Penulis : Black Fanter
Genre. : Web novel , romance , Rebirt , Transmigration , Drama , Genius Girl , Harem , School .
Status. : Ongoing
Seorang Mahasiswi pasca sarjana dilahirkan kembali menjadi tokoh figuran dunia Otome Game , siapa sangka di saat nafas terakhir nya dia mengingat kembali ingatan masa lalu nya . Keinginan dulu belajar dan menjadi kaya , karena sekarang dia kaya dia hanya perlu belajar .
Dia selalu mencoba menjauh dari FL maupun ML bahkan Bos penjahat , akan tetapi mengapa mereka begitu lengket pada nya . Tokoh antagonis mengarah kan kebencian nya pada nya bukan pada FL , para bos penjahat tidak membiarkan hidup nya berdamai . Mereka menggali rahasia yang tersembunyi pada nya , mengorek satu demi satu rahasia yang tersembunyi dari nya . Di tengah-tengah misteri kelahiran , bos penjahat itu berubah menjadi anjing penjaga nya. Mereka tidak membiarkan nya hilang sedetik dari pengawasan mereka .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BLACK FANTER, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 28
...Volume 1...
...Bab 1...
...Alarm Kebakaran...
'Klik' pintu tertutup rapat dan Risa dengan segera berjalan pergi , tapi tahu nya ternyata ada seorang pria besar dengan kaca mata hitam .
" Ternyata di jaga , layak untuk seorang laki-laki sinting " Risa mengutuk pelan
Risa bersembunyi di balik pot besar dan memperhatikan sekeliling nya , dia tidak bisa membiarkan seseorang tahu dia bisa seni bela diri , ini bisa gawat . Risa mengambil ponsel nya di dalam saku , Mengaktifkan data dan membuka sebuah situs lalu jari-jari nya dengan cepat melayang di antara keyboard .
Risa memiliki insting yang tajam setelah ia latih selama beberapa tahun , Risa dengan segera memasukkan kembali ponsel nya dan melangkah mundur .
Dia tersenyum smirik .
" Tiga ..... Dua ..... Satu .... !! "
Ring! Ring ! Ring !
Suara alarm yang berisik mengalihkan pandangannya para bodyguard itu , mereka berlarian menuju .....
Risa tertawa geli ternyata mereka menuju ke arah dia keluar tadi , Risa mengendap-ngendap dan menuruni tangga dengan cepat .
" Mengapa mereka bodoh sekali ! "
Risa dengan cepat menuruni anak tangga dan bergegas keluar dari kafetaria , namun di saat dia merasa akan bebas . Melihat segerombolan murid yang berlari ketakutan membuaj wajah nya jelek , mengapa sangat ramai . Risa mendengar berbagai kata umpatan dan ketakutan tangis dan sebagainya .
" Sial mengapa ada kebakaran di mana ? "
" Hiks...hiks... Ibu aku tidak akan mati kan ? "
" Tapi kita tidak lanjut belajar ini ada untung nya "
" Mengapa ramai sekali , bah sial mengapa harus ada kebakaran sekarang " ucap nya mengeluh
" Terus kamu ingin kebakaran itu kapan , besok hah sinting "
Risa yang baru saja keluar dari kafetaria , menatap para orang-orang itu tercengang apakah dia mengaktifkan alarm kebakaran , tapi Seharus nya suara nya tidak sebesar ini kan . Suara telpon Risa berdering dari dalam saku baju nya .
" Ada apa pak tua ? " Tanya Risa
Namun suara di seberang telpon meledak .
" Gadis sial mengapa kamu membobol sistem sekolah dan mengaktifkan alarm kebakaran , kamu sudah membuat kepanikan dia sekolah ku " Suara tua yang hampir kehabisan tenaga untuk bertengkar , dan suara nya gemetar .
" Itu bukan ini yang akan terjadi , oke aku salah "
Risa menyerah dan mengakui kesalahannya itu , namun tiba-tiba suara tua seberang telpon berubah cerah .
" Bagus kalau begitu ,! Aku ada permintaan jadi datang ke kantor ku nanti ! , Kami tidak boleh menolak "
" Tut "
Panggilan itu terputus begitu saja , mulut Risa berkedut . Rubah tua ini mengambil kesempatan dalam kesempitan nya , Risa menatap bekas panggilan itu kejam , Dia menaruh kembali ponsel nya ke dalam saku baju . Tapi ia melupakan sesuatu dan mengambil ponsel nya lagi memaksa mematikan alarm kebakaran , dia mendengus lalu pergi .
Kelas Roket
Di dalam ruangan kelas yang tadi nya tenang dan sibuk mendengar kan guru bahasa yang sedang menjelaskan , tiba sebuaj bunyi keras terdengar dan menyebabkan beberapa siswa berubah pucat .
" Kya .... Kebakaran !!!! "
" Lari ! ! "
Para murid langsung berlarian keluar , Sementara sang guru bahasa hanya melotot bodoh , Dan detik berikut nya sang guru pun pingsan .
" Guru ! " Teriak Kaila
Sedari tadi Kaila masih terlihat sangat tenang , walaupun semua teman sekelas nya menjadi ricuh dan ketakutan . Dia bingung alarm kebakaran dimana tapi ? , Saat dia mencoba menuju jendela dan mencoba menemukan kepulan asap tidak ada sama sekali , lalu mengapa Alarm berbunyi .
" Kaila ayo bawa guru keluar dulu ! " Pinta Rika
" Kamu masih sempat juga menyelamatkan orang lain ya gadis manis " Keith tersenyum
Kaila mengabaikan nya dan berkata acuh " Jika kamu tidak membantu menyingkir dari depan ku ! "
Keith masih dengan wajah yang nampak tenang dan tidak ada tanda amarah .
" Baiklah akan kubantu , jangan marah . Hei Louis bantu aku ! " Pinta Keith
Louis mendengus dan Pada akhir nya membantu Keith .
" Jadi kau ingin bagaimana membawa nya ? " Tany Louis tanpa rasa bersalah
" Anak sombong kamu sangat bodoh , Guru bukan barang yang bisa kamu bawa seenak nya dia manusia setidaknya berpikir dengan benar " Teriak Kaila kesal
Louis memutar mata nya malas dan langsung menggendong guru itu dengan gaya Putri.
Keith menatap Louis dengan tidak percaya .
Bahkan Kaila tidak bisa mengendalikan tawa nya .
" Puft ... Pose itu cocok untuk mu ! "
Louis dengan acuh mengabaikan Kaila dan membawa guru wanita itu pergi .
" Kemana harus membawa wanita merepotkan ini !? " Tanya Louis malas
" Otak-mu menjadi kusut atau apa , jelas ke ruang kesehatan lah ! '' Kata Kaila kesal
Kaila memerhatikan Louis yang menggendong guru dengan takjub , seberapa kuat yah anak sombong itu ? . Tinggi badan kedua orang itu memang berbeda jauh , Anak sombong itu jelas jauh lebih tinggi dari pada guru mereka .
'' Mengapa menatap ku lama ?, baru sadar bahwa aku tampan ? '' Louis tersenyum mengejek
'' Kamu aku bilang kamu tampan ? ''Tanya Kaila balik
Louis tersenyum smirik .
'' Baru saja kamu mengatakan '' Senyum mengembang di bibir Louis .
Louis meninggalkan Kaila yang terbengong dan setelah dia di senggol Rika barulah dia sadar .
'' Hei Kaila ayo pergi jika tidak , kami meninggalkan mu nanti ''
Rika menarik tangan Kaila dan mengejar Louis dan Keith yang telah berjalan menjauh .
'' Tunggu kami !? '' Teriak Rika
Louis dan Keith melambat , akhir nya Rika dan Kaila dapat menyusul kedua orang itu .
Keith berkata :
'' Seharus nya letak Ruang Kesehatan ada di lantai dua dekat dengan para kelas senior kita ''
Louis masih acuh walaupun dia menggendong guru di tangan nya , dia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan karena kelas mereka cukup jauh dari jalan menuju lantai dua , karena untuk menuju lantai bisa dibilang mereka harus menuju kelas paling ujung yakni Kelas F , kelas yang nilai nya paling terendah dan banyak para siswa malas di sana .
'' Kita harus melewati nya lagi ? , saat itu Untung nya mereka sedang sibuk belajar di dalam . Bagaimana jika sekarang aku tidak ingin berbuat keributan ''
'' Tenang-lah Louis tidak akan terjadi apa-apa , mereka pasti juga keluar alarm kebakaran itu kan sangat keras berbunyi ''
...Catatan " Pas Keith dan Louis buntutin Risa , Risa ada di ruang kesehatan . Thor sengaja buat ruang kesehatan berada di antara lantai 3 dan lantai 1 , lantai dua nya di tengah jadi nya biar enggak terlalu repot . Setiap lantai memiliki kafetaria sendiri , dan ada beberapa kafetaria yang mempunyai kamar pribadi kayak di resto gitu . ''...
Para remaja yang mengisi kelas F kebanyakan yang suka berkelahi , terutama para laki-laki nya mereka memusuhi kelas yang berada di atas mereka , khusus nya Kelas Roket yang di isi para anak pintar .
'' Apa yang kalian bisik- kan ? , misterius sekali '' Tanya Kaila
Kaila memerhatikan Keith dan Louis yang berbicara sangat pelan , dan membuat nya cukup penasaran.
''Bukan urusan mu '' Ucap Louis acuh
Louis hari ini selalu mengabaikan Kaila dan tidak mencari masalah dengan nya , hal ini membuat Keith sangat penasaran akan teman yang satu ini .
'' Tumben sekali kamu tidak mencari masalah dengan si mungil itu ? '' Tanya Keith dengan senyum aneh
Sebenarnya pikiran Louis sedang melayang entah kemana , dia tidak mendengar perkataan Keith sama sekali . Dan dia tidak merasa ada beban yang cukup berat di tangan nya , wajah nya di penuhi kebingungan dan acuh .
'' Mengapa tangga nya banyak sekali ? '' Louis menyerengit
'' Mengapa tidak ada lift saja sih di sini ? '' Louis kembali mendesah dan dengan raut wajah kesal .
'' Keith pegang gantian , giliran-mu membawa nya . Guru ini cukup berat sebenarnya apa sih yang dia makan , mengapa berat sekali '' Louis terus berkata jelek sedari tadi .
Kaila yang berpedoman bahwa ia harus menghormati yang lebih tua , dan tidak boleh berkata tidak sopan dan bahkan menjelekkan orang , Kaila langsung berteriak marah dan menceramahi Louis .
'' Kamu bocah sombong ini astaga , apakah kamu tidak pernah di ajar sopan santun atau apa sih . Kata-kata yang tidak sopan keluar dari mulut mu begitu saja , saat guru sadar kamu harus minta maaf ''
'' Jika aku tidak kamu ingin apa memukul ku , sebelum itu terjadi aku yang memukul mu terlebih dahulu gadis bodoh '' Sarkas Louis
Louis memotong perkataan Kaila dan Kaila belum sempat membalas , Rika hanya diam dan tidak ingin ikut campur walau sesekali ia mengingat kan Kaila.
'' Kaila cukup ! , jangan ganggu dan provokasi Tuan Muda Louis lagi . Dia berasal dari keluarga yang kuat , aku takut dia akan membalas mu nanti '' Risa berbisik pada Kaila , dia sangat khawatir dengan Kaila .
Kaila tidak memiliki latar belakang kuat dia hanya biasa , dia sudah si beri tahu oleh orang tua nya untuk tidak memprovokasi Tuan Muda dari keluarga Pasteur karena keluarga nya terkait dengan para bangsawan di ibukota kekaisaran .
'' Tenang-lah Rika , aku tahu batasan ku mana mungkin dia akan membalas ku hanya dengan masalah sekecil ini kan ? ''
Kaila menenangkan Rika , ia tahu bahwa sahabat kecil nya ini mengkhawatirkan diri nya . Tapi ia tidak bisa membiarkan bocah Sombo ini berbuat seenak nya sendiri .
'' Sudah selesai , kamu bukan siapa-siapa ku dan untuk apa aku harus memenuhi permintaan konyol mu itu '' Louis berkata dengan sinis dan ada rasa jijik di setiap perkataan nya itu .
'' Oke cukup kalian berdua , ayo cepat bawa guru ke atas dan segera ke ruang kesehatan . Takut nya guru itu syok dan dia masih belum sadar , oleh karena itu kita harus segera membawa nya ke ruang kesehatan ''
Keith mengetahui dengan jelas perilaku Louis , karena mereka telah berteman sejak kecil . Louis yang memilikinya harga diri tinggi mana mungkin meminta maaf , malahan dia lah yang nanti nya meminta orang untuk tunduk dan meminta maaf lada nya .
Kaila diam dan pada akhir nya mengangguk mengerti , dia memegang tangan Rika .
'' Baik-lah , akan aku gantikan kamu menggendong nya Louis ''
Keith mengambil alih guru itu dari tangan Louis . Akan tetapi guru itu tiba-tiba mengalami kejang-kejang dan susah bernafas , nafas nya terdengar sangat tidak teratur . Keith yang kaget langsung berlari dan menaiki tangga dengan cepat , untung nya dia telah terlatih sejak kecil . Dia dan Louis berlatih beberapa cara untuk bela diri , salah satu nya taekwondo dan lain nya . Jadi kekuatan mereka bukan seperti siswa biasa , mereka juga sering melakukan pelatihan militer .
'' Hosh ... Hosh .... ah.... ''
Kaila juga terkejut .
''Ada apa dengan guru , cepat bawa ! ''
Bahkan raut wajah Louis menjadi suram , seharus nya dia tidak bertele-tele dengan gadis bodoh ini ,Lalu Louis menatap tajam Kaila .
'' Ini karena mu jika kita tidak , mana mungkin akan seperti ini . kita membuang banyak waktu karena mu '' Setelah memarahi Kaila Louis pun mengejar Keith .
Kaila terdiam dan memikirkan perkataan Louis barusan , apakah semua itu karena dia . Kaila berjalan terhuyung-huyung menuju tangga dan dia hampir jatuh , tapi di sangga oleh Rika .
'' Apakah semua itu karena perbuatan ku Rika ? ''
Rika menggeleng '' Tidak , ayo cepat ! ''
Saat mereka berdua telah sampai di anak tangga terakhir , dan baru saja berjalan ke dalam koridor . Mereka berhenti karena mendengar suara teriakan nyaring seorang laki-laki .
'' Apa yang kamu lakukan ? , cepat bawa ke Ruang Kesehatan kamu bukan dokter ''