NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 28. Menuju Hari H 1

Selamat Membaca

"Danu, bagaimana kalau acara pernikahan putra putri kita dipercepat?" tanpa pak Dimas.

"Kalau aku sih setuju saja, gimana Nak Yudha?" tanya pak Danu.

"Kalau saya sih setuju dengan saran Papa, tadi saya juga sudah membicarakan ini dengan, Dek Yasmin. Setelah ini saya akan segera mengajukan nikah kantor, Om, " jawab Yudha.

"Kalau begitu kita segera persiapkan semuanya, hari Minggu besok, kami mengundang keluarga Pak Danu untuk makan malam di rumah kami. Sekalian membicarakan persiapan pernikahan Yudha dan Yasmin. Lagipula Yasmin biar kenal juga sama rumah mertuanya," ucap mama Yudha menimpali sembari menggoda Yasmin.

"Baiklah, Mbak Dewi, hari Minggu besok kami akan datang ke rumah kalian. Tapi ngomong-ngomong rumahmu masih di tempat yang dulu atau sudah pindah?" tanya pak Danu.

"Aku sudah pindah, sekarang kami tinggal di Kompleks Kenanga sektor tujuh blok A.4," jawab pak Dimas.

"Wah bukankah itu komplek rumah elite, ucap pak Danu kagum.

"Ah, biasa saja, Danu," ujar pak Dimas santai.

Setelah acara lamaran yang ditutup dengan makan bersama selesai. Keluarga pak Dimas segera berpamitan untuk pulang.

*****

Sepeninggal keluarga Yudha, Yasmin dibantu Siska dan Andre segera membereskan meja tempat mereka tadi mengadakan perjamuan. Di sela-sela membersihkan meja tiba-tiba Siska berseloroh dengan nada sinis.

"Wah-wah beruntung banget kamu, Yas dapat calon suami sekeren dan sekaya Yudha, pakai jampi-jampi apa sih kamu bisa dapet cowok seperti itu," ucap Siska sinis.

Yasmin dan Andre yang mendengar perkataan Siska menjadi sebal, tetapi Yasmin mencoba menahan diri. Sedangkan Andre mengepalkan tangannya, kalau saja Siska adalah seorang laki-laki dan bukan berstatus kakak iparnya, Andre pasti sudah melayangkan pukulan sejak tadi.

"Mbak Siska, jangan keterlaluan ya sama Kak Yasmin. Kak Yasmin tak akan pernah melakukan hal serendah itu. Kak Yasmin dan kak Yudha itu dijodohkan. Lagi pula Kak Yasmin pantas mendapatkan laki-laki seperti Mas Yudha, Kakakku juga berhak bahagia," ucap Andre ketus.

Yasmin yang merasa menjadi bahan perdebatan berusaha melerai keduanya sebelum ayah, bunda dan Dika kakaknya tahu.

"Sudah-sudah jangan berdebat lagi!, dan untuk Mbak Siska. Kalau Mbak nggak tahu apa-apa tentang aku dan mas Yudha jangan asal bicara!" ucap Yasmin kesal.

Setelah melerai perdebatan tersebut Yasmin segera pergi ke kamarnya untuk berganti pakaian dan istirahat. Yasmin tidak menggubris omongan kakak iparnya yang ngelantur itu.

Rumah Yudha

Sesampainya di rumah, pak Dimas, bu Dewi dan Yudha duduk di ruang tengah. Mereka membicarakan persiapan pernikahan Yudha.

"Yud, apa besok kamu langsung pengajuan nikah kantor?" tanya pak Dimas.

"Iya Pa, besok aku akan langsung pengajuan nikah ke kantor, lebih cepat lebih baik," jawab Yudha.

"Pa, sebaiknya kita tidak terlalu membebani keluarga Yasmin masih biaya pernikahan, kasihan, soalnya bundanya Yasmin sedang menjalani perawatan untuk kankernya, itupun pakai kartu jaminan sosial dari pemerintah," ujar Yudha.

"Iya, pokoknya kamu atur saja," ucap pak Dimas

"Dan soal baju nikah kamu dan Yasmi ambil dari butik Mama saja, Sayang, gratis," ucap sang mama menimpali.

Mendengar tanggapan mama dan papanya yang bersedia membantu meringankan beban biaya pernikahan keluarga Yasmin, Yudha begitu bahagia. Dia tidak menyangka bahwa orangtuanya menerima Yasmin beserta keluarganya apa adanya dan begitu menyayangi Yasmin.

Asrama Militer

Setelah acara lamaran di siang hari, sore hari Yudha langsung balik ke asrama karena hari Senin dia sudah kembali berdinas. Rencananya hari Senin Yudha akan langsung akan melapor tentang rencana pernikahannya dan Yasmin. Karena acara lamaran yang mendadak, Yudha belum sempat memberitahu sahabat-sahabatnya di asmil.

Pagi hari Yudha sudah mengenakan pakaian dinas lengkap bersiap untuk apel pagi. Saat membuka pintu asrama, Yudha sudah mendapati sahabat tengilnya dengan tatapan menyelidik.

"Hai, Yud, hari Minggu kemarin kemana lu?, pagi-pagi gue cariin nggak ada, biasanya kalau mau pergi lu biasanya pamit ke gue. Sepertinya ada yang lu sembunyiin dari gue, jujur aja deh lu," tanya Raka menginterogasi.

"S*alan lu, emang lu siapanya gue pergi harus laporan sama lu," ucap Yudha kesal.

"Yealah, kita 'kan saudara kembar jadi apapun yang lu lakuin, gue harus tahu," ucap Raka asal.

"Heh, ngaca dong lu, kita kembar dari mana coba?, ortu kita aja beda. Lagian gue ogah banget punya saudara kembar modelan seperti lu," ucap Yudha kesal.

"Eh, jangan salah lu, meskipun kita bukan kembar tapi ketampanan kita itu sebelas dua belas," ucap Raka bangga.

"What!, sebelas dua belas?, ngaco kamu, udah ah, gue mau berangkat apel pagi, males gue ladenin lu," ucap Yudha yang masih kesal sambil berlalu dari hadapan Raka.

Melihat sahabatnya berlalu dari hadapannya Raka segera menyusul menyamai langkah Yudha untuk berangkat menuju lapangan guna apel pagi.

Setelah apel pagi selesai, Yudha bergegas menuju ruang adminstrasi kantor yang mengurusi tentang pengajuan nikah. Melihat Yudha memasuki ruang admin yang mengurusi tentang pengajuan nikah jadi kepo. Saat Yudha menuju ruang kerjanya dia dihadang oleh Raka di depan pintu.

"Kamu mau nikah?" tanya Raka.

"Kenapa emang?" tanya balik Yudha pada Raka.

"Kenapa kamu tadi ke bagian admin pengajuan nikah?" tanya Raka ingin tahu.

"Oke, kali ini gue bakal jujur sama lu, gue memang mau nikah, puas lu?!" ucap Yudha tegas.

"Sama Yasmin?" tanya Raka.

"Ya iyalah, sama Yasmin. Memang sama siapa lagi," ucap Yudha kesal.

"Yah siapa tahu lu balikan sama mantan lu," ucap Raka asal.

Mendengar kata mantan, Raka langsung mendapat tatapan membunuh dari Yudha. Raka mungkin lupa kalau Yudha paling tidak suka mantan pacarnya di ungkit.

"Raka!, jangan pernah ungkit tentang mantan di depanku, sekarang masa depanku adalah Yasmin," ucap Yudha tegas.

"Sorry, Aku lupa", ucap Yudha sambil mengangkat kedua tangannya.

Setelah tanya jawab yang berakhir kekesalan Yudha. Yudha menceritakan rencana pernikahannya dengan Yasmin pada Raka. Meskipun sedikit terkejut tetapi Raka ikut bahagia sahabat seperjuangan sekaligus seprofesi dengannya mendapat kebahagiaannya.

Sedangkan di rumah pak Danu, Yasmin sedang berbincang dengan bundanya tentang persiapan pernikahannya.

"Kamu sudah siapkan berkas untuk pernikahan kam, Yas?", tanya bundanya.

"Sudah, Bund, tetapi baru sebagian, tunggu info dari mas Yudha untuk pengajuan nikah kantor. Eh, Bund, mbak Wanda anaknya bude Anin 'kan nikah sama tentara juga, aku mau telpon mbak Wanda, mau minta bocoran?", ucap Yasmin ingin bertanya pada kakak sepupunya yang juga menikah dengan tentara.

"Emang nya kamu mau minta bocoran apa sama Wanda?" tanya bundanya.

"Ya tanya ntar persiapan apa saja, dan ditanya apa saja pas menghadap atasannya mas Yudha," jawab Yasmin.

"Kenapa harus tanya Wanda, kamu bisa tanya Yudha calon suami kamu," ujar sang bunda.

"Ih Bunda 'kan malu tanya-tanya mas Yudha. Pokoknya aku mau tanya mbak Wanda," ucap Yasmin lalu berjalan mengambil ponselnya untuk menelpon sang kakak sepupu. Bu Ratna hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah putrinya.

📞 Yasmin : "Hallo Mbak, Assalamualaikum."

📞 Wanda : "Waalaikumsalam, ada apa, Dek, tumben telpon Mbak?".

📞 Yasmin : "He...he..., mau nanya-nanya Mbak"

📞 Wanda : "Tanya apa, Dek?"

📞 Yasmin : "Ceritakan dong gimana proses nikah kantor waktu Mbak nikah sama mas Ilham,"

📞 Wanda : "Hah!, cerita nikah kantor ? buat apa, Dek?"

📞 Yasmin : "Ya buat aku lah,"

📞 Wanda : " Kamu mau nikah sama tentara, Dek?"

📞 Yasmin : "Iya, Mbak, aku mau nikah sama tentara, tapi aku agak takut Mbak, syaratnya banyak dan pasti ditanya ini itu. Nah makanya aku pingin tahu cerita dari Mbak.

📞 Wanda : "Haduh, Mbak sudah agak lupa dah lama banget, buntut Mbak yang paling kecil saja sudah mau SMP. Tapi demi adik ku ini aku coba remember ya. Kalau tidak salah proses pertama Mbak buat surat keterangan domisili dulu di RT terus kelurahan dan surat kelakuan baik, Dek ke kepolisian. Untuk ijasah dan KK juga Mbak kumpulkan juga. Untuk Admin nya, Mbak juga di jadwalkan bertemu dengan Komandan Mas Ilham untuk di berikan nasehat mengenai kesiapan menjadi istri seorang prajurit. Selama proses tersebut, Mbak juga kebagian medis untuk cek kesehatan, ke bagian agama di kodam untuk menerima nasehat perkawinan dan juga bagian Litsus. Setelah itu baru Mbak dan mas Ilham ke kodam menghadap Aspers (bagian personalia di berikan nasehat juga oleh beliau). Setelah itu baru di jadwalkan bertemu dengan Pangdam. Karena waktu itu mas Ilham perwira dengan pangkat Kapten senior sudah mau naik Mayor, Dek, kayak itu dech, Dek. Maaf yah lupa-lupa ingat. Prosesnya panjang..mau nikah aja agak riweh..hehehe.

Mendengar penjelasan kakak sepupunya tentang pernikahan militer membuat Yasmin terdiam, otaknya berusaha mencerna semua penjelasan sang kakak. Yasmin tersadar ketika mbak Wanda memanggil di seberang telepon.

_______________________________________________

Wow, ternyata seperti itu gambaran persiapan pernikahan jadi istri prajurit. Semangat terus ibu-ibu Persit di manapun kalian berada semoga sehat selalu.

Minta Like, Vote and Coment ya Readers

Terima Kasih 🙏🙏🙏😊😊😊

Bersambung....

1
🌷♥ A z u r a ♥🦋
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!