NovelToon NovelToon
Love Me Please, My Husband

Love Me Please, My Husband

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi
Popularitas:301.5k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Jenab

Kisah cinta seorang gadis cantik yang rela mengorbankan masa depan demi kakak kesayangannya. Anin rela menikah dengan pria yang sama sekali tidak dikenalnya.

Anindira, harus menjadi pengantin pengganti kakaknya yang kabur. Tak disangka sebelumnya, jika hari ini dia akan menjadi seorang pengantin dan menikah dengan calon suami kakaknya sendiri.


Akankah rumah tangga Anin dan Rico bertahan lama dan membuahkan benih cinta atau sebaliknya?

ikuti terus kisahnya....


ig :sitijenab451

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Jenab, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

pemindaian mertua oleh menantu

Rico dan Anin kini sudah duduk diruang keluarga, Rico membawa Anin kembali ke mansion. Selang tak lama, Sekertaris Juna datang dan memerintah pa Mud mempersiapkan segala kebutuhan tamu yang akan hadir.

Anin merasa sangat senang ketika yang menghubungi Rico ternyata orang tuanya. Kini mereka sudah duduk berhadapan dengan Rico dan Anindira.

Tapi sebentar, kenapa mereka terlihat begitu bersedih.

Orang tua Anin kini sudah berada di mansion Rico, wajah mereka di tekuk dan tertunduk.

Ayah yang biasa menyongsong dadanya pun kini terlihat ketakutan menatap Rico.

ada apa ini?

Tak ada percakapan selama 5 menit ini, Ayah dan ibu saling menggenggam tangan. Sedangkan Rico hanya sibuk memainkan juntaian rambut Anin tanpa mendahului kata selaku tuan rumah.

"Tuan" Bram mencoba membuka suara.

Gerakan tangan Rico terhenti, membuat Kedua orang tua di depannya menelan ludah dengan susah payah.

Anin menatap Rico seolah bertanya.

ada apa ini

"Terima kasih telah menerima dan menyambut kedatangan kami" Tutur Bram sopan.

Matanya menyapu bersih hidangan berlimpah dan mewah di hadapannya. Padahal baru sekitar 30 menit dia mengabari ingin bertemu dengan putrinya.

Menantunya sudah menyiapkan banyak hidangan yang membutuhkan waktu tiga hari untuk disiapkan. Namun menantunya tak butuh waktu lama, entah bagaimana dia menyiapkannya. Bram menyanjung.

Padahal, banyak kepanikan dan ketakutan di wajah koki mansion dan para pelayan sebelum mereka hadir.

Semua penghuni mansion sibuk menyiapkan segala sesuatu yang diminta tuan muda tersebut.

"Hmm" Jawab Rico tanpa ekspresi.

Gadis yang duduk tepat disampingnya kesal karena pria itu selalu saja terlihat datar. Padahal yang di hadapkan mereka adalah orang tua sekaligus mertuanya.

"Terima kasih karena mu membuat kami mengetahui bahwa --"

"Tidak masalah!" Jawab Rico singkat memotong ucapan Bram.

Bram menghela nafas pelan, sifat Rico sama seperti ayahnya Ziko. Sangat tegas dan berwibawa, dia yang notabene lebih berumur pun membuat Bram segan padanya.

"Aku hanya ingin memberi peringatan kepada siapapun agar tidak mengusik milikku!"

Sorot mata Rico bergerak menghunus mama Rika.

Sedang tangan lainnya ia keratkan merangkul bahu istrinya.

Bram terdiam, menantunya ini seperti nya tau betul latar belakang putrinya.

"Aku berterima kasih karena kau telah menjaga dan sedikit membelanya"

"Tuan" Bram mencoba bertutur sapa ramah mencairkan suasana tenang ditengah tengah mereka.

"Kita selaku orang tuanya jelas akan menjaganya."

"Hahahaha"

Tawa Rico menggema di seluruh ruangan mewah tersebut.

Ketiga keluarga tersebut saling tatap bergidik. Sedang Sekertaris Juna hanya diam tetap setia berdiri di samping tuannya.

Tawa Rico begitu menakutkan, bukan tawa kegembiraan. Melainkan tawa menghina yang jelas terdengar.

Rika mengakui kesalahannya, dia memang kerap melakukan hal berbeda pada Anin. Tapi itu dia lakukan karena alasan yang jelas. Dia mengira jika Anin memang anak dari pembantu yang kabur meninggalkan rumah dan meninggalkan bayi mereka.

Jika saja Rika tahu bahwa anak kandung yang sebenarnya adalah Anin, Sudah pasti dia tidak akan melakukan hal itu.

"Apa anda tidak ingin meminta maaf?" Ujar Rico dingin.

Anin menatap suaminya yang berbicara seperti itu.

Dia tidak mengerti apa yang mereka bicarakan.

Terimakasih? Milikku? meminta maaf? apa maksudnya.

Rico hanya tersenyum menjawab tatapan istrinya yang cantik, kemudian matanya fokus pada bibir tipis manis yang belum lama ini dia hisap. Jika saja dua orang di depannya ini bukanlah orang tua kandung Anin sudah pasti dia akan melahapnya disini, Sekang juga.

Rico masih kesal dengan mertuanya yang telah mengganggu kegiatan proyeknya. Ditambah lagi dengan kebenaran bahwa Rika selalu bertindak tidak adil kepada Anindira membuat Rico semakin kesal.

"Sayang, maafin mama" Rika beranjak dan memberanikan diri memeluk putrinya, sungguh dia sangat menyesal.

Anin terdiam belum mengerti.

"Mama ini bicara apa?" Tanya Anin bingung.

Mama Rika menatap Rico sejenak, pria dingin itu membuatnya takut. Hanya untuk bicara pada putrinya saja membuatnya harus meminta izin terlebih dahulu.

Rico hanya diam,

"Maafkan mama karena pernah berlaku tidak adil padamu" Lirih mama Rika.

Anin merangkum wajah mama

"Mama ini mengatakan apa? Anin sudah lama melupakan hal itu" Tutur Anin lembut, jarinya bergerak menghapus buliran mata mamanya.

"Bukankah kita sudah bahagia sekarang" Jawab Anin tersenyum.

Ck.

Rico semakin dibuat kesal melihat istrinya tersenyum memaksa.

Pria itu tahu jelas bahwa kesakitan yang ditorehkan Rika sangat menyakitkan bagi istrinya.

mama Rika semakin ketakutan mendapat serangan tajam dari menantunya.

Anin menyadari ketakutan ibunya karena sorot tajam Rico. gadis itu kemudian memeluk mamanya guna menenangkan.

Hais tuan! kau ini membuat ibuku takut.

Setelah sedikit tenang, mama Rika melepas pelukan mereka kemudian menggenggam tangan putrinya.

Rika menyadari kebingungan Anin, dia mencoba menggenggam tangan putrinya dan ingin menjelaskan semua kesalah pahaman ini.

"Nak, sebenarnya kau dan Tiara buk-"

"Sayang....!" Suara bariton lagi lagi memutus ucapan.

Fokus Anin teralihkan.

apa tadi katanya? Sayang?

"Eh iya?" Jawab Anin menoleh.

dia belum sadar karena Rico memanggilnya dengan nama itu.

"Kau melupakan sesuatu"

melupakan sesuatu? apa yang aku lupakan?

Anin kebingungan mendapat tatapan dari Rico, dia melupakan sesuatu? tapi apa itu? Anin benar-benar tidak tahu dia sudah melupakan apa.

aaa aku benar-benar melupakan apa. Batin Anin berteriak.

Anin ketakutan karena dia telah melupakan sesuatu, sudah dapat dipastikan dia akan mendapat hukuman jika tidak dapat mengingatnya.

"Pergilah ke kamarmu" Rico berucap sangat dingin membuat Anin langsung menurut.

"Ayah, mama Anin permisi sebentar" Ujar Anin sopan dan ramah.

Cepat-cepat dia berlari menaiki tangga dan masuk kedalam kamar. Mencari-cari yang sudah dilupakannya di dalam kamar.

Setelah kepergian Anindira, suasana kembali mencekam. Ditambah dengan rahang Rico yang terlihat jelas.

"Kalian ini!! kau ingin membuat Aninku kembali bersedih!" Tunjuk Rico dengan dagunya.

"Tidak nak, aku hanya ingin Anin mengetahui kebenarannya" Mama Rika mencoba menjelaskan.

Ck.

"Tuan, istri ku benar. Bukankah sebaiknya kita memberitahukan keberadaan ini padanya" Bram mencoba membela istrinya.

Lagipula memang benar bukan, Anin berhak mengetahui semuanya.

Ucapan Bram sukses membuat Rico menoleh padanya. Telinganya menajam.

Tidak jelas kah tadi ucapan Rico tentang kembali membuatnya bersedih. Itu artinya Rico tidak ingin memberitahukan kebenaran ini sekarang karena tidak ingin membuat Anin bersedih.

Perkataan Bram dan Rika membuat Rico semakin yakin bahwa mereka sama sekali tidak memperdulikan perasaan istrinya.

"Istriku sudah menungguku dikamar, jika tidak ada hal apapun lagi. Sekertaris Juna akan mengantar kalian"

Rico mengusir kedua mertuanya dengan sangat halus.

Tunggu, apa tadi katanya. Istriku menungggu dikamar?

Jelas-jelas tadi dia sendiri yang menyuruh Anin untuk pergi ke kamarnya.

Mama Rika dan Bram menghela nafas berat, kerinduan mereka terhadap putrinya belum usai. Tapi suaminya tidak memberikan waktu lebih lama meski sedikit saja.

"Baiklah tuan, terimakasih" Tutur Bram sopan.

Kedua orang tersebut meninggalkan ruang keluarga diikuti oleh Sekertaris Juna yang mengikut dibelakang.

1
flower
/Sob//Sob//Sob/
Hari Saktiawan
cerita nya bagus tapi upnya lama banget /Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Hari Saktiawan
kapan lanjut lagi /Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Tutiks
kapan ya kelanjutan lagi .....ditunggu up nya lagi
Widya Setyorini
lanjut thour
Hermawati Wiwi
finish sdh,ini kali la gw baca crt yg lama........sekali baru mau update,sampai org lupa sdh crtny🤭🤦‍♀️
Hermawati Wiwi
halllo thor,ini crt tdk mau dikasih lanjut lg ka?klo tdk biar dihapus dari wall🤭lamaaaa amat sambungannya??
Firlmala Sari
ni tdk ada kelanjutanya thour
re
Next
Firlmala Sari
thour jgn lama2 up nya ditggu kelanjutanya
Tutiks
kapan ini up lagi ditunggu ya up nya
Tutiks
lanjut tanya mana ya ....di tunggu up nya
Tutiks
lanjut lagi up nya
Akmal Ramadhan
horor banget thor😅😅😅😅
Firlmala Sari
Panass..panasss badan ini panas pushing..pushing...pala INI pushing 🤣🤣🤣🤣
Karaeng Simbaa
lanjut
Atthaya Nasyauqi Munafisa
Knpa jarang up thor
Neri Wulandari
next thor...
Karaeng Simbaa
Mau baca dari awal lagi krn udah lupa...plizz thor jgn kelamaan upnya krn bikin lupa ceritanya
Ratna Dewi
jng lama"lah thor up'y
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!