NovelToon NovelToon
Kisah Cinta Nisa

Kisah Cinta Nisa

Status: tamat
Genre:Teen / Cintapertama / Contest / Badboy / Tamat
Popularitas:598k
Nilai: 5
Nama Author: Elis Kurniasih

Tinggal di kota besar yang padat penduduk, membuat kelima orang anak manusia ini menjalin persahabatan sejak kecil, walau keadaan status sosial dan suku berbeda, tapi mereka tetap bersama.

Kelucuan, kepolosan, dan kebahagiaan persahabatan mereka mulai memudar seiring usia yang beranjak remaja. Benih benih cinta muncul di antara persahabatn mereka.

Perbedaan di mulai, ketika mereka duduk di bangku SMA.

Bagaimana akhir persahabatan kelima anak manusia ini? Bagaimana kisah cinta mereka? akankah cita-cita kecil mereka menjadi kenyataan?

baca sampai end ya guys
Terima kasih

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elis Kurniasih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

kangen kamu

“Mama kenapa? Marahan sama papa?” Tanya Angga menghampiri ibunya yang duduk sendiri di meja makan.

Sejak semalam, ia mendengar ayah dan ibunya yang berseteru di dalam kamar. Sejak kecil, Angga tidak pernh mendengar atau melihat kedua orang tuanya bertengkar, karena memang perilaku sang ibu yang sangat lembut dan sabar, juga sang ayah yang tidak pernah berkata kasar atau bersuara dengan nada yang tinggi.

“Ma..” Panggil Angga, memegang bahu ibunya yang sedang duduk di meja makan.

Tiba-tiba Marisa menangis dan memeluk Angga.

“Ga, sebenarnya papa kamu selingkuh ngga sih? Mama bingung, hampir semua tetangga membicarakan papa kamu, termasuk teman mama yang juga melihat papa kamu dengan wanita lain.” Marisa masih terisak.

Angga diam. Ia tahu apa yang ayahnya lakukan di belakang sang ibu. Ia tahu karena ia pernah memergoki sendiri dengan mata kepalanya. Ia pun masih ingat letak rumah wanita kedua sang ayah.

“Mama pernah melihat Papa dengan wanita itu?” Tanya Angga, mencoba mencari tahu sejauh mana Marisa tahu tentang wanita kedua yang di sembunyikan suaminya.

Marisa menggeleng.

“Mama ngga pernah lihat sendiri, makanya mama bingung mau percaya apa ngga.”

“Menurut kamu, bagaimana Ga? Apa kamu juga pernah melihat papamu dengan wanita yang orang-orang bilang itu?

Angga terdiam lagi. Ia bingung harus menjawab apa? Jujur atau tidak. Jika jujur, semua akan berantakan. Jika tidak, berarti ia harus berbohong demi kebaikan keluarganya. Mungkin ini kejam untuk Marisa, tapi ini adalah yang terbaik untuk keluarganya.

Angga menggeleng.

“Ngga, Ma. Angga juga tidak pernah melihat papa dengan wanita yang orang-orang itu bilang.”

“Mama harus percaya sama papa. Papa itu sayang mama, sayang kita.”

Marisa memeluk erat sang putra.

“Terima kasih, Sayang. Terima kasih karena kamu telah menguatkan mama. Sekarang, mama semakin yakin bahwa apa yang di katakan orang-orang itu tidak benar.”

Marisa tersenyum ke arah Angga dan Angga membalas dengan senyum terpaksa.

“Maaf mama, Angga harus berbohong.” Gumam Angga dalam hati, sambil memeluk tubuh ringkih sang ibu.

Setelah perdebatan antara Nisa dan Angga yang terjadi di depan kampus itu, akhirnya Angga tak lagi terlihat di halte. Angga juga tidak lagi menelepon Nisa tiap malam. Sudah lima kali malam, Angga tidak menelepon, biasanya lelaki yang Nisa kenal sejak kecil itu menanyakan hal-hal kecil atau bercerita tentang kuliah masing-masing.

Nisa melihat lagi ponselnya, biasanya jam segini, Angga selalu menelepon.

“Ck, kok kamu belum telepon aku sih.” Gerutu Nisa.

“Kenapa sih? Kalau kangen ya telepon aja, ngga usah gengsi.” Celetuk Dhira yang melihat sang adik tengah gelisah bergulang guling di atas tempat tidur.

“Apaan sih kak, Sok tau banget.”

“Ye.. di bilangin, walaupun gue ga pernah pacaran tapi gue juga pernah kali suka sama cowok.”

Nisa tertawa.

“Sekedar suka doang.” Dhira mempertegas ucapannya.

“Dari pada lo penasaran si Angga lagi ngapain, mending telepon aja.” Kata Dhira lagi.

“Kemarin aku yang mutusin komunikasi ke Angga dan bilang ke dia buat jangan antar aku lagi ke kampus. Masa sekarang aku yang ngemis dan telepon dia duluan sih, Kak. Ah, ngga asik, sama aja aku jilat ludah aku sendiri dong.” Jawab Nisa bingung.

“Lagian, lo muna.”

“Bukan muna, kak. Tapi aku coba menerapkan apa yang aku tahu sekarang.”

“Iya sih, itu bagus. Baguslah kalau lo udah punya prinsip.” Ucap Dhira santai.

“Kak, kalau aku nikah duluan gimana? Boleh ngga?” Tanya Nisa asal pada kakaknya.

Sejenak Dhira terdiam.

“Boleh, sih. Tapi gue minta uang pelangkah sepuluh juta.”

“Busyet dah, itu mah lo nyekek gue, Kak.”

Dhira tertawa. “Akhirnya logat betawi lo keluar juga.”

“Rese.” Nisa keluar dari kamarnya. Berdebat dengan sang kakak memang sangat menyebalkan.

Nisa berjalan menuju dapur untuk mengambil segelas air dingin di lemari es. Ia berjalan sambil memegang ponselnya. Namun, sesekali ia melirik ke benda itu dan tetap saja benda itu tidak mengularkan bunyi sama sekali.

Akhirnya, Nisa menyerah, ia kalah oleh rasa inginnya untuk mengetahui kabar lelaki yang selalu ada di sisinya sejak kecil.

Nisa mendial nomor Angga dan memanggilnya.

Dret.. Dret.. Dret..

“Assalamualaikum..” Angga dengan cepat mengangkat telepon itu.

“Hmm.. Waalaikumusalam.” Jawab Nisa ragu.

Di sana, Angga tengah tersenyum mendapat telepon dari wanita pujaannya.

“Apa kabar, Nis?”

“Alhamdulillah baik. Kamu?”

“Hmm.. Sedang tidak baik.”

“Kenapa?’

“Hmm.. hanya urusan keluarga.”

“Mama Papa sehatkan?”

“Mereka baik, tapi ada sedikit masalah aja. Maklumlah.”

Nisa mengangguk. Ia ingin tahu apa masalah itu? Tapi sepertinya Angga belum mau menceritakan masalahnya.

“Kamu sudah makan?” Tanya Angga.

“Sudah. Kamu?” Nisa balik bertanya

“Lagi ngga nafsu makan, banyak pikiran.” Jawab Angga.

“Udah kaya orang tua aja banyak pikiran.” Sahut Nisa dengan sedikit tertawa.

Angga pun ikut tertawa.

“Nis, aku kangen.”

Nisa terdiam.

“Aku kira kamu marah, makanya kamu engga pernah telepon aku lagi.”

“Aku ga pernah bisa marah sama kamu, Nis. Aku cuma mengikuti yang kamu mau.”

“Maaf, ya. Ga. Yakinlah semua akan indah pada waktunya.” Ucap Nisa.

“Aamiin.”

Setelah kedua berbincang cukup lama. Akhirnya Nisa menyudahi panggilan telepon itu. Nisa tersenyum dan memeluk ponselnya. Begitu pun Angga, ia melakukan hal yang sama, malah Angga mencium benda kecil itu seolah-olah ponsel itu adalah bibir Nisa.

1
Ulum
baru baca,tapi andingnya bikin taku
Ulum
kangeeeeen
Azalea New
cerita baguss, apalagi pas angga meninggal. sama kokom bikin sedih.. /Sob/
Indah Martin
Luar biasa
Lela
ceritanka elis udah aku baca semuahbdan terahir kisah cinta nisa,,,,rada nyesek sih karna nisa ga ternyata ga berjodoh sama angga
Ami
bagus ceritanya sangt mendidik
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
memang kisahnya pendek. tapi dampaknya ke jiwa bener2 dah.. bagus ini kisahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
Terima kasih kak Elis
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
jadi kepikiran anak kokom sama siapa ya? suaminya jahat
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
bisa ketemu lagi gak ya?
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nyesek banget.
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
ujian hidup harus dihadapi angga. jangan lari
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kasihan mama angga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
kalau jodoh pasti bersama
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
nisa memang cantik, rangga
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
angga cukup dewasa dengan merahasiakan pernikahan kedua ayahnya
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
maniiis.... 🙈🙈🙈🤩🤩🤩🤩😘😘😘😘😘
@E𝆯⃟🚀BuNdAιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
masa depannya adalah nisa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!