Menikahlah denganku......!!
Ayra Raiia, terpaksa menerima perjodohan karena keinginan orang tuanya...
Ayra perempuan cantik berumur 22 tahun harus mengakhiri kehidupan bebasnya demi menuruti permintaan orang tuanya untuk menikah dengan seorang pria anak dari sahabat sang mama.
Akankah pernikahannya berjalan dengan bahagia......?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saki_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Delapan..
Sementara itu di jepang...
"Gimana tadi pertemuan lo dengan presdir Daisuke ? "
"Lancar ..., mungkin gue bisa kembali ke Indonesia beberapa bulan lagi ," jawabnya sambil menyesap wine yang ada di tangan kanannya .
"Lo jadi mau ngelamar dia Eo ."
"Iya.., cuma dia satu-satunya orang yang gue cinta . Gue juga udah nyiapin cincin buat ngelamar dia . Tunggu sampai pekerjaan gue selesai , gue akan langsung balik ke Indonesia dan menikahinya ," jawabnya penuh percaya diri .
"Gue jadi tambah penasaran sebenarnya dia perempuan seperti apa yang sampai buat lo jadi kayak gini ."
Laki-laki itu tersenyum , dia jadi mengingat sosok perempuan yang selalu dicintainya . Dari dulu sampai sekarang bahkan perasaan itu tak pernah berubah malah semakin bertambah saja.
"Dia perempuan yang sangat cantik ," jawabnya tersenyum sambil terus membayangkan sosok yang sangat ia rindukan .
"Gila lo...gue sampai merinding lo ngomong kayak gitu ," Kambe berdiri dari duduknya ," gue pulang dulu."
Ucapnya sambil menepuk pundak Theo sebelum dia keluar dari apartemen milik temannya .
Sekarang laki-laki itu tinggal sendirian duduk di sebuah sofa yang ada di apartemennya . Dia adalah Theodore Rustin , teman masa kecil Ayra . Sudah hampir Empat bulan Theo berada di jepang dan selama itu pula dia belum sempat bertukar kabar dengan Ayra . Dia meraih ponselnya hendak menghubungi Ayra , tapi dia urungkan niatnya . Dia akan pulang lebih cepat dan memberikan kejutan kepulangannya untuk Ayra . Toh juga telefon dan pesannya tidak pernah dibalas oleh Ayra .Dia kemudian lebih memilih membuka media sosial untuk menghilangkan rasa bosannya .
"Gak mungkin....!" ucapnya ketika melihat sebuah foto yang ada di ponselnya .
"Siapa laki-laki ini ..., berani-beraninya dia mencium pipi Ayra seperti ini dan apa ini hubby ? , gak mungkin , Ayra gak mungkin sudah menikah !"
"Ayra gak mungkin menghianati gue , dia sudah janji akan selalu bersama gue . Mungkin ini cuma orang iseng yang mengedit fotonya , iya mungkin ini cuma orang iseng ," ucapnya untuk menenangkan diri .
Tapi tetep saja dia masih terus kepikiran tentang foto itu . Malam ini dia benar-benar tidak bisa tidur . Hatinya sangat gelisah setelah melihat foto tadi .
Pagi harinya ...
Kambe sudah berdiri di depan pintu apartemen milik Theo . Kambe adalah sekertaris Theo selama di jepang . Pagi ini dia akan menjemput atasannya , dan akan menemaninya untuk bertemu klien . Masih ada satu pertemuan lagi dengan Daisuke Group yang harus Theo hadiri.
Kambe mulai menekan password apartemen milik Theo , dia sudah sangat hafal sekali karena dia memang sudah sering keluar masuk . Dia mulai melangkahkan kakinya masuk dan langsung mendapati tubuh Theo yang tengah tertidur di sofa dengan banyak sekali botol-botol alkohol yang berserakan .
"Woi.. lo semalam mabuk ? " tanyanya ketika berhasil membangunkan Theo .
"Gue mau balik ke Indonesia, " jawabnya sambil memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.
"Kenapa tiba-tiba , pekerjaan masih belum selesai . Hari ini kita ada pertemuan dengan Daisuke Group."
"Gue gak peduli ! ," Theo mulai melangkahkan kaki menuju kamarnya, " gue mau balik ke Indonesia sekarang! "
"Eo gak bisa gitu dong kalau lo mau balik sekarang boleh aja , tapi lo harus selesaikan pertemuan dengan Daisuke Group dulu," Kambe bisa melihat kalau ada yang tidak beres dengan temannya .
Theo bukanlah orang yang melampiaskan amarahnya dengan alkohol.
Di Indonesia dia sudah tidak punya keluarga sama sekali . Mungkin ini ada hubungannya dengan perempuan yang di cintainya . Karena setahu Kambe , cuma hal itu yang membuat Theo ingin segera cepat-cepat selesaikan pekerjaannya dan pulang ke Indonesia.
__________________
Indonesia...
Ayra dan Mama Leylin mulai berkutat di dapur . Ayra membantu Mama Leylin mencoba resep baru yang di dapat waktu mengikuti kelas memasak .
"Ma adonannya sudah jadi , terus gimana?"
"Kamu masukin dulu ke oven , Mama mau metik strawberry di belakang ."
Mama Leylin selain suka memasak dia juga sangat suka berkebun . Dia mempunyai kebun yang lumayan luas di halaman belakang .
Ayra mulai memuangkan adonan ke loyang . Ayra sangat terkejut karena tiba-tiba ada tangan yang melingkar di perutnya . Tanpa menoleh pun Ayra juga sudah tau kalau itu adalah suaminya.
"Baikal!, hampir saja adonannya jatuh ."
Jika saja Ayra tidak cekatan mungkin adonannya sudah berceceran di lantai .
"Aku kan sudah bilang gak mau di panggil nama," Baikal mulai meletakkan kepalanya pada perpotongan leher milik Ayra . Menghirup aroma tubuh Ayra lama-lama yang sudah menjadi candunya .
"Jangan suka ngagetin , aku lagi buat kue . Sana temani Papa ngobrol ," omel Ayra.
"Gak mau , kamu buat kuenya lama banget ." Baikal sudah mulai merengek sekarang .
"Lama gimana ? baru sebentar kok , udah sana ...lepasin tangan kamu . Aku mau naruh kue di oven ."
"Nanti aja ....aku masih mau peluk kamu."
"Bai..." suara Ayra sudah mulai menegas.
"Kebisaan banget manggilnya , aku gak mau lepasin kalau gitu."
Butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi suaminya yang manjanya sudah seperti anak kucing . Yang perlu Ayra lakukan hanya bersabar dan menghadapinya sehalus mungkin.
"Sayang ....lepasin dulu ya tangannya , aku mau naruh adonan kue ini ke oven ,"perintahnya sehalus mungkin . Ayra merasa sangat geli ketika mengucapkannya .
Baikal merasa cukup puas ketika Ayra memanggilnya dengan sebutan sayang .
"Jangan lama-lama di dapur , aku akan ngobrol dulu sama Papa ," jawabnya sambil memberikan ciuman bertubi-tubi di pipi Ayra .
"Astaga! kalian seperti gak ada tempat saja ," suara Mama Leylin benar-benar mengagetkan mereka berdua .
Baikal sontak saja melepaskan pelukannya . Dia sudah seperti seorang remaja yang ketahuan pacaran oleh Mamanya . Baikal hanya bisa tersenyum kikuk sambil menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal . Sedangkan Ayra, dia sudah seperti kepiting rebus sekarang , pipinya sangat merah . Dia sangat malu .
"Em..kalau gitu Baikal ke depan dulu ya Ma ," pamitnya untuk terlepas dari suasana canggung ini.
"Gak usah malu lah Bai....namanya juga pasutri baru jadi masih anget-angetnya ," Mama Leylin memang hobi banget menggoda seseorang sampai membuatnya malu .
Baikal hanya mengangguk saja kemudian berlalu dari dapur dan menghampiri Papa David yang sedang duduk di sofa .
"Jadi sudah berapa kali Ra ....?"
"Apanya ...?" jawab Ayra was-was . Pasalnya Mamanya ini bisa dengan tidak tau malunya menanyakan hal-hal yang terlalu intim.
"Melakukan itu .."
"Itu apa ?" Ayra masih pura-pura tidak paham dengan maksud Mamanya . Dia sangat malu kalau harus menjawab pertanyaan Mamanya . Baikal melakukannya setiap hari dan dia tak akan puas kalau sehari hanya main sekali saja.
"Jangan pura-pura gak tau ...." jawab Mama Leylin sambil mencuci strawberrynya.
"Udah deh Ma .... Ayra mau masukin ini ke oven dulu ," ucapnya berusaha mengalihkan pembicaraan .
Mama Leylin tersenyum melihat kelakuan anaknya . Di lihat dari tingkah anaknya Mama Leylin sudah bisa menebak kalau Ayra sudah melakukan kewajibannya sebagai istri . Mama Leylin sudah lega sekarang Ayra mau menerima Baikal dengan sepenuh hati. Dia selalu berdoa semoga pernikahan anaknya bisa bertahan sampai maut memisahkan mereka .
___________________
Jangan lupa vote dan tinggalkan jejak ya....