Maureen kamu jangan terlalu polos deh, dan kamu bodohnya kebangetan. kamu masih percaya dengan omongan orang tua kamu, yang rela menjual kamu demi kepentingan perusahaan? bodohnya kebangetan kamu
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, masih berharap kamu membantu perusahaan papa kamu? dan juga dapat perhatian dari Arik? padahal kamu saja sudah tidak di anggap oleh suami dan papa kamu
Reni Anjarwani
lanjut thor
Ariany Sudjana
bodohnya kamu Maureen, masih memikirkan perusahaan papa kamu, padahal papa kamu tidak peduli sama kamu, dan malah menjual kamu untuk penebus hutang, bodohnya kamu 😂😂
Ariany Sudjana
bodoh kamu Maureen, jangan diam saja dong, lawan suami yang ga tahu diri itu
Reni Anjarwani
mending sama jevan aja mauren yg benar2 cinta , buar arik bucin sama maureen thor
Ariany Sudjana
ga kebayang gimana reaksi Oma Eva kalau tahu Arik dan Maureen hanya menikah pura-pura, dan status Maureen hanya pengganti Maura
Ariany Sudjana
Brian saja tahu kalau mereka nikah pura-pura, entah gimana reaksi Oma pas tahu kejadian yang sebenarnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!