Adelia tidak menyangka setelah kegagalannya, dalam membina sebuah hubungan rumah tangga, sahabat semasa kuliahnya tiba-tiba saja menyatakan cinta padanya.
Meskipun awalnya ragu untuk menjalin kembali hubungan itu. tapi, sahabatnya itu bisa meyakinkan dirinya untuk kembali membina mahligai pernikahan bersamanya.
Elvano, sahabat Adelia yang mencintainya, tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya, hingga akhirnya Adelia menikah dengan sahabatnya, membuat dia semakin memendam perasaan itu.
Awalnya dia mengira hubungan Adelia dan suaminya baik-baik saja, tapi setelah dia kembali dari luar negeri dia baru tau kalau pernikahan Adelia ternyata tidaklah baik-baik saja.
Cerita ini sedang dalam tahap revisi, jadi maaf kalau ceritanya masih acak-acakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @tiiam97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rencana Vano
Sebulan kemudian hubungan antara Vano dan Adelia semakin dekat dan saat ini Vano tengah mempersiapkan kejutan ulang tahun untuk Adelia sekaligus melamar Adelia secara langsung karena Vano tidak ingin menunda lagi dia ingin segera menjadikan Adelia miliknya seutuhnya.
Agar dia bisa bersama dengan Adelia kapanpun. Dari kemarin Vano sengaja tidak menjawab telpon dan tidak membalas chat dari Adelia karena dia akan membuat Adelia kesal dulu pada nya agar suprise nya berhasil.
Untuk mewujudkan acara lamaran nya dia sudah mem booking salah satu restoran mewah dan dia juga sudah memberitahu kepada keluarga Adelia dan keluarga nya untuk rencananya ini keluarga Adelia sangat bahagia dengan kesungguhan Vano untuk Adelia mereka berharap Vano bisa memberi kan kebahagiaan Untuk Adelia setelah sebelumnya pernah menjalani pernikahan yang menyakitkan.
"Dim,,, semua persiapan nya sudah bereskan." Tanya Vano pada Dimas yang duduk di depan nya.
"Sudah Van,, kamu tinggal mempersiapkan diri saja supaya entar gak nervous." Jawab Dimas di sertai ledekan.
"Baguslah aku gak mau ada kesalahan,,, kamu tenang aja aku gak mungkin nervous aku justru gak sabar untuk melamar Adelia dan segera menikah dengan nya." Kata Vano yakin.
"Ya ya ya semoga aja." Dimas terkekeh.
"Kamu jangan lupa hubungi Maira untuk bawa Adelia ke tempat yang kita siapkan." Perintah Vano.
"Huufff,,, sebenarnya aku males kalau ketemu temen Adelia itu." Keluh Dimas.
"Emang kenapa kamu males ketemu dengan Maira." Tanya vano.
"Males aja orang nya cerewet kalau ngomong kaya kereta api panjang dan juga jutek gak ada manis-manisnya jadi cewek." Jawab Dimas di balas kekehan Vano.
"Itu mungkin karena kamu nya yang nyebelin jadi dia gitu." Kata Vano.
Dimas hanya mendengus sebal mendengar nya.
Sementara di balik pintu ruangan Vano yang tidak tertutup rapat ada seseorang yang mendengar obrolan mereka dengan tangan yang mengepal setelah itu dia pergi dari sana dengan penuh kemarahan di hatinya.
Sesuai dengan perintah sang atasan Dimas saat ini baru sampai di butik Adelia untuk bertemu dengan Maira untuk membicarakan rencana Vano.
Karena saat ini dia tau kalau Adelia sedang bertemu dengan klien dan tidak mengajak Maira hingga Dimas punya kesempatan berbicara dengan Maira tanpa ketahuan Adelia.
"Permisi mbak Maira saya mau bicara hal yang penting." Kata Dimas dengan sopan kepada Maira yang sedang sibuk mengamati gaun pengantin yang di pasang di manekin.
"Maaf Pak saya sibuk."Kata Maira yang hanya melirik sekilas ke arah Dimas.
" Sebentar saja mbak saya mohon ini tentang nona Adelia dan tuan Vano."Meskipun kesal kepada Maira tapi karena perintah atasan sekaligus sahabat nya Dimas pun terpaksa memohon seperti itu.
"Baiklah duduk disana." Kata Maira sambil berjalan menuju sofa masih dengan wajah yang jauh dari kata ramah entah kenapa setiap kali bertemu dengan Dimas Maira bawaan nya selalu badmood.
Dimas pun menurut meski hati dongkol dengan sikap Maira yang tidak ada manis-manisnya setiap mereka bertemu dalam hati dia terus mengumpat kepada Maira.
"Jadi begini tuan Vano ingin agar Mbak Maira nanti malam mengajak Nona Adelia ke suatu tempat nanti saya kirimkan alamat nya tapi mbak harus bisa membawa Nona Adelia ketempat itu bagaimana pun caranya dan ini baju yang harus di kenakan Nona Adelia." Jelas Dimas to the poin dan menyerahkan sebuah kotak yang dibawa nya kepada Maira.
Maira mengintip isi kotak itu dengan membuka nya sedikit.
"kalau Adelia nya gak mau gimana masa harus saya seret pak,, emang mau ada acara apa sih kenapa gak pak Vano saja yang langsung ngajak Adelia ke sana lagian kan kata Adelia pak Vano dari kemarin gak bisa di hubungi dan itu sudah membuat Adelia kesal jadi dia gak mungkin mau aku ajak kalau buat ketemu pak Vano." Cerocos Maira membuat Dimas mendengus kesal padahal dia belum selesai menjelaskan tapi Maira sudah Nyerocos memotong pembicaraan nya.
"Makanya mbak kalau orang lagi ngomong dengerin dulu yang benar bukan asal potong aja saya belum selesai bicara." Kata Dimas kesal.
"Oh terus." Kata Maira cuek.
Dimas menghela napas untuk meredam kekesalannya di hati nya.
"Jadi tuan Vano malam ini mau membuat kejutan ulang tahun untuk Nona Adelia sekaligus melamar Nona Adelia jadi tuan saya sengaja tidak menghubungi Nona Adelia dari kemarin agar surprise nya berjalan lancar,, maka dari itu tuan saya sangat berharap mbak Maira mau membantu dengan membujuk Nona Adelia untuk ikut ketempat yang sudah tuan saya siapkan." Jelas Dimas Maira hanya manggut-manggut.
"Oh oke deh nanti pasti saya bawa Adelia ketempat itu,, ya udah kalau gitu gak ada yang perlu dibicarakan lagi kan saya masih sibuk bapak silakan kembali." Usir Maira terang-terangan membuat Dimas tambah kesal tanpa banyak bicara lagi Dimas langsung keluar dari butik lama-lama berada di dekat Maira bisa membuat Dimas naik darah.
"Semoga sekarang kamu bahagia dengan pak Vano ya Dell sudah cukup selama pernikahan mu dengan Dion tidak ada kebahagiaan sama sekali." Gumam Maira dia berharap Vano bisa menghadirkan kebahagiaan untuk Adelia.
Waktu berlalu begitu cepat kini sudah waktunya para pegawai butik pulang dan Maira akan mulai menjalankan rencana nya Maira masuk ke ruangan Adelia.
"Dell pake nih baju kita jalan yu bosen nih."Kata Maira tanpa basa basi menyerah kan sebuah kotak Adelia membuka dan melihat isi kotak itu.
"Gaun serius aku harus pake gaun ini cuma buat jalan doang." Tanya Adelia heran.
"Iya lah kita akan makan malam di restoran mewah sesekali kita tampil beda gua juga bakal pake nih lihat,," Kata Maira berusaha meyakinkan Adelia agar tidak curiga.
"Udah cepat jangan kelamaan mikir nanti keburu malem nih gue juga mau siap-aiap yah dandan yang cantik siapa tau kita ketemu pangeran diasan saiap tau bakal ada yang nyangkut ke kita." Kata Maira nyelonong masuk keruang ganti yang ada di ruangan itu.
Adelia hanya mengangkat bahu acuh dengan kelakuan sahabat nya itu stelah Maira berganti baju kini giliran Adelia yang mengganti baju nya meski aneh tapi dia tetap memakai gaun itu.
Gaun panjang tanpa lengan dan memamerkan bahu mulus Adelia gaun yang berwarna silver dengan banyak aksen mutiara yang tampak berkilauan dan elegant itu begitu pas di tubuh Adelia.
Karena Adelia seorang desainer dia tau kalau baju ini buatan desainer terkenal dan desainer idola nya meski heran dari mana Maira dapat gaun ini karena dia yakin harga gaun ini begitu pantastis dan harus memesan terlebih dahulu untuk bisa mendapatkan gaun ini tapi Adelia tidak mau ambil pusing setelah memakai gaunnya dia keluar dari ruang ganti dan melihat Maira sudah selesai berdandan.
"Sini biar aku dandanin." Kata Maira.
"Jangan terlalu mencolok ya." Kata Adelia.
"Iya tenang aja gak make up sederhana aja." Kata Maira.
"Oh iya Ra kamu dapat baju ini dari mana ini kan baju mahal susah lagi dapetnya." Tanya Adelia.
"Nanti juga kamu tau udah diam dulu biar cepat beres dandanan nya." Kata Maira yang tengah pokus memoles kan make up pada wajah Adelia.
Setelah beberapa saat akhirnya Maira selesai mendandani Adelia rambutnya yang di cepol dan di bagian atas kanan dan kiri di kepang kecil agar rapi Setelah memastikan semuanya sempurna mereka pun keluar dari butik Maira mengunci pintu butik terlebih dahulu dan masuk ke mobil Maira yang menyetir mobil nya.
.
.
.
.
.
.
.
.
***Bersambung***
hajar si Dion 🤬😡😤
biar cepat kebongkar perselingkuhan Dion
tanpa perlu Delia yg menyelesaikan nya
🎵🎵🎵🎵
Sukses bwt kk 💐😄