Alena wanda amira adalah seorang gadis berusia 20 tahun. Dari umur 10 tahun dia hanya hidup bersama paman, bibi dan kakak sepupunya. walaupun tinggal bersama paman dan bibinya namun kasih sayang yang dia terima tetap tidak lengkap. hingga suatu ketika dia terikat kontrak dengan laki-laki dewasa berumur 28 tahun, CEO sekaligus pewaris tunggal ADIDHARMA yaitu Andrian Ramatha. namun apakah kehidupan Ale akan menjadi lebih kelam atau Andrian adalah sosok yang selama ini dia tunggu untuk memberi pelangi bagi hidup Ale?
.
.
suport karya pertamaku ya teman-teman semua
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon annisanurhasanah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 27."Sibuk"
Pagi ini Ale berangkat lebih pagi dari biasanya, pagi–pagi buta tadi Andrian sudah menelfon dirinya untuk mengurus semua pekerjaannya. Sebenarnya ini adalah hari penting bagi Andrian tapi karna proyek ini dia tidak bisa menghadiri acara penting ini dan diwakilkan oleh Ale itu makanya Ale berangkat lebih pagi agar bisa menyelesaikan semuanya lebih cepat.
Ale duduk dimejanya menghadap komputer dengan serius meneliti dokumen yang sudah menumpuk di emailnya dan sebagian dari email bossnya. Dia sudah bekerja 1 jam dari sebelum karyawan berdatangan sekarang saat Ale melihat sekitar ternyata teman-teman karyawan lain sudah berdatangan.
“Ale, pak Andrian kemana?” tanya Bobby salah satu team design kepada Ale.
“Oh itu, pak andrian sedang dinas keluar Bob ada yang bisa ku bantu?”
“Ohh itu ini aku sih niatnya mau menanyakan design untuk proyek greenice Al.”
“Oh ya? Kalau begitu kamu kirim saja lewat email pak Andrian Bob,”
“Okedeh nanti aku kirim lewat email pak andrian apa kau mau melihatnya?” Tanya Bobby pada Ale. Umur mereka memang tak terpaut jauh karna Bobby juga baru karyawan tahun pertama disini karna kinerjanya yang bagus makanya dia langsung ditarik ke team inti, jadi tak heran jika Bobby sangat dekat dengan Ale karna mereka memang masih sama-sama sangat muda.
“Bolehkah?” Tanya Ale sangat antusias karna ini adalah proyek besar pertamanya selama dia menjadi sekretaris Andrian.
“tentu dong, kamu kan sekretaris pak andrian pasti seleramu sedikit banyaknya samalah dengan pak Andrian.”
“Mauuuu” Jawab Ale dengan sangat antusias.
Bobby pun menyerahkan laptopnya pada Ale. Ale melihat design Bobby dengan sangat antusias, semenjak magang diperusahaan ini Ale menjadi sangat tertarik dengan design.
“Bagaimana menurutmu?” Tanya Bobby yang sangat senang melihat ekspresi Ale melihat design nya.
“Bagus!! Bagus banget keren dehh ini mah” jawab Ale dengan sangat antusias
“Benarkah? Menurutmu apa pak Andrian akan merevisinya?”
“Tidak, tenang saja menurutku ini sudah sangat keren” Ucap Ale dengan mantap sambil menepuk bahu Bobby memberikan semangat.
“Benarkah?”
“Kau meragukan pendapatku?” jawab Ale sambil membelalakkan matanya pura pura merajuk kepada Bobby
“Ehh tidak tidak baiklah aku akan segera mengirimkannya kepada pak Andrian.”
“Oke” jawab Ale sambil menggerakkan jarinya tanda setuju.
Setelah Bobby pergi kemejanya Ale kembali melanjutkan pekerjaannya dan berkutat dengan komputer didepannya.
Kriiiinggg!!!
Handphone nya berbunyi dia membuka handphonnya dan ternyata pesan itu dari sahabatnya.
Kau dimana?
^^^Dikantor, nanti aku ubungin kembali aku sedang sangat sibuk hari ini. Maaf...^^^
Oke nona Alena selamat bekerja
Setelah dia membalas pesan dari sahabatnya dia kembali melanjutkan pekerjaannya.
***
Daniel sedang berada di ruangannya menatap laptopnya dengan serius. Dia sangat berambisi untuk meningkatkan pamor perusahaannya. Walaupun pamor perusahaan Adiwijaya setara dengan Adhidarma tapi tetap saja perusahaan Adhidarma lebih dikenal dan naik daun dikalangan pengusaha-pengusaha muda karna lebih inovatif dan modern. Namun bukan hanya itu saja yang diperjuangkan seorang Daniel Sanjaya sebenarnya dendamlah yang tersulut dihatinya hingga dia berani dan mau berkecimbung didunia persaingan yang sangat ketat.
Toktoktok..!!
“Permisi pak, setengah jam lagi kita akan berangkat untuk bertemu dengan Pak Marteen semua itu sesuai dengan janji yang sudah kita sepakati kemarin lusa pak”
“Oke persiapkan semua design dan proposal yang akan kita pakai untuk proyek Greenice” sahut Daniel kepada sekretarisnya.
“Baik pak.” Ucap sekretarisnya sekaligus pamit untuk mengurus yang diperintahkan oleh Daniel.
***
Kriiinggg.... kriiiinggg.. kriiiingggg....!!!
Ale yang sedang serius mengerjakan tugasnya kaget karna tiba-tiba hanphonenya berbunyi dia melihat layar handphonenya dan tertera nama “kulkas” disana.
“Hallo pak Andrian”
“Kamu dimana sekarang?”
“Saya masih dikantor pak,”
“Sudah tinggalkan saja itu dan bersiap-siap kerumah utama saya.”
“Baik paak.”
“Jangan sampai telat”
“Baik pak”
“Oiya!”
“Bagaimana pak?
“Ehmm yasudah hati-hati titipkan salam saya untuk mama”
“Baik pak.”
Mereka diam untuk beberapa saat.
“Pak..”
“Iya” sahutnya dengan cepat
“Ehmm apa semua baik-baik saja pak?” Tanya Ale dengan hati-hati.
“Ya, lumayan baik-baik saja.” Ale bingung harus berbicara apalagi, tapi bossnya tak juga memutus sambungan telfon mereka.
“yasudah. Jika udah sampai dirumah mama kabarin saya dan ingat apa yang tadi pagi saya bilang.”
“Baik pak...”
“Yasudah.” Andrian langsung menutup sambungan telfonnya.
Setelah sambungan telfon mereka terputus Ale langsung bersiap-siap untuk pergi kerumah utama keluarga Ramatha.
Hari ini adalah hari peringatan kematian almarhum Adhidarma Ramatha ayah kandung dari seorang Andrian Ramatha karena Andrian tidak bisa datang jadi Andrian menyuruh Ale untuk menghadiri acara itu, toh agar drama yang mereka kerjakan juga semakin meyakinkan.
.
.
.
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya teman-teman. Trimakasih sudah suport
By. Nurhasanah
semangat terus ka
salam di batas cakrawala
mampir juga yaa
mampir juga yaa
mampir juga yaa