NovelToon NovelToon
Ansel & Irene

Ansel & Irene

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Misteri / Contest / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Eka Pradita

Sekuel "Suamiku Calon Mertuaku", jadi baca itu dulu ya baru baca ini agar mengerti alur ceritanya. ☺️😍

"Yang terbaik adalah tetap pergi, tapi aku percaya jika cinta akan menemukan jalannya sendiri untuk pulang, bila itu takdirnya."

Irene adalah wanita yang dinikahi oleh Ansel, anak dari seorang konglomerat yang bernama Darren Ethan Lee.

Hubungan yang di awali karena sebuah kesalahan, hingga membuat pria itu gagal menikahi wanita yang dicintai, yang sekarang sudah menjadi ibu sambungnya.

Selama menjalani pernikahannya, Irene benar-benar diperlakukan layaknya seorang pembantu oleh Ansel, sampai akhirnya di saat Ansel buta, Irene pun pergi meninggalkannya. Kepergian Irene yang akhirnya disadari oleh Ansel sebagai suatu kesalahan terbesar dalam hidupnya, setelah mendapat donor mata dan Ansel kembali bisa melihat, ia pun mulai mencari keberadaan Irene bersama bayang-bayang yang sering muncul di dalam matanya.

Novel ini juga akan menceritakan apa saja yang belum terselesaikan di novel sebelumnya Suamiku Calon Mertuaku.

Ikuti kisahnya ya.
Terima kasih sahabat.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Pradita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Cemburu

Selamat membaca!

Setibanya di dalam kamar hotelnya, Irene langsung menjadikan bathroom sebagai tujuan awalnya sebelum ia merebahkan tubuh lelahnya di atas ranjang. Sementara itu, Ansel memanfaatkan hal ini dengan langsung menghubungi Lucas untuk menanyakan tentang masalah gado-gado yang sejak tadi terus mengganggu pikirannya.

Setelah menekan tombol panggilan pada ponselnya, nada tunggu pada sambungan telepon Lucas pun mulai terdengar dan tak butuh waktu lama, panggilan itu berhasil tersambung, selang beberapa detik, setelah Ansel menempelkan benda pipih itu pada daun telinganya.

📱"Iya halo Tuan Ansel," jawab Lucas dari seberang sana dengan ramah.

📱"Maafkan aku Lucas, jika aku mengganggu kerjamu saat ini." Ansel merasa tidak enak karena ia takut mengganggu waktu kerja Lucas yang sudah kembali beraktivitas setelah satu Minggu meliburkan diri dari rutinitasnya sebagai anggota CIA.

📱"Tidak masalah Tuan, apa yang bisa saya bantu? Silahkan saja tanyakan, Tuan Ansel!" Lucas coba mencairkan situasi tak nyaman yang dapat dirasakan oleh pria itu dari suara Ansel yang terkesan sangat canggung.

📱"Sebenarnya ini bukan masalah yang serius, hanya saja ke depannya ini bisa jadi serius bila aku mengecewakannya." Penjelasan Ansel masih terdengar berputar-putar dan kurang mendetail, hingga membuat Lucas kembali melontarkan pertanyaan susulan untuk Ansel yang terkesan masih menimang-nimang apa yang disampaikannya itu, pantas untuk ditanyakan kepada Lucas, seorang agen CIA yang bahkan saat ini sedang bertugas dan teleponnya ini pastinya sangat menyita waktunya.

📱"Tak perlu sungkan untuk mengatakannya Tuan Ansel! Memangnya ada masalah apa? Apa ada hubungannya dengan Nona Irene?"

📱"Tidak bukan tentang Irene..." Ansel sejenak menjeda kalimatnya untuk berpikir, hingga akhirnya ia pun meralat cepat perkataan yang sebelumnya. "Memang ini ada hubungannya sih dengan Irene, tapi maksudku, masalah ini memang bukan masalah yang serius atau tentang keributan apapun?" Ansel masih berputar-putar sampai akhirnya suara langkah kaki Irene mulai terdengar keluar dari bathroom.

"Ya ampun, Irene kok cepat sekali sih mandinya, apa dia tidak bisa lebih lama lagi!" batin Ansel yang langsung mengurangi frekuensi suaranya dan lebih memilih untuk berbisik kepada Lucas sebelum dirinya mengakhiri panggilan telepon itu.

📱"Lucas, kita sambung via chat WhatsApp saja ya, soalnya Irene sudah selesai mandi, dia sedang keluar dari kamar mandi tuh. Aku tidak ingin Irene sampai mengetahui jika aku telah menghubungimu." Ansel langsung memutus sambungan telepon itu dan beralih dengan mengetik sebuah pesan di dalam aplikasi WhatsApp.

"Sayang, kamu abis telepon siapa? Kok langsung dimatiin begitu aku datang." Irene menatap penuh selidik, dengan tubuh yang masih dibalut bathrobe berwarna pink.

"Eh, itu sayang. Aku habis telepon Lucas dan kebetulan sudah selesai juga sih urusannya jadi aku matiin deh."

Irene mengangguk. "Oh begitu, aku kira kamu habis teleponan sama siapa. Ya sudah, lebih baik kamu pergi mandi sekarang biar segar!" titah Irene dengan suaranya yang lembut.

Ansel pun dengan segera menuruti perintah sang istri. "Iya sayang, aku pergi mandi dulu ya!" Pria itu mulai melangkah menuju bathroom dengan ponsel yang masih berada dalam genggamannya.

"Sayang, kenapa mandinya harus bawa handphone sih. Apa tidak bisa ditinggal saja kalau benar-benar mau mandi?" tanya Irene yang merasa aneh dengan sikap suaminya saat ini.

"Itu lho, sayang. Aku sekalian mau chat Lucas, ada keperluan yang sangat penting, aku harus menyelesaikannya detik ini juga."

"Kalau boleh tahu, keperluan penting apa sih? Kenapa tadi tidak diselesaikan lewat telepon saja?" tanya Irene yang membuat Ansel kesulitan untuk menjawabnya.

"Sayang, aku ceritanya nanti malam saja ya. Soalnya ini adalah urusan yang tidak boleh diketahui oleh wanita," jawab Ansel sambil menggaruk tengkuknya yang terasa berkeringat.

"Oh ya sudah, aku tidak akan memaksamu untuk menceritakan hal apapun yang ingin kamu rahasiakan dariku!" Perkataan Irene terdengar ketus, hingga membuat Ansel menjadi serba salah.

"Ya sudah, tunggu apa lagi? Sana pergi mandi dengan membawa handphonemu itu!" perintah Irene kali ini membuat Ansel merasa takut bila istrinya berpikir yang tidak-tidak.

"Sayang jangan marah dong, aku mandi dulu ya. Bye, sayang!" ucap Ansel yang segera menghindar dari berbagai macam kecurigaan sang istri yang lainnya.

Irene masih terus menatap keanehan dari suaminya yang saat ini sudah mulai masuk ke dalam bathroom. "Entah kenapa aku jadi cemburuan begini ya? Menyebalkan sekali perasaan ini, bikin aku jadi enggak mood, mana lapar lagi. Ah, sebaiknya aku pesan makan saja, sekalian untuk Ansel, pasti dia juga lapar." Irene mulai berjalan menghampiri sebuah nakas yang terdapat sebuah telepon di atasnya. Ia hendak memesan makanan ke bagian resepsionis hotel dan memintanya untuk langsung mengantarkan makanan itu ke kamar hotelnya.

🌸🌸🌸

Bersambung✍️

1
Yulvita Darnel
ceritanya bagus konflik tidak terlalu berat jadi enak untuk dibaca.
@ni
ceritanya sangat bagus
Cher Ganbate
semoga sudah meluluh ya hati org tuanya irene
Cher Ganbate
akhirnya ya sel,,,tuntas uga keluar
Cher Ganbate
bingung kan kalo dah gini
Cher Ganbate
pertanyaan apa yaaa 🤔🤔🤔
Cher Ganbate
sampai masuk ke mimpi nya Ansel ya amma Bella
Cher Ganbate
cupid lg berada di antara mereka, panah nya dah nempel ke mereka berdua ya...🤭🤭
Cher Ganbate
pelan2 ajah sel kalo emang dah ga tahan🤭🤭
Cher Ganbate
uwooooowww mandi bareng ga tuh
Cher Ganbate
semoga berjalan lancar ya pertemuan dengan keluarga irene
Cher Ganbate
doa irene terjawab ya
Cher Ganbate
secepat itu ya
Cher Ganbate
baby nya kaget itu
Cher Ganbate
jd beneran ya bella hidup lg, kok bs
Cher Ganbate
kok suga sih namanya thor
Cher Ganbate
yaaaahh kok udah ketemu sih, padahal gag suka kslo irene bs balik sama ansel dengan mudah
Jelita S
bagus
Rosmawati/jnr
Bagus
Isabell Serinah
buat seasson2 lagi plseeee cerita ni bestnya 👍😭😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!